NovelToon NovelToon
WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Murid Genius / Identitas Tersembunyi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Mengubah sejarah / Peradaban Antar Bintang
Popularitas:25.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(NOVEL INI LANJUTAN DARI LEGENDA SEMESTA XUANLONG)

Tiga belas tahun telah berlalu sejak Dewa Bintang Tian Feng mendirikan Kekaisaran Langit, menciptakan era kedamaian di dua alam semesta. Namun, di Puncak Menara Bintang, Ye Xing, putra dari Ye Chen dan Long Yin, serta Cucu kesayangan Tian Feng merasa terpenjara dalam sangkar emas.
Terlahir dengan bakat yang menentang surga, Ye Xing tumbuh menjadi remaja jenius namun arogan yang belum pernah merasakan darah dan keputusasaan yang sesungguhnya.

Menyadari bahaya dari bakat yang tak ditempa, Tian Feng mengambil langkah drastis menyegel kultivasi Ye Xing hingga ke tingkat terendah (Qi Condensation) dan membuangnya ke Alam Bawah, ke sebuah sekte sekarat bernama Sekte Awan Rusak. Tanpa nama besar keluarga, tanpa pengawal bayangan, dan tanpa harta istana, Ye Xing harus bertahan hidup sebagai murid biasa bernama "Xing" yang diremehkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 13

Sekte Awan Rusak – Aula Tempa.

Udara di sini panas menyengat, dipenuhi bau belerang dan suara dentingan logam yang memekakkan telinga. TANG! TANG! TANG!

Ratusan murid berotot telanjang dada sedang memukul besi merah membara. Di tengah aula, terdapat sebuah panggung batu tempat seorang pria tua kekar dengan satu mata (Master Tie) sedang duduk minum arak sambil memaki-maki muridnya.

"Sampah! Pukulanmu lembek seperti wanita menyulam! Besi ini butuh amarah! Bukan belaian!" teriak Master Tie, melempar sebuah tongkat besi panas ke arah murid yang salah tingkah.

Ye Xing dan Lin Xiao melangkah masuk. Lin Xiao memikul karung berisi Taring Ular dan Taring Babi, sementara Ye Xing membawa potongan Kulit Babi Besi.

"Kita cari siapa?" tanya Lin Xiao, keringat sudah bercucuran karena panas.

"Orang tua bermata satu itu," tunjuk Ye Xing. "Dia penempa terbaik di sini. Sisanya hanya tukang pukul besi."

Ye Xing berjalan mendekati panggung Master Tie.

"Master Tie," panggil Ye Xing sopan namun tegas. "Saya ingin menyewa tungku api bumi tingkat tinggi dan meminjam palu terbaik Anda."

Master Tie berhenti minum. Dia menatap Ye Xing dengan mata satunya yang tajam. Dia melihat lencana Murid Luar di pinggang Ye Xing.

"Bocah," geram Master Tie. "Tungku api bumi hanya untuk Murid Inti atau Tetua. Murid luar pakai tungku arang di pojok sana. Dan palu terbaikku? Kau bahkan tidak akan kuat mengangkat gagangnya."

Para murid penempa lain tertawa mengejek.

"Tapi saya membawa material yang tidak bisa dilelehkan oleh arang biasa," Ye Xing membuka sedikit karungnya, memperlihatkan kilauan hitam Taring Raja Ular.

Mata Master Tie membelalak sesaat, tapi egonya lebih besar. "Taring Ular Rawa? Lumayan. Jual padaku. 50 Batu Roh. Lalu pergi dari sini."

"Tidak dijual. Saya mau menempa sendiri."

Master Tie tertawa keras sampai perut buncitnya berguncang. "Kau? Menempa? Tangan halusmu itu belum pernah memegang palu seumur hidup! Pulanglah pada ibumu!"

Ye Xing menghela napas. Selalu cara keras.

Matanya tertuju pada sebuah palu hitam raksasa yang bersandar di samping kursi Master Tie. Itu adalah Palu Penindas Gunung. Beratnya 300 kilogram.

"Master Tie," kata Ye Xing tenang. "Bagaimana kalau kita bertaruh? Jika saya bisa mengangkat palu itu dan memukul besi satu kali dengan teknik yang benar... Anda pinjamkan tungku itu secara gratis."

Aula menjadi sunyi. Murid-murid berhenti bekerja.

"Kau mau mati, Bocah?" Master Tie menyeringai sinis. "Palu itu beratnya 300 kilo. Banyak murid Qi Condensation Tingkat 9 yang pinggangnya patah mencoba mengangkatnya."

"Kalau saya gagal, Taring Raja Ular ini milik Anda gratis," tantang Ye Xing.

"Deal!" Master Tie langsung berdiri. "Semuanya minggir! Lihat bocah bodoh ini mematahkan tulang belakangnya!"

Lin Xiao menarik lengan baju Ye Xing cemas. "Xing, kau yakin? Itu besar sekali..."

"Tenang saja. Ini cuma masalah kecil."

Ye Xing berjalan menuju palu raksasa itu. Dia memegang gagangnya dengan satu tangan.

Dia tidak mengerahkan otot. Dia mengalirkan Qi ke Mata Bintang-nya.

"Hup."

Dengan santai, Ye Xing mengangkat palu raksasa itu di atas kepalanya dengan satu tangan. Dia bahkan memutar-mutarnya sedikit seperti memutar tongkat kayu.

"Hah?!"

Mata Master Tie hampir lompat keluar. Rahang para murid lain jatuh ke lantai.

"Dia... dia tidak pakai kuda-kuda?!" "Monster apa dia?!"

Ye Xing berjalan menuju sebuah paron (landasan tempa) di mana sebatang besi rongsokan tergeletak.

"Lihat baik-baik, Pak Tua," kata Ye Xing. "Menempa bukan cuma soal amarah. Tapi soal Irama."

Ye Xing membatalkan manipulasi gravitasi tepat saat palu itu turun.

DONG!!!

Suara benturan itu bukan seperti logam bertemu logam, tapi seperti lonceng raksasa yang dipukul dewa.

Gelombang kejut menyapu aula. Debu berterbangan.

Saat debu hilang, batang besi rongsokan itu telah menjadi pipih sempurna, rata setipis kertas, tanpa retak sedikitpun. Ini menunjukkan kontrol tenaga yang absolut.

Master Tie berdiri mematung.

"Teknik... Palu Gema Surgawi..." bisik Master Tie gemetar. "Itu teknik yang hilang..."

Ye Xing meletakkan palu itu kembali (dengan pura-pura berat). Dia menepuk tangan membersihkan debu.

"Tungku nomor 1. Sekarang," kata Ye Xing datar.

Master Tie tersentak sadar, lalu sikapnya berubah 180 derajat. Wajah galaknya berubah menjadi ramah dan penuh hormat.

"Siap! Segera! Hei kalian, bersihkan Tungku Nomor 1! Siapkan air pendingin terbaik! Tuan Muda ini mau bekerja!"

Lin Xiao menatap Ye Xing dengan takjub. "Xing... kau belajar menempa di mana?"

"Di mimpi," jawab Ye Xing asal. (Kenyataannya Dia sering melihat Tian Feng menempa bintang di waktu senggangnya).

Tiga Jam Kemudian – Di dalam Ruang Tungku

Pintu tertutup rapat. Ye Xing sendirian dengan Lin Xiao. Api bumi biru menyala terang di tungku.

Ye Xing melemparkan Taring Raja Ular dan Taring Babi Besi ke dalam api.

"Lin Xiao, pompa anginnya! Jaga ritmenya!"

"Siap!"

Ye Xing mulai menempa. Dia tidak membuat pedang yang indah. Dia ingin senjata yang brutal.

Dia melelehkan Taring Babi sebagai bahan perekat, lalu memadatkannya ke sekeliling Taring Ular yang menjadi inti. Dia tidak membuang aura jahat dari taring ular itu, melainkan menguncinya di dalam.

Clang! Clang! Clang!

Setiap pukulan palu Ye Xing disertai dengan manipulasi gravitasi, memadatkan molekul pedang itu menjadi sangat rapat.

Akhirnya, setelah ratusan pukulan, senjata itu jadi.

Bentuknya tidak seperti pedang konvensional. Itu lebih mirip Penggaris Besi Hitam yang tebal, besar, dan kasar. Tidak ada mata pedang yang tajam. Tepi-tepinya bergerigi seperti tulang punggung naga.

Warnanya hitam pekat dengan corak ungu samar yang berdenyut (sisa aura Void).

Berat 250 kilogram.

Ye Xing mengangkatnya. Rasanya pas.

"Namanya..." gumam Ye Xing, merasakan haus darah dari senjata itu. "Pedang Tulang Naga Hitam."

Dia kemudian mengambil sisa Kulit Babi Besi dan Sisik Ular.

"Lin Xiao, kemari. Aku buatkan kau rompi dan perisai tangan."

Malam itu, mereka keluar dari Aula Tempa dengan peralatan lengkap.

Ye Xing dengan pedang besar di punggungnya yang dibungkus kain (karena terlalu mencolok). Lin Xiao dengan rompi kulit hitam dan perisai kecil di lengan kirinya.

Mereka bukan lagi dua murid miskin. Mereka adalah prajurit yang siap berperang.

Dan tepat di pintu keluar, sebuah pengumuman besar tertempel di papan:

[Pendaftaran Turnamen Wilayah Dibuka Besok] [Hadiah Utama: Pil Pembentukan Pondasi & Izin Masuk Alam Rahasia]

Ye Xing tersenyum menyeringai. "Target terkunci."

1
Nanik S
Mantap Tor 💪💪💪
Nanik S
Dua Preman siap beraksi.. 👍👍👍
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
Mamat Stone
😈🔥🐲🔥😈
Mamat Stone
💨⚡💨⚡💨
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
MyOne
Ⓜ️😡😡😡Ⓜ️
Nanik S
Keren beneran keren aksi sepasang Preman 🤣🤣🤣
Mamat Stone
/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
Mamat Stone
/Hammer//Hammer//Hammer/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Nanik S
Maaantaaaap 💪💪💪
Nanik S
Ternyata Mei menakutkan juga
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
Nanik S
Dua bocah kecil yang Asyi tapi punya nyali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!