NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Anak Yatim Piatu / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mul_yaa

Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.

12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .

Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.

" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.

" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .

" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .

" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.

Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 Jangan melawan Om

Ayra berdiri dihadapan Hans dan membantu mengeringkan rambutnya dengan senang .

" Geser dikit sini Om " kata Ayra menarik kepala Hans agar lebih dekat padanya .

" Om itu kalau habis mandi rambutnya dikeringkan dulu , jangan langsung beraktivitas nanti Om masuk angin lagi " kata Ayra .

Tok

Tok

" Masuklah" kata Ayra yang masih sibuk mengeringkan rambut Hans .

" Ehhhhh, Om Dave aku pikir pelayan yang datang membawa kopi " ucap Ayra begitu Dave masuk tanpa menutup pintu.

" Apa yang kamu lakukan Ayra ? Apa Om mu sakit sampai kamu harus membantu mengeringkan rambutnya?" pertanyaan Dave mengangkat sebelah alisnya melihat Hans yang bersandar ke perut Ayra yang berdiri dihadapan nya .

" Tidak, tidak, Om Hans tidak sakit hanya saja dia tidak mengeringkan rambut setelah mandi jadi aku membantunya " kata Ayra mencabut hair dryer setelah selesai mengeringkan rambut Hans.

" Kenapa dibantu biarkan saja dia masuk angin karena punya gaya hidup tidak baik " pernyataan Dave langsung berbaring diatas ranjang Hans seperti kamar sendiri .

" Tidak aku sayang Om Hans , dia harus tetap sehat " pernyataan Ayra .

" Yaudah aku tidur dulu ini sudah malam, Om kalau mau nginap disini aja tapi jangan bawa Om Hans mabuk" kata Ayra sebelum pergi keluar kamar .

" Lah Hans sendiri yang menelpon ku , katanya dia ingin main ke club' " kata Dave yang langsung ditampar Hans paha nya .

" Ti, tidak Ayra, kami tidak akan kemana-mana hanya menyelesaikan pekerjaan" ucap Hans dengan sedikit gelagapan.

" Awas aja Om bohong" kata Ayra .

" Om tidak akan berbohong , pergilah tidur " kata Hans yang tidak menatap Ayra sama sekali .

Baru melangkah beberapa langkah Ayra kembali menatap Hans yang masih duduk ditepi ranjang " Om janji dulu sama aku nggak bakal mabuk" kata Ayra mengangkat kelingking nya .

" I, iya Om berjanji " ucap Hans menautkan kelingking nya .

Tawa Dave langsung pecah begitu Ayra keluar benar-benar merasa lucu dan aneh melihat mereka berdua .

" Apa yang kau tertawakan ?" Hans langsung menampar lengan Dave .

" Sebentar lagi dia juga akan memintamu berjanji untuk tidak melirik wanita manapun dan kau akan melakukan itu " tawa Dave .

" Dave katakan padaku bagaimana rencana selanjutnya aku benar-benar takut " ucap Hans dengan serius merangkak ketengah ranjang agar bisa duduk sejajar dengan Dave.

" Begini," Deve akan membisikkan sesuatu ketelinga Hans tapi langsung kaget begitu Ayra masuk tanpa mengetuk pintu .

" Ayra " kaget mereka berdua langsung memperbaiki posisi .

" Ihhhh, Om lagi apa ayo? jadi curiga " goda Ayra mengangkat sebelah alisnya menatap mereka yang berbaring dalam posisi dekat sekali .

" Ohhhh tuhan, Ayra jadi kamu pikir kami belok gitu ?" marah Dave berdiri dan langsung menjewer telinga Ayra yang berani berpikir begitu .

" Ti, tidak, ampun Om " kata Ayra masih terkekeh .

" Dave lepaskan, jangan kasar padanya" ucap Hans menghampiri mereka dan memastikan jeweran Dave tidak berbekas di telinga Ayra.

" Ada apa? tadi katanya mau tidur kenapa kembali lagi?" tanya Hans mengelus kepala Ayra .

" Ambil jepitan, kayaknya jatuh di atas ranjang Om " kata Ayra menyingkap selimut dan benar menemukan jepitannya lalu keluar .

" Astaga Hans , apa yang kau lakukan padanya?" tanya Dave mengangkat sebelah alisnya.

" Tadi aku marah padanya dan kau tau betapa keras kepalanya dia sebelum aku maafkan bahkan berdiri 3 jam didepan pintu tidak membuatnya menyerah " ucap Hans memijit pelipisnya.

" Lalu apa yang membuat kau mau memaafkan nya dengan cepat?" tanya Dave lagi kemudian Hans bercerita bagaimana Ayra memohon dan tidak mau melepaskan pelukan nya sebelum Hans memaafkan nya .

" Tapi Dave aku benar-benar tidak mau kehilangan Ayra , aku tidak bisa hidup tanpanya , tolong bantu aku Dave " mohon Hans yang tidak tau lagi harus apa .

Tidak bisa Hans pungkiri kehadiran pria yang dijodohkan dengan Ayra membuatnya menjadi sangat takut .

" Tidak ada cara lain selain menaklukkan hati Ayra , namun selama Ayra masih sangat percaya padamu maka kau akan aman Hans " ucap Dave menepuk pundak Hans karena Ayra memang selalu mempercayai Hans melebihi apapun .

" Aku tau dia sangat percaya padaku , tapi bagaimana pun aku telah berbohong padanya dia akan sangat kecewa nantinya" perlahan Hans merasa bersalah .

" Sudah aku katakan pilihan nya ada dua , merelakan Ayra atau memiliki nya dan kau memilih untuk memiliki nya jadi kau harus melakukan beberapa hal yang mungkin itu salah tapi hanya dengan cara itu kau mendapatkan Ayra " ucap Dave sebagai seorang sahabat yang kadang juga bingung sendiri harus membimbing Hans kejalan yang mana .

Hati atau justru logika Hans!!!.

Keesokan harinya.

" Selamat pagi Om " sapa Ayra dengan ceria menghampiri Hans yang duduk dimeja makan .

" Pagi " jawab Hans dengan suara beratnya melihat penampilan Ayra yang memakai rok mini dengan atasan kemeja.

" Keluarlah" ucap Hans pada bodyguard dan pelayan disekitar mereka.

" Tunggu " Hans mencegah Ayra yang akan duduk dimeja makan .

" Kenapa Om?" tanya Ayra mengikuti arah tatapan Hans pada pahanya .

" Apa kamu sudah tidak punya rok selain dari ini?" pertanyaan Hans.

" Ada banyak, ini rok baru aku Om , cantik kan " ucap Ayra berputar-putar.

Plakkk

" Awwww, kok Om nampar aku " kata Ayra mengelus-elus pahanya bekas tamparan Hans yang tidak keras tapi membuat paha mulus Ayra memerah .

" Ganti rok nya sekarang" tatapan tidak rela Hans melihat paha mulut Ayra yang kelihatan lebih separuh .

" Tapi kan,"

" Ayra Om bilang ganti sekarang, berapa kali harus Om katakan boleh pakai rok tapi minimal pakai yang selutut" tegas Hans .

" Mmmmh, tapi aku suka ini " rengek Ayra .

" Ikut Om" kata Hans memegang tangan Ayra dan membawanya ke dalam kamar .

" Ganti sekarang" perintah Hans begitu mereka sampai di kamar Ayra .

" Ayra ganti cepat " perintah Hans .

" Bandel ya " Hans mengambil gunting dan memotong rok Ayra sampai lepas dari tubuh gadis itu .

Ayra langsung berlari keruang ganti setelah rok nya digunting Hans dan menangis sejadi-jadinya.

Hans yang baru tersadar atas apa yang dia lakukan duduk ditepi ranjang Ayra " Astaga, jangan sampai Ayra merasa dilecehkan oleh ku" batin Hans menatap rok Ayra diatas lantai .

" Ohhhh, tuhan aku tidak seharusnya menggunting rok Ayra " batin Hans mengelus pelipisnya dan meremas sprei ketika terbayang Ayra berjalan hanya memakai dalaman saja .

" Aku harus segera menemui nya " ucap Hans langsung masuk keruang ganti .

" Akkkkh" Ayra berteriak begitu Hans masuk tanpa permisi sedangkan dia masih belum mengenakan bawahan .

" Astaga , Ayra Om tidak bermaksud begitu, Om mau minta maaf, " ucap Hans berdiri membelakangi Ayra .

" I, iya, Om tunggu dulu, aku, pakai celana dulu " kata Ayra bergegas sementara Hans masih berdiri ditempat yang sama .

Namun sialnya kondisi benar-benar tidak berpihak pada Hans dia malah melihat sesuatu yang tidak seharusnya dari pantulan cermin .

1
D_wiwied
hmmm mau modusin Ay pasti, ya kan om 😁🤭
Widia Aldiev
sepolos tisu kamu Ayra 🤣🤣🤣
Widia Aldiev
ajak Ayra ke tempat yg indah Hans,piknik misalnya di pinggir danau dan ungkapkan semua perasaan kamu yg sebenarnya biar dia merasakan cintamu yg sesungguhnya sebagian seorang pria bukan om yg merawatnya sedari kecil
Widia Aldiev
harusnya Hans jujur apa adanya sama Ayra soal perasaanya dan juga soal perjodohan itu,biarkan Ayra memilih siapa yg akan dia jadikan pendamping hidup,daripada di kemudian hari Ayra tahu jika Hans sudah membohonginya dia pasti akan sangat kecewa meski tak dipungkiri jika Ayra sangat menyayangi Hans 😌 dan jika Hans memang sangat mencintai Ayra dia akan menghargai dan menerima semua keputusan Ayra terhadapnya
Miss Typo
cemburu gpp Ayra 🫢
D_wiwied
senjata makan tuan ya Hans, makin cenut2 gak tuh 🤣🤣
Miss Typo
awas gak tahan bisa berabe Hans 🤣
Miss Typo
aku mlh takut obsesi mu itu suatu saat akan membuat mu dlm masalah besar Hans, selalu deg²an bacanya
D_wiwied
yakin om ga ada yg bakalan bangun tuh 🤭😆
Miss Typo
awas Hans tegang kebablasan bisa bahaya nanti 😁
yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol, gmn tuh tindakan Hans selanjutnya ya
Nanik Nanik
thor ceritanya jangan d buat kayak sinetron ayra jgan d buat benci sama hans
Miss Typo
waduh, orang yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol dan Hans blm bisa membuat Ayra jatuh cinta padanya. atau mungkin Ayra juga dah jatuh cinta dgn Hans tapi dia berusaha memendam perasaan itu, karna menganggap Hans walinya
Cristella Tella
tentu om hans gk marah ayra
D_wiwied
bener Hans ini salah, salah besar.. salah kenapa cm sebentar 😆🤭🤭
Miss Typo
harusnya Hans yg minta maaf sama kamu Ayra, karna dia dah berani mengecup bibir mu saat tidur 😁
Miss Typo
apa tidur disamping Hans, nyari guling pasti yg dipeluk Hans. Ayra biasa aja serang bisa Anas dingin 😁
Miss Typo
sabar Hans sabar, kamu harus lebih giat berusaha 😁
Ayra gak sengaja dengerin gak ya saat Hans ngomong mencintainya, mungkin dengerin dan sikapnya berubah 🤔
Widia Aldiev
PR BESAR buat kamu Hans gaman caranya kamu bisa ungkapin perasaan kamu yg sesungguhnya sama Ayra 😄 tetap semangat ya Hans 😘😘😘
Nanik Nanik
thor jangan buat ayra membenci Hans, ceritanya jangan d rumit
Widia Aldiev
apakah jalur yg tempuh olah Hans akan mulus tanpa hambatan dan apakah Ayra akan menerima cintanya Hans
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!