NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Rania Wiratama seorang gadis yang dipaksa menikahi pembully-nya di Masa lalu atas keinginan terakhir Eyang Kartika, Rania bekerja sebagai Photography dan penjual foto lewat website.
Arga Prananda seorang pria yang bekerja di anjungan laut lepas, nampak menyesali perbuatannya pada Rania. Rasa bersalah selama bertahun-tahun mengubahnya menjadi obsesi sekaligus cinta. Rania yang sudah memendam rasa benci dan trauma tak mampu menatap apalagi bersama Arga. Tapi Arga selaku suami dan Imam bagi Rania berjanji untuk membimbing dan menuntun istrinya ke jalan agama, sekaligus mencintai Rania. Bagaimana akhir pernikahan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Dapur rumah keluarga Wiratama nampak terasa hangat oleh aroma tumisan bawang, dengan gadis yang berambut ikal dan mengenakan kaos merah muda.

Rania berdiri di depan kompor, tangannya dengan cekatan menggoreng ayam.

Di sampingnya Lena yang sudah kembali dari mengantarkan pastel untuk Bi Rusti, Lena menumis sayuran di samping Rania.

Suasana dapur nampak akrab antara ibu dan anak seperti dulu, sebelum Rania menikah banyak hal di dapur ini yang tak pernah berubah.

Setelah selesai memasak, Rania merapikan bahan masakan yang tak terpakai di meja dan memasukannya kembali ke dalam wadah.

Tap...Tap...Tap.

Derap suara langkah kaki terdengar mendekat, Rania sangat kaget saat dua tangan melingkar di tubuhnya.

Itu tenyata Arga yang memeluknya dari belakang.

"Maaf ibu...Rania sudah jadi milikku," kata Arga berusaha menunjukan dominasinya kepada Lena.

Lena hanya tersenyum menahan tawa dan tangannya membekap mulutnya.

Rania menoleh sekilas.

Arga berdiri di belakangnya memeluknya dari belakang.

Tubuh Rania menegang saat di peluk oleh Arga dari belakang, wajah Rania terlihat nampak tak nyaman.

"Mas lepasin," bisik Rania.

Tapi Arga semakin mempererat pelukannya bahkan menghirup dalam, aroma rambut Rania yang ikal---Aroma aloevera yang amat menangkan.

"Lihat Rania pacee sangat cinta Ko," ujar Lena sambil terkekeh.

"Sudah benar keputusanku, dengan memberikan kalian jadwal bulan madu besok."

Rania dan Arga wajahnya langsung heran, kenapa harus besok bulan madunya----Ini sangat mendadak.

Tapi Arga semakin mempererat pelukannya sesekali mencium leher Rania, gadis berambut ikal ini merasa jika Arga sangat berlebihan.

"Arga...," ucap Rania lirih berusaha melepaskan diri.

"Sudahlah Rania biarkan suami ko menikmati waktunya sebelum bekerja," kata Lena berusaha kembali meledek putrinya.

Lena langsung pergi setelah dapur beres, meninggalkan Rania yang masih di peluk oleh Arga dari belakang.

"Mas...Lepasin!" ucap Rania yang jengkel.

Setelah kepergian Lena  membuat Arga semakin mempererat pelukannya, tapi sialnya. Rania malah merasakan nyaman saat Arga memeluknya.

Bahkan saat Arga mencium lehernya.

"Ini gua bukannya trauma ama Arga, tapi kenapa rasanya nyaman." Rania nampak bicara pada hatinya.

Dirinya amat tak mengerti bagaimana bisa dirinya nyaman di pelukan Arga, dan tadi saat Arga lari pagi dan di goda sekumpulan perempuan---Rania melihat dari atas.

Hati Rania tiba-tiba panas, mengapa merasa demikian.

Tangan Rania berusaha melepas pelukan Arga.

"Katanya kamu nggak akan nyentuh aku sebelum aku izinkan," ujar Rania menoleh ke belakang.

"Kan hubungan intim bukan pelukan, inget banget semalam kamu meluk saya loh."

Rania merasa semakin terpojok saat Arga mengatakan itu.

"Masa saya nggak boleh peluk kamu," gerutu Arga yang semakin jahil kepada istrinya.

Arga memeluk istrinya teringat saat semalam Rania memeluknya dengan tidur di pangkuannya, sungguh Arga sangat bahagia---hal yang dirasakan Rania kenapa traumanya di gantikan rasa nyaman.

Padahal jika di pikir-pikir korban bully yang menikah dengan pembullynya akan trauma saat di dekati---Tapi sekarang Rania kenapa merasa nyaman.

Pria itu masih setia memeluk istrinya dari belakang, lalu mencium leher dan bahu istrinya.

"Kapan kamu siap?" tanya Arga.

Rania memejamkan matanya, dirinya merasakan nyaman tapi sekarang----Rania tak bisa mengelak saat Arga memeluknya.

Munafik, jika Rania mengatakan tak nyaman dan membenci Arga---persetan dengan trauma yang di rasakan Rania.

Rania sudah merasakan nyaman saat Arga memeluknya.

Sampai Rania memiliki ide untuk mengerjai Arga, sisa tepung di meja tangannya ambil lalu di olesi ke pipi Arga.

Hal ini berhasil, Arga berhenti mencium lehernya.

Rania langsung tertawa, sontak Arga melepaskan pelukannya.

Arga membersihkan wajahnya, tapi Rania dengan jahil menambah tepung di wajah suaminya dan berlari.

"Eh dasar rambut mie, dapat nggak akan saya kasih ampun!" ujar Arga yang tak mau kalah, mengambil tepung di kedua tangannya lalu berlari mengejar Rania.

"Rania!" teriak Arga sambil tersenyum mengejar istrinya yang memutari meja.

Rania berusaha menghindari Arga, sementara Arga terus mengejar dan mendapatkan Rania.

Keduanya belarian.

"Uekk nggak kena!" ledek Rania menjulurkan lidahnya, yang berlari memutari meja.

"Awas ya kalo dapet, aku pakein tepung ama aku bikin cupang!" ancam Arga yang terus mengejar istrinya.

"Tangkap kalo bisa!" tantang Rania yang tertawa, berusaha menghindari dari sang suami.

Rania berlari dan Arga mengejar.

Tawa Arga dan Rania memenuhi dapur pagi ini, baru hari ini Arga dan Rania merasa jika keduanya adalah penganten baru.

Sampai Arga berhasil meraih tangan Rania, dan kedua tangan Arga mengolesi tepung pada wajah Rania.

Keduanya bercanda di dapur, sampai tanpa sengaja wajah keduanya berhadapan satu sama lain.

Tentu saja wajah keduanya di penuhi tepung, dan sekilas Rania menatap mata Arga yang hangat sementara Arga menatap mata Rania yang seperti keindahan alam.

"Mata itu kenapa nggak berubah sejak dulu," ujar Arga dalam batinnya.

Rania merasakan tatapan Arga yang hangat, meski Rania dulu di bully setiap hari atas fitnahan Karin yang tak masuk akal.

Tangan Arga menyentuh pipi Rania dan bibirnya mulai menempel pada bibir istrinya.

Tak ada penolakan dari Rania, kali ini Arga bisa merasakan ciuman pertama dari istrinya.

Rania memejamkan matanya, sementara Arga masih bersilat lidah di bibir istrinya.

Beberapa detik kemudian Arga melepaskannya dan tangannya mengusap pipi istrinya.

"I Love you," ujar Arga dalam bahasa inggris.

Rania tersenyum kali ini membalas menggunakan bahasa Jepang.

"Aishiteru Mo," jawab Rania.

Wajah keduanya sudah di penuhi tepung, baju dan rambut keduanya.

Kali ini Arga dan Rania merasakan hari dimana bisa mengungkapkan perasaan satu sama lain.

*

1
DewiKar72501823
kak putri cerita mu bagus sekali..the best 👍🏻🥰
Putri Sabina: makasih kakak udah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!