fiksi sejarah Kisah Para Pemimpin sebuah Pulau bernama The Horn Land. cerita dalam rentang waktu 110 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutrisno Ungko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesatria Iblis Merah
Satu persatu tubuh terjatuh baik terluka maupun tewas di tempat karena sabetan senjata tajam. Salah satu yang gugur adalah Rugila Loaun, usianya sudah 55 tahun saat tewas di medan laga ini, juga Mycene Levant juga terbunuh oleh ser Baleth, usianya saat meninggal ini baru 46 tahun. Para prajurit suku Adara yang berada dalam ruangan bersama Owen dan juga dihalaman yang kini berbalik membantu, satu persatu gugur.
Namun korban terbanyak berasal dari para prajurit Kastel sendiri, bahkan seorang komandan juga tewas oleh Lauren Lamalurra.
Setelah 30 menit berlalu, di dalam ruangan Angurey Wayn roboh, ia terluka parah, juga beberapa kesatria perwakilan keluarga yang mulai kelelahan karena terdesak. keadaan menghawatirkan untuk para pejuang. Saat itulah Lauren melepaskan satu tanda di udara yang dilepaskan lewat panah berapi, menyebapkan udara terbelah dengan asap kecil yang mengikutinya.
Tak lama kemudian, dihalaman terjadi kegaduhan. Para prajurit kekaisaran yang tersisa disana kini terdesak hebat, karena di pintu gerbang yang sebelumnya terkunci kini di dobrak oleh sekelompok orang yang memaksa diri masuk dan ikut terlibat dalam pertempuran.
Mereka memihak para pejuang. Jumlah mereka 17 orang, namun kemampuan tarung mereka diatas rata-rata. Sabetan pedang dan tombak mereka menghujam lawan didepan mereka, menyebapkan beberapa prajurit jatuh. dan tewas seketika.
“Iblis Merah?” bisik Baleth, melihat para penyerang itu. Ia terlihat cemas, apalagi saat melihat satu persatu prajurit kekaisaran yang berada di halaman telah terbunuh oleh para penyerang itu.
Baleth maju menghadapi pimpinan penyerang yang ia kenal sebagai Iblis Merah itu..
“Aku mencarimu” kata pimpinan Iblis Merah yang bernama Ernest Mangnall.
“Baik aku layani kau.” Teriak Baleth, sambil menghunjamkan senjatanya. Terjadi pertarungan pedang diantara mereka berdua. sengit.
Baleth adalah perwira tinggi Kekaisaran yang mempunyai reputasi sebagai petarung hebat. ia adalah seorang kesatria pedang terbaik. sehingga ia tak mudah untuk di taklukkan dan benar saja tak cukup waktu lama baginya untuk melukai Mangnall, yang kemudian terjatuh.
Saat senjata Baleth akan menghabisi pria itu, muncul satu sahabatnya melindungi. Kali ini Baleth bertarung bersama penolong itu..
“Siapa namamu? Aku harus mengenal calon korbanku.” kata Baleth dengan tatapan pembunuh.
“Mooger.” kata pemuda itu. Dan terjadi lagi pertarungan sengit.
Atas bantuan orang-orang baru ini, para prajurit Kekaisaran terdesak. banyak korban kini jatuh dari pihak mereka. Sementara diantara para pejuang kini diatas angin, semangat mereka kembali naik. Dari 40 prajurit, kini tersisa 10 yang bertahan. Namun dipihak pejuang, para prajurit Kaitaia suku Adara yang membelot sudah gugur semuanya.
Angurey Wayn juga terluka sehingga tak bisa melanjutkan pertarungan, juga 3 kesatria keluarga lain. Mereka tergeletak. .
Tak lama kemudian, 10 prajurit kekaisaran yang berada di dalam kastil memilih mundur dan menghilang lewat pintu belakang. Pengejaran Lauren hanya bisa membunuh satu yang berlari paling belakang.
Dihalaman, prajurit kekaisaran juga sudah terdesak. Namun Baleth masih gagah memberikan perlawanan , kini ia melayani sergapan Uon Morthon. Mooger si kesatria Iblis Merah juga sudah tewas ditangannya, tak jauh Mangnall, sang pemimpin juga tak bisa melanjutkan pertarungan lagi karena terluka parah..
Namun kini Baleth menyadari tak ada harapan lagi bagi pihaknya, ia harus menghindar dan memilih mundur untuk mengatur perlawanan kembali. Ia hapal setiap sudut ruangan dan halaman Kastel itu sehingga pilihannya adalah melarikan diri, menyusul Earl Adalwulf yang sudah terlebih dahulu hilang di dalam aula.
Tubuh terakhir yang roboh di pertarungan hari ini, adalah tubuh seorang prajurit kekaisaran yang berusaha melawan. Ia tewas ditangan Lauren Lamalurra. Pertarungan pun berakhir..
suara rintihan orang terluka, tubuh mereka yang tewas, dan cahaya lampu temaram ruangan menjadi pemandangan. sesaat tapi ada suara..
“Selamatkan yang luka-luka.” terdengar Jhuma memberikan perintah. Dari kejauhan.
“Kita menang!!” teriak Uon Morthon. Di ikuti sorak yang lain.
Di kejauhan terlihat Owen di papah Oliver Pho-bela. Ia hanya lelah. Sesekali Owen ikut terlibat pertarungan namun pengawalan ketat Regen dan Lauren menyebapkan tak ada satupun serangan lawan yang bisa melukainya. ia dilindungi.
Lauren kini mendekati Mangnall yang sedang di rawat teman-temannya… luka ditubuhnya terlihat parah, darah berusaha dihentikan pengawalnya..
“Lauren….” kata Mangnall berusaha memperbaiki duduknya. Ia bersandar pada salah satu pengawal.
“Aku menepati janjiku….” katanya lagi. Sambil merintih.
“Terima kasih sahabatku, kami akan menyelamatkanmu.” kata Lauren meraih tangan penuh darah itu.
“Tak usah repot-repot. Sampaikan pada Lord Owen . Iblis Merah siap mengabdi pada beliau, terimalah mereka sebagai para pengawal yang mulia….mereka juga ingin berjuang bersama…” kata Mangnall. wajahnya meringis menahan sakit.
“Akan aku sampaikan,..” kata Lauren lagi.
“Terima kasih sahabatku., perjuangan kami akan berlanjut tentu, sebelumnya kami hanya segerombolan pengganggu bagi kekaisaran…” kata Mangnall, tetesan darah disudut bibirnya berusaha dihapusnya. Rintihan kecil terdengar.
“Bentley…” Ernest mencari orang yang dimaksudnya.
“Saya berada disampingmu Ser.” kata pria yang merangkul tubuh itu dari belakang.
“Kamu kini pemimpin Iblis Merah. Lanjutkan perjuangan. bantu yang mulia…owen” kata Mangnall. Perlahan tubuh itu melemah, kemudian dalam satu hembusan nafas. Ia menutup usianya..ia tewas.
“Mangnall..” Lurens mencoba menyentuh tubuh itu. Namun ia kini sadar penolong mereka itu telah tiada.
“Aku bangga padamu kawan, bertempur hingga nafas terakhir…”.
Jenazah Ernest Mangnall di tutupi. Pada saat yang bersamaan Owen dan Jhuma sudah berada disamping Lauren.
“Mereka petarung hebat. Iblis Merah.” Gumam Owen . Ia membungkuk memberikan penghormatan. Saat itu anggota Iblis Merah yang lain sudah berada di belakang Owen . Dari 17 anggota, 4 orang tewas di pertempuran kali ini. Termasuk pimpinan mereka Ernes Mangnall. Yang telah memimpin Iblis Merah sejak 9 tahun yang lalu. 11 orang anggota *) yang tersisa, kini serentak berlutut dihadapan Owen.
“Hormat Kami yang mulia Lord Owen , Leader Kami! Terimalah pengabdian kami ; Iblis Merah. Yang siap berjuang untuk tuan.” kata Bentley. Pimpinan terbaru.
“Hormat Kami yang mulia!!” serentak 10 anggota yang lain juga memberikan penghormatan.
“Terima kasih, Bangkitlah semua pejuang ku.” Kata Owen .
Para anggota Iblis Merah serentak bangkit. Saat itu pula, para kesatria keluarga dan Kesatria Utama juga sudah berada di sekitar tempat itu. Mendengarkan pidato Owen .
“Perjuangan kita baru dimulai. Kastel ini menjadi milik kita. Namun usaha kekaisaran untuk kembali tentu masih ada. kita harus mengatur posisi untuk mempertahankan tempat ini.” kata Owen
“Baginda, Master Sorush tiba..” Kata Lauren.
Semua menatap arah datangnya Master Sorush. yang langsung memberikan penghormatan pada Owen.
****
Demikianlah perebutan Kastel Kaitaia berhasil. Namun yang direbut para pejuang hanya Kastel. Istana Earl, penguasa wilayah. Sementara Sebagian besar wilayah Kaitaia masih dikuasai pihak kekaisaran. baik di pedalaman maupun dipesisir. Hari ini tercatat tanggal 26 bulan pertama tahun 111. Banyak tawanan yang ditahan semasa pemerintahan kekaisaran di wilayah ini dibebaskan. Salah satunya adik dan ibu dari Regen Manollion. Adik Regen bernama Otto Manollion, ia bebas bersama 4 temannya yang sudah ditahan selama 2 bulan karena melawan pemerintah...
ket : *) 11 Kesatria Iblis Merah yang selamat ; John Bentley (Kapten baru), Alex Bell, Dick Duckworth, Alexander Turnbull, George Wall, William Meredith, Tony Dennolly, George Livingstone, Samuel Blott, Enoch West, Mikey Hamill, George Anderson.
*) Iblis Merah yang tewas : Ernest Mangnall (Kapten) George Henry Mooger, Hugh Edmonds, Alfred Capper.