NovelToon NovelToon
Cinta Kita Belum Usai

Cinta Kita Belum Usai

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Anak Kembar / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Murni / Romansa / Tamat
Popularitas:9.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yoyota

Raisa memiliki prinsip untuk tidak memiliki anak setelah menikah. Awalnya Edgar, suaminya menerima prinsip Raisa itu. Tapi setelah 6 tahun pernikahan, Edgar mendapatkan tekanan dari keluarganya mengenai keturunan. Edgar pun goyah dan hubungan mereka berakhir dengan perceraian.

Tanpa disadari Raisa, ternyata dia mengandung setelah diceraikan. Segalanya tak lagi sama dengan prinsipnya. Dia menjadi single mother dari dua gadis kembarnya. Dia selalu bersembunyi dari keluarga Gautama karena merasa keluarga itu telah membenci dirinya.

Sampai suatu ketika, mereka dipertemukan lagi tanpa sengaja. Di saat itu, Edgar sadar kalau dirinya telah menjadi seorang ayah ketika ia sedang merencanakan pernikahan dengan kekasihnya yang baru.

Akankah kehadiran dua gadis kecil itu mampu mempersatukan mereka kembali?

Follow Ig : @yoyotaa_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoyota, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 31

Biasanya Tamara akan terlihat bahagia setelah pulang dari kediaman Gautama, tapi yang Jena lihat saat ini berbeda. Tamara terlihat bersedih. Dia pun langsung menanyakan itu ke Tamara.

"Kamu kenapa? Tak biasanya raut wajahmu begitu?"

Tamara hanya menggeleng seolah enggan menceritakan apapun ke Jena. Jena pun tak mau terlihat memaksa Tamara menceritakan masalahnya ke dirinya.

"Kalau nggak mau cerita, nggak papa. Tapi, kalau suatu hari kamu sudah tak bisa memendamnya sendiri, kamu bisa cerita sedikit-sedikit padaku. Aku memang manajer kamu, tapi aku juga sahabat kamu Tam," ujar Jena.

"Aku mau sendiri Jen, bisa tinggalkan aku?"

Sejujurnya Jena tidak ingin membiarkan Tamara sendirian di apartemen apalagi dengan keadaan yang seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, ketika Tamara sudah berkata begitu, Jena memang harus menurutinya.

"Kalau ada apa-apa langsung kabarin aku."

Tamara mengangguk lalu Jena pun pergi dari apartemen Tamara.

Pintu sudah tertutup rapat, kini Tamara hanya seorang diri sambil duduk di kursi ruang tamunya dimana ia dan Edgar sering menghabiskan waktu menonton film bersama.

Sudah seharian juga, Edgar belum menghubungi dirinya. Tamara sadar kalau selama ini, dirinyalah yang selalu memulai. Dari mulai chat atau apapun itu. Edgar tak pernah ada inisiatif apapun untuk hubungan mereka. Tapi dulu Tamara selalu merasa itu adalah hal wajar karena karakter Edgar memang seperti itu. Kini, Tamara malah mempertanyakan semuanya setelah mereka memutuskan untuk serius.

"Siapa yang membuat kamu senang Gar? Siapa yang kamu temui beberapa hari lalu, sampai kamu berbohong ke Mama Ola?"

Tamara mengirimkan pesan ke Edgar untuk mengajak laki-laki itu makan malam bersama. Tapi hatinya sedih ketika Edgar menolaknya dengan alasan sudah memiliki janji dengan sahabat-sahabat Edgar.

Sejujurnya, Tamara ingin melarang, tapi ia tidak mau Edgar merasa terkekang oleh dirinya. Tamara tahu, Edgar tidak suka dengan orang yang posesif. Tapi, malah Tamara sendiri yang sakit hatinya.

*

*

Seperti biasa, ketiga sahabat itu pasti jika berkumpul-kumpul bersama selalu di club malam. Disan Edgar menceritakan tentang dirinya yang ternyata memiliki dua anak kembar. Levi dan Bimo tak percaya sama sekali bahkan keduanya merasa Edgar kini tengah mengarang bebas.

"Jangan becanda Gar. Mana bisa kamu punya anak dengan Raisa. Padahal kamu dan Raisa saja sudah berpisah sedari lama. Kalau bicara itu ya, yang nyata-nyata aja gitu, nggak usah bicara omong kosong begini," ujar Levi yang tak percaya.

"Iya bener, kamu itu udah punya Tamara, Gar. Ingat itu, kamu jangan terus-terusan bicara soal Raisa. Dia sudah bukan lagi tanggung jawab kamu. Lagian kamu tuh setelah ketemu Raisa jadi aneh tau nggak? Padahal aku yang mau mengejarnya," ujar Bimo.

Edgar menghela napasnya, ia sudah berbicara jujur ke mereka tapi kenapa tak dipercayai?

"Kalian tidak percaya padaku? Ini aku ada buktinya."

Alhasil Edgar pun memperlihatkan foto si kembar ke kedua sahabatnya. Kedua mata Levi dan Bimo langsung membulat sempurna ketika ada seorang anak yang memang banyak kemiripan dengan Edgar.

"Ini pasti editan kan? Kamu mengedit anak siapa supaya mirip kamu, Gar?" Bimo masih belum percaya.

"Haish!" Edgar langsung menunjukkan lagi foto Raisa dan si kembar yang berada dalam satu foto.

Bimo semakin membuatkan matanya.

"Ka-kamu habis bertemu mereka semua? Ja-jadi Raisa benar-benar memiliki anak dengan kamu?"

"Sudah aku bilang aku emang punya anak dengan Raisa," jawab Edgar sambil tersenyum.

"Tapi bagaimana bisa?"

"Takdir Tuhan. Sepertinya Raisa memang mengandung ketika kami berdua memutuskan berpisah."

"Lantas bagaimana ke depannya? Kamu akan tetap menikah dengan Tamara, kan?" tanya Levi.

Edgar masih terdiam. Ia sendiri masih memikirkan itu. Tak mudah baginya memilih di antara keduanya. Dia harus mempertimbangkan akibatnya di kemudian hari.

"Tentu saja Edgar harus tetap menikah dengan Tamara. Raisa kan hanya masa lalu Edgar. Meski Edgar tahu Raisa memiliki anak darinya, tapi hubungan Raisa dan Edgar sudah tak ada lagi, yang ada hanya hubungan Edgar dan anak-anaknya," ucap Bimo yang ingin membantu menyadarkan Edgar akan pilihannya dan tidak ragu lagi.

"Kamu adalah laki-laki yang baik Gar, kamu tidak mungkin menyakiti hati Tamara kan? Tamara sudah banyak membantu kamu keluar dari keterpurukan setelah berpisah dengan Raisa. Kamu sudah tak mencintai Raisa lagi. Aku yakin itu. Kalaupun ada rasa yang aneh ketika kamu bertemu Raisa lagi, mungkin itu bukan cinta melainkan hanya sisa kenangan indah yang tertinggal di pikiran kamu," tambah Bimo lagi. Karena Bimo benar-benar ingin Edgar tak menyakiti Tamara dan juga Bimo memang bersungguh-sungguh dengan perkataannya waktu itu yang ingin mengejar Tamara. Meskipun saat ini tahu, kalau Raisa sudah memiliki anak dengan Edgar. Itu bukan masalah baginya.

"Bim, kamu jangan gitu dong."

"Apanya yang jangan gitu, Lev? Aku hanya ingin menyadarkan Edgar akan apa yang sudah dia pilih sebelumnya. Dia harus bertanggungjawab akan keputusannya sendiri. Bukankah itu yang selalu Edgar kasih tahu ke kita ketika kita sedang berada di jalan yang salah? Sebagai sahabat aku hanya mengingatkan ucapannya."

Seketika Levi pun langsung diam. Bimo masih terus berbicara untuk menyadarkan Edgar karena dia tak ingin Edgar kembali bersama Raisa.

"Gar, kamu lanjutkan pernikahan kamu dengan Tamara."

"Arghh! Aku tidak tahu, aku tidak bisa berpikir sekarang! Aku pergi!"

Edgar pergi dari sana dengan pikiran kacaunya. Ucapan yang terus dilontarkan oleh Bimo tadi terus terngiang-ngiang di kepalanya.

"Kenapa kamu malah membuat Edgar jadi bingung dan pergi sih, Bim? Kalau nantinya Edgar malah memilih Raisa, itu kan hak nya dia. Kita sebagai sahabat hanya bisa mendukung dia saja."

"Tidak, aku tidak mau mendukungnya, kalau dia menyakiti Tamara. Selama ini kita selalu bertanya, apa Edgar cinta ke Tamara, tapi Edgar selalu mengatakan iya, walaupun kita tahu itu tak sesuai dengan ekspresi dirinya. Di saat kita bertanya tentang keseriusan Edgar ke Tamara, dia juga terlihat kebingungan. Tapi di saat kini dia sudah serius, dia terlihat goyah hanya karena ada anak di antara dia dan Raisa. Aku tidak mau dia jadi pria jahat, plin plan atas keputusannya sendiri. Dia akan menyakiti Tamara juga melibatkan Raisa di dalamnya. Aku tidak mau Raisa jadi sedih."

Levi yang mendengar penjelasan dari Bimo langsung terkejut bukan main. Levi tak menyangka kalau Bimo benar-benar mencintai Raisa. Ia hanya mengira kalau Bimo cuma bercanda ketika dia mengatakan ingin mengejar Raisa untuk memanas-manasi Edgar. Ternyata ...

"Kamu sungguh-sungguh mencintai Raisa? Bagaimana bisa kamu menyukainya?"

*

*

TBC

Yuk bisa yuk! 80 like dan 15 komentar, nanti aku update lagi, hihi.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kok ceritanya kayak muter² terus Thor terlalu lama ngulur waktu dengan hal yang sama.
maaf ya Thor Aku bacanya sampe sini saja.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah kan di telak omongan sama Bimo, Setuju sih apa kata Bimo.
harusnya kalau masih ragu Edgar jangan dulu ambil keputusan serius.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kia si kakak yang dewasa, pendiem dan suka memendam perasaannya terus si Bungsu Mia yang ceria dan ceplas ceplos.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ga bahagia endasMu, Kamu sudah mau nikah dengan Tamara terus apa namanya Edgar... kan Kamu sendiri yang siap menikah lagi dan bilang sendiri kalau Kamu sudah Ngga mencintai Raisa jadi rasain resikonya jadi laki2 Plin Plan ga tegas.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
waduuuhh Elsa sudah tau lagi.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Gas Bian kalau memang Kamu serius kejar Saja Raisa asal jangan dibkecewakan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dih ngelihat Edgar kayak gitu mending Raisa di buat sembuh dengan Traunya Thor terus berjodoh dengan laki² lain aja deh rasanya ga ikhlas banget kalau mereka bersatublagi apa lagi punya Ibu mertua kayak gitu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dasar si Kembar ada³ saja ngomongin kejelekan Maminya sendiri di depannya langsung.🤭😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Edgar Pli Plan jadi laki², hatinya masih Abu² tapi masih bisa jalin hubungan dengan Tamara bahkan sudah sentuhan fisik pula.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
apa yang ngadain acara di restoran itu Rdgar sama Tamara ya.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kasihan si Kembar... Raisa juga keras kepala kenapa ga sedikit saja lunakin hatinya buat ketemuin sama Edgar biar mereka ga Trauma apa lagi malah denger cerita teman sekolahnya kan jadi parno Mereka.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Coba hubungin Edgar atau Adiknya, Sa ajak ketemuan di Cafe dan bicarain yang sebenarnya... untuk hasilnya mereka entah mau nerima kehadiran si Kembar atau ngga itu urusan nanti yang penting kamu sudah ga rahasiain Mereka lagi.
hubungan Kamu dengan Edgar mungkin sudah Kandas tapi Anak² juga ga salah kalau ingin ketemu Papinya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Duh kok Aku jadi ikut deg²an ya, tar gimana si Kembar perasaannya kalau tau Papaihnya sudah punya Tunangan.🫣
Raisa Kamu harus trrus kuat ya buat Anak²Mu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Edgar Edgar alasan belum siap tapi giliran sosor²an mah mau² aja, kalau gitu mending mau aja di ajak nikah sama si Tamara.

Masih mending Raisa biarpun keras kepala dan egois tapi masih bisa jaga diri, hidupnya fokus pada Anak²nya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah Lho mau ngasih jawaban apa Edgar... 🫣
kalaupun Edgar jadi dengan Tamara kasihan si Kembar biarpun Edgar ga tau kalau Dia sudah punya Anak dari Raisa tapi yang bikin sekenarionya kan Author jadi ga tau gimana ntar.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Trauma boleh Sa tapi kan nikah lumayan lama juga sampe 6thn pula dan rasa takutmu harusnya sedikit demi sedikit bisa pulih karna ada Suami yang setia dampingin plus setia sama Kamu... tapi susahnya Kamu kayak ga mau sembuh dan terus berfokus pada alasan itu oba kalau bener² mau berubah mah pasti bisa.
Ayo Sa belajar berani kek, jangan sembunyi terus karna mau lari sejauh apa pun kalau sudah saatnya takdir mempertemukan Kalian bertemu ga bakal bisa menghindar.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Mungkin sebenarnya keluarga Edgar baik tapi di sini Raisa yang posisinya salah karna keras kepala dan egois jadi yang buat jarak yang Dia ciptakan sendiri buat si Kembar juga sulit mengenal Ayahnya dan Keluarga Yang lain.
coba turunkan egoMu Risa dan pikirka psikologis anakMu juga karna mereka merindukan sosok Papahnya tapi Mereka ga berani bicara karna takut.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Setujubkata Roni, peran dan kasih sayang seOrang Ibu ga akan sama dan ga akan bisa gantikan peran seOrang Ayah yang di butuhkan Si kembar, Raisa
susahnya kamu merasa kalau semua baik² saja padahal Anak²mu hanya bisa memendam.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Raisa ini aneh, yang namanya Nikah ya pasti setiap Orang/pasangan, keluarga ada keinginan punya keturunan... kalau ga mau punya anak ya ga usah nikah sekalian, ngapain juga hidup berumah tangga.. itu Egois namanya hanya mikirin keinginan sendiri tanpa mikirin pasangan maupun keluarga yang butuh penerus.
Ririn
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!