Kirana adalah gadis ceria, polos dan kebal bully apa jadinya kalau ia bertemu dengan seorang pemuda raja bully yang tidak sengaja mobilnya ia tabrak saat pulang dari kampus, dan parahnya ia harus rela menjadi pelayan dirumah pemuda itu, karena sang pemuda dendam gara-gara kejadian itu ia diputuskan pacarnya, baca keseruan, kekonyolan dan kekocakan mereka berdua di novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabia X, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sudah jatuh tertimpa tangga
Kirana mengendari motornya menuju kampus yang ia inginkan untuk membayar secara langsung, setelah ia diterima dikampus ternama di kota X, setelah drama keluarga yang alot dan penuh tekanan akhirnya ia diizinkan untuk kuliah dengan ketentuan dan syarat-syarat berlaku, dan Ana hanya mengiyakan saja yang penting ia bisa kuliah, waktu tempuh dari rumahnya membutuhkan kurang lebih tiga jam perjalan menuju kota X, ia yang belum begitu hapal jalan berkali-kali berhenti untuk bertanya arah jalan yang benar, ia tidak memakai google maps karena jengkel dengan aplikasi tersebut yang pernah menyasarkan nya kehutan waktu itu, baginya mulut orang lebih bisa dipercaya kalau urusannya hanya jalan dibanding aplikasi itu, setelah sampai dikampus yang dituju Ana langsung membayar dengan semangat , ia pun kagum dengan bangunan kampus yang begitu besar, setelah semua selesai ia pun bergegas pulang. saat ia hendak membelokkan motor nya di persimpangan sebuah mobil mewah melaju dan tanpa bisa menghindar tubrukan pun terjadi.
“Bruak!”
Terdengar nyaring disertai suara ban bergesekan dengan aspal karena mobil itu mengerem mendadak, motor Ana terguling begitu pun dengan orangnya yang langsung mengaduh kesakitan karena sikunya berbenturan dengan aspal, untung jalanan persimpangan pas sepi, mobil itu langsung menepi, sementara Ana dibantu seorang warga meminggirkan motornya yang jatuh, seorang pemuda turun dari mobil sport nya dan langsung melihat mobilnya yang penyok bagian depannya, ia langsung berkacak pinggang memutar tubuhnya mencari orang yang menabrak mobil barunya, sementara ponselnya terus berdering namun ia abaikan dan melangkah kearah Ana dengan tidak sabaran, Ana yang melihat motornya juga pecah bagian depannya hanya mengurut dada, karena bakalan dapat omelan panjang emaknya setelah pulang, belum kekhawatirannya tentang omelan emak nya dan rasa sakit pada sikunya yang ia abaikan suara bas, seorang pria terdengar dibelakangnya.
“Eh elo, yang nabrak mobil gue, tanggung jawab loe.” ucap nya tanpa basa-basi sembari berkacak pinggang dengan angkuhnya, Ana yang mendengar itu sontak menoleh, dan mendapati seorang pemuda berwajah ganteng namun berbadan kurus sudah berdiri dihadapannya, Ana harus mendongak karena perbedaan tinggi badan yang mencolok, ia pun memasang wajah bingung sekaligus takut terlebih melihat mobil yang terparkir dipinggir jalan itu sangat mewah bahkan Ana bisa menyimpulkan, kalau dijual mobil itu bisa buat beli rumah setanah-tanahnya.
“Eh malah bengong lagi, tanggung jawab loe.” bentak pemuda itu dengan wajah garang, Ana hanya bisa menelan ludah susah payah.
“Aku gak punya uang bang, sudah habis buat bayar kuliah tadi.” jawab Ana takut-takut.
“Bang.. bang. Emang aku Abang tukang bakso, gak mau tau ya pokoknya loe harus ganti kerusakan mobil aku lima ratus juta.” Ana yang mendengar nominal yang begitu banyak semakin ternganga tidak percaya, otaknya mendadak loding mulutnya terbuka lebar, pemuda yang ada dihadapannya bertambah kesal melihat mahluk yang ada dihadapannya hanya melongo.
“Gini ni kalau urusan sama orang susah ribet, gak mau tau ya pokoknya harus diganti sekarang juga.” bentaknya lagi dengan wajah angkuh.
“Sudah dibilang aku gak punya duit paham gak, situ mau memeras, masa mobil penyok dikit minta ganti lima ratus juta, motor ku juga rusak, situ juga ngapain naik mobil gak lihat-lihat, nih lihat tanganku juga berdarah, jadi orang kaya jangan pelit nanti kuburannya sempit mau loe.” balas Ana yang sudah mode bar-bar, mana bisa dia ditindas lagian juga tadi ia belok sudah benar, mobil itu aja yang Meleng, maksudnya yang nyopir, mana mungkin keluarga nya punya uang sebanyak itu, bahkan kalau rumahnya dijual juga tidak akan cukup, masa ia mereka mau jadi gelandangan hanya karena mobil penyok sedikit.
“Eh, malah ngatain loe ya, pokoknya gue gak mau tahu loe harus tanggung jawab, motor loe aja kalau dijual masih gak bisa ya gantiin, mana gue mau lihat KTP loe biar loe gak kabur.” ucap pemuda itu langsung meraih tas Selempang yang menggantung di bahu Ana dengan cepat membuat Ana terkejut.
“Eh, balikin, mau apa loe, gue teriak nih.” ucap Ana sembari mencoba meraih tasnya kembali.
“Teriak aja, gue laporin loe ke polisi karena gak mau tanggung jawab mau loe.” ancam pemuda itu balik membuat Ana tidak jadi merebut tasnya, karena akan semakin ribet urusannya kalau sampai kekantor polisi, apa lagi pemuda dihadapannya bisa melakukan apa pun dengan kuasanya melihat tampilan pemuda dihadapannya yang sepertinya anak orang kaya, pemuda itu mengambil KTP dari dompet dalam tas itu, memfotonya sebentar dan mengembalikannya kembali kepada Ana, ia juga menyerahkan ponselnya.
“Masuk kan no mu, aku kasih waktu seminggu, kalau gak bayar, aku masukkan loe ke penjara.” ancam pemuda itu dengan wajah garang, Ana hanya mengerucutkan bibirnya sembari memasukkan no nya ke ponsel mahal pemuda itu. Tidak lama ponselnya berbunyi karena pemuda itu melakukan panggilan.
“Namanya siapa?” tanya Ana namun belum pemuda itu menjawab ponsel pemuda itu berdering.
“Hallo sayang.. iya-iya sebentar lagi aku sampai, iya ini lagi ada insiden, ada yang nabrak mobil aku, iya tunggu sebentar ya, sepuluh menit sampai, ok sayang, jangan ngambek sebentar lagi sampai by..” suara pemuda itu terdengar datar, Ana tidak perduli dengan nama pemuda itu, dan menjalankan kembali motornya untuk kembali kerumahnya sementara pemuda yang sudah selesai dengan telfonnya berbalik badan dan sudah tidak mendapati gadis yang ia mintai pertanggung jawaban tadi, pemuda itu mendengus kesal dan berjalan kearah mobilnya, saat ia hendak membuka mobil, ia mencari kunci mobilnya dengan bingung, saku celana sudah ia ubek bahkan trotoar sudah ia lihat bolak-balik namun nihil kunci mobilnya tidak ia temukan apes, dan ia berteriak geram tatkala ingat mungkin kunci mobilnya masuk kedalam tas gadis yang ia ajak berdebat tadi.
“Sial!” umpatnya belum selesai dengan kedongkolannya, ponselnya kembali berdering dan nama sang pacar Olivia tertera disana, ia langsung menghentikan taxi yang lewat agar sampai ke tujuan dan sang pacar tidak mengamuk. Didalam taxi ia mencoba menghubungi no Ana yang sudah ia simpan dan ia beri nama pendek namun no itu tidak mengangkat, semakin seram lah tampang pemuda tampan itu. Taxi itu terus meluncur menuju arah ke kampusnya, untuk menjemput pacarnya yang katanya ada acara disana dengan kelompoknya, sesampainya diparkiran kampus terlihat Olivia sudah berdiri dengan muka masam bersama teman-temannya, apa lagi melihat pacarnya yang malah datang dengan taxi bukan mobil yang katanya baru, dan ia ingin pamer sama teman-temannya, malu lah ia jadinya apa lagi sudah terlanjur bilang tadi, pemuda itu berlari mendekat kearah kekasihnya yang sudah memasang wajah seram karena marah.
“Katanya Dewa bawa mobil barunya Liv, kok malah bawa taxi, kamu berbohong ya kalau Dewa beli mobil baru, masa ia tuan putri naik taxi.” ledek salah satu teman Oliv yang seketika membuat wajah Oliv semakin merah padam karena marah.
“Sayang..” panggil Dewa mendekat.
“Gak ada sayang-sayang, hari ini kita putus.” ucap Oliv dengan wajah kecewa bercampur amarah terlihat di wajah cantiknya, Dewa yang mendengar itu seketika terdiam melongo, masih tidak mengerti, pacarnya tiba-tiba minta putus.
“Lho salah ku apa, aku sudah datang Lo ini jemput kamu, kok malah minta putus.” tanya Dewa yang masih ngeblang dengan wajah cengo tidak percaya.
“Kamu masih tanya salah kamu apa, kamu sudah terlambat jemput, udah gitu gak bawa mobil baru yang kamu janji in, aku malu sama teman-teman aku, kita udah janjian mau pergi bersama dengan bawa mobil baru masing-masing, kamu malah bawa taxi, nyadar gak.” cerocos Oliv geram menatap Dewa nyalang.
“Kan aku sudah bilang tadi mobilku ada yang nabrak dan masuk bengkel, masa hanya karena begini putus.” jawab Dewa tidak mengerti dengan isi pikiran perempuan.
“Aku gak perduli pokoknya kita putus, aku gak mau punya pacar pembohong, yuk gaes kita cabut.” ucap Oliv yang berjalan melewati Dewa dengan angkuh.
Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰