NovelToon NovelToon
Glitz And Glamour

Glitz And Glamour

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Duniahiburan / Percintaan Konglomerat / Fantasi Wanita / Berondong / Playboy / Tamat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di jagat hiburan, nama Leonard Abelano bukan sekadar aktor, dia adalah jaminan rating. Setiap drama yang dibintanginya pasti menyentuh angka dua digit. Leo, begitu publik memanggilnya, punya segalanya: struktur wajah yang dipahat sempurna, status pewaris takhta bisnis Abelano Group, dan sebuah reputasi yang membuatnya dijuluki "Duta Kokop Nasional."

Bagi penonton, cara Leo mencium lawan mainnya adalah seni. Namun bagi Claire Odette Aimo, itu adalah ancaman kesehatan masyarakat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perayaan di Atas Langit Manhattan

Acara Gender Reveal ini tidak hanya menjadi urusan keluarga, melainkan peristiwa sosial yang paling dinantikan di seluruh New York.

Dua kakek ambisius, Tuan Aimo dan Tuan Abelano, memutuskan untuk menyewa seluruh area Central Park dan menghias langit Manhattan untuk pengumuman ini.

Malam itu, ribuan tamu undangan dari kalangan elit berkumpul di rooftop gedung Aimo Tower yang menghadap langsung ke arah cakrawala kota.

Claire tampil anggun dengan gaun panjang berwarna champagne yang longgar, namun perutnya yang kini sudah membuncit cantik ( baby bump ) terlihat sangat nyata.

Leo berdiri di belakangnya, kedua tangannya melingkar posesif di perut Claire, seolah tak ingin melewatkan satu detik pun gerakan dari dalam sana.

"Kamu gugup?" bisik Leo di telinga Claire.

"Sedikit," aku Claire sambil tersenyum.

"Ayahmu dan Ayahku bertaruh sangat besar malam ini. Ayahku ingin cucu perempuan agar bisa dimanja, tapi Ayahmu bersikeras ingin laki-laki untuk diajak bermain golf."

Tepat pukul sembilan malam, lampu-lampu di sekitar Central Park dipadamkan. Suasana menjadi hening. Ribuan drone berteknologi tinggi terbang ke langit, membentuk formasi sepasang sepatu bayi yang sangat besar di angkasa.

Hitungan mundur dimulai dari layar raksasa di gedung-gedung sekitar:

10... 9... 8...

Seluruh tamu undangan menahan napas. Saat hitungan mencapai angka satu, ledakan kembang api spektakuler menyelimuti langit.

Namun, yang membuat semua orang bersorak adalah formasi drone yang tiba-tiba berubah warna menjadi Biru Safir yang sangat pekat.

Di langit, drone tersebut membentuk tulisan raksasa:

"IT'S A PRINCE. THE NEXT HEIR IS COMING."

Leo langsung memutar tubuh Claire dan memeluknya dengan sangat erat. Ia membenamkan wajahnya di leher Claire, bahunya bergetar. Sang Singa Abelano itu menangis haru.

"Laki-laki, Claire... kita punya jagoan kecil," bisik Leo dengan suara serak. "Dia akan menjadi pria paling hebat yang pernah ada."

Tuan Abelano langsung berteriak kegirangan, "Sudah kubilang! Darah Abelano kuat! Dia akan menjadi pemain golf dan pengusaha tertangguh!" Sementara Tuan Aimo, meski sempat ingin cucu perempuan, tetap tertawa lebar sambil memeluk besannya itu.

"Laki-laki tidak masalah, dia tetap akan mewarisi ketegasan Aimo!"

Antusiasme kedua kakeknya semakin tidak masuk akal setelah tahu jenis kelaminnya,

Tuan Abelano langsung mengumumkan bahwa ia telah membeli sebuah klub bola di Inggris atas nama cucunya sebagai hadiah lahir.

Tuan Aimo memesan sebuah jet pribadi versi mini yang interiornya didesain khusus untuk kamar bayi agar cucunya bisa bepergian keliling dunia dengan nyaman sejak lahir.

Di tengah hiruk pikuk perayaan, Leo membawa Claire sedikit menjauh dari kerumunan. Ia berlutut di depan Claire, mensejajarkan wajahnya dengan perut Claire yang membuncit.

"Hai, jagoan Papa," ucap Leo lembut sambil mencium perut Claire. "Cepatlah lahir. Papa sudah tidak sabar ingin mengajakmu melihat dunia, dan tentu saja... Papa ingin menunjukkan padamu betapa cantiknya Mamamu ini."

Claire mengusap rambut suaminya dengan penuh cinta. "Dia pasti akan sangat mirip denganmu, Leo. Tampan, angkuh, tapi sangat lembut pada wanita yang dicintainya."

Malam itu, New York tidak hanya merayakan seorang bayi laki-laki yang akan lahir, tapi mereka merayakan simbol dari bersatunya cinta dan kekuasaan yang tak tergoyahkan.

Beberapa Minggu Kemudian..

Hari persalinan itu tiba lebih cepat dari dugaan, di tengah hujan salju pertama yang menyelimuti New York.

Persiapan yang dilakukan selama sembilan bulan seolah menguap begitu saja saat Claire mulai merasakan kontraksi hebat di tengah rapat dewan direksi Aimo Group.

Leo, yang saat itu sedang syuting iklan, langsung meninggalkan lokasi tanpa sempat menghapus riasannya. Ia mengendarai mobilnya seperti orang kesetanan menuju rumah sakit milik keluarga Aimo yang sudah disiagakan total.

Satu lantai VIP dikosongkan, dan tim dokter terbaik di Amerika sudah menunggu di depan pintu.

Di koridor, pemandangan luar biasa terjadi. Tuan Aimo dan Tuan Abelano mondar-mandir dengan wajah pucat, sementara Liam berusaha menenangkan kedua kakek yang lebih panik daripada pasiennya sendiri.

"Kalau terjadi sesuatu pada putriku, aku akan meratakan rumah sakit ini!" ancam Tuan Aimo, yang sebenarnya hanya untuk menutupi rasa takutnya.

Di dalam ruang persalinan, Leo tidak sedetik pun melepaskan tangan Claire. Ia membiarkan Claire meremas tangannya dengan sangat kuat setiap kali kontraksi datang.

"Tarik napas, Odette... aku di sini. Kamu kuat," bisik Leo, meski wajahnya sendiri lebih pucat dari Claire.

Claire, dengan keringat yang membasahi keningnya, menatap Leo dengan tajam di tengah rasa sakitnya.

"Leo... ini... sakit sekali! Ini semua gara-gara kamu dan malam-malam panjangmu itu!"

Leo hanya bisa pasrah. "Iya, Sayang, pukul aku, maki aku, lakukan apa saja asal kamu dan jagoan kita selamat."

Setelah perjuangan selama hampir sepuluh jam, ruangan itu mendadak hening sejenak saat dokter memberikan instruksi terakhir. Leo menahan napas, matanya tak lepas dari wajah Claire yang sedang berjuang di batas kemampuannya.

Dan kemudian... suara itu pecah.

Oweeeekkk! Oweeeekkk!

Tangisan bayi yang sangat kencang dan bertenaga memenuhi ruangan. Dokter mengangkat bayi laki-laki yang sehat, dengan rambut hitam lebat dan kulit yang kemerahan.

Leo terpaku.

Air matanya jatuh tanpa bisa dibendung saat melihat bayi itu diletakkan di atas dada Claire. Claire, yang baru saja kehabisan tenaga, langsung menangis haru saat merasakan kehangatan kulit bayinya.

"Dia sangat mirip denganmu, Leo..." bisik Claire lemah namun penuh kebahagiaan.

"Dia sempurna, Claire. Dia sangat sempurna," balas Leo sambil mencium kening Claire dan puncak kepala bayinya secara bergantian.

Begitu nama Sean Manuel Abelano Aimo didaftarkan secara resmi, seluruh publikasi bisnis di Manhattan langsung memperbarui bagan silsilah keluarga mereka. Sean bukan sekadar bayi, dia adalah pemegang saham termuda dalam sejarah Aimo Group dan Abelano Corp.

Leo tidak bisa berhenti menatap putranya yang sedang terlelap di boks bayi berlapis sutra. "Sean Manuel... dengar itu, Wife? Namanya terdengar sangat berwibawa. Dia akan menjadi pria yang dihormati semua orang."

Claire, yang sedang bersandar di bantal dengan wajah yang mulai segar, tersenyum bangga. "Manuel diambil dari nama kakekmu, kan? Dia akan memiliki kebijaksanaan keluarga Abelano dan ketajaman keluarga Aimo."

Tuan Aimo dan Tuan Abelano tampak sangat puas dengan pilihan nama tersebut. Mereka bahkan sudah mulai memanggilnya dengan sebutan "The Little CEO".

"Sean Manuel, kakek sudah menyiapkan kuda poni terbaik di peternakan untukmu saat kamu bisa berjalan nanti!" seru Tuan Abelano sambil mencoba menggendong cucunya dengan kaku namun penuh kasih sayang.

Tuan Aimo tidak mau kalah, ia sudah memesan setelan jas custom berukuran bayi dari penjahit pribadinya di Italia. "Cucu pertamaku, Sean Manuel, harus tampil sempurna saat kita memperkenalkannya di rapat pemegang saham tahunan nanti!"

Meskipun mereka memiliki puluhan pengasuh bayi terbaik, Leo bersikeras ingin menangani Sean sendiri di malam hari. Ia ingin menjadi orang pertama yang didengar dan dilihat oleh putranya.

Suatu malam, saat Sean menangis kecil, Leo langsung terjaga. Ia menggendong Sean dan membawanya ke jendela besar yang menghadap lampu-lampu New York yang berkilauan.

"Lihat itu, Sean Manuel," bisik Leo sambil menimang putranya. "Kota itu suatu hari nanti akan berlutut di bawah kakimu. Tapi ingat satu hal, jadilah pria yang menghargai wanita, seperti Papa menghargai Mamamu."

Claire yang terbangun dan melihat momen

itu dari tempat tidur, merasa hatinya sangat penuh. "Leo, kamu akan membuatnya menjadi pria yang terlalu sempurna."

Leo berbalik dan mencium kening Claire, sementara Sean mungil menggeliat dalam pelukannya. "Dia adalah perpaduan terbaik dari kita berdua, Claire. Dia adalah Sean Manuel Abelano Aimo."

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 🥰

1
Retno Isusiloningtyas
happy ever after
Retno Isusiloningtyas
aku kok blm nerima undangannya yaaa🤭
ros 🍂: Ntar dikirimin ya kak undangannya 🤣
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
wow...
keren....
Retno Isusiloningtyas
seruuuuuu👍
Retno Isusiloningtyas
😍
Sweet Girl
Buktikan. Claire... dr pada mati penasaran.
Sweet Girl
Bwahahaha dibilang Duta Kokop.🤣
sasip
ngeri loh kalimat pernyataan leo: "satu²nya skenario yg ingin dipelajari sampe mati".. mantab jiwa.. 👍🏻🫣😉🤭😅
sasip
enggak nyangka ei.. novel sebagus ini masih sepi pembaca.. sy yg awalnya cuma iseng mampir gegara liat cover yg provokatif pun terhipnotis & kepengen baca terus, tapi sempetin mampir deh buat memberi semangat othor keren.. 👍🏻 TOP pake banged.. lanjut ya thor.. 🫶🏻💪🏻🫰🏻
ros 🍂: Ma'aciww sudah mampirr😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!