NovelToon NovelToon
MENGEJAR CINTA SANG ANTAGONIS

MENGEJAR CINTA SANG ANTAGONIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Elena, seorang gadis yang selalu kalah dan selalu di perlakukan tidak adil. Kini telah menemukan dunia baru, dengan tujuan hidup yang baru.

Mengejar cinta atau mencari harta? Elena akan melakukan keduanya sekaligus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tidak terduga

Pagi hari yang cerah, Elena mendapatkan izin ke pasar dari sang Ayah. Untunglah Kakek Elena yang sudah pensiun memiliki rumah sendiri, jadi Elena tidak perlu bertemu setiap hari.

Elena pergi ke pasar di temani beberapa pelayan dan pengawal. Elena akan berbelanja banyak aksesoris dan makanan enak, dia tidak mau diet karena dia sudah merasa cukup langsing.

Elena memakai topi besar karena cuaca panas, masuk ke toko perhiasan satu dan yang lainnya dengan hati gembira. Saat sedang memilih beberapa kalung, Elena di kejutkan dengan sapaan asing.

"Hai, bukankah kau kemarin yang berada di istana? kau langsung berlari begitu bertemu putra mahkota, sepertinya sangat terkejut sampai lupa memberisalam." Ucap Isabella tersenyum sok akrab.

"Aah~~ saya benar-benar minta maaf untuk itu, benar dugaan anda. Saya merasa sangat terkejut dan reflek pergi menghindar, maafkan ketidaksopanan saya yang mulia." Elena membungkuk sopan pada Daniel.

"Aku mendengar cerita menarik kemarin, katanya kau tersangkut di pagar taman dan Theor yang membantumu." Ucap Daniel, menyapa dengan ramah.

"Ahahahahha, itu sangat memalukan. Saya sangat berterimakasih karena yang mulia Grand Duke mau membantu saya." Elena tersenyum karir.

"Berhentilah... itu memalukan." Batin Elena.

"Benarkah? ada cerita seperti itu, apa kau baik-baik saja terjepit disana?." Isabella nimbrung.

"Pinggang saya lebam karena terjepit dalam waktu lama, untunglah Ayah saya datang dan membantu." Ucap Elena jujur.

"Aku dengar kau di omeli oleh Duke Denilen sepanjang lorong istana. Sayang sekali aku tidak melihatnya langsung." Daniel terlihat tertarik.

"Hahahaha, sungguh kejadian yang sangat memalukan bagi saya yang mulia." Elena ingin tenggelam saja rasanya.

"Jika kau putri Duke Denilen, artinya kau akan datang ke pesta ulangtahun ku bulan depan. Apa kau sedang membeli aksesoris untuk pesta itu? kebetulan Isabella juga melakukan hal yang sama." Ucap Daniel.

"Ah saya hanya sedang menghabiskan uang Ayah saja, untuk semua keperluan pesta sudah saya siapkan jauh-jauh hari." Ucap Elena.

"Ah begitu rupanya." Daniel mengangguk.

"Bolehkah saya membeli kalung yang saat ini anda pegang, saya merasa warnanya lebih cocok dengan rambut saya dibanding anda." Ucap Isabella.

"Mungkin semua warna disini cocok dengan rambutmu, tidak bisa kah kau memilih yang lain? aku ingin membeli ini." Ucap Elena, dia tidak mau mengalah.

"Ah seperti itu ya, sayang sekali padahal aku sangat menyukai yang itu." Ucap Isabella sedih, memberi kode pada Daniel agar merebut kalung itu untuknya.

"Kalung itu cocok untukmu." Ucap Theor tiba-tiba.

"Kau juga berpikir begit__

Isabella menoleh senang, tapi melihat tatapan mata Theor justru menatap Elena membuatnya malu. Isabella pikir Theor sedang mendukungnya, ternyata dia mendukung Elena di depannya.

"Sudahlah ini ambil saja, karena di puji olehnya membuatku jadi tidak selera." Elena menaruh kalung itu dan buru-buru pergi.

Aslinya Elena salting, tapi lebih suka berpura-pura kesal daripada kecintaan. Dia harus menarik ulur hubungannya dengan Theor, agar Theor sendiri yang membuka jalan baginya untuk berkomunikasi.

Elena buru-buru pulang karena sudah tau sendiri bagaimana watak Isabella, bukan hanya meminta apa yang dirinya miliki. Bahkan dia tidak memberisalam pada nya yang seorang bangsawan, padahal Isabella hanya rakyat jelata yang beruntung di cintai putra mahkota.

"Astaga, kenapa Theor harus bersama manusia-manusia itu sih." Kesal Elena, dia tidak suka pada Daniel dan Isabella.

Di sisi Theor, saat ini dia masih mengikuti kemanapun Daniel pergi. Karena dia adalah anjing setia, dia harus melakukan ini mau tidak mau.

"Bukankah gadis tadi terlihat manis? apa kau menyukainya Theor?." Ucap Daniel penuh arti.

"Dia gadis unik dan apa adanya." Jawab Theor.

"Wahh kau terlihat sudah mengenalnya, ini petama kalinya kau tertarik dengan gadis." Daniel cukup terkejut.

"Bukankah ini normal yang mulia, akan aneh jika saya mengatakan menyukai anda." Jujur Theor.

"Tutup mulutmu itu, dasar menakutkan." Daniel menyesal mengajak Theor bicara.

"Jadi kau menyukai Elena? tapi aku rasa kalian berdua tidak cocok." Ucap Isabella, dia tidak senang.

"Kenapa kau berpikir begitu Bella?." Daniel terkejut.

"Karena rambut mereka sama-sama hitam." Ucap Isabella sok polos.

"Pftttt kalau begitu kita juga tidak cocok, karena warna rambut kita juga sama." Daniel merasa Isabella lucu.

"Ahahah benar juga." Isabella tertawa kesal.

"Yang mulia, sepertinya saya tidak bisa menemani anda lebih lama." Ucap Theor tiba-tiba serius, mata hitam kemerahan miliknya menyala.

"Oh apa terjadi sesuatu di Utara?." Daniel melihat mata Theor yang menyala.

"Ya, aku harus segera kembali." Ucap Theor.

"Pergilah, jaga dirimu baik-baik adikku." Ucap Daniel mengerti.

Theor pergi dengan cepat dan menghilang begitu saja, dia kembali ke Utara karena saat ini monster sedang menyerang castle. Memang di wilayah Theor paling banyak monster, karena itu lah dulu orang-orang percaya jika orangtua Theor tewas di terkam hewan buas atau monster.

Theor memacu kudanya dengan cepat, begitu sampai di castle dia langsung menarik pedangnya dan memimpin pasukan di garis depan. Pertempuran pasukan milik Theor melawan monster terjadi, kehadiran Theor langsung memukul mundur para monster dengan cepat.

"APA ADA YANG TERLUKA?!." Teriak Theor.

"Semuanya masih terkendali, meskipun beberapa mendapatkan luka ringan." Jawab Sam.

"Bagaimana dengan para penduduk, apa kau tau alasan mereka muncul lebih cepat dari perkiraan?." Tanya Theor.

"Para penduduk mengungsi tepat waktu, ada beberapa yang terkena sekarang monster tapi sudah dalam pengobatan yang mulia. Untuk alasan kami masih perlu mencari tau lebih lanjut, maaf karena membuat anda datang dari jauh." Ucap Sam, merasa gagal.

"Jika gelombang monster sebanyak itu, tentu saja kau tidak bisa menangani sendiri. Untunglah aku sampai tepat waktu, perkuat penjagaan perbatasan dan caritau apa ada penyebab tertentu yang membuat mereka muncul." Ucap Theor.

"Baik yang mulia." Sam bergegas menjalankan perintah.

Theor kembali ke castle setelah semuanya aman, dia mulai memberikan bantuan pangan dan obat-obatan untuk pelayan, pengawal dan penduduk wilayah utara. Memang di bandingkan wilayah lain, kekuasaan Theor yang paling tandus dan memiliki musim dingin terpanjang.

Namun Theor tidak pernah membuat penduduknya kekurangan pangan, dia bersama pasukan miliknya mulai belajar mengolah tanah tandus agar bisa untuk berkebun. Paling tidak berkebun umbi-umbian untuk makanan sehari-hari, itu semua berhasil karena kerja keras semua orang.

Memanen batu mana monster untuk menghasilkan uang dan sejata, bahkan Theor menjual kulit monster sebagai pelana kuda, cambuk bahkan matras barak militer. Kulit monster yang keras, bisa diolah menjadi barang berguna berkat kepintaran Theor dan keuletan bawahannya.

Berkat itu lah Theor tidak pernah kekurangan uang ataupun senjata, dia berusaha sebisa mungkin mengolah apa yang ada. Menjadikan sampah menjadi barang berharga, meskipun Theor masih belum menemukan cara mengolah daging monster untuk memiliki nilai jual.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
Mellisa Gottardo: siaap🥰
total 1 replies
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Mellisa Gottardo: /Scowl/
total 1 replies
Alishe
bentar lg ayam pink🤣🤣🤣🤣
Alishe: saingan theor pilihan daddyhhh gue gpp biar makin kebakaran jenggot si kaku ini🤣🤣
total 2 replies
Alishe
ga guna u curiga udah telatttttt
Alishe
masi aja si ajim belain tu setan dihhh
Alishe
bukannya iya?? 🙄
Alishe
enak ga dituduh☺☺
Mellisa Gottardo: otw salam olahraga
total 1 replies
Alishe
nah ulet belbel mau ngapain lg itu ga boleh bgt org bahagia
Alishe
ahahaha percaya ga percaya laki w jg gini pas pdkt🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: awww sosweet
total 1 replies
Alishe
keselan gue perasaan🙄🙄🙄
Alishe
bener katarak ni org
Siti Aisyah
🤭🤭🤭
Mellisa Gottardo: /Drool/
total 1 replies
Yogi Muriani
ayam warna warni 🤣🤣suka-suka-suka👍
Mellisa Gottardo: hahahaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
ayam teletubbies dong mereka jadi nya, berpelukan
Mellisa Gottardo: hahaaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sekutu isabelle ternyata orang yang tak di sangka²
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
nah, baru tau takut. itu dia sifat nya orang sabar, sekali bertindak 1000 nyawa akan siap dicabik-cabik nya
Mellisa Gottardo: terharu yaw
total 1 replies
Kimyoonvi
harus bngt tiga anak ayam warna warni? 😭
Mellisa Gottardo: hahahah
total 1 replies
Evi Marena
ayam warna warni😂othorrrr the best sudah up 2part.....moga elena mau bantu mereka cari Isabella sang penipu ulung SM pendeta agung laknat😒
semangat othorrrr....moga sehat selalu 😘😘
Mellisa Gottardo: hahaha okee
total 1 replies
Alishe
puas satu puasss puas aja satuuuuu🤧🤧🤧
Alishe
agak laen antagonis ini🙄🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!