NovelToon NovelToon
Baru Kenal, Sudah Halal

Baru Kenal, Sudah Halal

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Azrinamanda

ON GOING | UPDATE SETIAP HARI

Hari dimana seharusnya Ayra Rayana bertemu klien pertamanya justru membuat dia terjatuh ke dalam kehidupan klien pertamanya itu. Regana Satya terpaksa menarik Ayra dalam kehidupannya tanpa rencana dan terjadi secara tiba-tiba.

"Bagaimana Pak Rega? Proposal ini apakah sudah sesuai?"

"Sepertinya kamu harus mengganti semuanya" Ucap Rega

"ganti jadi proposal pernikahan sepertinya cocok" Lanjut Rega

"cancel aja pak makasih!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azrinamanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Munculnya masa lalu

Kereta melaju membelah hamparan hijau yang mulai memucat di sentuh awal musim dingin. suara roda besi beradu dengan rel terdengar teratur dan tenang namun tidak dengan dada ayra.

suara itu terlalu ia kenal.

"udah lama, aya." 

ayra akhirnya menoleh perlahan. terlihat seorang pria yang ia kenal dan sempat membuat konflik rumah tangganya yaitu Arda

"sejak kapan kamu disini?" tanya ayra pelan.

"aku memutuskan pindah ke zurich" jawab arda santai, seolah ini bukan pertemuan yang mengejutkan

"kamu sendiri? suami kamu mana?" tanya arda

sunyi.

kereta melintas jembatan kecil. bayangan kecil air sungai memantul di kaca jendela. ayra memalingkan wajahnya seolah tidak ingin menjawab pertanyaan arda tentang suaminya yaitu rega.

Arda yang sadar pertanyaan itu mungkin membuat ayra tidak nyaman jadi ia mengalihkan pembicaraan agar ayra nyaman.

"disini liburan? setelah ini mau kemana?" tanya arda

"iya. Cuma jalan-jalan aja tanpa tujuan."

Arda menganggukan kepalanya lalu mengalihkan padangannya ke arah jendela.

"aku lagi belajar," ucap ayra melihat ke arah jendela 

"belajar apa?" tanya Arda menoleh ke arahnya

"belajar berdiri tanpa sandaran dan ikhlas." jawab ayra lalu tersenyum tipis tanpa mengalihkan pandangannya ke Arda

Arda terdiam. Ia sengaja tidak mau melanjutkan pembahasan tentang rumah tangga ayra namun ayra akhirnya membuka suara tentang itu.

Ia tau Ayra bukan tipe perempuan yang mudah runtuh. Tapi ia juga tau kalo ayra sampai pergi sejauh ini, berarti luka itu tidak kecil.

"Aku gak akan tanya lebih jauh," ucap arda pelan.

"tapi kalo kamu butuh teman di zurich... aku ada." Lanjut arda

kali ini ayra tersenyum tulus lalu menoleh ke arah arda.

"makasih, da"

Tidak ada getaran yang sama seperti dulu. Tidak ada sisa cinta yang menggantung. Yang ada hanya kenangan yang sudah selesai pada tempatnya.

Kereta mulai memperlambat lajunya.

"stasiun Winterthur. Aku turun disini." Ucap Arda

"aku turun di sini juga." ucap ayra

"kamu tinggal dimana?" tanya arda

"Diessenhofen." jawab ayra

"udah aku duga, perbatasan Swiss dan Jerman yang pernah kamu ceritakan itu" ucap Arda sambil terkekeh.

mereka beranjak berdiri. mereka berjalan bersampingan hingga pintu terbuka.

"Kamu gak pernah salah memilih untuk mencintai seseorang" ucapnya lembut

"yang salah cuma orangnya yang gak tau cara menjaganya." 

Ayra menatapnya beberapa detik lalu menjawab

"mungkin aku juga belum tau cara bertahan." jawab ayra pelan

Arda tersenyum, lalu pergi lebih dulu.

Ayra berdiri beberapa saat di peron, Membiarkan udara dingin menyentuh wajahnya. 

Pertemuan itu tidak membuat hatinya kembali bergetar. yang ia rasakan justru kelegaan. masa lalunya benar-benar telah menjadi masa lalu.

***

Ibu kota.

Hujan tidak lagi turun. langit kelabu masih menggantung di atas gedung-gedung tinggi. Rega berdiri di depan gedung perusahaannya.

Dua minggu sudah ia habiskan mencari, menunggu, berharap.

kini ia harus tetap berjalan ke depan dan berhenti.

Bukan karna menyerah. Tapi karena ia sadar cinta bukan tentang mengejar seseorang yang sedang mencoba menyelamatkan dirinya sendiri.

"Pak, Ruang meeting sudah siap" Ucap sekertarisnya.

Rega mengangguk. Gio dan rega jalan berdampingan menuju ruang meeting.

"semua pengamanan di perusahaan ayra sudah di tarik?" tanya rega ke gio

"udah aman" jawab gio

"iya. jangan ganggu dia lagi. kalau dia mau pulang... biar itu jadi keputusan dia. bukan karena gua yang maksa dia untuk balik lagi." 

Gio terdiam sejenak. "Lo yakin?" 

Rega menarik napas panjangnya lalu menganggukan kepalanya. dan berlalu masuk ke ruang meeting.

Ruang meeting di penuhi para direksi. wajahnya kembali tegas dan profesional. Namun ada yang berbeda. Rega tidak lagi meledak-ledak. Ia mendengar lebih banyak dan berbicara seperlunya.

Sepulang dari kantor, ia tidak lagi pulang ke rumah yang ia tinggali bersama ayra. melainkan pulang ke apartemen miliknya yang sudah ia kosongkan lama.

"aya.. mas gak akan mencari kamu lagi,"

"tapi mas juga gak akan berhenti untuk tetap mencintai tanpa alasan" gumamnya pelan

tidak terasa air matanya sudah terjatuh. Bukan tangisan seperti dua minggu lalu. kini lebih seperti tekad.

"jika suatu hari kamu pulang. mas akan menyambut kamu sebagai suami yang sudah benar-benar berubah" 

"dan jika suatu hari kamu memilih tidak pernah kembali. Mas akan tetap menghormati keputusan kamu." lanjutnya

Ada titik dimana ia harus mengikhlaskan kebahagiaan seseorang yang ia cintai dan sekarang ia harus merasakan itu walaupun dengan keadaan terpaksa.

***

Diessenhofen, Swiss.

Ayra terduduk di kamar melihat ke arah jendela kamarnya. Salju sudah mulai turun. Ia hanya termenung melihat salju di luar jendelanya.

Pesan dari Teresa masuk.

[dia sudah kembali] 

Ayra membaca pesan itu berkali-kali. Yang ia rasakan saat ini merasa sesak di dadanya.

Ia terdiam. Jantungnya berdetak lebih cepat setelah mendengar kabar itu. Ia tidak langsung menjawab.

Pesan dari Teresa kembali masuk.

[Dia bilang. Gak akan maksa kalo lu ga mau kembali lagi]

Deg...

Rega sudah tidak mencari lagi. Terasa sesak namun ia tidak bisa berbuat apa-apa

Tangannya gemetar. ia mengetik - menghapus - mengetik lagi kemudian berhenti.

Air matanya turun tanpa suara. Di luar salju turun dengan deras seakan tau bahwa dua hati di dua negara berbeda sedang belajar arti yang sama. Melepaskan bukan berarti berhenti mencintai.

Pagi di Diessenhofen datang dengan cahaya pucat yang menyusup pelan melalui tirai kamar.

Ayra terbangun lebih awal dari biasanya. Semalaman ia hampir tak benar-benar tidur. Pesan dari resa masih terngiang di kepalanya.

"Dia bilang. Gak akan maksa kalo aku ga mau kembali lagi" gumamnya pelan

entah kenapa, justru itu yang membuat dadanya terasa kosong.

ia duduk di tepi ranjang, memandangi langit yang saat itu tidak ada salju turun. Ponselnya masih ia genggam. ia bingung apakah harus memberi pesan ke rega atau diam saja?

"kak aya?" panggil adiknya aruna

ayra yang tidak sadar adiknya berada disini. ia langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri adiknya

"kamu sampai kapan? kenapa gak ngabarin?" tanya ayra

"baru aja kak. hehe maaf aku lupa kak" jawab aruna

Ayra hanya tersenyum kemudian menuntun adiknya untuk sarapan.

"kamu biasa sarapan?" tanya ayra

"aku cuma minum susu aja kak. gabisa makan berat" jawab aruna

Ayra mengangguk lalu membuat sarapan dan menyajikan susu untuk aruna

"hari ini jalan-jalan yo kak. aku bosen kalo libur ga kemana-mana" ucap aruna antusias

"kamu yang nentuin ya. kaka gak tau tempat yang seru disini" ujar ayra dan di jawab anggukan oleh adiknya

setelah sarapan mereka bersiap menuju destinasi wisata. Hoch‑Ybrig Ski Resort adalah tujuan mereka. Jaraknya 50km dari Diessenhofen dan cocok untuk pemula seperti ayra yang baru pertama kali bermain ski.

"kenapa jalan kaki ka? kan ada mobil" tanya aruna heran

"lebih seru naik kendaraan umum. kita naik kereta ya" jawab ayra

"tapi naik kereta harus lanjut naik bus lagi" tutur aruna memberi tau ayra

"ga masalah kan? kaka lagi mau menikmati keindahan ini. kan sayang kalo lewat tol lebih cepat sampainya" jelas ayra

"baiklah gimana kaka aja. yang penting ka aya sekarang sama runa disini!" ucap aruna antusias sambil menggandeng lengan ayra lalu berjalan beriringan dan tertawa sesekali.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!