NovelToon NovelToon
The Horn Land

The Horn Land

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan
Popularitas:324
Nilai: 5
Nama Author: Sutrisno Ungko

fiksi sejarah Kisah Para Pemimpin sebuah Pulau bernama The Horn Land. cerita dalam rentang waktu 110 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutrisno Ungko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertempuran Kastil Kaitaia

Sudah senja ketika memulai perjalanan, angin barat mendesah didahan-dahan, dedauanan berbisik. tak lama kemudian perlahan tapi pasti, jalan mulai diselimuti keremangan senja.

Rombongan kesatria itu bergerak menuju Kastil. Lauren dan Uon Morthon berada paling depan. Jarak mereka lebih dari 500 meter dari rombongan dibelakang mereka.

“Apakah anda yakin Lord Owen adalah pemimpin yang tepat bagi perjuangan ini?” tanya Uon, sambil menuntun kudanya.

Lauren menatap pemuda begundal itu. Dan menjawab.

“Keyakinanku dimulai saat memutuskan untuk menjemputnya di Lemuria. Ia punya darah kepala suku dimasa lalu, lewat dialah mimpi kita membebaskan tanah ini akan tercapai.”

Uon tersenyum dan berkata ; “Langka awal saja sudah meragukan. Kita seperti dituntun ke kandang macan. Menuju Kastel tanpa pasukan…“

“Aku dan Jhuma sudah mempersiapkan semuanya. Kamu pusatkan saja perhatianmu pada keselamatan Lord Owen.” kata Lauren sambil mempercepat lari kudanya kedepan. Ia tak suka cara berfikir anak muda ini..

Derap langkah kuda semakin dekat tujuan.

Rombongan itu sampai di gerbang Kastel. Disana mereka sudah dijemput Perwira Baleth dan lebih dari 60 prajuritnya yang bersenjata lengkap.

“Ho..ho..ini rupanya delegasi pembebasan itu.” kata Baleth sambil tersenyum. namun ia memberikan penghormatan di hadapan Lauren. dan rombongan dibelakangnya. beberapa saat kemudian rombongan Owen sudah berada di depan Kastil.

“Salam Ser Baleth, kami berniat menemui Earl.” kata Lauren. menunjukkan rasa hormat.

“Kalian sudah di tunggu.” jawabnya. Sambil membukakan pintu gerbang utama. Para prajuritnya menepi. Memberikan kesempatan rombongan itu masuk ke halaman Kastel yang luas. Penuh pohon-pohon rindang yang menyejukan mata. Kastel ini sudah berusia lebih dari 100 tahun. Di bangun dimasa Earl pertama. Dan terawat. Menjadi pusat pemerintahan wilayah Kaitaia.

Kaitaia adalah wilayah paling utara dari Pulau The Horn Land. Wilayahnya sama luasnya dengan sebagian besar semenanjung Adora Utara. Kaitaia membentang sekitar 250 km kearah barat laut dari Pelabuhan Kaipara dan North Cape serta dibatasi oleh laut Bintang disebelah barat dan oleh samudra luas disebelah timur.

Rombongan Owen melangkah masuk ke halaman itu. Dengan penuh percaya diri, namun mata beberapa pengikutnya tajam memperhatikan sekitar. Mencoba menerka jumlah prajurit yang mereka lewati termasuk keadaan sekitar. Menurut laporan mata-mata, jumlah pasukan kekaisaran di dalam Kastel ini lebih dari 300 orang. Kedatangan delegasi perdamaian Owen ini yang hanya berjumlah 34 orang saja tak menyebapkan perwira Baleth menarik pasukan di beberapa pos wilayah Sekitar. Termasuk mereka yang ada di pos perbatasan wilayah dan Pelabuhan. Rasa percaya diri Baleth ini tentu akan dibayar mahal olehnya.

Aula besar kastel Kaitaia dengan asap dan pekat dengan aroma daging bakar serta roti yang baru dipanggang. Dinding batu kelabunya dihiasi panji-panji. putih, emas, merah tua : kebanggaan kekaisaran Lemuria. Seorang penyanyi memainkan harpa bernada tinggi dan mengumandangkan lagu balada, namun diujung aula, suaranya nyaris tenggelam diantara raungan api, piring dan cawan timah, Serta gumaman rendah Earl.

“Selamat datang di kastel Kaitaia” kata Earl Adawulf menjemput Owen dan rombongan. Earl hanya dikawal seorang pendampingnya. Prajurit berbadan tegap. Dan para pembantu, 3 orang Wanita muda yang menyediakan minuman bagi para tamu. Perwira Baleth sendiri bersama para pengawalnya sudah tak terlihat lagi. mereka berhenti tepat di pintu utama.

“Terima kasih sudah menjemput kami dengan ramah Earl. Perkenalkan namaku Owen Ghie. Kami datang dengan niat baik menegosiasikan wilayahmu akan kami ambil alih dengan damai untuk niat kami mendirikan negara baru di The Horn Land.” kata Owen langsung pada maksud kedatangan.

“Negara baru?” jawab Earl seolah-olah berfikir. Namun ia kemudian tersenyum dan tertawa keras.

“Apakah kalian tak mabuk? Saat datang ditempat ini? Hhh..” tawanya memenuhi ruangan. Earl mengambilkan minuman diatas meja. Dan mencoba memberikannya pada Owen . Yang berjarak 3 langkah dihadapannya.

“Minumlah dulu Ser. Ini arak terbaik di wilayah ini. Jauh lebih baik dari arak yang kau minum.” kata Earl mencoba memancing emosi lawannya.

“Kemerdekaan pulau ini sudah harus kami mulai saat ini Earl. Kamu tahu sendiri bagaimana kekaisaran memperlakukan kami suku Adara, pemilik sah pulau ini sebenarnya. Sudah saatnya kami mengambil yang menjadi hak kami. ”

“Kalian bermimpi tuan-tuan!” mata Earl Adawulf menatap tajam lawannya. Owen bersikap tenang. Tapi tidak dengan para pengikutnya. Beberapa sudah bersiap dengan tangan masing-masing dibalik pedang mereka. Namun ketenangan Owen menyebapkan mereka mencoba menahan diri. Bahkan Jhuma sekalipun seakan tak kuat menahan emosinya ..

“Aku datang dengan niat baik Earl., bergabunglah dengan kami. Aku tahu kau mengerti semua niat baik kami dan mimpi kami dimasa depan. Aku akan menjamin tempatmu di pemerintahan kami. Kita akan bangun kekuataan dari Kaitaia, setelah itu kita akan melihat langkah selanjutnya” tawar Owen .Earl maju selangkah.

“Tuan pengungsi, wilayah kekaisaran ini tak hanya ada di The Horn Land namun juga di Lemuria. Bisa apa kalian dengan jumlah 30 orang seperti ini?. Anda mau memulai dari wilayah ini? Sepertinya anda harus menyingkirkan aku dulu.” kata Earl. Ia memang menantang mereka untuk bertarung.

Owen kini kehilangan kesabarannya, sepertinya ia salah menilai penguasa Kaitaia ini sebagai orang yang oportunis, ia sepertinya adalah pendukung utama Kekaisaran. Padahal ibunya bersuku Adara. Mulai terdengar kegaduhan dari arah belakang, juga pedang yang dicabut dari sarungnya. Langkah para prajurit juga memenuhi ruangan.

Saat itulah dari arah belakang Lauren Lamalura melemparkan gelas di sampingnya dan berteriak ; “Banyak omong kau Earl!”. Gelas itu mengenai sang penguasa. Yang langsung mundur. Pengawal di belakangnya maju sambil menghunus pedangnya… saat itulah para kesatria itu serentak menghunus pedang, termasuk Jhuma. Hanya Owen yang tak menarik pedangnya.

“Bisakah kita bicarakan baik-baik tanpa menumpahkan darah?” kata Owen .

Namun dibalik pintu sudah masuk rombongan prajurit mengepung delegasi itu. jumlah mereka mungkin 50 orang, Earl sendiri perlahan mundur dan menghilang di pintu belakang. Pintu depan tiba-tiba terdengar akan tertutup. saat itulah terdengar teriakan Lauren..

“Kalian semua keluar!!”

Secepat kilat 27 Kesatria keluarga berhamburan keluar dari ruangan itu. Menerobos pintu yang akan terkunci. Serangan pertama tentu di arahkan pada para prajurit yang berniat menutup pintu itu. Dan bentrokpun tak terelakan. Dari 27 kesatria Keluarga itu, 20 berhasil keluar dari ruangan, sementara sisanya 7 orang tetap ada bersama Owen dan kesatria Utama di dalam ruangan. mereka kini terkunci.

Diluar, Baleth sudah menunggu mereka dengan 100 prajurit lain. Keadaan sangat tidak seimbang. Sementara di dalam Kastil seorang Perwira pengawal bersama 50 orang pengawalnya menghadapi 14 kesatria.

Pertarungan pun terjadi. Owen yang awalnya tak mencabut pedangnya The King terpaksa harus menggunakannya, Lauren dan Angurey terus berada disampingnya memberikan perlindungan.

Kejutan terjadi diawal pertempuran ini, karena beberapa prajurit yang mempunyai darah Adara ternyata berbalik mendukung para pejuang. Didalam ruangan ada 10 orang yang berdarah Adara, sementara di luar, lebih dari 20 orang, kini berbalik menyerang Baleth sang komandan. Yang marah dan bertambah buas menghadapi para penyerangnya.

1
Widiarto Andu
👍
Widiarto Andu
𝐭𝐞𝐫𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐬𝐢𝐡..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!