SEASON 2 JIN PERUSAK RUMAH TANGGA DAN JIN BAJANG.
Rahi dan Daaris mulai bisa menerima satu sama lain dan berkomitmen untuk tidak bercerai meski batas waktu pernikahan mereka telah berakhir.
Apakah mereka bisa mempertahankan biduk rumah tangga mereka jika jin perusak rumah tangga mulai masuk merecoki mereka, ditambah lagi dengan keberadaan jin bajang didalam rahim Rahi, apakah mereka bisa menang melawan mereka atau justru Rahi dan Daaris yang akan dikalahkan dengan mudah oleh musuh-musuh manusia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rep-Rep-an????
Sebelum lanjut ke cerita Author mau minta maaf dulu kepada para readers yang udah sudi mau meninggalkan jejak komen di kolom komentar.
Maafin Author yang sangat jarang sekali balesin komentar-komentar kalian dan Author hanya sesekali bales komen kalian dengan kata-kata yang pendek saja.
Bukannya Author sombong atau gimana tapi jujur saja Author itu orangnya gak pinter dalam bersosialisasi dan bermedsosisasi.
Setiap kali baca komen kalian Author seneng bangeeeeeeeet tapi saat Author mau nanggepin komenan kalian Author bingung mau nulis kata-kata apa buat balesin komenan kalian jadi pada akhirnya Author hanya bisa nge-like komenan kalian.
Author juga mau ngucapin kata-kata terimakasih kepada para readers yang udah pada mau komen.
Makasih buat
Alina Aurora Ascana Sachi
Syafira Nur Annisa
Amika Avera Athalia
Noersafa Greeny
Desmiyanti Ar
Mala Wijayanti
Ticka_@99
Elly Nadya
Hery Bintang
Eneng Rahma
Dany D'volt Reibouver
Cibhungzhu
Cantik
Mia Shiny
Yuyun Sintanara
Bestary Alif
Sari Madu
Wina Rostamania
Fita.
Makasih ya karna komenan kalian Author jadi tambah semangat nulisnya.
Terutama buat Alina Aurora Ascana Sachi yang udah nemenin Author saat cerita ini viewersnya masih dikit, makasiiiiiiiih banget ya.
***
Saat ini waktu sudah menunjukan pukul 18:47, Ny.Aila ke-6 yang di temani oleh Ny.Aila ke-7 saat ini sedang bergegas pergi menuju ke rumah Pak Tama dan di lain tempat Rahi sedang terbaring tidur di dalam kamarnya padahal hal ini adalah sesuatu yang sangat jarang di lakukan oleh Rahi di jam-jam seperti ini terkecuali jika Rahi sedang mengalami rasa sakit hari pertama dan keduanya saat menstruasi.
Sebenarnya alasannya apa? Rahi tidak ikut di sidang bersama-sama dengan Daniel dan penyebabnya apa? saat ini Rahi malah melakukan hal yang jarang ia lakukan.
Flashback
Setelah selesai makan malam Rahi langsung pamit pulang, Ny.Aila ke-6 pun mengijinkannya meski saat ini sedang ada permasalahan yang sangat besar dan masalah ini bersangkutan dengan Rahi tapi Ny.Aila ke-6 tidak menahan kepergian Rahi dari rumahnya karna ia tahu meski ia menahan Rahi untuk tetap tinggal Rahi tak mungkin mau mematuhi ucapannya kali ini sebab Ny.Aila ke-6 sudah mengadakan perjanjian pengaturan waktu dengan Rahi.
Rahi keluar dari dalam rumah itu dengan langkah yang lemah, sepanjang perjalanan air muka Rahi terlihat mendung sekali dan pandangannya juga terlihat sayu.
Rahi memang sedang dalam kondisi hati dan pikiran yang galau memikirkan apakah ia mau menerima lamaran Zul atau tidak dan kini masalah rahi bertambah lagi dengan masalah baru ini (ketahuan memakai gelang Daniel) yang membuat Rahi ingin segera mengistirahatkan raga dan jiwanya dalam tidur lelapnya.
Saat sampai kedalam rumah Rahi memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak di dalam kamar sambil menunggu suara Adzan maghrib di kumandangkan.
Tapi karna tubuh dan pikiran Rahi sedang dalam kondisi yang lelah akhirnya membuat Rahi tanpa sadar terlelap tidur.
Flashback selesai
Ny.Aila ke-6 sudah pergi dari kediamannya dan satu menit kemudian Rahi tersadar untuk ke 5 kalinya dari dalam tidurnya karena Rahi belum melaksanakan sholat maghrib membuat Rahi saat ini mau tidak mau harus memaksakan tubuhnya untuk bangun.
Rahi sudah membuka matanya dan posisi tidurnya menyamping ke kanan dengan posisi kedua tangannya yang hampir sejajar dengan posisi kepalanya, kedua tangan Rahi saling bertindihan secara menyilang dan tangan kanan Rahi mendapatkan tekanan dari tangan kirinya sedangkan punggung atas telapak tangan kiri Rahi di bagian jempol dan jari telunjuknya tertindih oleh sedikit bagian kepala Rahi yang membuat tangan kanan Rahi mendapatkan tekanan lebih besar lama-kelamaan menimbulkan rasa kebas di tangan kanannya.
Rahi mulai menggerakkan anggota tubuhnya untuk bangun tapi saat ini ia tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya bahkan hanya memindahkan tangan kanannya yang sudah merasa kebas juga tidak mampu ia gerakan, berulang-ulang Rahi mencoba untuk menggerakkan tangannya tapi kedua tangannya tidak berpindah sedikitpun seolah-olah ada sesuatu yang kuat sedang memegangi kedua tangannya.
Rahi mulai merasakan takut karna hal ini juga pernah ia alami ketika masa awal-awal kepindahannya ke rumah tua ini tetapi ia tidak pernah menyangka bahwa hal buruk seperti ini bisa terulang lagi menyerang dirinya.
Rahi sedang tidak bermimpi dia dapat melihat dengan jelas hal-hal yang berada di depannya yang masih masuk dalam jangkauan pandangan matanya termasuk jam dinding yang sekarang jarum pendeknya akan segera sampai ke angka 7 dan jarum panjangnya berada di antara angka 9 dan 10.
Rahi juga dapat mendengar dengan jelas suara-suara di sekitarnya seperti suara detikan jam dindingnya.
tek tek tek tek tek
dan juga suara kendaraan yg lewat di jalan depan rumahnya Rahi.
Dengan mengumpulkan rasa keberaniannya,Rahi mulai mengarahkan pandangan kedua matanya ke arah pergelangan tangannya.
Perasaan takut mulai menggerayangi hati Rahi karena saat pandangannya melihat ke arah pergelangan tangannya, pandangan matanya Rahi tertutup oleh sesuatu yang berbentuk asap pekat yang berwarna hitam dan membuatnya tidak bisa melihat kondisi pergelangan tangannya saat ini.
Meski merasa takut Rahi masih tetap berusaha menggerakkan anggota tubuhnya terutama kedua lengannya yang di iringi oleh bacaan ayat kursi yang ia baca di dalam hatinya sebab mulutnya saat ini tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.
Setelah berjuang sekuat tenaga akhirnya Rahi membuka matanya kembali dan langsung bisa bangkit dari posisi tidurnya.
Detak jantung Rahi berpacu dengan cepat dan napas Rahi juga ngos-ngosan.
Yang baru saja Rahi alami ini seolah-olah seperti mimpi saja karena saat Rahi berhasil menguasai tubuhnya kondisi Rahi seperti orang yang baru saja terbangun dari tidurnya.
Padahal kedua mata Rahi tadi sedang terbuka tapi kok bisa mata Rahi terpejam lagi yang pada akhirnya langsung terbuka seketika pada saat Rahi sudah berhasil menguasai tubuhnya kembali.
Rahi lalu melihat jam dindingnya dan posisi jarum jamnya hanya bergeser maju sedikit yang membuat jam itu terlihat masih sama seperti saat Rahi melihat jam itu tadi (Saat sedang mengalami rep-rep atau ketindihan).
Rahi langsung ngacir ke arah kamar mandi untuk berwudlu karna waktu sholat isya sebentar lagi akan tiba sedangkan Rahi belum melaksanakan sholat maghrib.
Setelah selesai berwudlu Rahi mengambil mukenanya dan berjalan menuju kamar kosong yang kali ini adalah jadwal gilirannya di pakai sholat oleh Rahi.
Rumah Tua ini memiliki banyak sekali kamar dan ruangan sehingga memaksa Rahi untuk pintar dalam mengatur waktu supaya kamar dan ruangan-ruangan itu tidak kosong selama 3 hari yang nantinya akan beguna untuk mencegah para syetan yang akan menempati ruangan-ruangan itu.
Selepas sholat maghrib adzan sholat isya langsung berkumandang dan membuat Rahi merasa bersalah karena telah menunda-nunda sholat maghribnya tadi.
Adzan telah selesai di kumandangkan dan Rahi mulai melaksanakan sholat isya-nya dan di lanjutkan dengan membaca Al-Qur'an yang selama beberapa hari ini tidak di bacanya.
Setelah membaca Al-qur'an Rahi mulai membaca dzikir petangnya yang beberapa hari ini juga tidak sempat ia baca.
Rahi hanyalah manusia biasa yang keimanannya sering naik turun dan kadang juga kerap bermalas-malasan untuk beribadah.
Meski dulu Rahi pernah mengalami peristiwa pahit yang akhirnya memompa semangatnya untuk dekat dengan Tuhannya tapi tetap saja Rahi hanyalah manusia biasa yang bisa terlena saat keadaan hidupnya berjalan dengan normal yang mengakibatkan semangat ibadahnya menjadi melemah.
Rahi bukanlah orang yang mempunyai keimanan yang kuat, keimanan Rahi masihlah naik turun apalagi jika sudah menyangkut masalah perasaan bisa membuat Rahi makin malas untuk melakukan rutinitas yang biasa ia lakukan (baca qur'an dan dzikir pagi/petang).
Jika orang yang mempunyai keimanan yang tinggi ketika di timpa masalah mereka akan semakin dekat dengan Tuhannya tapi Rahi belumlah seperti mereka, Rahi hanya akan mendekat kepada Tuhannya jika ia sudah terdesak seperti halnya kali ini (Rahi mengalami rep-rep-an/ketindihan).
"Mulai hari ini,aku nggak boleh males-malesan lagi (beribadah) karena tempat ini masih rawan ternyata padahal baru beberapa hari gak di bacain qur'an aku udah mulai di ganggu lagi" ucap Rahi pada dirinya sendiri.
****
Setelah menyelesaikan ritual ibadahnya Rahi berjalan keluar dari dalam rumahnya dan mulai menuju ke arah rumah keluarga Tjandra Aila.
Rahi meminta Pak Satpam yang sedang berjaga dekat dengan pintu gerbang supaya mau membukakan pintu gerbang itu untuk Rahi sebab saat ini Rahi harus segera menghadap kepada Ny.Aila ke-6.
Dengan takut-takut pak satpam mengiyakan dan ia mulai membuka-kan pintu pagar khusus yang di gunakan untuk di lewati oleh orang saja.
Dan di waktu bersamaan mobil Daaris yang baru saja tiba setelah mengantarkan Vania membunyikan klakson yang menandakan bahwa Daaris ingin pintu gerbang utama segera di buka-kan untuk menjadi jalan masuk mobilnya kedalam area halaman rumah keluarganya.
Pak Satpam dengan segera memencet tombol buka yang secara otomatis membuat pintu gerbang utama itu perlahan terbuka.
x seperti ilham yg ku kenali 😒,, suka guna kekurangan utk raih impati org spt aku 😔.. wlu Bkn dgn Wang ringgit tetapi mencuba agar x jatuh, motivasi utk bangun..
rupa nya selama ni, ku buang masa pd org yg x hargai aku.. ku x minta cinta,cuma ku x suka di tipu
Orang ingin ramai untuk hilangkan rasa takut, dia malah usir demi mo jalankan misi berduaan dgn Rahi
bertahan kah