Kevin sanjaya adalah seorang pemuda pekerja keras yang berasal dari keluarga miskin. Demi menyambung hidup, ia bekerja sebagai kurir pengantar makanan untuk sebuah perusahaan Ojol Indonesia.
Suatu hari, dalam salah satu pengantaran malamnya, ia mengalami kejutan pahit. Kamar hotel yang menjadi tujuan pesanannya ternyata adalah kamar yang dipesan oleh pacarnya sendiri—bersama pria lain—untuk menghabiskan malam.
Tertangkap basah, sang pacar justru memutuskan hubungan mereka di tempat itu juga. Dengan dingin, ia mengatakan bahwa Kevin sanjaya terlalu miskin dan tidak mampu memberinya kehidupan yang diinginkan.
Saat amarah dan penghinaan hampir meluap, sebuah notifikasi tiba-tiba terdengar dari ponselnya:
“Pengantaran selesai. Hadiah sistem telah diperoleh!”
Berkat kebiasaannya membaca novel, Kevin sanjaya langsung menyadari satu hal,
ia telah mendapatkan sebuah sistem cheat.
Sistem ini memberinya hadiah luar biasa setiap kali ia menyelesaikan misi pengantaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 – Kevin sanjaya Mendapat Misi Spesial
“Misi?”
Kevin sedikit terkejut. Senyum tipis di wajahnya langsung menghilang saat notifikasi sistem kembali berdengung di dalam kepalanya.
Ia segera memusatkan perhatian, membuka panel Sistem dengan cepat. Namun alisnya mengernyit.
Misi itu… terlalu sederhana.
Tidak ada nama penerima, Tidak ada penjelasan rinci.Hanya satu titik koordinat yang berkedip pelan di layar.
“Cuma lokasi?” gumamnya.
Tatapannya turun ke bagian penalti.
‘Jika misi gagal, salah satu bagian vital akan menyusut satu sentimeter.’
Kevin sanjaya terdiam sepersekian detik… lalu tertawa kecil.
“Serius amat sistem ini,” katanya santai.
“Bagian pentingku dua puluh sentimeter. Menyusut satu sentimeter juga bukan masalah besar.”
Ia menyeringai.
“Apalagi hadiahnya vila mewah.”
Tanpa ragu sedikit pun, matanya justru berbinar.
Vila di Gunung Tianlu.
Nilainya jelas tidak masuk akal untuk sebuah misi biasa.
“Ini pasti misi spesial.”
Rasa penasaran mulai merayap.
Misi dengan hadiah sebesar itu… mustahil hanya mengantar makanan biasa.
“Jangan-jangan… kasus orang dalam bahaya?” pikirnya.
“Atau klien penting?”
Kalau benar begitu, Ia bukan hanya dapat vila, tapi mungkin juga dapat bonus lain.
Kevin sanjaya tertawa dalam hati.
“Kalau dapat vila dan cewek sekaligus, itu baru namanya misi premium.”
DING!
“Misi diterima.”
“Jenis: Pengantaran.”
“Lokasi: Kebun Botani Barat.”
“Batas waktu: Satu jam.”
Jam hitung mundur langsung aktif.
Tanpa membuang waktu, Kevin sanjaya bangkit dari kursinya.
“Teman-teman,” katanya sambil tersenyum,
“aku harus pergi dulu.”
“Hah? Sekarang?”
“Buahnya saja belum keluar!”
Beberapa teman menatap heran.
“Ini nggak kayak kamu,” canda salah satu.
“Biasanya kamu yang paling doyan makan gratis.”
Yang lain tertawa.
“Kita semua sudah minum. Mau kami patungan buat ongkos taksi?”
Kevin sanjaya tertegun sesaat.
Ia baru ingat, lokasi Vila Laut Kuning memang cukup terpencil. Mencari taksi di sini bukan perkara mudah.
Namun misi sudah diterima.
Jam terus berjalan.
“Tenang,” katanya akhirnya.
“Aku ada cara.”
Ia mengeluarkan ponsel dan langsung menekan nomor asistennya.
“Siapkan mobil mewah ke Vila Laut Kuning,” ucapnya singkat.
“Sekarang juga.”
Begitu telepon ditutup, Ruangan langsung pecah oleh tawa.
“HAHAHA.....!”
“Lelucon Kevin makin jago akting!”
“Punya asisten sekarang?”
“Jangan-jangan yang datang nanti becak motor!”
Christian sampai menepuk meja.
“Traktor juga nggak apa-apa, yang penting jalan!”
Megan tertawa sampai matanya berair.
“Kami tunggu, ya. Jangan kabur dulu!”
Kevin sanjaya ikut tertawa.
“Tenang,” katanya santai.
“Kalian akan lihat sendiri.”
Kurang dari sepuluh menit....
Ponselnya bergetar.
Bahkan Kevin sanjaya sendiri sedikit terkejut.
“Cepat juga,” gumamnya.
Ia berdiri.
“Mobilnya sudah datang.”
“Serius?” Christian menyeringai lebar.
“Baiklah, Lelucon Jiang. Kami antar sampai pintu.”
Kevin sanjaya tersenyum, lalu tanpa banyak bicara, menyelesaikan pembayaran seluruh acara reuni.
Baginya, jumlah itu bahkan tidak layak disebut pengeluaran.
Saat ia melangkah keluar......
Salah satu siswa yang lebih dulu sampai pintu tiba-tiba berseru keras.
“EH...!”
“Lihat itu!”
“ROLLS-ROYCE?!”
Semua suara langsung terhenti.
Di luar vila, Sebuah Rolls-Royce klasik terparkir dengan anggun.
Di kiri-kanannya, dua Mercedes-Benz G-Class berdiri seperti pengawal.
Lampu-lampu menyala tenang, memantulkan kilau elegan di malam hari.
Suasana membeku.
Gelas-gelas perlahan diletakkan kembali ke meja.
“Ini… ini mobil siapa?”
“Bukan salah lihat, kan?”
Lee Qiang menelan ludah.
“Jangan bilang…”
“Punya Kevin sanjaya?” seseorang berbisik.
“Itu mustahil!” Megan cepat menyangkal, meski jantungnya berdebar.
“Kalau benar, dia pasti sudah pamer dari dulu.”
Namun rasa penasaran mengalahkan logika.
“Ayo… ayo kita lihat langsung,” katanya.
Tanpa dikomando, seluruh ruangan berhamburan keluar.
Sementara itu....
Kevin sanjaya melangkah santai menuju Rolls-Royce.
Pintu mobil terbuka.
Sopir berseragam rapi membungkuk hormat.
“Tuan Kevin.”
Dan pada saat itulah.....
Semua tawa berhenti sepenuhnya.
aku kasih kopi deh biar semngat trus😁