Syakira Aurelia Devi seorang wanita yang berhubungan dengan pria beristri, tak tahu jika kekasihnya memiliki seorang istri. Membuatnya harus berurusan dengan seorang pria kejam dan dingin yang sangat menyayangi adik perempuannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TPG : Bab 25
Selama beberapa bulan Syakira berada di Garut, ia sama sekali tidak pernah keluar dari rumah. Kehamilannya semakin lama semakin besar dan kini sudah menginjak usia 8 bulan, Mak Endah nampak khawatir dengan kondisi Syakira. Wanita itu jarang makan dan sering bengong, "Syakira, kamu harus makan yang banyak.. Kasian bayi kamu." Ucap Mak Endah seraya menyiapkan sepiring nasi serta lauk pauk untuk Syakira.
"Iya Mak, tapi bagaimana nanti jika aku melahirkan. Orang-orang pasti akan tahu." Jelas Syakira dengan rasa penuh kekhawatiran, namun Mak Endah dengan tegas menjawab agar Syakira tidak perlu memikirkan hal itu.
Di saat keduanya tengah sibuk makan, terdengar suara ketukan di pintu yang membuat perhatian keduanya teralihkan. Mak Endah langsung menoleh dan bangkit dari tempat duduknya, ia membuka pintu keluar.
"Ngapain kamu ke sini?" Tanya Mak Endah dengan tatapan sinis saat melihat Agus datang dengan senyuman di wajahnya.
"Jangan galak-galak dong Mak, saya ke sini pengen bertemu sama Dek Syakira." Jelas Agus dengan senyuman di wajahnya yang membuat Mak Endah seperti ingin muntah.
"Enggak ada!" jawab Mak Endah dengan nada marah, ia lalu menutup pintu rumah namun Agus langsung mencegahnya dan membukanya secara paksa.
"Keluar dari rumah ku!" Teriak Mak Endah, namun Agus sama sekali tidak menggubris. Ia bahkan mendorong Mak Endah dan hampir terjatuh.
Syakira yang berada di dapur mendengar kegaduhan yang terjadi, ia langsung keluar dari dapur dan melihat ke depan. Namun tatapan matanya seketika membulat sempurna saat melihat Agus sudah masuk ke dalam rumah.
Mata Agus langsung terfokus pada perut Syakira yang besar seperti orang hamil, ia lalu mendekati Syakira dengan tatapan marah.
"Oh... Selama ini kau jual mahal kepada ku, dan berpura-pura suci. Nyatanya hamil tanpa suami!" Jelas Agus marah, ia merasa sedikit puas melihat kondisi Syakira saat ini. Wanita itu sering menolak ajakannya ingin menikah, dan jual mahal namun ternyata aslinya Syakira adalah wanita murahan.
"Jaga ucapan mu itu, Agus." Maki Syakira kesal, namun Agus bukannya berhenti malah terus memaki Syakira.
"Dasar lonte! Kau jual mahal kepada ku, rupanya kau hanya seorang lonte di kota." Jelas Agus.
Sebuah tamparan langsung mendarat di pipi Agus, pria itu segera menatap marah Syakira yang berani-beraninya menampar wajahnya. Melihat Agus hendak memukul Syakira, Mak Endah langsung berteriak dan mengusir Agus dari rumahnya.
"Awas kalian berdua." Ucap Agus dengan nada marah, ia langsung keluar dari dalam rumah dengan ekspresi penuh kemarahan.
Melihat Agus yang bersikap seperti itu, ada rasa takut dan khawatir di benak Syakira.
"Mak, bagaimana ini?" Tanya Syakira dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
"Kamu tenang dulu, sekarang kamu masuk aja ke kamar dan beristirahat." Jelas Mak Endah, meski ia sendiri sangat khawatir dengan apa yang terjadi nanti.
Agus berjalan dengan wajah yang marah, ia lalu menghampiri pos ronda dan memukul kentongan dengan sangat keras yang membuat orang-orang langsung berhamburan keluar dari rumah.
"Ada apa ini Pak Agus?" Semua orang langsung menghampiri Agus yang terkenal sebagai salah satu orang kaya di daerah itu.
"Kampung kita ini sudah dinodai oleh seorang pendosa." Jelas Agus dengan nada marah dan mata yang berapi-api, semua warga yang mendengar hal itu terkejut dan penasaran.
"Siapa Pak Agus?" Tanya salah seorang warga.
"Siapa lagi kalau bukan cucunya Mak Endah, dia baru pulang dari kota beberapa bulan yang lalu. Wanita itu sering memasukkan pria masuk ke dalam rumah, dan sekarang wanita itu hamil tanpa suami." Jelas Agus dengan nada marah.
Semua warga yang mendengar hal itu langsung terkejut, namun mereka tidak percaya semudah itu dengan ucapan yang di lontarkan oleh Agus. Lalu salah seorang anak buah Agus langsung maju dan mengatakan jika ia juga pernah melihat Syakira membawa masuk beberapa pria berbeda ke dalam rumah.
Bahkan ada juga seorang ibu-ibu yang tiba-tiba datang dan ikut mengatakan hal yang sama, "Setelah banyak saksi seperti ini, kalian tidak percaya? Jika kalian tidak percaya, ayo ikut dengan ku. Kita lihat perempuan pendosa itu yang hamil tanpa suami." Ajak Agus dengan nada tinggi.
Semua warga diam, namun salah seorang anak buah Agus langsung mengiyakan dan membuat para warga pun langsung ikut bersama dengan Agus untuk melihat keberadaan tentang Syakira.
Mak Endah yang berada di ruang tamu, langsung bangkit dan berjalan ke arah kaca. Ia mendengar suara orang yang berteriak-teriak, saat ia mengintip dari celah kaca. Mak Endah terkejut saat melihat Agus datang bersama dengan warga.
Mak Endah langsung berlari ke kamar Syakira, ia membangunkan Syakira secara perlahan. "Ada banyak warga di luar... Kamu diam di sini dan jangan keluar dari kamar." Jelas Mak Endah dengan nada panik.
"Tapi Mak.." Namun Mak Endah langsung menutup mulut Syakira, ia meminta Syakira untuk tenang sementara dirinya yang akan menghadapi Agus dan beberapa warga yang datang.
"Mak Endah.. Buka pintunya! Bawa perempuan pendosa itu keluar." Teriak Agus seraya menggedor pintu rumah Mak Endah dengan keras.
Pintu rumah pun di buka, Mak Endah keluar dengan raut wajah serius dan juga tenang. "Ada apa ini?" Tanya Mak Endah.
"Mana Syakira, bawa perempuan pendosa itu keluar. Dia sudah menodai kampung ini dengan membawa masuk pria-pria." Jelas Agus.
Mak Endah jelas marah atas fitnah yang di lontarkan oleh Agus tentang Syakira, "Agus, kamu jangan asal bicara. Cucu ku bukan wanita seperti itu." Jelas Mak Endah.
"Kalau begitu biarkan dia keluar, para warga kita lihat wanita yang hamil tanpa suami dan sudah mengotori kampung kita ini." Jelas Agus seraya berteriak.
Para warga pun ikut bersorak, membuat Mak Endah langsung panik. Agus yang kesal karena terus di halangi oleh Mak Endah langsung menarik wanita tua itu hingga terjatuh ke atas tanah, laki-laki itu lalu masuk ke dalam rumah. Ia segera berjalan ke arah kamar, nampak senyuman Agus saat melihat Syakira duduk di atas ranjang dengan wajah yang panik.
semoga Syakira bisa pergi jauh bersama aleric dan ada yg membatu kehidupan Syakira apalagi itu dari rival bisnis Adrian tak apalah demi memberi pelajaran pada keluarga Adrian