NovelToon NovelToon
Salah Hati, Tepat Cinta

Salah Hati, Tepat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / BTS
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Rania Venus Aurora

Ryn Moa memilih kampusnya demi satu alasan: Kim Taehyung, pria yang telah lama ia sukai. Namun upayanya mendekati Taehyung justru membawanya pada ketertarikan lain-J-Hope, sahabat Taehyung yang ceria.

Di tengah perasaan yang berubah-ubah itu, hadir Kim Namjoon, teman mereka yang tidak setampan dua pria sebelumnya, tetapi memiliki ketenangan, kecerdasan, dan senyum manis yang perlahan merebut hati Ryn Moa.

Tanpa disadari, pencariannya akan cinta membawanya menemukan sosok yang paling tepat, justru dari arah yang tak pernah ia duga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rania Venus Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.22

Istirahat siang datang seperti jeda napas yang seharusnya menenangkan. Jam dinding di kelas berdetak santai, kantin mulai ramai, dan koridor kampus berubah menjadi jalur parade mahasiswa lapar dan haus. Sayangnya, bagi Ryn Moa, istirahat siang hari itu sama sekali tidak menenangkan. Ia duduk di bangku taman dekat gedung fakultas, satu kaki dilipat, satu kaki digerak-gerakkan tanpa sadar. Di tangannya, ponsel menyala terang, layar chat yang sama, lagi. Bukan chat baru, bukan pula notifikasi masuk, tapi pesan semalam. Yang sudah ia baca ulang berkali-kali sampai hampir hafal tanda bacanya. Istirahat siang, J-Hope muncul seperti kejayaan matahari.

“Hai Ryn!!”

Ryn Moa mematikan layar ponselnya buru-buru. Ia baru selesai membaca ulang pesan Namjoon semalam (untuk ke-27 kalinya). Ia tersentak, refleks buruknya kembali mempermalukan dirinya sendiri. Ponsel hampir terjatuh, untung jari-jarinya masih sempat mencengkeram.

J-Hope berdiri di depannya dengan senyum selebar dunia, jaket cerah, aura ceria yang bahkan bisa mengalahkan matahari siang. Ia tipe manusia yang kalau masuk ruangan, suasana ikut berubah lebih hidup, lebih ramai, lebih hangat. Dan lebih berbahaya bagi hati yang rapuh. J-Hope menyodorkan minuman.

“Aku beliin teh madu, ini kesukaan cewek-cewek di kampus. Kamu suka manis kan?”

Ryn Moa menatap gelas plastik itu seolah sedang ditawari ramuan sihir. Teh madu dingin manis, dan diberikan oleh J-Hope.

“A aku suka, makasih Hobi, eh, J-Hope, eh,”

Lidahnya kusut. Otaknya mendadak kehilangan sistem operasi.

“Panggil Hobi aja,” katanya sambil tertawa.

Tawanya ringan, tulus, dan terlalu mudah membuat orang ikut tersenyum. Ryn Moa mengangguk cepat, menerima minuman itu dengan dua tangan seperti menerima benda suci. Namun sebelum sedotan itu sempat menyentuh bibirnya, Tiba-tiba suara tenang datang dari belakang.

“Nanti gula darahnya naik.”

Ryn Moa membeku. Nada itu..rendah, tenang. Seperti air yang mengalir pelan tapi mampu menyeret apa saja. Ryn Moa memutar badan. Namjoon berdiri sambil membawa dua buku dan satu botol air mineral. Ia terlihat seperti kebalikan J-Hope dalam segala hal. Warna bajunya netral, gesturnya tidak berlebihan, ekspresinya lembut tanpa usaha. Dan lagi-lagi… senyum lesung pipinya muncul. Ryn Moa menelan ludah.

“Namjoon ah, kamu ini. Biarin aja dia minum yang manis.” J-Hope tertawa.

Nada J-Hope santai, Tidak ada kesan bersaing, setidaknya di permukaan.

“Tidak baik kalau dia belum makan berat,” jawab Namjoon.

Kalimat itu tidak keras. Tidak menegur. Tidak menggurui. Tapi cukup untuk membuat Ryn Moa membeku di tempat.

KEDUANYA SEKARANG DISKUSI TENTANG KESEHATANNYA?!

...⭐⭐⭐...

Ryn Moa menatap bergantian ke arah J-Hope dan Namjoon, lalu kembali ke gelas tehnya, lalu ke botol air mineral di tangan Namjoon. Ia bukan anak kecil, juga bukan pasien. Tapi entah kenapa, rasanya seperti sedang dijaga. J-Hope mendekat ke Ryn Moa dan berbisik,

“Namjoon itu kayak ayah-ayah muda yang terlalu perhatian.”

Ryn Moa hampir tersedak ludah. Ia terbatuk kecil, buru-buru menutup mulut, pipinya memanas. Gambaran ayah-ayah muda dengan wajah Namjoon di kepalanya adalah sesuatu yang sangat, sangat tidak boleh muncul. Namjoon sempat menatap mereka, alisnya terangkat sedikit. Seolah ia tahu J-Hope sedang menggoda. Dan ia paham, tapi memilih tidak bereaksi. Lalu ia duduk di sisi Ryn Moa, Membuat J-Hope duduk di sisi satunya. Ryn Moa sekarang duduk di tengah dua pria yang sama-sama punya daya rusak. Bangku taman yang awalnya terasa luas kini terasa terlalu sempit. Bahu mereka tidak bersentuhan, tapi jaraknya cukup dekat untuk membuat Ryn Moa menyadari perbedaan energi di kiri dan kanannya. Di kiri ada J-Hope yang hangat, ceria, ramah seperti permen kapas berwarna-warni. Di kanan ada Namjoon yang tenang, halus, stabil seperti secangkir teh hangat di pagi hujan.

Satu cerah, manis, nyaman.

Satu tenang, halus, mematikan.

Dan jantungnya memilih yang halus itu. Padahal ia tidak mau, Ia benar-benar tidak mau.

TOBATIN AKU YA ALLAH.

Ryn Moa menggenggam gelas tehnya kuat-kuat, seolah itu jangkar yang menahannya agar tidak hanyut terlalu jauh. Ia mencoba menyesap, tapi tatapan Namjoon membuatnya ragu. Namjoon menggeser botol air mineral ke arahnya tanpa berkata apa-apa. Hanya gestur kecil tanpa paksaan. Ryn Moa menatap botol itu, lalu menatap Namjoon. Tatapan mereka bertemu sesaat. Tidak lama tapi cukup. Ia akhirnya membuka tutup botol dan minum sedikit. Namjoon tersenyum tipis, hampir tak terlihat. J-Hope menyandarkan punggung ke bangku, menyilangkan tangan di belakang kepala.

“Kalian ini lucu ya. Kayak pasangan suami istri yang lagi debat minuman.”

Ryn Moa langsung tersedak air.

“BUKAN!!” katanya terlalu cepat dan keras.

Dua pasang mata itu menatapnya. J-Hope tertawa terbahak.

“Santai, santai. Aku bercanda.”

Namjoon menoleh sebentar ke arah Ryn Moa.

 “Aku cuma khawatir.”

Hanya itu. Tidak ada penjelasan lanjutan. Dan itu justru lebih berbahaya. Ryn Moa mengalihkan pandangan ke taman, ke mahasiswa yang lalu-lalang, ke apa pun selain wajah Namjoon. Ia mencoba mengingat kembali tujuan awalnya masuk kampus ini.

Taehyung.

Pria yang dulu membuatnya berani untuk memilih kuliah di kampus ini, memulai hidup baru, meninggalkan zona nyaman. Pria yang senyumnya dulu membuat jantungnya jungkir balik. Dan kini… perasaan itu terasa seperti kenangan jauh yang hangat, tapi tidak lagi membakar. Sementara Namjoon, ia bahkan tidak pernah masuk dalam rencana. J-Hope bangkit berdiri.

“Aku mau ke kantin dulu. Kalian ikut?”

Ryn Moa hampir mengangguk, tapi Namjoon lebih dulu menjawab,

“Aku masih mau baca. Kamu duluan saja.”

“Oh?” J-Hope tersenyum lebar. “Ditinggal berdua nih.”

Ryn Moa ingin lenyap. J-Hope melangkah pergi dengan santai, namun masih sempat melambaikan tangan. Begitu J-Hope menghilang di kerumunan, suasana berubah. Tidak canggung, Tidak juga ramai, Hanya ada rasa tenang. Angin berembus pelan. Daun bergerak perlahan. Suara kampus terdengar jauh. Ryn Moa menggenggam botol airnya.

“Namjoon…”

“Hm?”

“Kamu… kenapa seperti perhatian sekali padaku?”

Pertanyaan itu keluar lebih pelan kali ini. Lebih jujur. Namjoon menutup bukunya, lalu menatap ke depan, bukan ke arah Ryn Moa.

 “Aku tidak tahu.”

Jawaban jujur, tidak defensif.

“Aku cuma… spontan” lanjutnya. “Kalau lihat orang yang sering lupa jaga diri sendiri.”

Ryn Moa tersenyum kecil.

“Aku kelihatan separah itu ya?”

Sedikit, Tapi Namjoon tidak mengatakan itu. Ia menoleh, menatap Ryn Moa dengan mata yang tenang.

“Cukup untuk bikin aku peduli.”

Dan lagi-lagi lesung pipinya muncul. Ryn Moa menutup wajahnya dengan kedua tangan. Ini bukan lagi istirahat siang biasa. Ini perang batin. Dan di tengah taman kampus yang terlihat damai itu, Ryn Moa akhirnya sadar, masalah terbesarnya bukan memilih antara dua pria. Masalah terbesarnya adalah…hatinya sudah mulai memilih lebih dulu, tanpa meminta izin pada logika.

...⭐⭐⭐...

Bersambung....

1
Amiera Syaqilla
romantis 💕
Rania Venus Aurora: terimakasih 🙏🏻
total 1 replies
falea sezi
author penggemar bts ya/Scream/
Rania Venus Aurora: Aku pernah dimasukan ke grup ARMY, karena teman-temanku ARMY semua. Cerita yang ada tentang BTS juga terinspirasi dari para ARMY disana.😊
total 1 replies
Ai_Li
Namanya unik-unik yaa
Ai_Li
Saya mampir kak, bagus ceritanya
Rania Venus Aurora: Makasih, kalau suka ceritanya 🥰
total 1 replies
Livia Aira
Lanjut thor 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!