NovelToon NovelToon
Legend Of Lyan

Legend Of Lyan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Misteri / Petualangan / Barat / Tamat
Popularitas:20.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: rubahkecil

Lyan adalah seorang anak lemah yang tinggal bersama seorang kakek tukang kayu. Kehidupan sehari-harinya selalu ditindas oleh teman-temannya karena Lyan dianggap sampah yang tidak memiliki kekuatan sama sekali. Namun itu tidak membuat Lyan putus asa, dia selalu berusaha berlatih keras agar dia menjadi kuat. Sampai pada akhirnya Lyan bertemu dengan arwah seekor rubah pertapa ribuan tahun dan mengangkatnya menjadi murid. Kisah petualangan Lyan pun akhirnya dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rubahkecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harimau Tempur

Didepan reruntuhan Kota Awan, terlihat ramai sekali para ahli bela diri yang datang dari berbagai penjuru untuk mendapatkan harta karun yang berada didalamnya... Diantara mereka terdapat Lyan bersama yang lainnya juga telah bersiap-siap untuk memasuki reruntuhan tersebut. Terdapat 4 pengawal yang menjaga reruntuhan yang masih disegel dan terlihat seseorang berjalan mendekati reruntuhan yang kemudian berdiri menghadap para ahli bela diri yang sudah daritadi menunggu segel reruntuhan tersebut dibuka.

Dia adalah Roby, dia merupakan walikota dari Kota Awan... Usianya 49 tahun, rambutnya jabrik berwarna putih, tingginya sekitar 175cm... Sudah selama 10 tahun dia memimpin Kota Awan, itu semua berkat kebijakannya dalam memimpin dan selama masa kepemimpinannya dia telah mengubah kota ini menjadi salah satu kota yang makmur... Selain itu dia juga sangat kuat, kekuatannya berada ditingkat Energi Kaisar tahap 8 yang membuatnya dinobatkan sebagai salah satu walikota terkuat di Benua Gelap.

"Terima kasih untuk kalian yang telah hadir ditempat ini... Sebuah kehormatan untukku karena para ahli bela diri dari seluruh penjuru berbondong-bondong datang kesini untuk menemukan harta karun yang terpendam didalamnya." Ucapnya.

"Jika kalian berhasil menemukan harta karun berupa kitab atau benda pusaka didalam reruntuhan ini, kalian boleh membawanya pulang, dan jika ada harta karun yang tidak kalian inginkan, kalian boleh menjualnya kepada kami dan kami akan membayarnya dengan harga yang pantas." Lanjutnya.

Kemudian dia meminta para pengawal untuk mundur lalu mengarahkan tangannya kearah reruntuhan sambil membacakan sebuah mantra... Tak lama kemudian segel dari reruntuhan tersebut terlihat perlahan mulai menghilang.

"Segel telah kulepas sekarang, dan kalian para ahli bela diri yang telah berkumpul disini,, ini adalah waktunya untuk kalian berburu harta karun yang berada didalam reruntuhan ini...!!!" Tegas Roby.

Para ahli bela diri akhirnya memasuki reruntuhan tersebut. Mereka masing-masing berkelompok dan berpencar keberbagai tempat... Disaat Lyan dan yang lainnya berjalan, tiba-tiba mereka melihat seekor Hewan Buas Iblis kecil berada dihadapan mereka... Mukanya berbentuk harimau, besarnya kira-kira seperti kucing, warna kulitnya hitam berbelang putih layaknya zebra serta memiliki kedua bola mata yang berbeda, bola mata disebelah kanan berwarna merah dan bola mata disebelah kiri berwarna biru.

"Wahhh... Lucunyaa...!!! Hewan Buas Iblis apa ini?" Tanya Mei sambil menghampiri Hewan Buas Iblis tersebut.

"Yaa... Itu adalah anak Harimau Tempur... Dari tingkat kekuatannya yang aku rasakan, dia berada ditingkat Hitam tahap 1,, padahal Anak Harimau Tempur pada umumnya berada ditingkat Hitam tahap 3 dan mereka selalu berada didekat induknya, tetapi melihat anak Harimau Tempur yang satu ini sepertinya dia ditinggal oleh induknya. Apa mungkin karena dia dianggap lemah jadi dia dibuang oleh induknya?" Ucap Kim.

"Apa mungkin karena induk mereka mengalami masa hibernasi seperti Hewan Buas Lainnya?" Ucap Gremio.

"Kurasa tidak... Dari informasi yang kudengar tentang reruntuhan ini, Hewan Buas Iblis yang mengalami masa hibernasi berada ditingkat Iblis keatas, sedangkan Harimau Tempur dewasa biasanya berada ditingkat Cahaya tahap 2." Ucap Kim.

"Jika benar begitu, kejam sekali induknya... Hanya karena dia terlahir lemah, dia ditinggalkan begitu saja... Ternyata bukan hanya manusia saja yang akan dianggap sampah jika terlahir lemah, Hewan Buas Iblis juga ternyata melakukan hal yang sama seperti manusia." Ucap Lyan.

Kemudian Lyan berjalan mendekati Harimau Tempur tersebut lalu jongkok dihadapannya.

"Hei harimau kecil, tingkatanmu rendah sekali. Kau membuatku teringat akan diriku yang dulu... Apa kau ingin ikut bersamaku?? Aku akan melindungimu dan membuatmu menjadi Hewan Buas Iblis yang kuat dimasa depan nanti." Ucap Lyan sambil mengelus kepala Harimau Tempur.

Harimau Tempur lalu menjilati tangan Lyan layaknya seekor kucing.

"Sepertinya kau mengerti ucapanku dan setuju untuk mengikutiku... Baiklah kalau begitu, sebelum kau ikut bersamaku, aku akan memberikanmu sebuah nama." Ucap Lyan.

Lyan kemudian mulai berpikir untuk memberikan sebuah nama kepada Harimau Tempur, dan dalam waktu yang singkat, dia pun telah menemukan sebuah nama yang cocok untuk Harimau Tempur.

"Harpur...!!! Itu adalah singkatan dari nama Harimau Tempur, bagaimana? Apa kau menyukainya??" Tanya Lyan.

"Grraauhhh...!!!"

"Apa? Kau tidak menyukainya?? Baiklah kalau begitu bagaimana dengan Zebra Boy?? Kulitmu belang seperti zebra, itu nama yang sangat cocok untukmu." Ucap Lyan sambil mengangkat jempolnya.

"Grraauhhhhh....!!!!!!!"

"Apaa??! Kau masih tidak suka dengan nama sebagus itu?? Dasar kau ini...!!! Baiklah, bagaimana kalau kau kuberi nama Dugong? Mukamu itu lucu seperti dugong, kau pasti akan sangat menyukainya...!!!" Ucap Lyan.

"Grrrr.... Graaauuhhh...!!!!!"

*Harimau Tempur kemudian menggigit tangan Lyan.

"Auuughh... Itu sakit...!!! Apa maumu sebenarnya?? Kau seharusnya bersyukur karena aku telah memberikanmu nama yang sangat bagus seperti itu...!!!" Teriak Lyan.

"Bagaimana kalau Youl?" Kata Mei.

"Muaaughh."

*Harimau Tempur menjilati tangan Lyan.

"Zebra Boy?" Ucap Lyan.

"Graaauhhh"

"Youl?" Ucap Lyan.

"Muaughhh."

*Harimau Tempur menjilati tangan Lyan.

"Dugong??" Ucap Lyan.

"Grrrr.... Grauhhhhh"

*Harimau Tempur kembali mengigit tangan Lyan.

"Kenapa setiap aku memanggilmu dugong kau selalu menggigit tanganku...!!! Padahal itu nama yang sangat berkelas...!!! Jangan bilang kalau kau lebih menyukai nama tak berfaedah yang diberikan gadis ini daripada nama berkelas seperti yang aku berikan kepadamu tadi...!!!" Teriak Lyan.

"Sudahlah... Dia menyukai nama yang telah kuberikan kepadanya, apa susahnya kau memberikan nama itu... Dan darimana nama-nama yang kau berikan itu berkelas? ini membuatku merasa mual." Kata Mei.

"Tentu saja berkelas...!!! Setiap nama yang kuberikan mengandung arti dan makna yang cocok untuknya, sedangkan Youl? Apa-apaan itu, pasti itu sebuah nama tak berfaedah yang tidak memiliki arti sama sekali...!!!" Ucap Lyan.

"Terserah kau saja mau bilang apa... Kau terlalu banyak membuang-buang waktu, ayo kita pergi Youl." Ucap Mei yang kemudian menggendong Youl sambil pergi berjalan meninggalkan Lyan.

"Heii... Heiii...!!! Tunggu...!!! Harimau Tempur itu milikku...!!!" Teriak Lyan sambil berlari kearah Mei.

Satu jam telah berlalu sejak pertemuan Lyan dengan Youl... Disaat mereka semua sedang asik berbincang-bincang, Youl yang berjalan didepan mereka tiba-tiba ditendang oleh seseorang sampai terpental jauh. Dia adalah Darwin, setelah menendang Youl sampai terpental jauh, dia dan para bawahannya tertawa seakan-akan sangat terhibur.

"Youl....!!!!" Teriak Lyan dan Mei.

Mereka berdua kemudian berlari kearah Youl yang masih terkapar.

"Kau baik-baik saja Youl?" Tanya Mei sambil mengelus kepala Youl.

"Dasar keparat...!!! Apa maumu sebenarnya...!!!" Teriak Lyan.

"Hei... Hewan busuk itu yang menghalangi jalanku... Jadi apa salahnya kalau aku hanya menyingkirkannya dari hadapanku?" Ucap Darwin.

"Kau mau mencari masalah lagi dengan kami? Sepertinya kita harus menyelesaikan masalah kita disini sekarang...!!!" Ucap Lyan.

"Wah... Wah... Anak ingusan ini semakin kurang ajar saja terhadapku, baiklah... Ayo sekarang kita lanjutkan pelajaran yang kau bilang akan berikan padaku kemarin... Hahaha." Ucap Darwin sambil tertawa.

"Lotus Kristal Pembeku." Teriak Lyan.

Darwin dan para bawahannya kemudian membeku akibat jurus yang dikerahkan oleh Lyan, tetapi itu tak bertahan lama,, Lotus Kristal Pembeku secara tiba-tiba hancur, padahal tak terlihat sama sekali jika mereka telah mengerahkan sebuah jurus.

"Hanya sekecil ini kekuatanmu? Dan kau dengan sombongnya ingin melawanku??" Ucap Darwin.

Darwin lalu menghilang dari pandangan dan secara tiba-tiba berada dihadapan Lyan.

"Aaa.. Apaa...!!!" Ucap Lyan dengan wajah terkejut setelah melihat Darwin tiba-tiba berada dihadapannya.

Lyan lalu melancarkan sebuah pukulan kearah Darwin, tapi sayang pukulan itu dapat ditahan oleh Darwin dengan mudah.

"Kau hanyalah anak ingusan dari desa terpencil... Jangan kau pikir jika kau sudah berada ditingkat Energi Bumi tahap 2, kau akan sanggup mengalahkanku." Ucap Darwin yang kemudian melayangkan sebuah pukulan kearah tubuh Lyan.

Setelah menerima telak pukulan dari Darwin, Lyan memuntahkan darah segar dari mulutnya kemudian jatuh tersungkur... Disaat itu juga Darwin lalu menjadikan kepala Lyan sebagai pijakan kakinya sambil tertawa.

Melihat Lyan diperlakukan seperti itu, Kim dan Gremio secara bersamaan berlari kearah Darwin lalu melancarkan serangan, tetapi serangan mereka dengan mudah ditahan oleh Darwin,, tangan mereka berdua diputar oleh Darwin hingga mereka berdua berteriak kesakitan, dan Darwin kemudian melancarkan serangan tapak ketubuh mereka berdua hingga terpukul mundur.

Tak lama berselang, secara mengejutkan terjadi ledakan energi pada tubuh Lyan yang membuat Darwin termundur beberapa langkah dan membuat orang-orang yang berada disana terkejut menyaksikannya... Lyan lalu bangkit berdiri dengan tubuh yang dikelilingi oleh aura yang meluap-luap.

"Tidak masalah bukan jika aku membantumu sekarang Lyan?" Ucap Laxus.

"Ya sesepuh... Terima kasih, sepertinya aku benar-benar membutuhkan bantuanmu sekarang untuk menghajar pangeran kodok ini." Ucap Lyan.

"Hei bocah ingusan...!!! Mengapa kau mendadak menjadi semakin kuat...!!!" Teriak Darwin.

"Mengapa? Apa kau jadi takut pangeran kodok??" Tanya Lyan.

"Apaa?? Pangeran kodok katamu...!!! Kau benar-benar cari mati anak ingusan...!!!" Teriak Darwin.

"Diamlah... Mari kita lanjutkan pelajarannya sekarang... Pertarungan yang sebenarnya baru akan dimulai." Ucap Lyan sambil tersenyum.

1
Bamz
qo ursula, raysmith, angel, mei, ga dibikin mati aj dah kyk layan 🤣🤣🤣
Bamz
disetiap pertempuran biasanya ada suara ledakan,, desiran angin, atau apalah jdi lebih brasa ke pembaca,, seperti suara Duarrr,,.. swushhh.. dll lah🤣🤣🤣
Tonny Gosal
Bagus
Bamz
Beni disisi kiri, lyan disisi kiri juga... hmmm
atek tjoen
pingsan mulu
Agen One: Mampir yok, judulnya Iblis penyerap darah, Mc psikopat+gila
total 1 replies
atek tjoen
hebat
atek tjoen
lanjut
atek tjoen
tidaaakkkkk
atek tjoen
ok
atek tjoen
hebattt
atek tjoen
lanjut
Topan Tea
sampah tetep sampah dan semakin busuk
Topan Tea
bodoh sampah calon bini mati kekuatan nya masih ampas /Puke//Puke//Puke//Puke//Puke//Puke/
Topan Tea
kuat kaya tahu /Puke//Puke//Puke//Puke//Puke/
Topan Tea
mc hebat dalam tarung bacot doang kemampuan ampas hadeh /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Andut Oxtavus
kelanjutan cerita nya di mana thour,,kok di cari di apk ini ngk ada,,
Candra Adir
Kecewa
Candra Adir
Buruk
M. Syafri
Luar biasa
Revo Triono Adi Saputro
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!