Caca, gadis kecil ceria, berteman dengan Rafi tanpa tahu bahwa dia adalah putra kepala mafia Bara Pratama. Meskipun dunia mafia penuh bahaya dan banyak orang melarangnya, persahabatan mereka tumbuh kuat hingga menjadi cinta. Bersama, mereka berjuang mengubah organisasi mafia menjadi usaha hukum yang bermanfaat bagi masyarakat, menghadapi musuh dan masa lalu kelam untuk membangun masa depan bahagia bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KUNJUNGAN KE MARKAS RAHASIA
Beberapa hari setelah klub menggambar anak-anak kampung resmi dibuka, Rafi datang menemui Caca dengan wajah penuh misteri. “Aku punya kejutan buat kamu hari ini,” ujarnya dengan senyum licik. “Ayah bilang boleh aku membawamu ke tempat yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya.”
Caca merasa penasaran. “Tempat apa itu? Bukankah aku sudah melihat hampir semua tempat di kampung ini?”
“Wah, kamu salah besar!” jawab Rafi sambil menarik tangannya dengan lembut. “Ini adalah tempat khusus yang dulu digunakan sebagai markas keluarga, tapi sekarang sudah diubah menjadi sesuatu yang sangat berbeda. Ayah bilang hanya orang-orang terpercaya yang boleh masuk ke sana.”
Mereka berjalan melewati jalan kecil yang menghubungkan kampung dengan hutan kecil di pinggiran daerah.
Setelah beberapa menit berjalan, Rafi berhenti di depan sebuah batu besar yang tampak biasa saja. Dia kemudian menekan bagian tertentu dari batu tersebut, dan secara perlahan sebuah pintu tersembunyi terbuka di balik semak-semak tinggi.
“Siapakah yang mau masuk ke dalam?” tanya Rafi dengan nada penuh semangat.
Caca dengan hati-hati mengikuti Rafi masuk ke dalam lorong gelap yang kemudian terbuka menjadi ruangan besar yang cukup terang benderang.
Caca langsung terpukau melihat apa yang ada di dalamnya – ruangan yang dulunya mungkin menjadi markas rahasia kini telah diubah menjadi perpustakaan kecil yang penuh dengan buku, serta ruang kerja yang dilengkapi dengan komputer dan alat tulis yang lengkap.
“Ini adalah tempat dimana Ayah dan anggota keluarga yang sudah berubah bekerja untuk merencanakan program-program baik untuk kampung,” jelas Rafi sambil membimbing Caca berkeliling. “Ada juga ruang khusus untuk menyimpan dokumen penting tentang sejarah kampung dan keluarga kita.”
Pak Bara datang dari arah belakang rak buku dengan senyum hangat. “Selamat datang di markas baru kita, Caca. Tempat yang dulunya digunakan untuk hal-hal yang tidak baik kini telah berubah menjadi pusat kreativitas dan perencanaan untuk masa depan yang lebih baik.”
Dia menunjukkan pada salah satu ruangan kecil yang penuh dengan peta dan gambar desain. “Di sini kita merencanakan pembangunan jalan baru, sekolah tambahan, dan rumah sakit kecil untuk kampung. Semua didukung oleh usaha-usaha hukum yang kita jalankan sekarang.”
Caca melihat sekeliling dengan mata yang penuh kagum. Di dinding ada foto-foto keluarga Rafi dari masa lalu hingga sekarang, serta dokumentasi tentang semua bantuan yang telah mereka berikan kepada warga kampung.
Ada juga rak khusus yang berisi karya anak-anak dari klub menggambar yang baru saja mereka dirikan.
“Kita juga menyimpan semua buku langka tentang seni dan pendidikan di sini,” ujar Rafi sambil membuka salah satu rak buku. “Ayah bilang kita bisa membawanya ke klub menggambar agar anak-anak bisa belajar lebih banyak tentang seni dan kreativitas.”
Pak Bara kemudian membawanya ke ruangan paling dalam yang memiliki jendela besar menghadap ke hutan. “Tempat ini dulunya adalah ruang rapat untuk membahas bisnis lama kita,” katanya dengan suara yang sedikit penuh beban. “Tapi sekarang, ini adalah ruang di mana kita berdiskusi tentang cara membantu lebih banyak orang dan membuat kampung ini menjadi tempat yang lebih baik.”
“Saya ingin kamu menjadi bagian dari tim kita di sini, Caca,” lanjut Pak Bara dengan mata yang penuh harapan. “Kamu memiliki pandangan yang segar dan hati yang penuh kasih sayang terhadap orang lain. Ide-ide kamu akan sangat berharga bagi kita.”
Caca merasa sangat terhormat. “Saya sangat senang bisa membantu, Pak Bara. Saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu kampung dan keluarga kita ini.”
Rafi kemudian menunjukkan pada sebuah meja kecil yang sudah disiapkan dengan kertas gambar dan alat tulis. “Ini adalah meja khusus untukmu, Caca. Kamu bisa datang kesini kapan saja untuk menggambar, merencanakan ide baru untuk klub anak-anak, atau hanya membaca buku.”
Mereka menghabiskan beberapa jam di markas tersebut. Caca melihat berbagai macam buku tentang seni dan pendidikan, sementara Rafi menunjukkan pada dia bagaimana mereka merencanakan pembangunan taman bermain baru untuk anak-anak kampung.
Pak Bara juga menjelaskan tentang rencana mereka untuk membuat program pelatihan kerja bagi kaum muda di kampung agar mereka memiliki keterampilan yang berguna.
Saat mereka akan pulang, matahari sudah mulai meredup. Rafi menutup pintu tersembunyi dengan cara yang sama seperti saat membukanya, sehingga tampak seperti tidak ada apa-apa di belakang batu besar itu.
“Tempat ini adalah rahasia bersama kita ya, Caca,” ujar Rafi dengan senyum. “Tempat yang dulu menyimpan masa lalu yang tidak baik kini menyimpan harapan untuk masa depan yang lebih cerah.”
Caca mengangguk dengan penuh keyakinan.