Mungkin ini jalan takdir atau rencana terselubung ku, ternyata tak perlu jauh aku mencari mu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persidangan satu.
swasta dPagi ditanggal 16 Desember sebenarnya aku sudah dipersilahkan untuk bekerja tapi ketepatan dengan sidang pertama kasus penculikan dan penganiayaan yang terjadi padaku, memilih untuk ambil perpanjangan cuti adalah jalan pintas untuk menghemat waktu.
Bertahan dengan rasa trauma ternyata amat sulit cuman untuk ke psikolog bukan hal yang ku inginkan, aku bertemu dengan rasa sakit ketika melihat pelaku masih mampu tersenyum melihatku, darah seperti mendidih sampai ke ubun-ubun andai bukan ruang persidangan sudah habis dia ditangan ku.
Pembacaan dakwa serta kasus pembunuhan diangkat dalam satu persidangan, keluarga nya datang ada seorang perempuan menangis untuk nya ternyata dia istri dari pelaku. Dan ya lagi-lagi fokus ku belum sepenuhnya pulih
Duduk di kursi saksi. Tangan ku dingin.Tidak pernah membayangkan kisah cinta berubah menjadi berkas perkara setebal ratusan halaman.
Dakwaan yang Menggema
Jaksa Penuntut Umum berdiri, suaranya tenang namun tajam.
“Bahwa pada tanggal 4 Desember terdakwa secara melawan hukum telah membawa korban, Miwa hosianna Saragih tanpa persetujuan sah, mengurungnya di sebuah apartemen di wilayah Depok, melakukan kekerasan fisik serta penculikan dalam rangkaian perbuatan tersebut terdapatnya penemuan mayat dengan tusukan didada menyebabkan kematian saudara Rangga Saputra.”
Ruang sidang hening.
Kesaksian Miwa: Hakim ketua mempersilakan Miwa berbicara.
Suasana ruang sidang seperti menahan napas.
“Saya… dibawa paksa. memang sebelumnya ada rencana pertemuan antara saya dan pelaku waktu itu saya hanya ingin pulang. Saudara mengajak saya untuk bicara, sampai singkat cerita penculikan dilakukan."suara bergetar Menggema dalam ruang persidangan.
"Kapan terjadi pemukulan tersebut? Apakah ada tindakan perlawanan?"
"Saya melakukan perlawanan makanya ia melakukan kekerasan kepada saya, dan tentang luka saya ini. Ini real karena memang saya terjatuh saat menyalamat-kan diri."
“Saudari Miwa, apakah benar sebelumnya Anda pernah meminta sesuatu dari pelaku?"
“Tidak, dia sendiri yang selalu mengirimi saya barang terkadang makanan untuk menarik perhatian saya."
Jaksa menuntut 18 tahun penjara atas dakwaan penculikan, penganiayaan berat, dan pembunuhan dengan kekerasan yang mengakibatkan mati.
Di luar gedung pengadilan, hujan akhirnya turun di atas kota Jakarta, menatap hujan seperti harapan untuk menang sangat sulit apalagi persidangan semakin lama semakin di tunda-tunda.
Sebuah kertas bertuliskan lengkapnya perkara pidana.
PERKARA PIDANA:
Negara Republik Indonesia
melawan
Terdakwa: Arkan Mahendra
Lokasi persidangan: Pengadilan Negeri Jakarta Timur
I. KRONOLOGI PERKARA
Tanggal 04 Desember Miwa hosianna Saragih dilaporkan hilang oleh keluarganya di Jakarta. satu hari kemudian, ia ditemukan dalam keadaan luka lebam dan trauma berat di sebuah lahan kosong di daerah Bekasi.
Pelaku, Arkan Mahendra (orang yang sedang terobsesi dengan Miwa), ditangkap oleh penyidik dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Saat dilakukan penggeledahan dan pengembangan perkara, penyidik menemukan fakta mengejutkan:
Sebelum menculik Miwa, Arkan telah membunuh seorang pria bernama Dimas Prakoso di sebuah apartemen di Jakarta Utara, dua minggu sebelumnya. Kasus itu sebelumnya dilaporkan sebagai orang hilang.
Barang bukti:
Rekaman video yang sedang viral di jagat Maya
Hasil visum rumah sakit
Barang-barang pribadi Miwa
II. DAKWAAN JAKSA PENUNTUT UMUM
Dakwaan Pembunuhan Berencana
Pasal 340 KUH
“Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain…”
Ancaman: Pidana mati / penjara seumur hidup / maksimal 20 tahun
Bagi dunia, ini hanya 7 Jam tapi bagiku waktu ini menentukan 17 Tahun kedepan hidupku, aku masih berharap angkatan kasus ini tidak berakhir sia-sia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Luar biasa kuasa Tulang dalam kasus ini, mempercepat segala urusan sampai pada persidangan akhir, akhirnya dia masuk pada bui dengan hukuman penjara seumur hidup.
Kala putusan di bacakan, dan ia menangis memeluk istrinya. Diam-diam istrinya menghampiriku dan mengucapkan terimakasih sudah dapat membebaskan dia dari suaminya. Aku tersenyum tipis menyambut ucapan terimakasih.
Mama membuatkan ayam binatur, makanan khas Simalungun fungsinya supaya diberkati dan semakin jadi berkat. Lusa Mama Papa bakal pulang, sudah dua bulan tiga Minggu Mama Papa tidak pulang ke kampung. Aku bahagia bisa ditemani sampai tahap ini, Mama sebenarnya selalu ingin bawa aku pulang tapi apalah daya tanggung jawab ku masih besar disini.
Sedih melihat mereka sudah mulai siap-siap untuk pulang, sebelum pulang katanya Mama Papa ingin berwisata ke Monas dan juga taman wisata Bogor, aku mencoba mengikuti demikian permintaan mereka.
Istirahat yang cukup supaya paginya kami ke Bogor dan nanti pulangnya langsung ke Monas, mumpung libur dihari Minggu semoga saja tidak macet ya.
"Mama bawa bekal ya Nang," aku mengangguk aja mana tau Mama makan obat nanti nya, aku tidak tau mau bilang apa melihat perjuangan Mama dan Papa. "Maaf ya ma, belum bisa jadi anak yang baik... Belum bisa bahagiakan kalian, bahkan di usia senja ini kalian harus ke Jakarta ini hanya karena ulah ku." Mama tak mampu berkata-kata, pelukan hangatnya memaafkan kesalahan ku.
"Lebih hati-hati ke depannya ya Boru, enggak selama nya keberuntungan selalu berpihak sama kita inang." Peluk Papa menambahi.
Kami mulai mengendarai Jak lingko,modal kartu doank bisa buat kagum orang tua ku. Harusnya senyum seperti ini yang mereka dapat ketika datang ke Jakarta terus sambung menaiki kereta. Katanya sih Papa mau coba kereta bawah Tanah sesuai cerita teman-teman nya cuman nanti lah kalau waktu nya dapat.
Aku hanya mampu membawa mereka menikmati sejuknya puncak di pagi hari. "Ih padat kali," komentar Papa melihat lalu lalang kereta dengan gerbong penuh. "Inilah yang buat aku jatuh cinta sama Jakarta pa, disini kecepatan ku dalam bertindak selalu di akui." Papa tersenyum, ia memvideokan beberapa kali wajah Mama serta wajah ku.
Banyak hal yang terlewat baru kesampaian setelah aku dewasa, panjang umur Mama dan Papa. "Nanti ya ma, aku lagi cari mobil buat kita pergi ke puncak. Nanti kita makan ubi Cilembu disana. Kata teman ku enak ubi Cilembu."
"Ubi Cilembu apa Nang?" Papa masih menikmati waktu dengan handphone nya, sat-set langsung pilah-pilih jadinya kami mendapat kan mobil yang dapat di rental secara pribadi. "Ubi jalar Pa, cuman ini nanti di panggang gitu dia."
Papa dengan anggukan nya berati sudah mengerti, ku ambil waktu buat pilih destinasi wisata supaya tidak terlalu lama disini, ya mentok-mentok ke Cimory sama puncak doank lah pastinya.
Mama Papa nampaknya masih kuat dengan perjalanan ini, mereka amat bersemangat mengikuti kegiatan perjalanan. Lihat lah dari naik Jak Lingko sampai kereta,ini bentar lagi macet-macetan ada aja obrolan yang buat mereka itu nyambung untuk saling tukar cerita. Mama dengan pikiran keuangan nya dan Papa dengan pikiran human nya nyambung menjadi suatu pembahasan diskusi.
Papa amat akrab dengan sopir didepan ku, bahkan seolah teman lama yang tak berjumpa. Mereka saling tukar cerita begitu juga dengan Mama, Sialnya destinasi wisata Cimory lumayan ramai karena ya tau lah ini hari weekend, jadinya cuman ke puncak aja untuk mengambil waktu santai. Melewati kebun-kebun teh jadi keluar ucapan Papa.
—"Oh inilah puncak itu, mirip di si Damanik ya kurang danau Toba nya aja ." Kata Papa membuat sopir itu tertawa, seolah paham dengan jokes Papa.
Ia juga tak lupa membawa kami ke tempat oleh-oleh ada berbagai macam makanan cuman lumayan mahal jadi gak bawa begitu banyak. Yang penting dapat untuk abang-abang ku sudah cukup.
semangat, yah..
jan lupa mampir juga..
kita saling dukung, yah..
💪💪💪
Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰