Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.
Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.
Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.
"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."
"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"
"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.
"Aku sudah menikah!"
Deg.
Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?
Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19 - Keisengan Mario
Hampir seharian Mario berada di proyek, hari mulai gelap, dia pun bergegas pulang. Di jalan menuju pulang dia teringat Shakira.
"Dia sudah makan malam belum ya? Gue beli makanan kali ya, siapa tahu sedang lapar." Ada tukang pecel lele tidak jauh dari proyek, tujuannya kesana.
"Mang pesen dua porsi kumplit, di bungkus ya Mang." Fokusnya pada pedagang pecel lele barulah setelah memesan mengedarkan pandangannya.
"Bukannya itu Fauzi dan wanita yang dimaksud Shakira, dia ngapain disini?" rasa penasarannya sangat, ingin tahu yang dibicarakan dia duduk tak jauh dari keduanya.
"Makasih Mas sudah mau ajak saya beli makanan dan makasih juga mau mengantarkan saya pulang. Sebenarnya gak perlu repot-repot, saya bisa sendiri."
"Kamu itu perempuan, sedangkan ini sudah malam, gak baik seorang perempuan pergi sendiri."
Mario bisa mendengarnya, rasanya geram ingin menghajar Fauzi, bisa-bisanya memperhatikan wanita lain disaat ada Shakira.
Ide gila muncul setelah seseorang datang, dia menyeringai menghampiri.
"Bang bisa bantu saya?" ujarnya pada waria sedang mengamen.
"Hei, Abang ganteng, Eike bukan Abang, panggil saja Caca."
"Ah iya, Caca, bisa bantu saya? Tenang ada imbalannya kok," lirikan matanya tertuju pada Fauzi dan Luna, keduanya menunggu pesanan tiba.
"Imbalan?" waria itu memikirkannya. "Ok, saya mau. Apa yang harus Eike kerjakan?"
Lalu Mario berbisik padanya, pria orang itu manggut-manggut paham.
"Siap, asal bayarnya ok."
"Lima ratus ribu."
"Deal." Lalu dia berjalan ke meja Fauzi sementara Mario duduk kembali melihat pertunjukkan gratis.
"Abangg sayang, Eike capek-capek kerja cari yang buat keperluan kita eh kamu malah enak-enakan jalan sama cewek lain. Kamu jahat Abang." Waria itu tiba-tiba memeluk Fauzi.
"Eh siapa kamu?" Kaget dong, masa enggak, tiba-tiba banget ada orang asing memeluknya.
Lantas Fauzi berdiri menghindarnya.
"Bang ini Caca masa enggak kenal? Caca kekasih Abang, lagi hamil pula, ayo pulang." Aktingnya membuat semua orang terhibur, apalagi usapan perut buncitnya meyakinkan mereka seperti sedang hamil sungguhan.
Mereka yang mengenali menahan tawa, tapi mereka yang tidak ngenali menganggap serius.
"Maaf maaf nih ya, saya tidak mengenal kamu, saya baru disini mana mungkin saya menghamili mu, kamu sinting ya." Fauzi melangkah mundur menghindari pelukan waria itu.
"Ihh jahat banget sih, Eike udah cantik membahana gini malah di tolak. Sini Abang, ayo kita pulang."
Luna berdiri. "Maaf kita tidak saling mengenal."
"Heh diam kamu pelakor cilik, kamu ya, masih sekolah udah berani jalan sama suami orang, kamu niat banget jadi pelakor. Dia itu pria beristri." seru Kang Caca menatap horor pada Luna membuat mereka disana saling berbisik.
Wajah Luna merah padam, emosi karena dapat perlakuan dari orang tidak dikenal. Tidak mau makin memojokkannya diapun pergi saja dari sana.
"Lun, Luna tunggu!" Fauzi hendak mengejar.
"Eits arek kamana siah? bayar heula eta kadaharan! Dasar culametan, playboy cap buaya!" seru Kang Caca kembali ke suara asalnya.
Sedangkan Mario terkikik puas keduanya tak berkutik dan terlihat malu. "Ini gak baru permulaan kang semir, kalau sampai buat Shakira nangis lagi gue kerjain lagi lo."
"Woi!" seseorang menepuk pundaknya mengagetkan Mario.
"Kodok loncat, kodok loncat!" dia terkaget-kaget hingga latah, mendelik tajam pada yang bersangkutan.
"Hahahaha lucu lo."
"Adik ipar laknat, gue pecat jadi suami adik gue."
"Idih ngambek, gak lucu, ngerjain orang segitunya, kualat lo."
Mario tak peduli, dia mengambil pesanannya setelah membayarnya.
"Gue tunggu kualat itu datang biar gue bisa nikahi bini orang. BINI ORANG SUNGGUH MENAWAN, KEMANA MATA MEMANDANG HANYALAH BINI ORANG YANG SLALU TERBAYAAANG. HA YAYA, BINI MENGGGODA, HA YAYA SUNGGUH MEMPESONA, HA YAYA TAK DAPAT KULUPA, HATI BERGETAAR."
Tanpa tahu malu Mario menyanyikan lagu king Nasar sesuai versinya sendiri.
"Mas temannya udah gila ya?" celetuk kang dagang.
Vaughan yang bengong menoleh. "Bukan gila lagi, tapi pasien rumah sakit jiwa yang berhasil kabur."
"VAUGHAN GUE DENGER! GUE PECAT JADI ADIK IPAR LO!"
Vaughan terperangah. "Eh, kirain budek." meringis ketahuan ngomongin orang.
********
Pintu depan rumah Shakira di ketuk, yang mengetuk tidak sabar menunggu di buka.
"Iya sebentar." Dari dalam Shakira tergesa membuka pintu dan setelah membukanya dia tertegun.
"Kamu!" Kenapa ada Mario disana? Darimana pria itu tahu keberadaannya? Begitu pikiran Shakira, mereka baru berjumpa lagi tapi kenapa pria itu sudah tahu rumahnya, merasa ada yang aneh.
Pria itu tersenyum ramah. "Hai, bini orang." ucapnya tanpa beban seraya nyelonong masuk tanpa disuruh. Gak tahu malu dan gak punya sopan santun, mendadak Mario bersikap sesukanya tanpa persetujuan yang bersangkutan.
Shakira tersadar, "hei! Apa-apaan ini? Dilarang masuk ke rumah orang tanpa izin."
Dia tidak suka cara Mario seenaknya.
Plastik si tangannya di simpan ke atas meja, berbalik lagi berdiri di hadapannya Shakira. "Cuman mau ngasih makanan kesukaan kamu, dimakan ya, jangan sampai telat makan nanti asam lambung kamu kambuh."
Senyum pria itu begitu menawan, membuat Shakira kicep dalam keheningan. 'Kenapa sekarang dia makin tampan dan hot?'
"Iya tahu aku tampan, jangan dipandang nanti diabetes, selamat malam bini orang sayang," sambung Mario seraya mengacak rambut Shakira, sebelum wanita itu sadar dan ngamuk lari adalah solusinya.
"Eh! Woi orang gila!" Shakira mendengus kesal mengambil plastiknya ingin di buang. Namun terhenti di udara. "Ini makanan, sayang di buang, lumayan gratis," lirihnya tidak jadi membuangnya, dia menunduk melihatnya.
Kepala Mario tiba-tiba nongol di balik tembok. "Cieee diterima, lapar ya." celetuknya tanpa beban.
Shakira terkejut menoleh ke asal suara. "Mario!!! Dasar gila!"
Barulah pria itu ngacir, "i love you juga."
"Sinting, gelo, miring siah." pekik Shakira kesal.
********
Keesokan harinya.
Dering alarm terus berbunyi, mengusik ketenangan Shakira dalam tidurnya.
"Aduh berisik banget sih, iya iya alarm, ini gue mau bangun kok. Udah ya jangan bunyi lagi, bunyi kamu itu bikin gue parno seakan memberitahu bahwa dunia ini berisik dengan segala kehebohannya." Ia menggerutu seraya mematikan alarm dari ponselnya.
Tergesa turun dari ranjang. "Semangat Shakira, kamu harus buktikan pada dunia bahwa kamu bisa menaklukannya. Semangat menempuh hidup baru eh suasana baru di hari baru."
***************
"Aduh Shakira ini udah jam berapa, siang banget tahu, mana cucian belum dijemur lagi, ini mah mesti cepat-cepat secepat kilat melesat." Shakira ngedumel sambil bertolak pinggang menatap ember berisi pakaiannya.
Dia berdiri di depan jemuran, kemudian menjemur satu persatu pakaiannya.
"Cuci baju sendiri, tidur pun sendiri. Akhirnya selesai juga."
Ia mengambil embernya, masih berisi air bekas cucian dan tanpa melihat-lihat dulu ia membuang sisa air itu sembarang.
Byuurrrr.
"Hei!"
Bola mata Shakira terbelalak menyadari sesuatu, dia menghadap ke samping dan semakin terkejut ada sosok tinggi, tampan, dengan postur tubuh sixpack berdiri tegap, bajunya basah.
Mata tajamnya menatap lekat.
"Kamu! Ngapain kamu disini?" seru Shakira sewot, mendelik tidak suka.
"Hai bini orang."
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.