NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Dosen Killer

Istri Rahasia Dosen Killer

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikahmuda / Aliansi Pernikahan / Pernikahan Kilat / Beda Usia / Tamat
Popularitas:28.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Desy Puspita

Niat hati mengejar nilai A, Nadine Halwatunissa nekat mendatangi kediaman dosennya. Sama sekali tidak dia duga jika malam itu akan menjadi awal dari segala malapetaka dalam hidupnya.

Cita-cita yang telah dia tata dan janjikan pada orang tuanya terancam patah. Alih-alih mendapatkan nilai A, Nadin harus menjadi menjadi istri rahasia dosen killer yang telah merenggut kesuciannya secara paksa, Zain Abraham.

......

"Hamil atau tidak hamil, kamu tetap tanggung jawabku, Nadin." - Zain Abraham

----

Plagiat dan pencotek jauh-jauh!! Ingat Azab, terutama penulis gamau mikir dan kreator YouTube yang gamodal (Maling naskah, dikasih suara lalu up seolah ini karyanya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 - Berapa Banyak?

Kembali ke rumah utama tak membuat hal baik yang kemarin-kemarin selalu Nadin paksakan terhenti. Walau jaraknya cukup jauh, ternyata masih Zain jalani hingga perubahan itu membuat seisi rumah berdecak kagum.

Seumur hidup, mungkin baru kali ini mereka menyaksikan Zain pulang dengan sarung dan baju koko selepas Isya. Sejak magrib sebenarnya dia pergi, Nadin juga tak menduga ternyata Zain bertahan hingga selesai Isya.

Begitu pulang, dia disambut hangat oleh mommy Amara yang masih begitu terpukau dengan perubahan putranya. "Apa mommy sedang bermimpi? Kamu? Zain!! Kamu sehat, 'kan, Sayang?"

"Mommy ada-ada saja, ya sehatlah."

Saking tidak percayanya Amara, dia sampai memastikan suhu tubuh Zain. Khawatir jika tengah panas atau semacamnya, karena memang seperti bukan dia. Lama tidak pulang, sekalinya pulang bawa istri dan juga perubahan yang membuat hati Amara menghangat seketika.

Sudah pasti alasannya adalah Nadin, sang menantu yang belum Amara ketahui jelas bagaimana cara putranya mendapatkan gadis itu. Gadis penurut yang terlihat tidak banyak mau, sejak awal bertemu, Amara memang sudah begitu menerimanya.

Tidak hanya terlihat lembut, tapi sebagai seorang wanita yang melahirkan Zain, dia seolah bisa menyimpulkan bahwa Nadin memang seseorang yang dibutuhkan putranya.

Saat ini saja, Nadin bahkan mengulas senyum tulus usai mengecup punggung tangan Zain. Sungguh pemandangan yang manis, Amara bahkan gemas sendiri melihat interaksi keduanya.

Memang dia akui belum terlalu lama mengenal Nadin. Mereka baru bersama beberapa jam lalu, dan selama itu Amara bertanya banyak hal tentang diri Nadin, tak dapat dipungkiri hati Amara tersayat dibuatnya karena itu.

Amara tidak begitu mendesak Nadin untuk jujur, karena dia tahu jika memang nyaman maka pasti mereka bercerita. Lagi pula, sekilas dilihat saja bisa disimpulkan bahwa Nadin sangatlah patuh, besar kemungkinan sekalipun ingin tahu maka yang harus dipaksa menjelaskan adalah Zain sendiri.

"Sayang lihat, mereka manis sekali bukan?"

"Cepat makan, siapa lagi yang harus ditunggu?"

Berbeda dengan sang Mommy, Daddy-nya justru terlihat tak bersahabat. Sejak awal Zain pulang, wajahnya sama, tetap kusut dan tidak mengucapkan apa-apa. Bahkan parahnya, malam ini Syakil tak lagi menatap wajah Zain.

Sedikit banyak Zain paham, jika Daddy-nya sudah diam maka bisa dipastikan marahnya sudah di luar batas. Ingin sekali dia tanyakan, tapi khawatir nanti justru jadi masalah hingga Zain memilih diam.

Berusaha bersikap tenang, demi menghargai sang istri yang kini tengah melayaninya. Agaknya, setelah menikah dia tidak perlu ambil nasi sendiri jika makan bersama sang istri karena memang selalu disiapkan, hanya tidak sampai disuapi saja, atau mungkin belum tepatnya.

"Zain itu agak picky, Nad ... dulu mommy susah gedeinnya karena susah ketemu apa yang dia suka. Sampai dewasa juga gitu, dari sekian banyak makanan di dunia ini hanya sedikit yang dia suka."

"Mom ...."

Zain malu, mommy-nya bilang dia picky eater, tapi nyatanya sewaktu bersama Nadin apapun yang Nadin siapkan dia suka. Sebenarnya dia bingung juga, kenapa semua bisa masuk, padahal selama ini pantang bagi Zain makan ikan teri, apalagi sambal terasi.

Dan, kemarin apapun yang Nadin beli dia suka semua. Hal itu jelas berbalik dengan ucapan sang mommy tentang dirinya yang pilih-pilih makanan.

"Ooh, gitu ya, Mom?" Sementara di sisi lain, Nadin justru tertarik dengan hal itu.

Amara mengangguk, tidak akan habis cerita jika tentang putranya. "Iya, beda dengan Zeshan ... kalau putra Mommy yang satu itu apa saja masuk, dulu berat badannya bahkan dua kali lipat dari Zain karena memang apa-apa mau."

Seulas senyum terbit di wajah Nadin, tanpa perlu diceritakan dia bisa menyimpulkan sejak awal Mommy Amara memperlihatkan foto masa kecil sang suami dengan saudaranya.

Sementara Zain kini memilih diam dan fokus dengan makannya. Bukan karena tak suka dibicarakan, tapi sesekali dia mengangkat wajah tatapan tajam Daddy-nya seolah tengah mengulitinya, entah apa yang salah.

"Tapi itu dulu, kalau sekarang beda ... kamu lihat sendiri, 'kan fotonya di ruang tengah?"

"Iya, Mom, aku lihat."

"Tampan, 'kan? Tapi jarang pulang ... kerjanya di rumah sakit melulu, Mommy cuma bentar ketemunya," ungkap Amara tampak sesedih itu. "Nanti, kamu punya anaknya jangan cuma dua ... minimal lima lah," papar Amara yang membuat Zain terbatuk di sana.

Hanya sesaat perhatian mereka tertuju pada Zain, tapi setelah itu Amara kembali lagi pada topik pembicaraan mereka. "Mommy serius, Nad, kalau cuma dua pas tua kesepian, apalagi anaknya laki-laki semua."

"Insya Allah, Mommy." Nadin menggangguk, sejak tadi hendak menyuap nasi selalu dia urungkan lantaran sang mertua masih terus mengajak bicara.

Maklum, Amara tidak punya anak perempuan. 34 tahun pernikahan, dia hanya dikaruniai dua putra, yaitu Zain dan juga Zeshan. Ingin punya anak banyak, tapi memang Tuhan tidak lagi memberikan kesempatan. Kebetulan, sang suami juga memang tidak terlalu menginginkan karena Syakil tidak memegang prinsip banyak anak banyak rezeki.

Jadi, wajar saja ketika Zain mendatangkan Nadin dia tampak bahagia sekali. Seolah kurang waktu untuk berbagi cerita, di meja makan juga masih bersuara hingga sang suami memintanya diam sebentar saja.

"Makan dulu, ceritanya lanjut nanti ... lihat, dari tadi menantumu bahkan belum makan satu suap pun, Amara."

Mendengar ucapan sang suami, barulah Amara sadar. "Ya ampun, mommy terlalu bersemangat, ayo makan, Sayang."

.

.

Sikap Syakil pada Zain terus bertahan, hingga selesai makan malam dia berdiri dan menatap Zain lagi. Masih dengan tatapan penuh amarah, Nadin sampai turut ciut dibuatnya.

"Ikut Daddy, kita perlu bicara."

Suaranya terdengar berbeda, Zain menatap mommy-nya sebagai bentuk permohonan minta dilindungi. Namun, saat ini agaknya Mommy Amara tidak punya cara lain, dia menepuk pundak Zain dan memerintahkan untuk mengikuti perintah Syakil segera.

Tak bisa lagi menghindar, Zain menarik napas dalam-dalam dan menatap Nadin yang juga tampak cemas malam ini. "Sayang duluan ke kamar ya, kerjakan apa yang harus dikerjakan," pamit Zain mengusap puncak kepala sang istri begitu pelan, berusaha menenangkan, tapi dia juga panas dingin sejujurnya.

Dia berlalu dengan langkah panjang menuju ruang kerja Daddy-nya. Sesekali menoleh dan Nadin tampak terus memandangnya. Seumur hidup, baru sekarang Zain takut ketika menemui Daddy-nya.

"Dad ...." Begitu masuk, Zain disambut oleh Syakil yang membelakanginya.

"Kunci pintunya."

Sesuai perintah, Zain mengunci pintu sebelum kemudian menghampiri Daddy-nya. "Sud_"

Bugh

Belum selesai Zain bicara, Syakil berbalik dan mendaratkan bogem mentah tepat di wajahnya hingga Zain yang sama sekali tidak memiliki kesiapan terhuyung segera.

"Badjingan!!"

Belum sempat bangkit, Syakil meraih kerah baju Zain sebegitu kasarnya. "Katakan pada Daddy, berapa banyak gadis yang sudah menjadi korban kebejjatanmu, Zain?"

.

.

- To Be Continued -

1
Nizar Ayesha
ya Allah, ngekek terus dari tadi 🤣🤣
Marlina Prasasty
A++
Marlina Prasasty
aduh mau menghindar mala tdk bisa🤦
Maya Ratnasari
hepi aku Baca novel ini, semua straight to the point, mengedepankan kejujuran dengan lugas, meski kadang memalukan, hehehee. masalah juga segera diurai satu persatu. keren lah Thor, bisa memberikan insight buat kita pembacanya.
Maya Ratnasari
qiqiqii, pilih Salah satu aja kak: have a nice day, atau have a good day. kalo have a nice good day jadi salfok menikmati kopi good day
Nurul Aisyah
nah loh ditagih kan wkwkwk 🤣
Zaara
aska bikin bengek mulu🤣🤣🤣
Zaara
serius q bacanya ngakak ga jdi sedih 🤣🤣🤣
Nurul Aisyah
cie cie wkwkwk
Bucinnya Baekhyun🐶
bener bener sih zain 🤣🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙡𝙖𝙝 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙠𝙖𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙡𝙞𝙢 𝙩𝙥 𝙣𝙜𝙪𝙢𝙥𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙚 𝙠𝙖𝙩𝙖 𝙝𝙚𝙬𝙖𝙣 𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙚𝙝 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙡𝙖𝙝𝙞𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙡𝙖𝙜...
mira maryati
kerennnn musibah membawa berkah 🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙥𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙜𝙖 𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙜 𝙣𝙜𝙖𝙠𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙚𝙢𝙚𝙣 𝙙𝙚𝙠𝙚𝙩 𝙩𝙥 𝙨𝙚𝙜𝙖𝙡𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣 𝙩𝙖𝙪 𝙖𝙡𝙞𝙖𝙨 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙤𝙫𝙚𝙧 𝙠𝙚𝙥𝙤𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙧𝙞𝙗𝙖𝙙𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙚𝙣𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙮𝙜 𝙨𝙚𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙞𝙝𝙖𝙣 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙧𝙩𝙞 𝙜𝙖 𝙪𝙨𝙖𝙝 𝙩𝙧𝙨2𝙖𝙣 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙣𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙜𝙖 𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙗.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙮𝙪𝙠𝙪𝙧𝙡𝙖𝙝 𝙜𝙖 𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙡𝙜 𝙝𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙗𝙡𝙤𝙠𝙞𝙧 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙩𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙣𝙩𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙜𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙩𝙞𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙝 𝙣𝙜𝙖𝙥𝙖𝙞𝙣𝙨𝙝 𝙙𝙞𝙨𝙞𝙢𝙥𝙖𝙣 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙣𝙤 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙚𝙙𝙨𝙤𝙨𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙖𝙢𝙖2 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝, 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙨𝙪𝙣𝙝 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙗𝙞𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙣2 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙢𝙖𝙚𝙣 𝙟𝙖𝙢𝙗𝙖𝙠 𝙩𝙧𝙨 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞𝙗𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙪𝙨 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙖𝙙𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙪𝙨 𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙗𝙚𝙙𝙖 𝙟𝙜𝙣 𝙖𝙥𝙖2 𝙙𝙞 𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙡𝙚 𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙖𝙙𝙖 𝙮𝙜 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙪𝙨/𝙣𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙗𝙞𝙟𝙖𝙠 𝙣𝙮𝙞𝙠𝙖𝙥𝙞 𝙥𝙙 𝙩𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙤𝙬𝙝 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙣𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙥𝙬𝙣𝙜𝙖𝙠𝙪𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙝 𝙣𝙖𝙙.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙚𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙚𝙣𝙙𝙖𝙝𝙞 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙙𝙜𝙣 𝙣𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙧𝙚𝙣𝙙𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙩𝙚𝙧𝙩𝙖𝙬𝙖 𝙙𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙡𝙚𝙡𝙪𝙘𝙤𝙣 𝙖𝙥𝙖, 𝙖𝙥𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖 𝙟𝙚𝙡𝙖𝙨 𝙖𝙪𝙩𝙤 𝙣𝙜𝙖𝙢𝙪𝙠 𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙥𝙖𝙠 𝙖𝙥𝙖... 𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙧𝙖 𝙢𝙪𝙡𝙪𝙩𝙢𝙪 𝙣 𝙠𝙚𝙥𝙞𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖𝙣𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙠𝙚𝙙𝙪𝙙𝙪𝙠𝙖𝙣𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙙𝙤𝙨𝙚𝙣 𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙖𝙠𝙝𝙡𝙖𝙠𝙢𝙪.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙡𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙟𝙞𝙝𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙚𝙝 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙥𝙪𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙙𝙚𝙠𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙩𝙥 𝙪𝙩𝙠 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙧𝙞𝙗𝙖𝙙𝙞 𝙜𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙭 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙥𝙧𝙞𝙫𝙖𝙨𝙞.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙗𝙤𝙘𝙖𝙝 𝙮𝙜 𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙙𝙞 𝙗𝙚𝙡𝙞𝙞𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙢𝙬𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙘𝙤𝙠𝙡𝙖𝙩 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙚𝙣𝙜𝙚𝙠𝙣𝙮𝙖.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙨𝙚𝙧𝙚𝙢 𝙖𝙢𝙚𝙩 𝙝𝙪𝙠𝙪𝙢𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!