Radit hanyalah pecundang yang hidup dalam bayang-bayang pengkhianatan, sampai sebuah Sistem Misterius memberikan kunci menuju takdir yang gelap. Mengambil identitas sebagai sang Topeng Putih, ia merayap dari titik terendah menuju puncak tertinggi dunia bawah. Kekuasaan dan darah menjadi makanannya sehari-hari, hingga kehadiran Rania menyuntikkan kembali setitik cahaya di hatinya.
Namun, dunia tak membiarkannya bahagia. Tragedi berdarah di kampus menghancurkan dunianya dan merenggut Rania. Saat air mata berubah menjadi api, Radit melepas kemanusiaannya untuk meratakan dunia dengan dendam. Kini, setelah badai pembalasan mereda, Radit melangkah pergi meninggalkan singgasana berdarahnya. Ia memulai pencarian terakhir: menemukan kembali kepingan cintanya yang hilang, meski ia harus melawan takdir itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aprilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Namun di balik itu , sebuah kekuatan sedang tumbuh, pelan, senyap dan tak terhentikan. Siang itu kampus lebih ramai dari biasa nya . Sebuah acara terbuka sedang berlangsung di halaman utama, pemeran organisasi, stan sponsor, dan beberapa mobil mewah lain terparkir rapih di sisi jalan. Mahasiswa berlalu lalang dengan antusias, sebagian sibuk ber foto, sebagian lain nya hanya ingin tahu.
Radit berjalan sendirian. Langkah nya tenang, wajah nya yang datar, ia baru keluar dari gedung fakultas setelah menyelesai kan kelas siang. Di tangan nya berisi map catatan kuliah. Tidak ada yang istimewa.
Sampai kemudian ia melihat nya. Di dekat air mancur dekat kampus, seorang perempuan berdiri sambil tertawa kecil. Rambut nya di ikat rapi. Pakaian nya lebih mahal dari rata rata mahasiswa. Disamping nya seorang pria tinggi mengenakan kemeja putih dan mengenakan jam tangan yang mencolok, tangan nya bertumpu santai di bahu perempuan itu.
Mantan pacar nya. Langkah Radit melambat sesaat . Satu tahun lebih hubungan itu terlintas singkat di pikiran nya, bukan sebagai luka, melain kan sebagai arsip lama. Malam malam ia kerja sambil belajar , janji- janji sederhana dan akhir nya... Kata cukup yang ia ucap kan tanpa ragu.
Di sebelah perempuan itu berdiri alasan dari perpisahan mereka. Golongan orang kaya, aura percaya, dunia yang ber beda, Radit berhenti berjalan , tidak untuk menghampiri, tidak juga untuk menghindar. Hanya.... Mengamati, mantan pacar nya melihat ke arah nya. Tanpa mereka bertemu, sesaat ekspresi terkejut melintas di wajah perempuan itu.
Senyum man nya memudar, di gantikan oleh keraguan, tangan nya yang sedang menggenggam kekasih nya, sedikit mengendur ketika melihat Radit. " Radit...? " panggil nya ragu.
Nama itu terdengar asing di telinga Radit. Seperti nama orang lain. Ia mendekat dengan langkah biasa, tidak cepat, dan juga tidak lambat.
"lama tidak bertemu. " kata nya singkat.
Kekasih perempuan itu menatap Radit dari atas kepala sampai ujung kaki, senyum tipis tersungging di wajah nya. " Teman lama ? "
"Mantan pacar ku. " jawab perempuan itu.
"Ah! " pria itu tersenyum lebar lalu melanjutkan pembicaraan nya. " Pantas !! "
Nada suara nya tidak menghina secara terang terangan tetapi cukup jelas untuk di dengar. Radit menangkap nya namun, ekspresi nya tidak berubah.
" Kamu masih di kampus ini? " tanya mantan pacar nya dengan suara canggung. " Aku kira... Kamu sudah pindah. "
" Belum ! " jawab Radit. "aku masih kuliah ! "
Pria itu tertawa kecil. " Hebat juga ya, kamu kuliah bisa sambil kerja ? "
"Dulu! " jawab Radit. "sekarang fokus belajar. "
Ada keheningan singkat. Perempuan itu mengamati Radit lebih seksama. Wajah nya sama, tetapi ada sesuatu yang berbeda. Tatapan nya lebih tenang, lebih dalam, tidak ada sisa sisa pria yang dulu memohon waktu dan pengertian.
"kamu kelihatan... Berubah ! " kata nya pelan.
Radit mengangguk ringan. " Sekua orang bisa berubah! "
Pria di samping nya menyela . " kami mau ke lounge Fakultas, da acara kecil. " ia menepuk kunci mobil sport di tangan nya. " kalau kamu mau ikut kami boleh. "
Undangan itu bukan tulus, itu pernyataan posisi. Radit menatap kunci itu sekilas, lalu kembali menatap wajah pria tersebut.
" tidak perlu! " kata nya tenang. "Aku punya urusan lain. "
Perempuan itu tampak ingin mengatakan sesuatu, tetapi kata kata nya tertahan. Mungkin ia mengharap kan Reaksi marah, cemburu, atau setidak nya penyesalan dari muka Radit. Namun yang is lihat hanya lah ketenangan dan sikap dingin nya.
"jaga diri. " kata Radit singkat, lalu berbalik.
Langkah nya menjauh tanpa ragu. Di belakang nya perempuan itu terdiam, menatap punggung Radit yang semakin jauh, ada sesuatu yang terasa... Hilang. Bukan cinta , tetapi rasa unggul yang dulu pernah ia miliki.
Pria di samping nya mengerut kan kening. " Kenapa kamu diam ? "
" Tidak apa- apa. " jawab nya cepat , namun mata nya masih tertuju ke arah Radit.
Radit berjalan melewati keramaian kampus, dada nya tidak sesak, dan tidak ada amarah, dan tidak ada juga rasa kalah. Yang ada hanya datu kesadaran sederhana, dunia mereka tidak lahi ada di atas ku.
Sistem muncul. Tidak ada notifikasi, tidak ada lonjakan poin kekuatan. Namun di dalam diri nya , sesuatu menguat. Bukan otot, bukan aura , melain kan kendali diri.
" Terimakasih. " gumam Radit di dalam hati, bukan kepada mantan nya melain kan kepada masa lalu.
" Karena tanpa mu, aku mungkin masih ingin di akui. "
Kini, ia tidak membutuhkan , pengakuan siapa pun. Ia melangkah pergi menyatu dengan kerumunan.
bersambung.....
alurnya lambat,terlalu Datar dan tidak jelas disetiap babnya.
tidak ada ruang disetiap bab yg membuat pembaca berimajinasi.
yg patut ditunggu apakah akhir dari skenario film ini happy end atau malah sad end.
Ku baca pelan" , Jdi radit emng g mudah.. 😥😭