Sepulang nya Alvira dari mengantar kan putri nya ke sekolah, Alvira berniat singgah di rumah mertua nya.
Tapi alangkah terkejut nya Alvira saat dia mengetahui bahwa di rumah mertua nya sedang ada acara pernikahan kedua suami nya.
Sang suami yang kata nya pergi ke kantor, kini sedang melaksanakan akad nikah atas nama wanita lain.
Alvira bertekad untuk membalas semua perbuatan mereka, suami nya, mertua nya dan juga adik ipar nya yang mendukung suami nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Jangan lupa like, komen dan follow ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
01
Seorang wanita muda berusia 35 tahun, dia adalah Alvira dan kerap di sapa Vira. Dia adalah ibu dari sepasang anak kembar yang saat ini berusia 10 tahun. Vira saat ini sedang sibuk memasang pita pada rambut putri nya, Queenza.
Queenza Athalia dan Dimas Anggara adalah nama anak kembar nya Vira. Kedua nya sekarang menempuh pendidikan di salah satu sekolah elit yang ada di Ibu kota.
"Mama, Dimas sudah siap!" Dimas yang muncul di depan pintu kamar saudara kembar nya dengan seragam yang sudah rapi.
"Anak Mama pintar banget, udah bisa bersiap sendiri!" Vira memuji putra nya.
"Iya dong Ma, tidak seperti adek Queen. Manja banget, tiap hari minta di siapin sama Mama!" Dimas tampak menepuk dada nya dengan bangga.
"Aku juga bersiap sendiri, tidak di bantu Mama kok. Cuma Queen gak bisa buat masang pita sendiri!" Queen tampak kesal dengan ucaoan saudara kembar nya.
"Udah, udah, jangan berantem. Anak - anak Mama pada pintar semua kok. Yuk kita sarapan, Papa pasti udah nungguin di meja makan!" Vira menggandeng tangan kedua anak kembar nya di kiri dan kanan.
Seperti itu lah drama yang terjadi di rumah itu, kedua anak kembar itu memang sering bertengkar. Tapi sebentar kemudian mereka akan kembali akur lagi.
"Selamat pagi Papa!" Teriak si kembar secara bersamaan.
"Selamat pagi anak - anak Papa!" Bayu, suami dari Alvira sekaligus ayah kedua anak kembar itu menjawab salam dari kedua nya.
Dengan sigap Vira melayani kedua anak nya dan juga suami nya untuk sarapan, kehangatan begitu terasa di rumah itu setiap pagi nya.
"Pa, pagi ini Papa yang anterin kita sekolah ya!" Queen tiba- tiba saja meminta di antar sekolah oleh Papa nya.
"Papa gak bisa sayang, Papa ada meeting penting pagi ini. Kalian berangkat sekolah nya sama Mama saja ya!" Bayu menolak permintaan putri nya.
"Ya, Papa kok gitu. Padahal kan di sekolah ada yang nama nya Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah. Aku pengen seperti teman - teman yang di antar oleh Papa nya pergi ke Sekolah" Queen tampak cemberut karena penolakan sang Papa.
"Gak papa sayang, biar sekolah nya sama Mama aja. Kan Papa mau kerja!" Vira membujuk putri nya agar tidak lagi cemberut.
"Iya dek, nanti lain kali aja kita minta anterin sama Papa ke sekolah!" Dimas pun tampak ikut membujuk adik kembar nya.
"Papa berangkat duluan ya, Papa ada meeting penting pagi ini, Dah sayang!" Bayu yang sudah selesai sarapan bergegas meraih tas kerja nya dan melambai kan tangan pada kedua anak nya yang masih sarapan.
Vira pun mengantar kan suami nya hingga ke depan pintu, tidak lupa dia mencium tangan suami nya dengan takzim.
"Maaf kan Papa ya Ma, Papa gak bisa nurutin permintaan anak - anak. Papa punya meeting penting pagi ini!" Bayu menjelaskan alasan penolakan nya kepada istri nya.
"Gak papa mas, anak- anak pasti bisa ngerti kok!" Vira tersenyum pada suami nya.
"Ya udah, Papa berangkat duluan ya Ma!" Bayu pun bergegas naik ke dalam mobil nya dan melaju meninggal kan halaman rumah nya.
Vira segera kembali ke meja makan, dan anak - anak tampak sudah selesai sarapan.
"Sayang, ini bekal kalian!" Vira menyerah kan 2 kotak makan pada anak - anak nya.
Kotak makan dengna gambar tokoh kartun Frozen, si Elsa milik Queen, dan kotak dengan gambar Superman berwarna milik sang kakak, Dimas.
"Ayo sayang, kita berangkat sekarang!" Ketiga nya bergandengan tangan meninggal kan ruang makan dengna kerasan bahagia.
Vira melakukan mobil nya dengna kecepatan sedang menuju sekolah anak - anak nya, kedua anak kembar itu tampak sangat bahagia. Seperti nya Queen sudah lupa dengan keinginan nya untuk bisa di antar kan oleh sang ayah tadi.
"Sudah sampai!" Ujar Vira sambil menghentikan mobil di depan gerbang sekolahan anak nya.
Vira membuka pintu dan kedua anak kembar nya segera turun, Vira mencium kening kedua nya dan kedua nya mencium tangan Vira dengan hormat. Setelah itu mereka segera masuk ke dalam melalui pintu gerbang yang tampak terbuka lebar.
"Dah sayang!" Vira melambai kan tangan nya pada kedua sang anak yang sudah masuk ke dalam.
Setelah memastikan bahwa anak - anak nya sudah masuk ke dalam, Vira baru pergi dari tempat itu. Ketika melewati pedagang yang menjual bubur ayam, seketika Vira teringat dengan ibu mertua nya.
Bu Tuti, ibu nya Bayu sangat suka sekali sarapan dengan bubur ayam. Bira berniat untuk ma.pir di rumah mertua nya sambil membawa bubur ayam kesukaan nya.
"Udah cukup lama aku gak datang ke rumah ibu, sekarang aja aku mampir ke sana. Sekalian bawa sarapan untuk ibu dan Raya!" Guman Vira sambil menghentikan mobil nya tepat di depan penjual bubur ayam.
"Mang, bubur nya 2 ya, di bungkus!" Vira memesan 2 bungkus bubur ayam untuk ibu mertua nya dan juga ipar nya.
"Baik bu, tunggu sebentar ya!" Mamang penjual bubur ayam itu tersenyum ramah pada Vira.
Sementara menunggu Mamang nya membungkus pesanan Vira, Vira membeli beberpa kotak kue jajanan pasar untuk di bawa ke rumah ibu mertua nya. Kebetulan di dekat Mamang penjual bubur itu, ada orang yang menjual berbagai jenis kue tradisional dan jajanan pasar.
"Ini bu pesanan nya!" Mamang penjual bubur menyerah kan pesan Vira.
"Terima kasih Mang, kembalian nya buat Mamang saja!" Ujar Vira sambil tersenyum dan dia menyerah kan selembar uang pecahan seratus ribu pada Mamang penjual bubur itu.
"Makasih banyak bu, semoga rejeki nya lancar!" Mamang penjual bubur mendoakan Vira dengan tulus.
Vira kini melakukan mobil nya menuju ke rumah mertua nya, tidak lama kemudian Vira tiba di depan rumah mertua nya.
Tali ada hal aneh yang membuat Vira bingung, ada tenda seperti tenda pernikahan di depan rumah mertua nya.
"Ada acara apa di rumah ibu? Kenapa aku tidak tahu?" Vira tampak mengernyit kan kening nya.
Vira menepikan mobil nya di tanah lapang yang tidak jauh dari rumah bu Tuti, dia berjalan kaki menuju rumah mertua nya.
Ada janur kuning yang melengkung menandakan bahwa ada acara pernikahan di rumah mertua nya, tapi Vira tidak tahu acara pernikahan siapa.
"Apa mungkin pernikahan nya Raya? Kok ibu gak kasih tahu!" Vira heran sendiri.
Ketika memasuki halaman rumah ibu mertua nya, ada beberapa orang yang menyambut kedatangan nya, seperti nya mereka tidak mengenali Vira sebagai menantu nya bu Tuti.
"Maaf pak, ada acara apa ya?" Tanya Risa pada seorang laki - laki paruh baya yang seperti nya sedang menyambut tamu.
"Acara pernikahan anak nya bu Tuti bu!" Jawab laki - Laki itu singkat.
"Raya maksud nya?" Tanya Vira dengan penasaran.
"Bukan bu, putra nya bu Tuti yang menikah, Mas Bayu!" Ujar bapak itu menjelaskan lagi.
Seketika Vira langsung terkejut mendengar nya, Bayu sudah menikah dan memiliki anak, bagai mana dia bisa menikah lagi saat ini. Vira tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh bapak itu.
yg di maksut vira itu... bukan mngembalikan posisimu jdi ceo... tpi mngembaliknmu ke stelan awal... di mna saat km msih jdi karyawan biasa🤣🤣
ya bgitu saja vira biar km bisa terus di manfaat kan bayu.
tak Kira teges ternyata ah sudah lah.
lagian.... jdi org g brsyukur... dpt istri baik... cantik... kaya.... derajatmu di angkat.... eeee pke belagu nmbah istri...😅😅😅