Di ambang kematian setelah dikhianati dan dikubur hidup-hidup, Leo Akira secara tidak sengaja meneteskan darahnya pada sepotong giok kuno yang ternyata menyimpan kekuatan primordial: Multiplikasi 1000× dan Ruang Penyimpanan Abadi. Apa pun yang dia sentuh dapat digandakan seribu kali lipat ke dalam ruang tak terbatas; siapa pun yang dia targetkan akan membuat Leo mendapatkan kemampuan orang itu—dengan kekuatan seribu kali lebih hebat.
Dari titik terendah, Leo bangkit dengan satu tujuan sederhana: menghancurkan orang yang menjatuhkannya dan menjadi orang terkaya di dunia. Tapi takdir membawanya lebih jauh. Dia tak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga mengangkat peradaban manusia dari level teknologi rendah menuju Tingkat 1 Skala Kardashev, bahkan melampaui alam semesta yang dikenal.
Inilah kisah tentang seorang manusia yang menjadi entitas tak terkalahkan, penjaga umat manusia, dan pengembara di antara bintang-bintang dimulai dari satu tetes darah dan sepotong giok.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aryaa_v2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penjaga, Pemburu, dan Pilihan yang Tak Terelakkan
Sensornya menunjukkan lima tanda tangan energi, semuanya dengan pola Pengadilan yang dingin dan terukur, tetapi diubah untuk menghadapi lingkungan nebula yang tidak stabil. Mereka bukan Pemadam kali ini. Ini adalah Pemburu Pemberontak—spesialis yang dilatih untuk melacak dan menangkap ancaman internal. Leo mengintip melalui data: satu kapal induk berukuran sedang dengan pelindung yang kuat, dikawal oleh empat Needle-class Interceptors yang dirancang untuk manuver di medan yang kacau.
Mereka bergerak dengan metodeik, memindai sektor demi sektor. Mereka pasti telah melacak kebocoran energinya saat dia mengisi ulang segel monumen. Dia telah tertipu oleh rasa aman nebula ini.
Mereka datang. Banyak. Kuat. Suara Pengumpan waspada, tetapi ada getaran kegembiraan yang tertahan di dalamnya. Bisa kita makan?
"Belum," jawab Leo, dengan cepat menarik peralatan dan meluncur kembali ke Shard. "Prinsip kita. Mereka belum menyerang. Dan kita punya masalah yang lebih besar."
Dia meluncurkan pesawat dan terbang rendah di sepanjang permukaan monumen, menggunakan bentuk spiralnya yang besar untuk bersembunyi. Dia perlu mengalihkan mereka, atau menyingkirkan mereka, tanpa memicu pertempuran yang bisa merusak segel atau—lebih buruk lagi—membangunkan apa yang ada di dalam.
Dia membuka saluran komunikasi, mengirimkan sinyal pada frekuensi Pengadilan standar. "Ini adalah Leo. Saya tahu kalian di sana. Tarik diri kalian dari nebula ini. Ada ancaman Tier Stellar yang terkunci di sini. Aktivitas kalian bisa melemahkan segelnya."
Diam selama beberapa detik, lalu sebuah suara yang dingin dan familiar menjawab. Itu adalah Vael.
"Leo. Kamu membuat banyak masalah. Tapi kamu juga menjadi lebih menarik. Tier Stellar? Penjara? Itu masuk akal mengapa nebula ini terlarang."
"Vael. Aku seharusnya tahu mereka akan mengirimmu."
"Saya yang terbaik untuk pekerjaan ini. Saya tahu cara kerja pikiranmu. Sekarang, serahkan diri. Simbionmu akan diamankan, dan kamu akan dibawa untuk evaluasi kembali. Segel ini akan ditangani oleh tim khusus Pengadilan."
"Tim khusus yang akan mempelajarinya, mengujinya, dan akhirnya secara tidak sengaja melepaskannya," sanggah Leo. "Aku telah melihat penanganan 'khusus' kalian. Lihat saja diriku."
"Kamu adalah kasus khusus. Ini adalah artefak kosmik. Pengadilan memiliki protokol."
"Protokol yang memenjarakan atau menghancurkan," kata Leo. "Tidak. Aku akan memperbaikinya sendiri. Lalu aku akan pergi."
"Kamu tidak punya pilihan."
Di layar, keempat Needle Interceptors tiba-tiba berakselerasi, menyebar, dan menuju ke arah posisinya dari berbagai arah. Mereka menggunakan data sensor mereka untuk memprediksi jalurnya di sekitar monumen. Kapal induk memancarkan bidang penahan berwarna kuning yang mulai menyebar, perlahan-lahan membekukan awan nebula di sekitarnya menjadi kristal statis.
Mereka tidak bermain-main. Vael tahu kekuatannya dan tidak akan mengambil risiko.
Mereka serang. Sekarang kita bisa melawan! dorong Pengumpan.
"Tidak dengan cara biasa," gumam Leo. Pikirannya berputar dengan kecepatan cahaya. Dia memiliki pengetahuan tentang struktur monumen. Dia memiliki kemampuan untuk menggandakan dan memanipulasi. Dan dia memiliki lima musuh.
Dia tidak akan menyerang kapal-kapal itu. Dia akan menyerang latar belakang mereka.
Dia membelokkan Shard tajam, menyelipkannya ke dalam celah sempit di antara dua lilitan spiral. Interceptor mengikutinya, menembakkan sinar energi pemandu yang membuat perisainya bergetar. Satu sinar mengenai sayapnya, merobek logam. Leo mengabaikan rasa sakit dan kerusakan. Dia fokus.
Dia mencapai area yang baru saja dia perbaiki—sebuah nexus dari saluran energi segel. Dengan satu perintah kehendak, dia menggandakan interferensi ke dalam saluran-saluran itu. Bukan untuk merusak, tetapi untuk mengalihkan.
Energi murni dari inti monumen, yang seharusnya mengalir dengan lancar, tiba-tiba berbelok dan memancar keluar dari permukaan monumen dalam semburan liar yang tak terduga.
Semburan energi hijau-putih yang besar meledak tepat di jalur dua Interceptor yang mengejarnya. Pilot mereka, yang terlatih untuk menghadapi serangan konvensional, tidak siap menghadapi "tembakan" dari struktur kosmik yang tidak aktif. Satu Interceptor tertelan oleh semburan dan hancur berantakan. Yang lainnya terlempar berputar-putar, tabrakan dengan spiral dan hancur.
Bagus! sorak Pengumpan.
"Dua lagi," gumam Leo, berkeringat. Sisa energi dari semburan itu mengalir kembali ke dalam monumen, menyebabkan segel berdenyut dengan tidak stabil. Suara di kepalanya mendengung dengan peringatan.
[PERINGATAN: STABILITAS SEGEL MENURUN 0.7%. HENTIKAN.]
Dia telah membahayakan segel untuk bertahan hidup. Ini adalah jalan yang berbahaya.
Interceptor yang tersisa dan kapal induk Vael mundur, menjaga jarak. Mereka telah belajar.
"Kamu merusak artefak untuk bertahan hidup. Itu tidak bijaksana," kata Vael, suaranya datar.
"Kamu memberikan pilihan!" teriak Leo. "Tinggalkan nebula! Aku akan menyelesaikan perbaikannya dan pergi. Kamu tidak akan pernah mendengarku lagi!"
"Pengadilan tidak bernegosiasi dengan pemberontak. Terutama yang memiliki akses ke senjata Tier Stellar." Kapal induknya mulai bercahaya, mengumpulkan energi untuk sesuatu yang lebih besar—mungkin sebuah senjata penembus yang bisa menembus monumen dan Shard-nya sekaligus.
Leo melihat ke arah inti monumen yang gelap. Dia membutuhkan sesuatu yang lebih besar. Sesuatu yang akan membuat Vael mundur.
Dia memiliki gagasan yang mengerikan.
"Kau ingin melihat Tier Stellar, Vael?" teriak Leo ke dalam komunikasi. "Aku akan memberimu sekilas!"
Dia mengarahkan Shard-nya, bukan menjauh, tetapi langsung menuju pusat monumen, ke arah rongga gelap tempat "Yang Telah Makan" itu tertidur. Dengan satu tangan di kendali dan satu tangan lainnya menekan marka gioknya, dia memproyeksikan semua keinginannya: bukan untuk membuka, tetapi untuk membangunkan sesuatu. Hanya sedikit. Hanya sebuah desahan.
Dia menggandakan konsep "gangguan", "kebangkitan", dan "kelaparan", dan memompanya ke dalam saluran segel yang sama, tetapi kali ini menuju ke dalam, ke dalam penjara.
APA YANG KAMU LAKUKAN?! teriak Pengumpan, untuk pertama kalinya terdengar takut.
Monumen itu bergetar.
Seluruh struktur spiral, yang tingginya ratusan kilometer, bergerak seperti lonceng raksasa yang dipukul. Kristal nebula di sekitarnya pecah berkeping-keping. Cahaya putih yang membeku di dalam logam hitam menjadi redup, lalu menyala dengan cahaya ungu tua yang jahat.
Dan dari rongga pusat, sebuah kesadaran bangun.
Tidak sepenuhnya. Hanya setengah tidur, marah, dan lapar yang luar biasa. Itu seperti membangunkan raksasa dengan menusuknya dengan jarum.
Sebuah suara, yang bukan suara, memenuhi ruang—sebuah gema yang lebih dalam dan lebih tua daripada nebula itu sendiri:
[SIAPA... YANG... MENGGANGGU... TIDUR...]
Tekanan psikisnya membuat Leo terhuyung-huyung di kursinya. Shard-nya bergetar liar, sistemnya gagal. Di luar, keempat sisa kapal Pengadilan terlempar seperti daun di angin topan. Bidang penahan kuning hancur berkeping-keping.
Vael di kapal induk tiba-tiba menghadapi sesuatu yang jauh melampaui perintahnya.
"Leo, kamu idiot! Kamu akan membunuh kita semua!"
"SEKARANG TARIK DIRIMU!" teriak Leo, menahan rasa sakit di kepalanya.
Kesadaran yang bangun itu memusatkan perhatiannya. Itu merasakan kelaparan yang lebih kecil dan akrab—Pengumpan di dalam Leo—dan energi teratur yang membenci dari kapal-kapal Pengadilan.
Sebuah tendril energi ungu, besar seperti gunung, merayap keluar dari rongga, bergerak lambat namun tak terhindarkan menuju kapal induk Vael.
Vael tidak ragu. Kapal induknya berbelok tajam dan melesat ke warp, meninggalkan nebula dengan kecepatan yang merobek ruang. Dua Interceptor yang tersisa mengikutinya. Yang ketiga, terlalu rusak, tertinggal, dan ditelan oleh tendril ungu, menghilang tanpa jejak.
Tendril itu lalu berbalik, bergerak lambat ke arah Shard Leo.
Leo, dengan sisa kekuatannya, melakukan hal yang satu-satunya bisa dia lakukan. Dia memproyeksikan kesadarannya sendiri, perasaannya, prinsipnya—penolakan untuk menjadi pemakan, pilihan untuk memperbaiki segel, keinginan untuk melindungi Bumi—langsung ke arah kesadaran yang bangun itu. Dan dia melakukannya melalui saluran Pengumpannya, menunjukkan kepada entitas tua itu bahwa ada cara lain.
Tendril itu berhenti, beberapa kilometer dari Shard yang rusak.
[KECIL... ANEH... MEMILIKI FRAGMEN... TAPI MENOLAK... KELAPARAN...] Suaranya penuh dengan kebingungan yang dalam. [KAMU... MEMPERBAIKI... SANGKARKU?]
"Ya," kirim Leo, dengan setiap ons keinginannya. "Aku tidak ingin membebaskanmu. Aku tidak ingin bergabung denganmu. Aku ingin memastikan kamu tetap tidur, untuk selamanya. Tapi aku juga tidak ingin mereka mempelajarinya. Aku hanya ingin... keseimbangan."
Diam yang panjang dan mengerikan. Tendril ungu itu perlahan-lahan mulai menarik diri, kembali ke rongga.
[KAMU... LUCU. DAN LEMAH. TAPI... HORMAT. PERBAIKI SANGKARKU. LALU PERGI. JANGAN KEMBALI. ATAU AKU AKAN MEMAKANMU, FRAGMEN DAN SEMUA.]
Kemudian, kesadaran itu meredup, kembali ke tidurnya yang gelisah.
Leo terhuyung-huyung, menarik napas dalam-dalam. Shard-nya hampir tidak berfungsi, bergerak dengan susah payah. Tapi dia selamat. Dan Pengadilan telah pergi.
Dia melihat ke arah monumen, yang sekarang kembali berdenyut dengan cahaya putih yang tenang, meski lebih redup. Segel itu rusak, tetapi tidak terbuka.
Dia telah bermain dengan api kosmik dan tidak terbakar. Kali ini.
Itu... gila, bisik Pengumpan, terdengar terkesan. Kamu... berani.
"Terkadang, satu-satunya cara untuk menghadapi pemburu adalah dengan membangkitkan naga yang lebih besar," jawab Leo, lemah. "Sekarang, kita harus memperbaiki kerusakan yang kita buat. Dan kemudian... kita harus menemukan tempat persembunyian yang baru. Mereka akan kembali, dengan lebih banyak pasukan."
Dia memandangi monumen, sebuah makam dan penjara yang telah menjadi perisainya.
Dia telah menjadi penjaga, meski hanya untuk sementara. Dan itu memberikan rasa tanggung jawab yang baru, lebih berat dari apa pun yang pernah dia rasakan.
Perjalanannya tidak lagi hanya tentang bertahan hidup atau membalas dendam.
Sekarang, ini tentang memastikan bahwa monster yang lebih besar tetap tidur.