NovelToon NovelToon
Dan Akhirnya Aku Pergi

Dan Akhirnya Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Cinta Lansia / Tamat
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yulianti Azis

Sofia Amara, wanita dewasa berusia 48 tahun yang hanya dipandang sebelah mata oleh suami dan anak-anaknya hanya karena dirinya seorang ibu rumah tangga.

Tepat di hari pernikahan dirinya dan Robin sang suami yang ke-22 tahun. Sofia menemukan fakta jika sang suami telah mendua selama puluhan tahun, bahkan anak-anaknya juga lebih memilih wanita selingkuhan sang ayah.

Tanpa berbalik lagi, Sofia akhirnya pergi dan membuktikan jika dirinya bisa sukses di usianya yang sudah senja.

Di saat Sofia mencoba bangkit, dirinya bertemu Riven Vex, CEO terkemuka. Seorang pria paruh baya yang merupakan masa lalu Sofia dan pertemuan itu membuka sebuah rahasia masa lalu.

Yuk silahkan baca! Yang tidak suka, tidak perlu memberikan rating buruk

INGAT! DOSA DITANGGUNG MASING-MASING JIKA MEMBERIKAN RATING BURUK TANPA ALASAN.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DAAP 31

Setelah pertemuannya dengan Riven, Sofia akhirnya tiba di dekat butiknya.

Tadi, Riven sempat menawarkan tumpangan, tapi Sofia menolak. Dia lebih nyaman naik angkutan umum.

Begitu turun dari angkutan umum dan berjalan menuju butik, Sofia dikejutkan oleh keramaian di sana.

Butiknya ramai!

Pengunjung datang silih berganti, pegawai sibuk melayani pelanggan, dan koleksi terbaru Sofia dipajang dengan sangat elegan. Hatinya merasa bangga.

Namun, kebanggaan itu langsung pupus saat seseorang tiba-tiba menegurnya dengan nada sinis.

"Oh, aku tidak salah lihat, kan? Itu Sofia!"

Sofia berhenti melangkah.

Suara angkuh itu terdengar begitu familiar.

Saat menoleh, Sofia langsung berhadapan dengan Saskia, Mikaila, dan teman-teman arisan Saskia.

Mata Mikaila penuh kebencian, menatap sang ibu. Apalagi saat semalam Vanessa mengatakan jika Sofia ini memiliki selingkuhan.

Mereka berdiri di depan butik S.A—yang ironisnya adalah butik milik Sofia sendiri. Mereka ingin berbelanja di sana karena butik itu sedang viral, tanpa tahu siapa pemiliknya.

Saskia tersenyum sinis dan melipat tangan di dada. “Apa yang kau lakukan di sini, Sofia?” tanyanya dengan nada meremehkan.

Sofia tetap tenang.

Namun, sebelum Sofia bisa menjawab, Saskia kembali berbicara. "Ah, aku tahu! Kau pasti ingin melamar pekerjaan di butik ini, kan?"

Saskia tertawa puas, dan teman-temannya ikut terkikik merendahkan.

Sofia tetap diam, menatap datar orang-orang di depannya itu.

Mikaila ikut menimpali. "Iya, Nenek benar. Sebaiknya Tante Sofia pergi saja. Aku yakin butik sebagus ini tidak akan menerima orang tua seperti dia. Lagipula, memangnya dia punya bakat apa?"

Kata-kata itu menusuk.

Bibir Sofia mengeras, tapi ekspresinya tetap datar. Dia tidak ingin membuat kekacauan terlebih pengunjung di butiknya banyak.

Sofia tidak ingin hanya masalah sepele, orang-orang malah memanfaatkan momen ini.

Seorang pegawainya yang melihat kejadian itu hampir maju untuk membela Sofia, tapi Sofia segera memberi kode dengan matanya.

Pegawai itu akhirnya mengurungkan niatnya.

Saskia tersenyum puas. "Hei, pegawai!" serunya pada salah satu staf butik Sofia, yang mencoba tadi untuk menegur.

Pegawai butik itu menoleh ragu.

"Usir perempuan ini! Dia merusak pemandangan di depan butik ini," perintah Saskia angkuh.

Mikaila tertawa kecil, seolah menikmati penghinaan itu.

Sofia tetap diam.Tanpa mengatakan apa pun, dia hanya memberi kode pada pegawainya untuk mengiyakan.

Pegawai butik itu, meski merasa tak nyaman, akhirnya berkata, "Maaf, Bu, Anda tidak boleh berdiri di sini terlalu lama."

Sofia mengangguk santai, lalu berjalan pergi. Tapi dia tidak benar-benar pergi.

Sofia memutar arah, masuk lewat pintu belakang, dan langsung menuju kantornya.

Dari dalam kantor, Sofia bisa melihat lewat kamera CCTV bagaimana Saskia, Mikaila, dan teman-temannya masuk ke butik S.A dengan senyum kemenangan.

Mereka sama sekali tidak tahu…

Bahwa butik yang sedang mereka puja-puja ini.... adalah milik Sofia. Sofia hanya menggeleng, setelah itu dia bersiap ke stasiun televisi untuk melakukan wawancara secara live.

*****

Di butik miliknya yang semakin sepi, Vanessa duduk gelisah di kursinya. Wajahnya muram, jemarinya mengetuk meja dengan tidak sabar.

Ponselnya berdering.

Begitu melihat nama di layar, Vanessa langsung menjawabnya dengan kasar.

“Bagaimana?! Kau sudah melakukannya?!” tanyanya tajam.

Suara berat dari orang suruhannya terdengar di seberang.

“Maaf, Bos … rencananya gagal.”

Darah Vanessa langsung mendidih.

“Apa?! Kenapa kau gagal sialan?!” bentaknya sambil mengepalkan tangan.

Orang itu menghela napas sebelum menjawab.

“Saya sudah mengikuti Sofia dari awal. Saya pastikan ban mobilnya kempes agar dia tidak bisa pergi dengan mudah. Semua sudah sesuai rencana … tapi—”

“Tapi apa?! Bicara yang jelas!” suara Vanessa semakin tinggi.

Pria itu melanjutkan ucapannya, “Seseorang datang menghampirinya. Seorang pria.”

Vanessa menyipitkan matanya. “Siapa pria itu?”

“Saya tidak tahu pasti. Tapi dari cara dia berjalan, dari sikapnya, dia jelas orang yang sangat berkuasa.”

Vanessa menggertakkan giginya. “Dan kau membiarkan dia mengacaukan rencanamu?!”

“Bu, bukan hanya pria itu .…” suara di seberang semakin kecil.

“Dia juga membawa pasukan tersembunyi.” Terdengar orang diseberang telfon membela dirinya.

Vanessa terkejut. “Apa? Pasukan?!”

“Ya. Mereka tidak terlihat secara langsung, tapi saya bisa merasakannya. Mereka mengawasi Sofia dari kejauhan. Jika saya tetap melanjutkan rencana ini, saya pasti tertangkap."

Wajah Vanessa memerah karena marah. “Sialan! Siapa pria itu?!”

Orang itu diam, tidak bisa menjawab.

Vanessa menggigit bibirnya. Jadi, Sofia punya pelindung?! Siapa pria itu?

Dan kenapa dia mengawasi Sofia dengan pasukan tersembunyi?!

Vanessa mencengkeram ponselnya erat. Spekulasi bermunculan di otaknya.

Ini tidak bisa dibiarkan. Sofia harus dihancurkan. Apapun caranya.

****

Dalam keadaan marah, Vanessa mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Emosinya masih meluap-luap setelah mendengar kegagalan rencananya. Giginya bergemeletuk, tangannya mencengkeram setir erat.

“Sofia … Kenapa kau selalu menghalangiku?!” geramnya dalam hati.

Beberapa saat kemudian, mobil Vanessa berhenti dengan kasar di halaman kediaman Rahardian.

Tanpa menegur siapa pun, dia masuk ke dalam rumah dengan wajah gelap.

Saat itu, dia melihat Saskia dan Mikaila di ruang tamu, sibuk membuka beberapa gaun baru yang mereka beli.

Dengan nada tajam, Vanessa bertanya, “Dari mana kalian membeli semua itu?”

Mikaila, yang masih bersemangat, langsung menjawab tanpa sadar dengan penuh antusias.

“Dari butik terkenal yang lagi viral, Butik S.A itu, Ma!” katanya sambil mengagumi gaun di tangannya.

Saskia mengangguk dan menambahkan, “Koleksi di sana luar biasa. Semua desainnya sangat elegan dan berkualitas.”

Mata Vanessa langsung melotot tajam. Amarahnya kembali membara. Mereka berdua membeli dari butik Sofia?!

Namun, sebelum Vanessa bisa berkata-kata, Mikaila kembali berbicara, “Oh ya, tadi siang kami bertemu dengan Sofia di sana.”

Saskia tertawa sinis. “Ya, pasti dia mau melamar kerja. Kasihan sekali, kan? Sudah tua, tak punya uang, masih mau bekerja. Akhirnya kami usir, puas aku."

Vanessa hampir kehilangan akal sehatnya. “Mereka … mengusir Sofia dari butiknya sendiri?!” pikirnya dalam hati.

Sebelum Vanessa bisa merespons, tiba-tiba suara televisi terdengar.

Bi Sumi, yang sedang membersihkan ruang tamu, tanpa sengaja menyalakan TV.

Di layar, terlihat seorang reporter dari stasiun televisi ternama sedang mewawancarai seorang wanita elegan.

Sofia Amara.

Mikaila, Saskia, dan Vanessa langsung menoleh ke layar TV dengan penasaran.

Mata mereka membesar dalam keterkejutan.

“Hah?! Sofia?!”

Di layar, Sofia tersenyum anggun dan menjawab pertanyaan reporter dengan tenang.

“Bu Sofia, bagaimana perasaan Anda setelah butik S.A menjadi salah satu butik paling terkenal saat ini?”

Sofia tersenyum,

“Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Butik S.A adalah hasil kerja keras saya dan tim saya. Kami berusaha memberikan desain terbaik untuk pelanggan kami.”

Saskia menegang.

Mikaila membeku.

Vanessa menggertakkan giginya.

“Tunggu … Jadi .…” Mikaila mulai bicara dengan suara bergetar.

"Butik S.A itu milik … Sofia?” lirih Saskia.

Saskia langsung teringat kejadian siang tadi.

Mereka menghina Sofia … Mengusirnya… Menganggapnya pengemis … Padahal Sofia adalah pemilik butik itu?!

Wajah Saskia memucat.

Mikaila tidak bisa berkata apa-apa.

Sedangkan Vanessa? Tangannya terkepal erat. Kemarahan Vanessa meledak dalam hatinya.

Sofia Amara… Kau pikir kau sudah menang? Aku akan memastikan kau jatuh. Sekali lagi.

1
Siti Iatifah
itu semua adalah ajab
Siti Iatifah
buktikan bawah kamu bisa hidup tanpanya
Siti Iatifah
bagus sofia buat pelajaran
Anisah SH
lanjutannya bagaimana ?
Anisah SH
suka banget ceritanya, ke lu harga yg betul2 harmonis
Anisah SH
mendengar berita dan kenyataan yg di ulit diterima seseorang pasti kaget, bingung dan hancur rasanya
mahira
terima kasih atas ceritanya kk
Sorah aku
novel ke 2 yg aku baca sedah bikin aku penasaran baru baca bab awal selama semingguan ini, semoga kelanjutannya ga boring lagi🤣🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
terimakasih Thor tetap semangat dalam berkarya
Athe indra
/Rose//Rose//Rose/
Srihandayani
maaf Thor...
terlalu sering menggunakan kata elegan
Nor Azlin
thor ada tidak season dua nya bagai mana kisah Elleanor sama si xander yah penasaran ni pasti ada kan😂😂sukses selalu thor
Nor Azlin
Alhamdulillah syukur akhirnya tamat juga aku baca nya sangat Keren ...thor cerita mu banyak pengajaran buat kita semua yah ...semoga dengan membaca cerita ini kita bisa memperbaiki & belajar banyak pengajaran dari cerita mu 👍👍👍semoga ketemu di lain novel mu yang lain yah thor😂😂😂lanjutkan thor
Yeni Yeni: dapat pelajaran berharga dari novel ini, seperti menasehati anak remaja.. dan lain-lain
total 1 replies
Nur Janah
aku kasih kopi Thor semangat 💪💪
Nor Azlin
bisa lagi hamil tu yah mereka ada peluang buat hamil lagi jangan risau deh pasti ada adik kecil buat Elleanor juga Edward nya yah ...semoga mereka di kurniakan anak lagi kerana umur seperti kalian masa h bisa menimang anak kecil lagi tu😂😂...setelah pulang bulan madu nya sudah ada adik bayi yah thor ... lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu kira si Elleanor itu orang miskin dasar bodoh & kamu kira Elleanor itu seperti Mikaila juga Rani yang bisa2 nya merebut pacar teman nya sendiri gitu kamu itu salah bahkan Elleanor itu lebih mampan dari keluarga mu yah ...pria kayak kamu tidak pantas seujung kuku pun buat Elleanor tau😂😂😂 semoga kalian pergi jauh2 yah kalau kakak nyasi Edward itutau mampus kamu belum lagi papa nya yah ...semoga kamu selamat dari amukan keduanya yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
jalang yang takut miskin sudah habis uwang bagian nya sudah tentu lah mau mengambil kesempatan yah mama tau hasil nya dapat kali ini yah😂😂😂 kenapa juga tidak di hapuskan dari muka bumi ini yah para pelakor nya😂😂😆😆semoga tidak terjadi apa-apa pada Sofia lagi yah ...jalang satu lagi sufldah pergi datang lagi jalang tidak Sadar diri lagi yah CK CK CK semoga si Riven menempatkan orang-orang nya untuk melindungi Sofia sama Elleanor deh ...lanjutkan thor
Nor Azlin
bukan nya sama proses seperti dia lakukan oleh Riven pada Sofia mereka juga membuat proses seperti itu juga deh itu satu nya yah & satu nya yang aku tau juga yah mereka senyawakan dulu di dalam tabung persenyawaan lepas itu mereka masukan benih2 yang sudah jadi 😂😂😂bagi orang kayak Robin kan gampang bagi nya kerana waktu banyak uwang bisa buat apa ada nya yah ...butuh uwangkan jual aja anak mu itu kan bisa 😏😏mau menefaatkan Sofia lagi dasar gila ni
Nor Azlin
Reno pasti menghamili anak orang ni kelihatan nya dia panik amat ni pasti berkaitan dengan perempuan juga tu ...kedua anak mu sudah hancur total di tangan ibu sambung Alias ibu kandung nya 😂😂😂kalian sudah hancur sehancurnya deh ...lihat hasil dari didikan mu vanessa kedua anak mu yang Sofia tatang bagai minyak yang penuh kamu cemari dengan trik jalang mu jadi lah mereka bermasalah sungguh miris sekali kamu menanam kan kebencian pada mereka untuk membenci Sofia namun kamu lebih menjerumuskan mereka pada lembah yang paling hina mengikuti lah kalian berdua yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
Malaikat hamil tu didikan ibu vanessa nya kan dapat hasil nya 🤣🤣🤣cucu kalian dapat yah Robin vanessa nya 🤣🤣🤣😂😂anak yang Sofia jaga kamu rusakan mindanya menjadi gadis liar sama kayak kamu vanessa nya 😆😆😆buah jatuh tidak jauh dari pohon nya yah karma mu sudah sampai kaila karma Reno aja lagi kini kesemuanya mendapat karma nya tersendiri sayang kakek kalian sudah keot deh😂😂lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!