NovelToon NovelToon
WANG SHIN

WANG SHIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengawal / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

𝘛𝘳𝘢𝘨𝘦𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝙈𝙤𝙧𝙣𝙞𝙣𝙜 𝙂𝙡𝙤𝙧𝙮—𝘖𝘳𝘨𝘢𝘯𝘪𝘴𝘢𝘴𝘪 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵 𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘞𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘦𝘭𝘪𝘵𝘦 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵, 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘸𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘦𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘶𝘳𝘶𝘬 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢.
𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘪 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘯𝘥𝘰𝘮 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶— 𝘵𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘶𝘢.
𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

왕신 ー 28

...╰•★★ ῳąŋɠ ʂɧıŋ ★★•╯...

𝐻𝒶𝓅𝓅𝓎 𝓇𝑒𝒶𝒹𝒾𝓃𝑔!

.

.

Dari kaku dan ragu, cerita Han Taeja berubah menjadi kisah dramatis yang haus ingin didengar ― meski tidak seharusnya Shin, pria yang hingga beberapa saat lalu masih membuatnya merinding.

“Aku tak pernah bisa meninggalkannya. Apa pun yang dia butuhkan atau apa yang ingin dicapainya, aku harus membantu mewujudkannya. Pimpinan terlalu baik, terlalu banyak jasanya terutama padaku yang mulanya bukan siapa-siapa ini. Sekarang dia sakit parah, sedang semua bebannya belum lepas di pundak, aku terus merasa bersalah sepanjang waktu.”

Tidak disangka, sekarang di hadapan Shin dia malah menjadi sosok yang mercurial. Wibawa seorang pengacara terpecah hanya karena manusia yang seharusnya bukan apa-apa untuk dipedulikan eksistensinya.

Bangku berderit saat Shin memutuskan duduk di kursi yang semula mereka abaikan. Kerutan halus di kening menandai ada pemikiran mendalam setelah mendengar sepanjang kisah yang dibeberkan Han Taeja tentang Lim Suyu dengan cara singkat, yang bertele-tele di akhir karena perasaan pribadi.

“Jadi Pimpinan ... sakit separah itu?”

“Ya.” Han Taeja mendekat, untuk kemudian ikut duduk di sebelah Shin.

Kanker hati, jelasnya begitu. Belum cukup parah, tapi bukan hal remeh untuk disikapi biasa saja.

Sedang wanita itu menolak saat dokter pribadinya menyarankan untuk menjalani pengobatan di Amerika atau Eropa, atau di mana saja yang punya kekuatan medis luar biasa.

Dengan senyum ringannya, saat itu Lim Suyu mengatakan, “Belum saatnya bersantai. Masih banyak hal yang harus aku bereskan. Aku janji, saat semua usai, aku akan berlibur dengan alat medis dan obat-obatan seperti yang kalian sarankan.”

Seolah keadaan itu baginya adalah komedi ringan.

Baik Han Taeaja maupun dokternya tidak bisa berkata-kata lagi.

Sebenarnya, dunia Lim Suyu ada di tahap yang paling rentan, bisa runtuh kapan saja andai tidak dikuatkan dengan energi baik.

Perusahaan lumpuh yang mati-matian dibangun ayahnya sampai kembali stabil, kemudian berhasil dikembangkannya menjadi skala elite, tiba-tiba dituntut untuk diserahkan pada orang-orang yang bahkan tidak ingin menyebut diri mereka saudara.

Kwon Mina dan Minho, tidak senang dengan tempat mereka sekarang, tempat yang seharusnya lebih dari pantas untuk didapat dua orang yang tidak banyak berkontribusi. Lim Suyu mempersembahkan yang sangat dinamis dibanding setumpuk harta yang tidak bergerak. Saham adalah yang terbaik, bahkan fasilitas yang lebih dari sebutan mewah.

Seharusnya mereka bisa bersyukur dan menikmati sesuai porsi. Lim Suyu akan fokus pada pengembangan dan kemajuan. Itu adalah sekian dari begitu banyak kebaikannya, terutama pada adik-adik tiri tercinta.

Namun sejak kematian adik kandungnyaーLim Sah-yeop, yang tidak wajar, keadaan menjadi sangat keruh dan kecurigaan berpuncak pada dua manusia kufur bersyukur itu.

Meski hanya sebatas kecurigaan, gelagat mereka terlalu sejurus untuk dianggap bukan.

Sekarang diperburuk dengan penyakit yang perlahan menggerogoti.

“Bagaimana jika dua saudara itu mengetahui penyakit Pimpinan yang sebenarnya?” Shin bertanya. Tidak omong kosong, dari nadanya, sedang menguntai sesuatu dalam pikiran.

“Mereka akan berusaha mengambil alih,” jawab Han Taeja, setengah muram. “Dalihnya terlalu kuat―tidak ada ahli waris yang lebih sah dibanding keduanya. Apalagi sampai Pimpinan benar-benar meninggal dunia. Aku bahkan tak sanggup membayangkan konsep terburuknya. Semua yang dikorbankannya mulai dari fisik dan mental, hingga waktu yang nyaris tidak mengenal libur, akan menjadi sia-sia seperti abu kremasi yang ditabur di laut lepas.”

Cukup lama Shin terdiam, bahkan sampai Han Taeja berlalu ke kamar kecil untuk membuang beban, dia masih bergeming di tempat sama.

Hingga saat kepalanya merasa puas bergelut dengan krisis pemikiran, tatapannya mencuat, terang dan tembus ke kejauhan.

“Aku bukan siapa-siapa, tapi aku bisa menjadi siapa saja.”

...╰•★Ⓦ Ⓐ Ⓝ Ⓖ Ⓢ Ⓗ Ⓘ Ⓝ★•╯...

Minggu berlalu ....

Kepercayaan terhadap pria, atau sosok yang menyebut diri mereka suami, Lim Suyu sudah tak punya itu. Dikhianati sekali membuatnya menjadi pribadi yang tegar sendiri, tidak akan ada berikutnya lagi.

Namun semua terpatah dengan kenyataan bahwa kini di telapak tangannya ada sebuah dokumen kecil yang memaknai perlawanan terhadap prinsipnya yang kuat ituーsertifikat pernikahan.

Konyol memang.

Namun yang lebih konyol dibanding itu, sosok yang berhasil membuatnya berani menghancurkan prinsip, sosok yang baru saja sah menjadi suaminya ... adalah pengawal pribadinya sendiri ... Wang Shin!

Han Taeja bahkan sampai tergugu menyaksikan keadaan di hadapannya sekarang.

Lim Suyu dan Shin sedang berfoto pengantin di tempat yang disediakan kantor pernikahan, selepas bertukar cincin.

“Selamat atas pernikahan Anda berdua.”

Kata-kata itu meluncur tidak koheren, dari mulut fotografer pria yang baru saja mengabadikan moment. Mata, suara dan senyumnya tidak sinkron, banyak poin yang harus dibahas dalam benaknya. Seperti: Wanita tua yang menikahi pria yang pantas jadi menantu, pria tampan konyol yang mau-maunya menjadi pengantin seorang nenek, atau sejenis pertanyaan, 'apakah mereka kehabisan calon?', dan lain-lain termasuk pasal demi harta, kedudukan dan status.

“Terima kasih.” Shin tersenyum, membalas tulus, seolah ini benar-benar adalah kebahagiaan. Berbeda dengan Lim Suyu yang kaku, baik suara atau senyumnya.

Han Taeja paham dan langsung bergerak saat gestur tatapan Shin memintanya melakukan sesuatu yang seharusnyaーpada si fotografer.

“Ah, Tuan Jung, bisa kita keluar sebentar? Kami ada bonus tambahan untuk Anda."

"Bo-bonus?"

"Hmm."

“Ah, baik, terima kasih. Mari.”

Urusan di kantor pernikahan selesai.

Flash back-nya.

Sebelumnya Lim Suyu memaksa keluar lebih awal dari rumah sakit dengan alasan sudah merasa baik.

Han Taeja dan dokternya terpaksa mengalah lagi, keras kepala Lim Suyu bukan sesuatu yang bisa didebat.

Sampai saat Shin mengungkapkan ide pernikahan itu tepat saat Lim Suyu akan merebah di ranjang kamarnya sendiri.

“Bu Pimpinan ... ideku ingin mungkin akan sangat mengejutkan Anda, tapi ... demi agar semua usaha dan pengorbanan Anda tak sia-sia, juga untuk mempermudah menemukan pembunuh adik Anda ... ayo menikah denganku.”

Petir menyambar ke dada Lim Suyu, tombak tajam menghujam jantung, lebar matanya tersorot ke wajah yang sepuluh detik lalu menyatakan hal yang mengejutkan.

“Kau!” Han Taeja berang mendengar itu, beranjak ingin menghajar, namun Lim Suyu menahannya.

Wanita itu memilih bertanya secara pelan pada Shin meskipun jantungnya lebih gaduh dari siapa pun, “Apa yang kau maksudkan? Kau sedang bercanda?”

“Tidak!” Shin menjawab, tegas dan yakin.

Lim Suyu diam mengamatinya lama-lamat, sampai kemudian bersuara dengan penuh peringatan, “Katakan apa yang kau rencanakan. Jika masuk akal, akan aku pikirkan. Tapi jika tidak ... maka kau kupecat sekarang juga karena sudah melampaui batas!”

“Benar!” Han Tae-ja mendukung. “Kenapa kau jadi gila begini?” Dia tidak lagi perasaan enggan dan segannya pada pengawal sinting itu.

Sialnya kepercayaan diri Shin terlalu mengesankan, terutama senyumnya itu, tipis ... namun menyimpan makna yang tak sederhana. “Baiklah. Kalian simak baik-baik dan dengarkan aku!” .....

1
Blueberry Solenne
Shin punya sembilan nyawa kayaknya wkwkwk
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Kalo gk salah masih ada tiga tambahan lagi
total 1 replies
Blueberry Solenne
tapi berhubungan seperti suami istri sungguhan, hahaha
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Yg penting ada status, nggak jasa sekali pake trus dibayar murah🤣
total 1 replies
Blueberry Solenne
Weh habis olahraga di bawah selimut
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Olahraga apa namanya?🤣
total 1 replies
chaa
semangat 💪
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: nggak, Kak.
gk semangat aku ... 😭
total 1 replies
Be___Mei
Hemmm, pekerjaan Shin nggak jauh jauh dari orang berkuasa.
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: emang gitu, Mak?🤓
total 1 replies
Be___Mei
Nahhh, kan. Gerak-gerik Nyonya Lim nggak bisa. Orang kaya elit emang begitu 🤧
Be___Mei
Pinter juga Nyonya ini
Be___Mei
Ian, cewek???
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Laki, Mak.
Ian Haris🤓
total 1 replies
Be___Mei
Cobain masakan Kalimantan juga ya 😂
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Jangan bilang buaya goreng?🤣
total 1 replies
Be___Mei
kwkwkwk barulah terungkap bahwa Shin tajir melintir 😂😂
Be___Mei
Udahlah, Shin. Cewek banyak kok di dunia. Salah satunya aku 🤭 cuma aku sedikit berbeda dengan Ana. Kalau Ana biasanya pakai gaun seksoi, aku pakainya daster 😂😂
Be___Mei
Aishhh!! Ana Sibal ****
Be___Mei
Ya elah, Neng! Dikasih aman malah kabur.
Be___Mei
Mamam tuh calon mantu idaman
Be___Mei
Iya juga. Ngapain coba meladeni Gibek padahal dia udah hapus ikatan kontrak sama Shin. Apakah dia mau berpijak di dua perahu?? Ana oh Ana
Be___Mei
Bayangin wajah visual artis kpopnya kebingungan. Pasti lucu tapi kasihan juga 🥲🤣
Be___Mei
Istri mana yang bisa menolak pesona seorang Shin?! Walaupun nikah kontrak, tapi mereka pasangan sah 🤧
Be___Mei
Teman Anda! Teman baru Anda 🤧 orang yang selalu kau andalkan, itu dia suami Ana
Be___Mei
Perasaanku mengatakan Takeda masih hidup. Pria sekuat itu tidak mudah jadi ubi kan mak???
Machan
kurang menantang ye, Shin😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!