NovelToon NovelToon
Pergaulan Bebasku

Pergaulan Bebasku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: siti solikhah

Likha Charina

Gadis desa yang merantau ke Ibu Kota Jakarta bersama temanya untuk bekerja. Bagaimana dia bisa hidup di tempat perantaun dan bagaimana dia bisa terjebak dengan pergaulan bebas.

21 +

di tunggu kritik dan saranya

jangan lupa vote like dan komen ya guys.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti solikhah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kantor Bagas 1

Enik berusaha menyembunyikan badan di pojok lift dan memunggungi pintu masuk lift itu.

Bagas yang tak sadar akan kehadiran wanita yang hampir setiap malam tidur satu ranjang bersamanya itu, tetep asyik mengobrol di iringi dirinya masuk kedalam lift.

Sesekali si Bagas meletakan dagunya di pundak teman wanitanya, dan teman wanitanya itu terlihat biasa dan tidak merasa risih.

Pintu lift telah kini tertutup dan naik ke atas dan berhenti di lantai tujuh. Namun Bagas tak keluar dari dalam Lift.

Enik pun tak keluar dari dalam lift, dan berniat mengikuti di lantai berapa teman satu ranjangnya itu akan turun.

Namun Enik tak melihat Bagas akan keluar dari dalam lift yang mereka naiki bersama.

Enik meletakan separuh rambutnya ke depan wajahnya agar tak terlihat oleh Bagas. Karena saat pintu lift terbuka di lantai tujuh Bagas menatap arah di sekelilingnya dan melihat siapa yang akan keluar dari dalam lift.

Sepertinya tak ada yang keluar pikirnya. Lalu Bagas pun memencet tombol tutup dan membiarkan lift itu turun ke arah bawah.

Lift berhenti di lantai satu, dan berhamburan orang keluar dari dalam lift.

"Nina'' dengan manja Bagas memanggil teman wanitanya yang mendahuluinya.

Nina yang di sebutkan namanya pun menghentikan langkahnya dan menatap Bagas dan tersenyum manis pada rekan kerjanya itu.

''tungguin" ucap Bagas kembali dengan manja, dan menautkan jari jemarinya pada teman wanitanya itu.

Dengan santai Bagas melewati teman-teman satu kantornya. Dan berjalan dengan bergandengan dengan Nina.

"Gas tunggu woy" Egar dengan berlari kecil menghampiri Bagas.

Dan Bagas pun menoleh arah suara yang telah memanggil namanya. Ketika dia melihat Egar yang memanggilnya dab berjalan ke arahnya Bagas pun tetap berjalan santai.

"sialan" umpat Egar dengan sedikit kesal pada Bagas namun tak menghentikan langkahnya dan tetap mengampiri sahabat dekatnya itu meski ia di tinggal.

Enik yang melihat itu masih tak menyangka dengan segala yang ia lihat baru saja.

Orang yang ia cintai dan telah merenggut kesucianya melakukan hal itu di depan matanya.

Enik mengira Bagas mencintainya, dan tidak akan menduakanya. Hari ini dia melihat sesuatu yang membuatnya sakit di dalam dadanya.

Egar yang tanpa sengaja melihat seorang yang sepertinya ia kenal di depan pintu lift, menghentikan langkahnya sejenak.

Dia memperhatikanya dan dia baru ingat kalo dia itu teman wanita Bagas.

Egar pernah melihatnya saat main kerumah Bagas.

''Enik" batin Egar.

Dan Egar membalik tubuhnya dan memilih mengahampiri Enik yang terlihat bersedih.

''hey" sapa Egar

Enik menatap orang yang di depanya saat orang itu memainkan kelima jarinya di depan wajah sedihnya.

Enik terlihat bingung dengan sosok lelaki di depanya itu.

''siapa ya ?"

''lupa sama aku !'' jawab Egar dengan menunjukan jari telunjuk ke wajahnya.

Egar mengulurkan tanganya untuk berjabat tangan dengan Enik.

"Egar" dengan seulas senyum dari bibir lelaki yang memang tampan.

''oh kak Egar ya" Enik baru mengingat siapa orang yang di depanya itu.

Dia baru teringat saat Egar menyebut namanya. Dan Enik pun menyambut uluran tangan Egar. Dan tersenyum tipis.

''ngapain disini'' tanya Egar.

Enik tak menjawab pertanyaan Egar, dan menundukan padanganya ke bawah.

Egar pun mengerti dan tak melanjutkan pertanyaan kembali.

''yuk makan, dah siang pasti kamu belum makan'' ajak Egar.

Egar melihat tangan Enik yang sepertinya membawa makan siang untuk Bagas.

''Nih buat kak Egar'' dengan mengangkat makan siang yang sebenernya untuk orang yang ia cintai, tetapi karena melihat Bagas mengandeng tangan wanita begitu mesra, Enik pun mengurungkanya.

''hah'' Egar terkejut. Tetapi Egar tetap menerimanya dan tak ingin membuat Enik semakin kecewa.

''Ini terlalu banyak" jawab Egar dengan melihat tas yang berisi makanan yang Enik bawa.

''nggak apa-apa kok kak, habisin ajah, kalo gak bagiin temenya, kalo gak suka buang ajah" ucap Enik dengn keputusasaan. Dan berusaha melangkah pergi meninggalkan kantor kerja Bagas.

Jika terlalu lama berada di sana membuat dadanya semakin sesak pikir Enik.

"Aku mau habiskan asalkan kamu temani aku makan" pinta Egar, dan berusah meraih tangan Enik.

Enik menghentikan langkah kakinya dan melihat lenganya di tarik Egar.

" heh" Enik bingung harus menjawab apa.

"temani aku makan, kalau kamu mau aku menghabiskanya" Egar begitu kasihan pada Enik yang terlihat kecewa pada Bagas.

"ta- tapi" tanpa menunggu jawaban Enik, Egar menarik lengan Enik dan mengajaknya masuk kedalam lift kembali.

Lift berhenti di lantai tujuh, kini Egar dan Enik berada di ruang kerja Bagas dan Egar.

"ruang kerja siapa ?" tanya Enik.

"aku dan Bagas" jawab Egar dengan membuka tas yang telah Enik bawa.

"oooohhh" dengan membulatkan mulutnya.

''Ayo makan" ajak Egar.

"kakak ajah"

"ya sudah" Egar memakanya dengan lahap tanpa rasa malu.

kruuyyukkkk

Suara perut Enik membuat Egar menghentikan suapanya dan menatap Enik dengan gemas.

Enik yang tau itu suara dari dalam perutnya terlihat kikuk dan menatap Egar dengan rasa malu.

"sini" ajak Egar dengan menepuk kursi di sebelahnya.

Enik pun duduk di sebelah Egar, dan tanpa aba-aba Egar mendekatkan sendok yang Egar gunakan ke bibir Enik.

"nggak usah kak" tolak Enik.

"aku nggak suka penolakan" timpal Egar.

Enik yang memang lapar pun membuka mulutnya dengan canggung. Suapan pertama pun sempurna mendarat di dalam mulut Enik. Enik pun tersenyum malu dan menundukan pandanganya ke bawah.

Makan siang pun telah usai untuk Enik dan Egar. Egar yang tanpa canggung menyuapi Enik sampai usai. Dan Enik pun menerima suap demi suapin dari sendok yang sama dengan Egar.

"kak toilet sebelah mana ya ?" tanya Enik

"oh, kebetulan toilet di lantai tujuh ada perbaikan, kamu ke lantai satu saja" ucap Egar tanpa rasa malu memadang Enik dengan kagum.

"baik lah" Enik bangun dari duduknya dan meninggalkan Egar menuju lift untuk turun ke lantai satu.

Enik pun tanpa sungkan bertanya ke satpam untuk menunjukan arah toilet yang berada di lantai satu.

Enik pun mengikuti arahan yang satpam itu tunjukan padanya.

Ketika Enik memasuki pintu toilet Enik mendengar suara desahan dari samping toilet yang dia gunakan.

Tanpa di sadari Enik menempelkan kupingnya di pembatas toilet yang ia kenakan.

"seperti suara..." dengan mengantung Enik semakin penasaran.

Enik membungkam mulutnya, dia begitu terkejut,

Likha Charina

Enik Anggreini

Bagas

Irfan

Hallo guys maafkan aku ya guys. baru bisa up date karena kondisi aku yang kemarin emang masa pemulihan paska operasi. dan Maaf up nya sedikit

Kalo kalian suka jangan lupa Like vote dan komen ya guys.

1
November
lanjut
Mentari
bagus
Hanisah Nisa
lanjut
Susiana Hutagalo
cakep
Mit Sebauh
lanjutin ceritanya
Sri Atun
serasa belajar membaca ya bahasa nya
khariliska
semangat author
Bundha Shandy
npa selalu buntu , nga da lanjutan nya , ampe cape bolak balik liatin nya ...
Deyooooo
langsung hot hot....
Erniwati Matondang
senang membacanya
Nur Izatty Okiun Abdullah
tdk cntk
Yustina Hadi
lanjut tor
Shedah Humaira
lanjut kak
Kymora Pertukangan
kirain tamat
ELmyah
ccok bang irfan
Eka S
seru.. lanjut thor
Elly Carlana
lanjut..
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Wartin Kusmawati
mampir thoor
DRY CoachGABAT
mana lanjutannya thor dah lama ga metu
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Ellice
kalau nulis novel segera kelarin . jadi nya gantung kayak pohon pisang
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!