NovelToon NovelToon
Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti
Popularitas:45.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bukan keinginannya masuk dalam pernikahan ini. Dia tahu jika suaminya tidak akan pernah menganggapnya sebagai istri, Marvin hanya akan memandangnya sebagai penyebab kematian dari calon istrinya yang sebenarnya.

Kecelakaan yang menimpa Kakak beradik ini, membuat dunia seorang Raina hancur. Kakaknya yang sebentar lagi akan menikah dengan kekasih hatinya, harus pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Raina yang sebagai orang yang selamat, pasti akan disalahkan di pojokkan. Meski dia juga tidak pernah mau hal ini terjadi.

Dalam keluarganya, hanya Amira yang peduli padanya dan menganggapnya keluarga. Tapi sosok seperti malaikat tak bersayap itu, malah harus pergi untuk selamanya. Meninggalkan Raina seorang diri untuk menghadapi kejamnya hidup.

Entah sampai kapan pernikahan ini akan bertahan, apa Raina akan sanggup terus bertahan disamping suaminya, atau pergi untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 ~ Kisah Yang Terulang

Hari-hari berlalu, Raina menjalani kehidupan baru disini dengan beban baru dalam dirinya. Meski bekerja, dia juga tetap harus mementingkan kesehatan bayi dalam kandungannya. Raina juga berkata jujur pada atasannya atas kondisinya yang sedang hamil. jika perusahaan ini tidak mengizinkannya terus lanjut bekerja karena kehamilan, maka Raina akan mencari pekerjaan lain. Tapi karena sebuah pengalaman kerja dirinya di Perusahaan Marvin yang cukup besar, maka Atasannya mengizinkan dia tetap bekerja meski dalam keadaan hamil. Selama tidak mengganggu pekerjaan dan Raina merasa baik-baik saja bekerja dalam keadaan hamil, maka dia tidak mempermasalahkan kehamilannya.

"Kang, berhenti dulu disana ya" tunjuk Raina pada sebuah gerobak di pinggir jalan. Dia mengelus perutnya yang sudah mulai terasa kencang, usia kandungannya sudah hampir 4 bulan. Getaran-getaran kecil mulai terasa di perutnya. "Saya mau beli nasi goreng disana, kayaknya enak banget. Setiap hari lewat selalu mencium aromanya yang enak"

Wahyu mengangguk, dia mendampingi Raina dan selalu pergi bersama dan pulang juga. Apalagi karena Raina yang sedang hamil dan Wahyu tidak menyarankan dirinya untuk mengemudi sendiri.

"Hamil kamu ini sepertinya sedikit berbeda ya Neng, kamu bahkan tidak mual dan muntah selama hamil"

"Iya Kang, saya juga bingung. Tapi bagus saja karena kalau saya sampai mual muntah, nanti tidak bisa kerja"

"Iya atuh Neng, lebih baik seperti ini saja. Lagian anak kamu sepertinya tahu kalau Ibunya berjuang sendiri tanpa Ayahnya"

Raina hanya tersenyum tipis, jika mengingat tentang hal itu maka dia hanya meratapi nasibnya. Namun tetap tidak akan menyerah begitu saja dengan keadaan. Mungkin dulu Bundanya juga seperti saat dia mengandung Raina. Dan sekarang Raina harus lebih kuat, karena hal ini seperti kejadian yang berulang.

"Wah Kang Wahyu bawa calon istrinya nih? Siapa namanya atuh Kang? Kenalin sama Mamang" ucap si penjual nasi goreng yang terlihat sudah lebih kenal dengan Wahyu.

Wahyu hanya tersenyum saja. "Doakan saja yang terbaik Mang"

"Kalau nikah jangan lupa undang Mamang ya. Calon istrinya cantik sekali, sepertinya bukan orang kota sini ya Kang?"

Wahyu mengangguk sambil tersenyum. "Memang pindahan dari Ibu Kota, Mang"

"Makan disini atau mau di bungkus, Kang?"

Wahyu berbalik pada Raina yang duduk menunggu di bangku kayu disana. "Neng mau dibungkus saja atau makan disini?"

"Dibungkus saja Kang"

Wahyu mengangguk dan segera memesan nasi goreng untuk mereka berdua. Setelah selesai, mereka langsung pulang. Wahyu selalu mengantar Raian ke rumahnya dan akan menjemputnya pagi hari saat pergi bekerja.

"Mau makan disini dulu, Kang?"

Tidak menjawab, tapi Wahyu turun dari mobilnya. Itu artinya dia akan mampir ke rumah Raina. Mereka makan di meja makan sederhana di dapur rumah Raina ini.

"Beneran enak ini nasi gorengnya, pantas saja wanginya selalu membuat perut lapar"

Wahyu tersenyum melihat Raina yang terlihat menikmati nasi goreng yang mereka beli. "Ternyata kamu bisa mengidam juga Neng. Selama saya menemani kamu dalam kehamilan ini, saya tidak pernah melihat kamu benar-benar ngidam seperti ini"

Raina terdiam, kunyahannya memelan saat mendengar ucapan Wahyu. Apa ini memang ngidam? Keinginan bayinya yang harus di turuti? Bahkan Raina sendiri tidak pernah berpikir jika dia akan merasakan hal seperti ini.

"Kalau memang ada yang kamu ingin makan atau apapun, bicara saja sama saya. Nanti akan saya usahakan, kata orang kalau sedang ngidam harus di turuti semua keinginannya" ucap Kang Wahyu.

Raina tersenyum tipis, senyuman yang sedikit miris. Menyimpan sebuah kesedihan yang terlihat jelas dari sorot matanya. Seharusnya seorang suami yang melakukan semua ini padanya, tapi Ayah dari bayinya bahkan tidak tahu akan kehadirannya.

"Terima kasih Kang, karena sudah banyak membantu selama saya berada disini"

Wahyu menghentikan makannya, meminum air putih dalam gelas. Lalu, menatap Raina dengan lekat. "Neng Sahila, sebenarnya saya tidak papa jika harus membantu banyak hal pada Neng Sahila. Atau saya juga bisa menjadi Ayah dari anak kamu"

Deg...

*

Malam ini lima pria ini berkumpul di rumah kita seperti biasa. Hanya untuk menghilangkan penat dari pekerjaan atau beberapa masalah pribadi.

"Wajahmu benar-benar pucat Vin? Berapa hari kau di infus? Haha... Seorang Marvin bisa tumbang juga" ucap Davin dengan nada mengejek dan tawa menyebalkannya.

"Diamlah, aku saja bahkan bingung kenapa bisa seperti ini. Dokter juga tetap mengatakan jika aku hanya kecapean saja"

"Vin, sepertinya kamu terkena karma dari Raina. Soalnya kamu sudah banyak menyakitinya, jadi sekarang saat pisah dengannya kamu langsung sakit-sakitan" ucap Byan dengan santai, pria yang santai dan masih sendiri sampai saat ini.

"Bisa juga, kau 'kan begitu kejam pada mantan istrimu itu, Vin" timpal Bayu.

"Diamlah kalian, kenapa selalu mengaitkan semuanya dengan Raina? Aku dan dia sudah berpisah, jadi tidak perlu kalian bahas lagi tentang aku dan dia"

Mungkin sudah saatnya menghentikan dan menyudahi tentang kisah yang pernah terjalin dalam waktu terlalu singkat. Pernikahan yang terlalu banyak menyimpan luka. Marvin ingin melanjutkan hidup dan dia akan berusaha untuk tidak mengingat Raina lagi, karena terus mengikatnya pun hanya akan semakin menyakitinya.

"Biarkan saja Raina bebas, dia tidak cocok denganku, apalagi jika harus terus terjerat pernikahan denganku"

Andreas menatap Marvin dengan lekat dan penuh arti. "Dan setelah ini apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"

"Bekerja, apalagi yang akan aku lakukan?"

"Kau tidak akan mencoba mencari penggantinya, Vin? Mungkin Raina gagal menjadi pengganti Amira, tapi kau bisa mencari perempuan lain yang benar-benar bisa menggantikan Amira. Kau tidak akan hidup sendirian selamanya 'kan?" ucap Bara.

Marvin terdiam, memikirkan tentang pernikahan yang gagal karena Amira meninggal, lalu dia juga tidak menerima Raina sebagai pengganti Amira.

"Mungkin tidak dulu untuk saat ini"

"Menurutku daripada mencari yang lain dan belum tentu bisa lebih baik, aku lebih setuju kalau kau kembali dengan Raina" ucap Bayu, dan semua orang mengangguk menyetujui.

"Raina adalah gadis yang baik, bahkan dia adik kesayangan Amira. Rasanya tidak mungkin jika dia akan menyakitimu, Vin. Yang ada hanya kau yang menyakitinya" ucap Byan.

Marvin hanya diam, sama sekali tidak menjawab apapun. Pikirannya tiba-tiba kembali dipenuhi oleh Raina. Sebenarnya akhir-akhir ini meski dia mencoba untuk melupakannya, tapi bayangan Raina tetap selalu terlintas dalam ingatan. Terkadang Marvin hanya diam merenung di dalam kamar yang dulu ditempati oleh Raina. Dia juga tidak mengerti kenapa dia melakukan itu, tapi Raina benar-benar membuatnya seperti ini.

"Kau tanyakan lagi pada hati dan dirimu, Vin. Apa benar kau tidak pernah sedikit saja jatuh cinta pada Raina?" ucap Bayu.

Jatuh cinta?

Bersambung

1
Djuniati 123
smoga lekas sembuh sehat dan bs berkarya lagi Kak💪
Pujiastuti
syafakillah kak author
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
yaAllahh,,,,lekas sehat yah thor,,,ku pikir lg sibuk,,,ternyta lg sakit,,
Rohmi Yatun
semoga cepet sembuh ya Thor..
Mita Paramita
semoga cepat sembuh Thor 😘 semangat 🔥🔥🔥
ria rosiana dewi tyastuti
lekas sembuh author biar bs update lg
Kar Genjreng
astoge 😁lekas sembuh kasian tak tunggu pokonya sembuh dulu sehat dulu baru nulis lagi,,,👍👍❤️
leahlaurance
semoga cepat sembuh🙏
Erni Noviyanti
cepet sehat y kk
astr.id_est 🌻
gws yaa mbak author
Oma Gavin
semangat kak semoga cepat sembuh dan sehat kembali
Reni Anjarwani
semoga cpt sembuh thor
Ani Basiati
semoga lekas sembuh thor
Dew666
Cepat sembuh ya thor..
dika edsel
kita2 reader setia thor... kesehatan nomer satu, semoga lekas sembuh ya../Heart/
Kostum Unik
Oalaaah.. Cepat sehat kak biar bisa berkarya lagi 💪
Nurminah
syafakillah Thor
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Dew666
💜💜💜💜
astr.id_est 🌻
nah benar banget eyang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!