NovelToon NovelToon
Bangkitnya Klan Abadi

Bangkitnya Klan Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: hdibibu

Di dunia yang penuh dengan keajaiban, di mana yang Abadi mampu membelah lautan dan menghancurkan gunung, di mana Akar Roh menjadi penentu antara yang fana dan yang Abadi, jiwa lain bangkit di tubuh manusia fana.

Dengan kitab harta karun yang ia peroleh, jiwa itu membawa tekad untuk bertahan di dunia yang kejam. Ia melangkah ke dunia kultivasi, menciptakan klan kultivasinya sendiri. Setiap langkah adalah perlawanan, setiap kemajuan dipenuhi berbagai rintangan dan cobaan.

Namun ia ditakdirkan untuk tidak menjadi biasa-biasa saja.

Ia ditakdirkan untuk mencapai sesuatu yang besar.

Saksikan bagaimana seorang manusia fana memulai jalan kebangkitan untuk klannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hdibibu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.2 - Kitab Ungu Surgawi

Yan Lei melewati persimpangan dan tiba di rumah lelang. Itu adalah bangunan tinggi tiga lantai dengan setiap langit-langit lantainya mencapai tinggi empat meter. Bangunan itu berdiri megah di antara bangunan sekitarnya.

Yan Lei hendak masuk, namun berhenti ketika melihat seseorang dihentikan oleh penjaga. “Syarat masuk adalah punya seribu perak,” ujar penjaga itu.

Beberapa orang yang berada di sekitar tempat itu terdiam. Jelas, mereka hanya datang karena penasaran dan hanya ingin melihat-lihat. Tidak banyak yang punya kekayaan sebesar itu.

Yan Lei pun merasakan hal yang sama. Ia sudah membawa seluruh tabungan pribadi dari rumah, dan totalnya hanya 83 tael perak. Ia belum pernah memasuki rumah lelang ini sebelumnya. Siapa yang tahu bahwa ada syarat seperti itu.

Beberapa orang di sekitarnya menggerutu lalu pergi. Tak ada harapan. Uang memanglah segalanya.

Yan Lei terdiam beberapa saat, merapikan jaketnya yang tebal, lalu ikut meninggalkan tempat itu.

“Sudahlah jika memang tidak bisa, “ ucapnya dalam hati. Untuk memperbaiki suasana hatinya, ia memutuskan untuk berkeliling kota itu sebelum mencari penginapan.

Dan tepat ketika ia berjalan di alun-alun kota, tepat saat ia melewati seorang pedagang, sesuatu berbunyi di kepalanya. Yan Lei terkejut dan hendak berseru ketika penglihatannya menjadi gelap secara tiba-tiba.

Ketika ia kembali sadar, Yan Lei berada di tempat lain. Itu adalah kekosongan tak berujung. Tidak ada apa pun selain kegelapan. Yan Lei merasakan dirinya tak memiliki bentuk dan bobot, hanya sebuah kesadaran.

Dan di tengah-tengah kekosongan itu, sebuah buku dengan sampul yang kuno berwarna keemasan perlahan-lahan muncul begitu saja.

Buku itu memancarkan cahaya keemasan ke sekitarnya, menyebabkan Yan Lei yang awalnya gelisah karena kegelapan berangsur-angsur lega.

“Apa ini?” Yan Lei berbisik pelan. Segalanya terjadi secara tiba-tiba. Ia masih terkejut dan bingung. Namun perasaan itu dikalahkan oleh sebuah dorongan aneh dalam hatinya yang menyuruhnya menyentuh buku itu.

Dan begitu saja, tubuhnya bergerak di luar kendalinya dan menyentuh buku tersebut.

Lalu gelombang informasi memasuki pikiran Yan Lei dengan cepat. Kepalanya berdengung. Ia lengah dengan situasi mendadak itu.

Ketika gelombang informasi akhirnya berhenti, Yan Lei merasakan tarikan yang kuat pada dirinya. Lalu sama seperti ia memasuki tempat itu, ia kembali ke kenyataan.

“Hei nak, jangan berdiri linglung dan menghalangi jalan!” seseorang meneriaki Yan Lei tidak sabar.

Yan Lei masih terkejut dengan kejadian yang baru saja ia alami sehingga ia tidak merespon orang itu dan minggir dengan linglung dan sedikit..gembira.

Kitab Ungu Surgawi!

Sebuah harga karun surgawi yang berasal dari zaman kuno!

Kitab Ungu Surgawi memilliki tiga lapisan. Lapisan pertama merupakan sebuah ruang kecil, di mana terdapat sebuah mangkuk kecil dengan lebar tiga inci. Awan putih melayang di atas mangkuk kecil itu, dan samar-samar gumpalan air mengembun di dalam awan itu, meskipun kecepatannya sangat lambat.

Lapisan kedua merupakan suatu ruang pencerahan. Untuk saat ini, Yan Lei dapat memasuki ruangan itu selama satu jam dalam sehari.

Entah belajar mantra, teknik kultivasi, atau pun seratus seni kultivasi -seni origami, alkimia, formasi, artefak, jimat, seni pembuatan boneka dll- Yan Lei dapat menggunakan ruang pencerahan untuk mempercepat pemahamannya.

Adapun lapisan ketiga yang terakhir, itu adalah inti dari segalanya. Kemampuannya sangat lugas, yaitu menghasilkan Biji Akar Roh Surgawi.

Fungsinya sangat menentang surga. Dengan mengonsumsinya, seorang manusia fana, yang terlahir dengan takdir tanpa akar roh, dapat memperoleh akar roh dan pada akhirnya memulai jalur menuju keabadian.

Kemampuannya sangat dilebih-lebihkan!

Dan lapisan ketiga mampu untuk terus memproduksi Biji Akar Roh Surgawi; menghasilkan tiga setiap lima tahun. Saat ini sudah terdapat enam Biji Akar Roh Surgawi di dalam lapisan tersebut.

“Sepertinya kehidupan ini tidak begitu buruk,” Yan Lei bergumam gembira. Jari emasnya akhirnya tiba setelah ia menunggu begitu lama.

Melalui berbagai informasi yang dibawa oleh Kitab Ungu Surgawi itu, ia menyadari bahwa dunia kultivasi jauh dari kata indah. Itu kejam.

Hampir semua sumber daya di dunia kultivasi diperebutkan dan diduduki oleh berbagai kekuatan­­ – ladang spiritual, urat nadi spiritual, tambang spiritual dan beberapa sumber daya lainnya. Mustahil memperoleh sumber daya tanpa dukungan kekuatan di baliknya.

Dan mereka yang tidak memiliki sumber daya kultivasi yang cukup ditakdirkan untuk tidak melangkah lebih jauh di jalan keabadian. Sebuah ironi di dunia kultivasi.

Namun sekarang, sebuah pintu yang lebar terbuka di depan mata Yan Lei.

Tatapan Yan Lei kembali tertuju pada pedagang itu. Atau tepatnya, pada setumpuk buku cerita yang dipajang di karpet meja pedagang tersebut. Ia tahu munculnya Kitab Ungu Surgawi ada hubungannya dengan itu.

Yan Lei mendekat dan pura-pura tertarik dan bertanya, “Apa ini?”

Pedagang itu melirik Yan Lei sekilas sebelum berbicara. “Tumpukan buku, nak. Apa matamu tidak mengenalinya?”

Yan Lei terkekeh pelan. “Buku apa?”

“Novel. Dongeng. Ada juga buku petulangan, ditulis pribadi oleh para pelancong yang suka menjelajah. Oh.. ada juga buku dari penyair terkenal yang mengisahkan perjalanannya mencari para abadi. Bagaimana? Tertarik?”

Tatapan Yan Lei tertuju pada setiap buku itu dan seketika matanya mengarah pada sebuah buku tua dengan sampul lusuh dan kusut. Ia segera merasakan dengungan samar yang berasal dari Kitab Ungu Surgawi dalam kesadarannya.

Yan Lei mencoba mempertahankan ekspresi datar dan menunjuk buku itu dengan pelan. “Berapa harganya?”

“Anda tertarik dengan buku ini?” Pedagang itu menatap Yan Lei dengan heran. Awalnya ia memperoleh buku itu dari seorang penjelajah, yang menyebut bahwa buku itu merupakan teknik kultivasi para abadi, dan mereka yang ditakdirkan dapat memulai jalur menuju keabadian.

Saat itu ia begitu gembira. Namun lambat laun ia menyadari bahwa ia telah ditipu. Sudah bertahun-tahun, dan bahkan para ahli bela diri manusia fana yang pernah membeli salinan buku itu mengunjunginya kembali dan menuntut pengembalian uang.

Saat itu, ia tidak lagi percaya pada buku itu dan bahkan mengabaikannya. Ia tidak menduga akan bertemu dengan anak muda yang tertarik dengannya.

“Kuberi masukan nak, buku ini hanyalah tulisan orang gila yang mengada-ada. Jangan berharap apa pun,” ujar pedagang itu.

Yan Lei mengangguk pelan. “Saya tahu. Saya hanya suka mengoleksi buku-buku seperti ini.”

Melihat keinginan Yan Lei, pedagang itu tidak lagi peduli. Mungkin karena ia merasa buku itu tidak berharga, sehingga ia hanya menjualnya seharga tiga tael perak.

Yan Lei bahkan tidak menawar dan langsung melakukan pembayaran. Ia lalu buru-buru menyembunyikannya ke dalam jaketnya dan meninggalkan tempat itu dengan cepat..

Yan Lei belum tahu mengapa Kitab Ungu Surgawi bereaksi terhadap buku tersebut. Tapi apa pun alasannya, seharusnya bukan hal yang buruk.

Ia awalnya ingin segera kembali ke desa setelah apa yang ia lalui, namun badai salju kemungkinan akan segera terjadi. Bukan pilihan yang bijaksana untuk berjalan di tengah cuaca yang ekstrim seperti itu.

Jadi Yan Lei menahan dorongan di hatinya untuk pulang dan memesan kamar di penginapan murah yang terletak tidak jauh dari gerbang kota.

1
Hebibu
Halo para pembaca budiman. Author di sini...

Rencana saya update 2 chapter/hari.

Bagi kawan2 yang menyukai cerita ini, bantu like dan komen skuyy.

Dukungan kalian jadi motivasi buat Author.

Salam membaca, Salam dari dunia kultivasi. Gua tunggu lu pada di sana.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!