NovelToon NovelToon
Merayu Grand Duke Paling Kejam

Merayu Grand Duke Paling Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Kultivator setengah abadi Yan Biluo harus hidup sebagai Beatrice Nuo Vassal, karakter kecil dalam novel erotika yang seharusnya mati di awal cerita. Karena hal ini, ia pun merayu tunangan lisannya—Estevan De Carlitos, Grand Duke paling kejam dalam cerita tersebut.

Tujuannya sederhana—memperbaiki plot yang berantakan sambil terus merayu tunangannya yang tampan. Namun semuanya berubah saat tokoh utama antagonis tiba-tiba saja meninggal. Sejak itu, fragmen ingatan asing dan mimpi-mimpi gelap mulai menghantuinya tanpa henti.

Beatrice mengira tidur dengan tunangan tampannya sudah cukup untuk menikmati hidup sampai akhir cerita. Namun ia malah terseret dalam emosi, ingatan, dan trauma dari pemilik tubuh aslinya.

Apakah dunia ini benar-benar hanya novel?

Atau sebenarnya ia sedang menghidupi tragedi yang pernah dialami oleh karakter yang ia gantikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merayu Estevan

Novel aslinya cukup cabul. Penulisnya mungkin punya kesukaan tersendiri terhadap cerita romansa erotis. Setiap karakter digambarkan memiliki pikiran vulgar, seakan-akan dunia ini berisi orang-orang yang kepalanya dipenuhi kabut panas.

Namun ada satu pengecualian—pria yang selalu digambarkan bersih, suci dan menjauhi godaan duniawi. Dialah Grand Duke Carlitos, Estevan De Carlitos.

Setidaknya … itu adalah gambaran awal.

Karena setelah Beatrice meninggal dalam novel aslinya, pria itu akhirnya melakukan pertunangan, lalu menikah demi melanjutkan garis keturunan.

Pada suatu malam setelah pernikahan, sang pria lurus itu berubah menjadi pria panas-dingin yang menggoda. Meski tanpa cinta, setidaknya kebutuhan fisiologisnya membara—sangat berbeda dengan kepribadiannya yang dingin, jauh dan nyaris tak tersentuh.

Beatrice menghela napas pendek. Ia meraih syal musim semi lalu menyampirkannya ke bahu. Baju tidurnya yang tipis dan berlengan terbuka—terlalu seksi untuk standar pakaian di zaman ini, apalagi untuk seorang putri seorang duke.

Setelah memastikan tak ada pelayan di sekitar, Beatrice menyelinap turun ke halaman belakang. Udara malam musim semi terasa hangat karena diterangi cahaya lentera yang menempel pada dinding dan pilar kastil.

Ia berjalan santai menuju gazebo. Ketika yakin tidak ada yang melihatnya pergi, Beatrice tersenyum kecil.

Dia percaya diri dengan penampilannya. Masalah suka atau tidak, biarlah pria itu yang menentukannya. Bagaimanapun, ia bukan lagi pemilik tubuh aslinya yang lemah.

“Apa Yang Mulia tidak menikmati jamuan ulang tahun ayah saya malam ini?” tanyanya ketika tiba di depan gazebo.

Estevan menoleh sedikit. Tentu saja ia tahu gadis itu datang mendekat. Tetapi seperti biasanya, ia tidak terburu-buru bicara. Ia hanya duduk bersandar kursi panjang gazebo, cerutu mahalnya menyala di antara jarinya.

Asap putih naik perlahan, membuat sosoknya yang tampan dan mulia tampak sedikit liar. Di hari biasa, Estevan biasanya tidak akan mengisap cerutu karena barangnya yang sangat langka di Benua Barat dan belum populer.

Dengan gerakan santai, Estevan menjentikkan abu cerutu dengan jemari panjangnya. “Malam ini cukup dingin. Sebaiknya kamu kembali sebelum jatuh sakit.”

“Saya datang untuk melihat Anda, Yang Mulia,” balas Beatrice tanpa ragu.

“Oh?”

Untuk pertama kalinya, ia menatap Beatrice dengan penuh minat.

Di bawah cahaya lentera, rambut peraknya yang disisir rapi benar-benar tampak seperti vampir aristokrat film modern—begitulah menurut Beatrice. Matanya yang keemasan memancarkan sorot tajam pada wajahnya yang terpahat sempurna.

Dan meski Estevan bukan protagonis pria dalam novel asli, penampilannya jauh lebih dominan daripada sang putra mahkota yang seharusnya menjadi tokoh utama, bukan?

Dalam novel aslinya, Estevan tewas secara tragis di perbatasan—ditikam oleh pengkhianat yang menyamar, sebelum akhirnya wilayah Grand Duchy jatuh ke tangan musuh. Ia meninggalkan seorang istri dan bayi yang berumur beberapa bulan.

“Kenapa kamu ingin menemuiku?” tanya Estevan seraya menjatuhkan puntung cerutu ke asbak perak di meja kecil gazebo.

Beatrice memainkan ujung syalnya sebentar, seolah tengah memilih kata. “Saya dengar dari Ayah … kita bertunangan sebelumnya?”

“Ya,” jawab Estevan santai.

Beatrice mengangguk kecil. “Kalau begitu … maukah Yang Mulia Grand Duke memenuhi pertunangan ini?”

Estevan menatapnya lama, matanya seolah membaca lebih dari sekadar kata-kata. “Bagaimana menurutmu?”

Beatrice ingin sekali menghela napas panjang. Bicara formal dengan bangsawan tingkat tinggi benar-benar menyita energi.

Akhirnya ia berkata terus terang, “Saya memang sakit sebelumnya … tapi sekarang saya baik-baik saja. Tubuh saya tidak selemah itu untuk melahirkan pewaris.”

Estevan tidak langsung menjawab. Matanya turun, memperhatikan cara gadis itu berdiri. Beatrice memiliki tubuh yang ramping, kulitnya pucat bersih, syal tipis yang menambah pesona serta gaun tidur tipis yang gagal menutupi sebagian bentuk tubuhnya. Ia dapat melihatnya dengan jelas meski dalam cahaya remang-remang.

Jakun Estevan bergerak ketika menelan salivanya. Hasrat biologis yang selama ini ia tekan, muncul begitu saja. Dan setelah mendengar Terrence membicarakan gadis-gadis keturunan Benua Timur, ia memikirkan hal-hal yang tak seharusnya ada.

“Kamu sudah memikirkannya sejauh itu,” katanya datar namun tidak merasa tersinggung.

Beatrice tidak mundur sedikit pun. “Saya berusia delapan belas tahun, Yang Mulia. Saya bukan lagi anak-anak.”

Wajahnya memang memerah karena malu, tetapi ia tetap menjaga dagunya terangkat.

“Mendekatlah,” Estevan akhirnya berkata. “Jangan berdiri di angin malam.”

Beatrice menurut tanpa ragu untuk melangkah menghampirinya. Saat berdiri lebih dekat, ia dapat mencium aroma pria itu—campuran anggur, asap cerutu dan wangi maskulin alami yang memabukkan. Persis seperti feromon yang diciptakan untuk membuat wanita mana pun kehilangan akal sehatnya.

Dalam sekejap, tangan Estevan menangkap pergelangan tangannya. Tarikan kecil namun kuat membuat Beatrice jatuh tepat ke pelukannya.

"Uh ... Ya-yang Mulia."

Beatrice membeku sesaat dan terkejut. Sebentar lagi ia pasti akan di-PUA habis-habisan. Tapi jika pria yang melakukannya setampan ini, ia tidak keberatan sama sekali.

Estevan menatap wajah memerah Beatrice dari jarak yang sangat dekat. Mata keemasannya menyipit kecil. “Apakah kamu benar-benar ingin aku memenuhi pertunangan ini?” Suaranya rendah, hampir bergema di pikiran gadis itu.

“Ya …” Beatrice menjawab tanpa sadar.

Estevan tanpa sadar menurunkan pandangannya pada siluet lembut di dada gadis itu. Gaun tidurnya yang tipis dan longgar membuatnya tampak menggoda. Syal musim semi yang semula melingkari bahunya pun melorot, meninggalkan kulit pucat yang tersingkap di bawah cahaya lentera.

Tanpa sadar, Estevan menyentuh bahunya. Kemudian naik mengikuti garis tubuh gadis itu, mengelus leher jenjangnya yang halus. Saat menyentuh bibirnya yang pink pucat, rasanya sangat lembut. Belum lagi, gadis itu memiliki rambut berwarna almond blonde yang berkilau samar seperti serpihan emas.

“Yang Mulia …” Suara Beatrice terdengar lirih, menyadarkan pria itu dari pikiran liarnya.

Estevan sedikit memiringkan kepalanya dengan tatapan menggoda. “Jika kamu membuatku yakin malam ini, aku akan memenuhi pertunangan besok.”

Entah karena keberanian mendadak atau mencoba untuk berbuat nakal, Beatrice tersenyum malu-malu. Tangannya menyentuh dada bidang Estevan dengan gerakan yang menggoda.

“Apa yang Anda inginkan malam ini, Yang Mulia? Saya … bisa memenuhinya.”

“Yakin?” Suara Estevan rendah, seperti ada sesuatu yang ditahan. Tangan satunya beralih ke pinggang ramping Beatrice.

“Tentu saja,” bisik Beatrice. “Saya milik Anda.”

Merayu Grand Duke Carlitos ternyata tidaklah sesulit yang ia bayangkan. Meski begitu, Beatrice tetap merasakan campuran senang dan takut. Bagaimana jika ada seseorang yang melihatnya merayu Grand Duke dengan pakaian tipis? Bukankah mereka akan menganggapnya sebagai gadis tak tahu malu?

“Bahkan jika aku menginginkannya … di sini?” Estevan menurunkan tangannya sedikit, sekadar menyentuh lekuk di pahanya yang cukup membuat napas Beatrice tercekat.

Ekspresi Beatrice berubah dari terkejut menjadi malu-malu. Tubuhnya refleks bergetar karena sentuhan asing itu. “Saya tidak keberatan, Yang Mulia,” ucapnya lirih. “Selama Anda bertanggung jawab atas saya.”

Dialah yang datang untuk merayu Estevan, bukan sebaliknya. Tapi hanya dengan mengobrol berdua untuk pertama kalinya, Beatrice merasa ia adalah kelinci yang sedang bermain dengan seekor serigala.

1
sambua
ya ampun 😂😂
sambua
mungkinkah mereka berdua itu??
sambua
masa' gitu ajah paula meninggoy nya thor😂
Sonya Kapahang
Ya ampun ini si Erica bener² cocok bgt klo disuruh nyari informasi gosip.. udh mcm admin akun lambe²an 🤣🤣🤣🤣🤣
Sonya Kapahang
asli, ga elit bgt Putra Mahkota calon Kaisar tidur sm cewek di semak².. Mana ngaku lagi ke Estevan 🤣🤣🤣🤣🤣
sambua
pdhl udh 2bab tapi knp berasa kurang yaa😭/Facepalm/
Author Risa Jey: Namanya juga baca 😄. Padahal seribu kata lebih per bab nya /Smile/
total 1 replies
sambua
astaga Alicia 🫣😂😂
sambua
duh ya ampun kyak ga ada tempat yg lebih estetik apa ya julio tpi krn keadaan gpp lah ya/Facepalm//Facepalm/
Author Risa Jey: Di hutan gak ada tempat yang bagus selain rumput dan pohon/Sweat/. Ini gak kayak di komik-komik yang bisa nyari gua? ehem! /Hammer/
total 1 replies
sambua
untung aja putra mahkota bisa membuat tuh ulet Keket tak bergerak
Author Risa Jey: entar juga meninggoy ... /Grievance/
total 1 replies
sambua
cih menjijikkan sekali nih org
sambua
astaga nih manusia satu bisa2 nya mau perkaos putra mahkota 😤😂
Dian WRP
bagus
Author Risa Jey: Terima kasih sudah memberikan penilaian, sayang ... selamat membaca 🤭
total 1 replies
sambua
paula kah itu? atau suster2 itu? entah lah
sambua: kak othoorr main nya tebak2an mulu😂
total 2 replies
sambua
mau ngakak tapi gmn ya,,,masa putra mahkota diperkosa astaga /Silent//Facepalm/
Author Risa Jey: Putra mahkota juga manusia /Hey/
total 1 replies
sambua
semoga putra mahkota bsa sampai atas dg selamat ya
sambua
😂😂😂😂
sambua
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
sambua
bener2 yaa si Evan maniak sekali Klo udah soal urusan asik2🫣😂😂😂
sambua
nubuat apa thoor?
Author Risa Jey: nubuat artinya ramalan /Smile/
total 1 replies
sambua
kalo putra mahkota udh ngerasain rasa nya knpa di kasih tau lagi Evan 🤣🤣
Author Risa Jey: Siapa tahu rasanya beda, kan?😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!