NovelToon NovelToon
Cinderella Ken

Cinderella Ken

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nonelondo

Putri seorang gadis berusia 17 tahun. Harus rela menerima kenyataan dijodohkan dengan seorang tentara berpangkat Lettu dari kesatuan Angkatan Udara skuadron pesawat tempur. Seperti gadis kebanyakan seusainya. Alias lagi masa puber-pubernya, dan zaman sekarang lagi demam-demamnya K-POP. Tentu dia mengidam-idamkan memiliki pacar seperti Oppa-Oppa Korea. Meski calon tunangannya ganteng dan berpangkat. Tapi masa, dia nikah sama om-om?

Ken yang saat ini menginjak usai 33 tahun. Tak menyangka akan mendapatkan malapetaka ini. Sejak ditinggal kekasihnya 5 tahun silam. Dia belum siap menjalin hubungan lagi. Tapi sekarang dia bisa apa? Tambah bikin suntuk lagi, kenapa lah calonnya cabe-cabean?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonelondo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 Sekolah Heboh

“Ya ampun, Om... Ganteng banget sih!”

“Iya, Om. Melelah deh aku.”

“Ih, Om. Bikin gemes deh!”

Ciwi-ciwi pada bercentil-centil ria diselimuti binar-binar love di pupil mata mereka, dan terus ngerubutin Ken.

“Om, photo dong sama aku.” Seorang gadis main nempel saja ke tubuh Ken mengambil photo. Jepret!

“Aku juga dong, Om.” Nggak kalah yang satu lagi. Jepret!

“Aku juga dong, Om.” Berikutnya lagi. Jepret!

Dan terus begitu mereka pada bergiliran meminta. Jepret! Jepret! Ibu-ibu guru juga gak mau ketinggalan. Lucunya, mereka pada ikutan memanggil Ken, Om.

“Saya juga ya, Om.” Jepret!

“Saya juga mau, Om.” Jepret!

Habis sudah Ken dibuat riweh mereka. Sekolah mendadak seperti ajang jumpa fans. Putri naik darah, Om Kendi-nya jadi bahan rebutan sana-sini. Apa lagi sahabatnya masih saja memandangi tak berkedip. Malah ditambah senyum-senyum ganjen sendiri.

“Ih! Ngapain sih elo ngelihatin Om gue!” tegur Putri.

"...." Mimi tak menggubris.

“Ih! Jangan lihat-lihat!” Putri menghadang penglihatan sahabatnya.

“Yeee... Kenapa sih elo?!” Mimi menepak tangan.

"Kok elo nggak bilang sih, Put. Punya Om ganteng gitu...," lanjutnya, kembali senyum-senyum genit sendiri.

"Ih, dibilang jangan lihat!” Putri keki, kembali menutupi.

Menepak lagi. “Yeee... Pelit banget sih elo! Kalau punya Om ganteng bagi-bagi dong...”

“Emang Om gue kue!”

“Putri... Ayo, cepat." Ibu guru yang bersama mereka menegur, dan kembali mengajak jalan.

Putri dengan muka cemberut kembali mengikuti bersama Mimi. Pas tiba, anak itu langsung menarik tangan om jadi-jadiannya mengajak pergi dari sana. Namun atas kelakuannya itu, dia jadi dapat sorakan dari orang-orang di sana.

"Yeee...!"

Lalu di taman belakang sekolah, Putri melepas pegangan tangannya.

(Gambar hanya ilustrasi)

“Om, ngapain ke sini?” tanyanya.

“Emang kenapa? Masa, Om nggak boleh lihat sekolah kamu."

“Setiap pagi kan, Om lihat.”

“Tapi kan, dalamnya nggak.”

“Buat apa juga Om tahu?”

“Ya, suka-suka Om dong!"

“Dih!” Putri mendelik.

“Lagian kan, kamu tanggung jawab Om.”

Mengeryitkan alis. “Maksudnya?”

Ken menaikkan bola matanya. Asli, dia rada malu mau mengeluarkan alasan yang dibuat-buatnya. Kehadirannya di sini saja sebenarnya sudah buatnya malu. Makanya dia pakai kaca mata hitam demi menutup rasa malunya.

“Misalkan, kamu di sekolah bandel. Atau kamu sering ngelawan sama guru. Atau kamu nggak pernah ngerjain PR. Kan mami papi kamu menyuruh Om jagain kamu," katanya, akhirnya mengeluarkan alasannya.

“Om saja nggak pernah nemenin Putri belajar!” gerutu Putri.

Eh! Iya, ya.

Ken membelokkan mata. Dia tersadar nggak pernah begitu.

"Nanti malam Om temenin. Malah mulai malam ini, Om selalu temenin kamu belajar.”

Mendelik lagi. “Serius, Om?”

“Iya, benar.” Ken mengangguk-angguk meyakinkan.

“Janji ya?”

Putri mengulurkan satu kelingkingnya. Kayak sumpah anak kecil, Ken mengikuti mengapit kelingking kecil itu ke jarinya.

"Iya."

“Ya udah, sekarang Om pergi...,” pinta Putri, setelah sumpah mereka selesai.

Ken berjalan melewati Putri. Tentu dia masih belum dapat hal yang dimaunya.

“Ah, nanti saja.”

Mencekal. “Ih! Om, mau kemana?”

“Om lapar nih! Yuk, kita makan di kantin yuk?"

“Nggak, nggak! Om pergi saja.”

Didorongnya pria gagah itu ke jalur keluar gerbang. Tentu saja, tubuh kekar Ken mana bisa segampang itu di dorong oleh Putri.

“Om, serius lapar nih! Lihat tuh muka Om.” Ken memasang muka pucat.

“Subuh-subuh saja, Om harus udah bangun demi antar kamu sekolah. Terus sehabis itu masuk kerja lagi. Gara-gara itu, mana sempat Om sarapan, coba?” lanjutnya berubah memelas.

Putri menghentakkan kakinya gemas ke tanah. Dia itu nggak mau Om Kendi-nya seperti tadi jadi bahan jelalatan cewek-cewek di sini. Tapi gimana... Dia pun nggak tega.

“Iiihhh...! Ya udah! Tapi, Om jangan lama-lama ya makannya."

“Iya." Ken mengangguk senang.

**********

“Ayo, Om. Cepat makannya.”

Putri nggak tenang karena ciwi-ciwi pada tebar pesona di kantin. Padahal baru juga mereka duduk, Ken sudah disuruh cepat saja.

“Belum juga, Om masukin nasi ke mulut."

Jadi di meja ada nasi uduk dan es teh manis. Di masing-masing tempat duduk mereka.

“Makanya cepat di makan, dan jangan lihat-lihat mulu!"

Dipikir Putri, mungkin Ken lagi mengamati ciwi-ciwi. Padahal Ken lagi mengamati cowok-cowok di sana. Dia memang sebaik mereka tiba sudah begitu.

Lalu Ken makan namun matanya kembali curi-curi pandang melihat sekeliling. Seharusnya kalau cowok pengen macarin cewek. Pastinya, menghampiri Putri dan cari muka padanya. Karena menimbang dia sebagai Om, Putri. Tapi ini, kok nggak ada satu pun yang mendekati mereka? Apa cowok itu takut melihatnya? Ya! Kayaknya begitu karena melihat dia seorang tentara. Oh! Apa cowok itu lagi ancang-ancang dulu sebelum mendekati mereka? Tapi yang mana ya... Apa yang itu? Apa, itu? Atau, itu?

“Om!” tegur Putri, karena Ken matanya masih saja begitu.

Terbelalak. "Hah?!"

“Dibilang jangan lihat-lihat! Dan cepat dong makannya!" kesal Putri lagi.

“Iya, iya.”

“Hei, Put!”

Seorang gadis tiba-tiba datang, mengambil posisi duduk di samping Ken. Putri melotot. Terlebih lagi Ken, siapa juga anak kencur ini main duduk saja di sebelahnya.

“Dari tadi gue nyariin elo."

Sehabis bicara dengan Putri, Mimi melemparkan pandangan ke Ken Dia tersipu-sipu malu mengulurkan tangan.

“Hallo... Om. Aku Mimi teman Putri, Om.”

“Nggak usah kenal-kenalan deh!” Putri menepak tangan.

“Ih! Galak banget sih elo!” omel Mimi, lalu berpindah lagi ke Ken, dan mengadu-ngadu manja.

“Sakit nih, Om... Dipukul, Putri...”

Nah! Pusing-pusing deh Ken. Satu kencur saja rasanya ingin dikarunginnya. Ini, ditambah satu lagi. Ampun deh!

“Fiuuuh..."

Ken meniup panjang ke tangan anak yang sakit itu. Setahunya itu yang dipelajarinya dari Putri sewaktu mereka di mall.

Sontak Putri terkesima. Tentu dia nggak terima, hembusan nafas yang seharusnya hanya miliknya. Malah dibagi-bagi Om Kendi-nya ke orang lain.

“Makasih ya Om,” senang Mimi dengan wajah berbunga-bunga.

“Iiih...! Om! Kenapa, kenapa, kenapa...”

Putri nggak bisa melanjutkan lagi bicaranya. Karena percuma dia marahin Om Kendi-nya. Lebih baik dia memisahkan mereka saja. Lekas dia berdiri dan menarik tangan Mimi memaksa berdiri.

“Iiihhh...!” protes Mimi, jadi berdiri.

“Duduk situ!” ucap Putri.

Mimi merengut lalu dia pindah tempat. Kemudian Putri duduk di posisi bekas Mimi sembari mengambil nasi uduk dan es teh manisnya. Jadi dia yang duduk di samping Ken.

“Om, nomor telepon Om berapa? Mimi boleh tahu, nggak? Atau, Om punya Instagram? Atau Facebook juga boleh, Om?” tanya Mimi, dengan mengeluarkan aura imutnya.

“Nggak punya!” sungut Putri.

“Ish, apaan sih elo! Orang gue nanya sama Om elo juga!"

"Ya, suka-suka gue dong kalau gue yang jawab."

"Yeee... Rese bener elo!"

"Yeee... Elo yang rese. Mau tau aja!"

Selagi dua bocah ingusan itu berantem, Ken kembali berselancar memandangi cowok-cowok di sana.

Lapangan basket kali ini sepi penonton. Ya! Karena keadaan lagi diambil oleh Ken. Jadi ciwi-ciwi pada gak nonton Boy main basket. Karena mereka lagi pada bergerombolan mengikuti Ken dan Putri di belakang.

Jadi sehabis makan, dua orang itu diikuti oleh ciwi-ciwi. Ya, siapa lagi sebenarnya yang diikuti. Tentu ke Om yang telah memberi sinar silau di sekolah itu.

Putri posesif, melingkarkan tangannya ke pinggang Ken. Kadang juga, dia bolak-balik menengok ke belakang dengan memasang muka jutek.

“Ugh!" kesalnya.

"Ayo, cepatan Om!” lanjutnya ke Ken.

Sekarang Putri lagi mengantar Ken ke pintu gerbang, dan saat mereka berjalan, Ken pun kembali meradarkan pencariannya.

Dan ada satu cowok di lapangan basket tersenyum padanya saat mata mereka berpapasan. Wajah cowok itu, Ken masih ingat.

Oo... Itu, cowok yang tadi di ruang guru. Pantasan senyum. Iya, iya, iya. Eh, tunggu! Apa itu? Kalau dilihat-lihat ganteng. Tapi misalkan iya, kenapa gadis di sebelahnya ini cuek saja? Haish... Yang mana ini ya...

Padahal yang tersenyum itu memang benar yang dicari Ken. Tapi karena dia tadi berpikir begitu diatas, jadi tidak difokuskannya. Boy juga tersenyum karena ingin bersikap sopan. Tentu, karena itu omnya Putri.

Beruntungnya pasangan wasiat palsu itu, setiba di gerbang sekolah. Ciwi-ciwi langsung diusir satpam.

“Maaf ya, Pak.” Orang itu menundukkan sedikit badan.

“Nggak apa-apa,” balas Ken.

“Ya udah sana, Om pergi,” usir Putri.

Sejatinya Ken masih belum puas. Andai saja dia masih sekolah, pasti tiap hari bakal nongkrong di sini demi mengetahui cowok yang ditaksir Putri.

“Sudah sana Om pergi. Om sudah kenyang kan. Lagian, dikit lagi bel bunyi,” usir Putri lagi.

Baiklah, memang dia harus pergi. Oh! Tunggu... Saat Ken berjalan, dia balik badan lagi dan menghampiri Putri.

“Dengar ya, Putri. Mulai hari ini, tiap pulang sekolah kamu harus photo tunjukkin sama Om kalau sudah di rumah. Terus kalau kamu mau pergi, harus ijin sama Om. Dan juga, kamu harus sudah menyiapkan nama, nomor telepon, alamat temanmu, dan alamat tempat kalian ketemu. Dan satu lagi, kalau kamu sudah ketemu temanmu, kamu harus photo wajah temanmu.”

Terbelalak. “Dih! Kok gitu, Om?”

“Memang harus gitu. Kamu kan tanggung jawab Om.” Ken memakai alasan itu lagi.

“Kalau kamu gak nurut. Lihat saja, Om nanti pulang nggak bawain kamu pizza! Dan juga, Om cabut omongan Om tadi. Om gak bakal nemenin kamu belajar! Oh ya! Satu lagi, nggak jajanin kamu juga!” lanjutnya mengancam, kemudian balik badan dan berjalan pergi lagi.

Astaga... Sudah gila kali ya, dia ini. Ken geleng-geleng sendiri atas apa semua yang tadi diucapkannya.

Putri kembali melongo, dan dia terus begitu hingga bayangan orang yang barusan bersikap aneh itu menghilang. Om Ken kenapa ya?

1
Endang Werdiningsih
nyeselin dr kata nyesel berkaitan dgn penyesalan kalo ngeselin itu sesuatu yg menjengkelkan,,,
maaf othor sekedar koreksi menurut saya🙏
Nonelondo (ig : nonelondo): nyeselin itu bukan ke arah penyeyasalan kk. walau katanya dari sana tapi ini lebih mengartikan menyebalkan atau nyebelin. tapi gpp, terima kasih masukannya. Yuk, mampir juga kk ke novel baruku "My Man"
total 1 replies
Endang Werdiningsih
dulu pernah baca novel ini,,lamaaa bgt..
sampai sekarang kalo baca pasti lupa kasih like karwna keasyikan baca
Endang Werdiningsih
ditinggal kekasih meninggal sikap'a berubah termasuk kpd org tua jg sodara,,kok ga pantas bgt ya,,di mata ken seorang kekasih lebih berharga drpd orang tua jg sodara...
lanna sari siregar
Luar biasa
Nonelondo (ig : nonelondo): Hai, makasih ya atas bintangnya.🙏 Yuk, ramaikan novelku yang baru rilis. Judulnya "My Man". Klik profilku ya...
total 1 replies
Kasma Ramadhan
kapan d ganti nama panggilan a gak seru x msh manggilnya om
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
ainunlita28122019
bisa di gantikan yang cowo nya ganti sama yang lebih ganteng lagi gctue kaya arya saloka
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
" Ira_W "
okhhh ternyata biang keroknya adalah trio Wek Wek....😆
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
RosE
udah baca kedua kali, tetep ngakak waktu bab yg ini 😂😂😂
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
Wirda Pitri Selian
semoga cepat sembuh ibunya Thor ,
Wirda Pitri Selian
saya suka Thor cerita yg berbaur tentang militer
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
Wirda Pitri Selian
Ya Allah Thor
tengah malam tahan2 Tawa 🤣🤣🤣🤣
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
Wirda Pitri Selian
hahahaha
tengah malam ketawak2 sendiri Thor..
semangat trus ya
"𝙈𝙤𝙘𝙝𝙞"
wissss keren ini mah si mimi
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
ᶜᵃˡˡ ᴹᵉ ᴶⁱⁿᵍᵍᵃ😜
awang jadi sama mimi ja ya..🤭
𝔔𝔲𝔢𝔢𝔫 𝔅𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔯𝔞𝔱𝔲
mampooos kou ken😂😂
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
"𝙈𝙤𝙘𝙝𝙞"
kuburan winda
𝕻𝖊𝖗𝖆𝖍𝖚 𝖐𝖊𝖗𝖙𝖆𝖘 ⛵
dieh om modus ini😂😂
𝕻𝖊𝖗𝖆𝖍𝖚 𝖐𝖊𝖗𝖙𝖆𝖘 ⛵
hahhahaha somplak si putri😂😂
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
𝕻𝖊𝖗𝖆𝖍𝖚 𝖐𝖊𝖗𝖙𝖆𝖘 ⛵
pepet terus put,,jangan kasih celah buat org k 3...
𝕻𝖊𝖗𝖆𝖍𝖚 𝖐𝖊𝖗𝖙𝖆𝖘 ⛵
ortunya gabut banget😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!