Desa ujung pandang kembali di hebohkan dengan mayat yang hilang dari dalam kuburan, namun sebagian orang menyangkal bahwa itu karena sudah lama di kuburkan sehingga jasad mereka sudah habis di makan tanah.
Namun sebagian lagi mengatakan bahwa itu memang di curi orang, semua ini berawal karena secara tidak sengaja seekor anjing menggali kuburan dan mereka melihat bahwa di dalam itu sudah tidak ada lagi mayat nya.
Kemana kah mayat itu pergi?
mungkin kah mayat itu memang di curi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24. siluman Babi
Purnama menatap Lutfi yang duduk di hadapan dia saat ini dengan tatapan yang begitu tajam dan juga ada rasa tidak percaya, yang lain masih terdiam karena menunggu jawaban dari Purnama tentang siluman apa yang sudah masuk di dalam tubuh pria itu sehingga dia merasakan energi yang begitu panas dan sampai membuat pingsan.
Lutfi sendiri sudah tidak bisa tenang karena dia takut bila ini memang ada sesuatu yang nanti akan membuat nyawa dia terancam, memikirkan bagaimana nanti saat sang istri harus menjadi janda di usia yang muda serta anak mereka yang belum dewasa sehingga jelas rasa takut itu semakin tumbuh di dalam hati ini.
Purnama sendiri sengaja tidak langsung berbicara karena dia ingin melihat reaksi dari mereka semua yang sudah datang ke tempat dia sekarang, terlebih lagi otak Purnama pun sedang tidak baik-baik saja karena menghadapi masalah yang begitu rumit dan ini bukan hanya satu desa tapi sudah ada tiga desa yang mendapat masalah.
Mana masalah mereka adalah sama semua sehingga sudah pasti nanti Purnama harus bekerja keras dan membagi para member untuk berjaga di sekitar kuburan, sebab masih ada memang kuburan yang masih memiliki mayat dan sebagian lagi memang sudah kosong sehingga yang bagian kosong tidak perlu untuk di jaga oleh mereka.
Sedang otak ruwet seperti ini malah kedatangan Lutfi yang ingin melihat khodam di dalam tubuh dia karena mendadak pingsan saat sedang buang air kecil, namun ketika melihat sesuatu yang ada di dalam tubuh Lutfi Purnama sedikit tersenyum dan itu tentu saja membuat yang lain merasa semakin penasaran.
Entah apa sebenarnya yang sudah terjadi sehingga Purnama tetap kelihatan tenang dan sama sekali tidak ada niat untuk membuang, padahal Nana dan juga Arya sudah sangat cemas bila memikirkan itu adalah pelaku dari yang mencuri mayat, sebab bisa saja hewan itu jelmaan dari seseorang dan sekarang justru sedang mencari korban baru.
"Dia kerasukan babi." ujar Purnama menahan tawa.
"Babi?!"
Bukan hanya Lutfi saja yang merasa kaget tapi juga semua yang ada di sana langsung tersentak tidak percaya ketika mendengar ucapan Purnama barusan, ternyata yang masuk ke dalam tubuh Lutfi adalah seekor siluman babi sehingga pantas saja bila memiliki taring yang begitu besar dan juga mengerikan.
"Babi? jadi babi itu masuk dalam tubuh ku!" Lutfi agak tidak percaya dan berulang kali bertanya.
"Ya, dia memiliki taring panjang dua biji dan kemudian dia terluka setelah bertempur dengan seseorang." jelas Purnama.
"Dengan siapa dia bertempur dan apa ini ada sangkut paut dengan pelaku pencurian mayat?" otak Arya sudah mengarah ke sana.
"Entah lah, hanya Lutfi yang bisa berkomunikasi dengan khodam itu saat nanti malam datang." jawab Purnama karena dia juga tidak tahu.
"Ak...aku punya khodam seperti Davin kemarin?" Lutfi masih agak tidak percaya dengan ucapan Purnama.
"Harus berapa kali aku katakan bahwa ada siluman babi di dalam tubuhmu itu!" bentak Purnama sudah naik darah.
"CK Kau ini kenapa ngeyel sekali." Nana mencubit lengan Lutfi sangat keras.
"Aduh, aduh kuku mu menusuk daging ku." rintih Lutfi kesakitan.
"Maka nya kalau orang ngomong itu di dengar jangan banyak tanya saja kau ini." geram Nana.
Lutfi melihat wajah Purnama yang sudah berubah menjadi galak seperti itu sehingga dia tidak berani lagi banyak bertanya tentang siluman babi yang ada di dalam tubuh dia, bahaya bila nanti sampai dia di banting karena dulu sudah pernah merasakan bantingan maut dari ratu ular itu sehingga Lutfi sudah paham bagaimana rasa nya.
"Sekitar jam enam sore nanti kau ambil tebu warna hitam dan makan tebu itu saat adzan maghrib terdengar, makasih lumayan babi itu akan muncul dan berbicara kepada dirimu." Purnama memberikan solusi.
"Loh berarti aku sekarang tidak boleh salat karena di dalam tubuh ada jin." ujar Lutfi pula.
Plaaaaak.
"Aduh!" Lutfi menjerit karena kepala dia terkena hantaman tangan Purnama.
"Kenapa dari dulu sampai sekarang kau tetap saja bodoh seperti ini." Purnama menjadi sangat kesal dengan Lutfi.
"Ya kan aku memang tidak tahu, makanya aku bertanya kepada Kau yang sudah paham tentang hal ini." Lutfi mengusap kepala yang terasa sangat sakit.
Purnama menarik nafas panjang dan dia segera menjelaskan bahwa dia tetap harus salat sebagaimana umat muslim pada umum nya, walau telah memiliki khodam di dalam tubuh namun iblis itu tidak akan menghalangi perjalanan hidup Lutfi karena dia juga adalah siluman baik bila dibawa ke jalan yang baik asal saja Lutfi bisa membuat pagar di tubuh ini.
"Aku memberikan keringatan bahwa iblis yang ada di dalam tubuh mu ini tidak sepenuhnya adalah iblis baik, jadi kemungkinan besar untuk beberapa saat kau akan sangat malas beribadah." pesan Purnama.
"Waduh!" Lutfi panik sendiri.
"Jadi kau harus bisa menahan dan membuang rasa malas yang ada di dalam dirimu itu." sambung Purnama kembali.
"Aku juga minta tolong agar kau memberi bimbingan kepada aku ya." Lutfi memelas karena dia sudah sangat takut.
"Ya, kau ini bila tidak dibimbing maka jelas akan menjadi musuh di kemudian hari." angguk Purnama.
"Astaga sampai parah seperti itu ternyata!" Nana juga sama sekali tidak menyangka.
"Jangan membuat aku semakin takut seperti itu, Na!" Lutfi menggenggam erat tangan Nana.
"Singkirkan tangan sialan mu itu!" Samuel menepis kasar tangan Lutfi karena dia tidak terima bila sang kekasih di sentuh kembali.
"Wah aku sama sekali tidak menyangka kalau rumahmu ini penuh dengan para pria dan wanita cantik." Lutfi agak terperangah ketika melihat isi rumah milik Purnama.
Sedang Mereka sibuk membahas khodam yang ada di dalam tubuh Lutfi ini, mendadak saja mereka kedatangan tamu lain dan Purnama sebenarnya agak kurang mengenal siapa tamu tersebut namun tetap saja dia menyambut tamu itu dengan sangat ramah seolah tidak memiliki emosi yang sangat besar di dalam diri.
"Maaf saya datang mendadak saja tanpa permisi karena saya sedang membutuhkan bantuan dari Mbak Purnama." Pak RT desa mati berbicara kepada Kiara.
"Oh iya tidak masalah kok, silakan masuk saja." Kiara menyambut dengan sangat ramah.
"Ini Mbak Pur ya?" tanya Pak RT.
"Oh bukan, ini Purnama." Kiara menunjuk wanita yang sedang duduk santai itu.
Pak RT agak malu karena tadi dia salah mengira bahwa gadis yang ada di hadapannya ini adalah Purnama, sebab banyak kabar beredar bahwa Purnama walau telah berusia namun tetap saja Dia terlihat muda dan cantik seperti gadis sehingga tadi dia salah terka.
Selamat siang menjelang sore besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
musuh licik tp purnama bisa lebih licik👻
takut bgt aku klo musuhnya adalah orang yg di kenal ky Nino dulu🙁
semoga aja Bara bisa melumpuhkan semua harimau2 itu