NovelToon NovelToon
Mendaki Saat Menstruasi

Mendaki Saat Menstruasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Spiritual / Hantu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: TuanZx

Masih di atas gunung, Aya membuang bekas pembalutnya sembarangan ke semak-semak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TuanZx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2; "Ri, ini elu kan?"

Setelah cukup istirahat, mereka beres-beres dan packing ulang. Kemudian lanjutin perjalanan turun.

Hari udah gelap, karena udah memasuki maghrib. Aya masih di depan, dan Ari masih di belakang.

Tiba-tiba bulu kuduk berdiri, karena rasanya, di antara semak-semak, di balik pohon, dan di setiap yang gelap, kayak ada yang merhatiin mereka.

Dan juga, kepala Ari yang mulai kerasa nyeri.

Berdasarkan dari pengakuan dia, kepala yang tiba-tiba nyeri itu tandanya ada aktivitas mistis.

Pas di sebuah belokan, Aya belok duluan, dan Ari masih dibelakang.

Dan pas dia ikut belok ke kiri, dia kaget liat Aya yang udah berhenti, dan badannya sekarang menghadap ke Ari.

Aya tiba-tiba ngomong, tapi suaranya udah gemeteran, dia bilang. "Ri, lu jalan duluan ya? Gua pegangan di carrier (Tas gunung) lu ya?"

Ari ngangguk.

Jadi sekarang, Ari duluan dan Aya di belakang sambil pegangan ke carrier.

Waktu itu jalanan udah gelap gulita, penerangan cuma dari cahaya headlamp.

Mereka terus berjalan menyusuri kegelapan.

Dan dari sudut mata, Ari ngelihat kayak ada bayangan yang berdiri di pohon.

Tapi pas di liat ke bayangan itu, ternyata gak ada apa-apa.

Namun kemudian, terdengar suara bisik-bisik yang kedengeran jelas banget di telinga mereka.

Tadinya dia kira, itu pendaki lain yang naik. Tapi kenyataanya, jalur di depan itu kosong. Nggak ada siapa-siapa.

Menyadari ada hal aneh. Di situ Ari langsung do'a, mohon perlindungan.

Tapi tiba-tiba, Aya nangis sambil duduk meluk lututnya sendiri. Dia bilang, "Po— pocong, po—pocong." dengan mata tertutup dan telunjuk yang mengarah ke tempat gelap.

Mendengar itu, Ari langsung merinding.

Kemudian spontan, dia langsung mengarahkan tatapannya ke segala arah dengan perasaan panik, tapi sosok pocong itu nggak dia temuin.

Lalu Ari coba bujuk Aya supaya mau jalan lagi, sambil ngingetin dia supaya do'a.

Sampai akhirnya Aya mau jalan lagi sambil nutupin mata dia pake Buff.(Semacam Slayer atau Masker), dan dengan cara itu dia gak lagi histeris.

Tapi jalan mereka itu jadi lambat banget.

Dan di sepanjang jalan, Ari masih ngeliat sekelebatan-sekelabatan hitam.

Kadang semak-semak suka goyang sendiri, ngedenger suara-suara dalam bahasa Sunda yang nggak dia ngerti.

Engga tau, apa itu, mungkin itu suara pendaki yang kebawa angin?

Tapi kemudian, badan Ari tiba-tiba gemeteran pas dia ngeliat bayangan di ujung jalur.

Bayangan itu jongkok di bawah pohon. Kayak orang jongkok, dan kali ini bayangan hitam itu nggak hilang.

Sontak Ari istighfar makin kenceng. Aya megang tangannya udah kenceng banget.

Mereka jalan semakin mendekat ke bayangan itu.

Mereka terpaksa ngelewatin, karena sosok itu berada tepat di pinggir jalan.

Tapi katanya, ketika itu nyali Ari udah bener-bener habis. Dia diem di tempat, gemeteran sama udah bercucuran keringat.

Aya meluk badan Ari, walaupun dia nggak bisa liat apa-apa karena matanya di tutup buff.

Tapi dia sadar bahwa ini kayaknya ada yang gak beres.

Disitu, dia mengaku lama berdiri. Berharap supaya sosok itu hilang, supaya mereka bisa jalan lagi.

Tapi sosok itu masih ada di tempatnya.

Dan tiba-tiba...

Punggungnya Ari ada yang nepok, pas di liat ternyata itu pendaki yang mau turun.

Kemudian dalam hati dia bilang, "Alhamdulillah, kami selamat."

Tapi menurut ingatan dari pengakuan Ari, dia bilang, "Ada yang aneh dari pendaki itu, dia gak banyak omong, mukanya lempeng, tatapannya kosong, dan dia sendirian. Tanpa penerangan apapun."

Dan di tengah ke anehan itu, mendadak pendaki itu ngajak mereka buat turun bareng, mendengar itu mereka pun langsung bergerak. Nyusul pendaki yang sama sekali gak mau di ajak basa-basi.

Bersamaan dengan itu bayangan hitam tadi ternyata udah ngilang.

Meski masih ragu, mereka terus ngikutin pendaki itu, sampai tiba-tiba...

Pendaki itu hilang di kegelapan.

Namun kemudian terdengar suara, "Jalan terus aja Bang, jangan nengok ke kiri."

Pendaki itu, kayaknya bukan orang.

Gak ada pilihan, Ari sama Aya kemudian melanjutkan langkahnya walaupun pelaaan.

Kengerian nyata, bercampur sama halusinasi ngebuat mental Ari jadi lemah banget.

Sedetik yang lalu, dia ngeliat kalau ada tangan keluar dari tanah. Tapi ternyata itu cuman akar.

Dalam keadaan kayak gitu, akhirnya dia ambruk gak sadarkan diri.

Tapi sayup-sayup kedengeran suara istighfar pelan dari mulut Aya.

Kemudian Ari kebangun karena ngerasa ada air seger ngalir di mulutnya.

Ternyata Aya lagi nuangin air, supaya si Ari sadar.

Gak lama kemudian, mereka mulai jalan lagi.

Sekarang keadaan berbalik. Ari yang emang udah gak ada tenaga lagi, di papah sama Aya.

Dan kelebatan-kelebatan bayangan masih keliatan di antara pohon. Bahkan Ari ngeliat ada kaki yang berayun-ayun di dahan pohon.

Dia gak berani mastiin itu kaki siapa, dia cuman bisa merem.

Setelah ngelewatin turunan yang lumayan curam. Ari ngeliat di kiri jalur, ada tenda.

Dia lega bukan main.

Mikirnya, dia sama Aya bakal selamat.

Menurut penglihatannya, pendaki-pendaki itu berjumlah tiga orang.

Mereka duduk di depan api unggun, salah satu dari mereka ngeliat Ari sama Aya, dan dia ngelambaiin tangan.

Kayak manggil.

Ari yang udah terlanjur seneng. Ngomong, "Ya, kita ke situ dulu. Ngopi, istirahat, besok baru kita jalan lagi."

Tapi kemudian, tiba-tiba Ari di tampar lumayan kenceng sama Aya. "Ri! Sadar Ri! Istighfar! Gak ada apa-apa di situ."

Tapi Ari ngeliat tiga pendaki itu sekarang ngelambaiin tangan ke dia. Ngomong, "Itu ada orang Ya, ayo kita kesana. Gak enak udah dipanggil-panggil.

Dan...

Plaaak!

Ari di tampar lagi sama Aya.

Lalu, Aya teriak lagi di kuping dia, "Ri, istighfar! Ri!"

Dan kali ini, pas Ari nengok ke arah kiri. Tiga pendaki itu udah berjarak kira-kira satu meter dari dia. Cuman...

Pendaki-pendaki itu kok, pada nyengir, aneh?

Dan tiba-tiba...

Kepala tiga pendaki itu lepas dan jatuh ke tanah.

Sambil cekikikan, kepala-kepala itu gelinding ke arah Ari.

Sontak, Ari histeris dan langsung lari.

Setelah beberapa lama lari, dia baru sadar, kalo Aya ketinggalan di belakang.

Kakinya lemes...

Jantungnya udah, deg! Deg! Deg! Kenceng banget.

Mau balik nyusul Aya, dia udah kelewat takut.

Tapi gak lama kemudian.

Dia liat Aya jalan turun. Dan pas udah deket, si Aya cuman nepuk Ari. Terus ngajak jalan lagi.

Dan Ari pun jalan ngikutin dia dari belakang. Tapi...

Pelan-pelan Ari mulai memperlebar jarak sama Aya.

Kenapa?

Karena dia gak yakin kalo Aya yang ada di depan dia, adalah Aya yang asli. Aya pacarnya.

Dengan kata lain, dia gak yakin kalo itu Aya yang beneran.

Ari langsung do'a, segala macam do'a.

Sempet ada penyesalan dalam dirinya, "Kenapa gua gak hapal ayat kursi."

Kemudian dia mutusin buat lanjut jalan sambil nunduk ke bawah. Natap tanah.

Dia takut, karena sekitaran dia itu penampakan semua.

Bahkan udah natap tanah pun, dari sudut matanya masih tetep keliatan.

Kaki...

Banyak kaki, mulai dari yang kecil, yang gede, dan ada juga yang warnanya hitam, pake kain putih.

Dan tiba-tiba...

Deg!

Ari ngerasa, jantungnya udah kayak mau copot.

Pas liat Aya yang tiga meteran di depannya itu, tiba-tiba lari dan langsung naik ke atas pohon sambil cekikikan.

Sontak, Ari langsung balik arah naik lagi ke atas sambil lari.

Gak lama kemudian, dia ngeliat Aya yang lagi senderan di pohon sambil nangis.

Dan instingnya bilang, "Ah, ini pasti Aya yang asli."

Tapi pas Ari nyoba nyentuh dia, sontak Aya langsung teriak-teriak histeris. "Pergi! Pergi!"

Dan Aya langsung jatuh lemes pas dia sadar kalo itu Ari yang nyentuh dia.

Dia bilang, "Ri, ini elu kan?”

1
Melissa McCarthy
jam 02.05 gini bacanya jadi tambah horor thor
Melissa McCarthy
apa itu bg?
Melissa McCarthy
kerasa sampe sini merindingnya thor
Melissa McCarthy
merinding/Awkward/
Melissa McCarthy
waduh/Toasted/
Melissa McCarthy
lanjut bang
Ina Emut
tkutt
TuanZx: jangan takut, hehe. semoga terhibur. jika tak keberatan. boleh tinggalkan bintang lima ya... terimakasih
total 1 replies
Melissa McCarthy
betul tuh kak, kata bang Maka
Melissa McCarthy
bagus bgt tanpa tedeng aling-aling
tse
percaya banget...
masa cuma dari tali pocong bisa kaya...
kalo mau kaya ya usaha, kerja, dagang jangan yang aneh2 dech
tse
ga kebayang kalo aku yang ngalamin...pingsan langsung
TuanZx: hehe, semoga terhibur. jika tak keberatan boleh tinggalkan bintang lima ya. terimakasih
total 1 replies
tse
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Melissa McCarthy: 🤣😄💪💪💪💪💪💪💪
total 1 replies
TuanZx
Selamat membaca, semoga menghibur. Jika tidak keberatan, boleh lah kasi bintang 5
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!