NovelToon NovelToon
Sekte Aliran Abadi

Sekte Aliran Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Dan budidaya abadi / Sistem
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i

​Di puncak Gunung Qingyun yang berkabut, gerbang Sekte Aliran Abadi telah miring dimakan rayap. Tidak ada teknik dewa, tidak ada tumpukan batu roh, tidak ada ribuan murid yang bersujud. Hanya ada Su Lang, pemuda biasa dengan tulang kultivasi rata-rata, dan sebuah plakat kayu tua warisan mendiang gurunya.
​Su Lang memiliki sebuah "Sistem Pondasi Sekte". Benda itu tidak memberinya kekuatan instan. Sistem itu hanya sebuah panduan kaku yang menuntut keringat darah. Ingin beras? Cangkul tanah di belakang gunung. Ingin teknik pernapasan dasar? Perbaiki atap aula utama dengan tangan sendiri. Ingin menjadi kuat? Latih satu gerakan pedang sepuluh ribu kali di bawah air terjun musim dingin.
​Ini bukan kisah tentang penaklukan dunia atau pembantaian musuh yang arogan. Ini adalah catatan harian seorang pemuda yang menolak membiarkan api sektenya padam membangun kembali kejayaan dari serpihan genting pecah satu napas , satu langkah satu hari pada satu waktu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23 enam bulan dalam satu minggu

​Di ruang bawah tanah terdalam Menara Pengumpul Qi, atmosfer terasa berat dan statis. Tidak ada suara angin, tidak ada suara serangga, bahkan detak jantung pun terdengar seperti gema yang teredam kapas tebal.

​Di tengah ruangan, Kuali Penempa Surga yang kini telah utuh sepertiga bagiannya melayang setinggi dada. Tiga fragmen yang menyatu itu berputar pelan, memancarkan cahaya abu-abu yang mendistorsi udara di sekitarnya. Cahaya itu tidak menerangi ruangan, melainkan seolah "memakan" ruang, menciptakan sebuah robekan dimensi berbentuk oval yang berukuran cukup untuk dilalui satu orang.

​Su Lang berdiri di depan robekan itu, menatap ketiga murid utamanya: Li Yun, Lin Yue, dan Chen Ling. Xiao Me tidak ikut; dia masih terlalu muda dan mentalnya belum siap untuk menghadapi tekanan isolasi dimensi.

​"Dengarkan baik-baik," suara Su Lang serius. "Di balik gerbang ini adalah Ruang Penempaan Waktu. Hukum alam di sana berbeda. Satu hari di dunia nyata setara dengan dua puluh empat hari di dalam sana."

​Mata Li Yun berbinar. "Itu artinya kita punya waktu dua puluh empat kali lebih banyak untuk berlatih?!"

​"Jangan senang dulu," potong Su Lang dingin. "Kau pikir itu anugerah? Itu kutukan jika mentalmu lemah. Di dalam sana tidak ada siang, tidak ada malam. Hanya ada langit abu-abu yang kosong dan Qi yang murni. Tidak ada hiburan, tidak ada makanan enak, tidak ada perubahan pemandangan. Kau akan merasa terjebak dalam keabadian."

​Su Lang menatap mata mereka satu per satu.

​"Kita akan masuk selama satu minggu waktu dunia nyata. Itu artinya, kita akan menghabiskan hampir enam bulan di dalam sana. Enam bulan tanpa henti. Hanya latihan, meditasi, dan pertarungan. Jika ada yang merasa tidak sanggup menjadi gila, mundurlah sekarang."

​Tidak ada yang bergerak.

​Chen Ling, yang paling baru dan paling lemah fisiknya, meremas ujung bajunya namun mengangkat dagunya. "Guru menyelamatkan saya dan kakek. Jika saya takut pada kebosanan, saya tidak pantas menjadi murid Guru."

​Lin Yue hanya tersenyum tipis. Baginya, di mana pun Su Lang berada, di situlah surganya, bahkan jika itu di dalam kehampaan.

​"Bagus," Su Lang mengangguk. "Masuk."

​Hari ke-1 (Waktu Ruang Dimensi)

​Dunia di dalam Ruang Penempaan Waktu adalah hamparan dataran batu putih yang tak berujung. Langitnya berwarna abu-abu statis tanpa matahari maupun bulan. Cahaya datang dari segala arah, lembut namun monoton.

​Udara di sini sangat kering, namun konsentrasi Qi-nya... mengerikan. Rasanya seperti berenang di dalam sup energi.

​"Li Yun, lari keliling area ini 500 putaran sambil membawa batu pemberat ini. Jangan gunakan Qi untuk menopang tubuhmu, gunakan otot murnimu!" perintah Su Lang.

​"Lin Yue, duduk di atas pilar es itu. Aku akan menyebarkan Jarum Es di sekelilingmu. Tugasmu adalah mengendalikan jarum-jarum itu dengan pikiranmu tanpa menyentuhnya. Jika satu jarum jatuh, kau mulai dari awal."

​"Chen Ling, ini adalah tumpukan 1.000 jenis herbal kering yang aku bawa dari gudang Sekte Lembah Hijau. Hafalkan rasa, bau, dan tekstur energinya dengan mata tertutup. Jika kau salah menebak satu, kau tidak boleh makan malam ini."

​"Tapi Guru... di sini tidak ada makanan," Chen Ling memprotes pelan.

​"Tepat sekali. Di sini kita hanya memakan Pil Nutrisi yang hambar. Jadi hukumanmu adalah memakan dua butir yang rasanya seperti kapur barus."

​Setelah memberi tugas, Su Lang berjalan ke tengah area, di mana Kuali Penempa Surga juga ikut terbawa masuk (karena terikat jiwanya).

​Dia punya misi sendiri.

​Tubuhnya sudah sembuh secara fisik, tapi fondasinya masih goyah akibat penggunaan Overdrive Nadi Naga. Dia perlu membangun ulang Dantian-nya agar bisa menampung energi Tingkat 5 dengan sempurna, dan mempersiapkan terobosan ke Tingkat 6.

​Su Lang mengeluarkan Jantung Api Bumi. Kristal merah itu menyala terang, menjadi satu-satunya sumber warna di dunia abu-abu ini.

​"Mari kita mulai. Enam bulan penyiksaan diri."

​Bulan ke-2 (Waktu Ruang Dimensi)

​Kebosanan mulai menyerang.

​Li Yun terbaring di lantai batu, napasnya seperti parutan kelapa. Otot-ototnya berkedut tak terkendali. Dia sudah melakukan ribuan set latihan fisik. Dia merasa seolah-olah dia sudah berada di sini selama sepuluh tahun.

​"Kenapa... kenapa waktu tidak berjalan..." racau Li Yun.

​Di kejauhan, Chen Ling menangis tanpa suara sambil mengunyah herbal pahit. Dia merindukan kakeknya. Dia merindukan matahari. Dunia abu-abu ini membuat depresinya muncul.

​Hanya Lin Yue yang masih tenang, meskipun wajahnya semakin pucat. Dia sudah terbiasa dengan kesepian sejak kecil karena kondisi tubuhnya yang membuatnya dijauhi orang.

​Su Lang membuka matanya dari meditasi. Dia melihat kondisi mental murid-muridnya mulai retak.

​Dia berdiri.

​"Berdiri!" suara Su Lang menggelegar, memecah kesunyian yang mencekam.

​Murid-muridnya tersentak kaget.

​Su Lang mencabut Pedang Naga Hitam-nya. "Kalian bosan? Bagus. Kalau begitu, mari kita bermain."

​Su Lang menurunkan kultivasinya ke Tingkat 3—setara dengan mereka.

​"Kalian bertiga. Serang aku sekaligus. Jika kalian bisa menyentuh ujung jubahku, aku akan menceritakan satu kisah tentang dunia luar. Jika tidak... kalian latihan lagi sampai muntah."

​Mata Li Yun menyala. Ini yang dia butuhkan. Pelampiasan.

​"SERANG!!" Li Yun melesat dengan Cakar Angin-nya.

​Lin Yue langsung mendukung dengan serangan jarak jauh, dan Chen Ling—yang sudah belajar sedikit tentang racun dari herbal—melemparkan bubuk lumpuh.

​Pertarungan itu berlangsung berjam-jam. Mereka dipukuli habis-habisan oleh Su Lang, memar di sekujur tubuh, tapi anehnya... rasa bosan dan depresi itu hilang. Adrenalin membuat mereka merasa hidup kembali.

​Malam itu (atau saat mereka lelah dan memutuskan untuk tidur), mereka tidur berhimpitan di sekitar tungku api Su Lang. Su Lang menepati janjinya. Karena Lin Yue berhasil menyentuh lengan bajunya dengan jarum es, dia bercerita.

​Dia bercerita tentang kekaisaran di dataran tengah, tentang naga yang terbang di atas awan, dan tentang sekte-sekte yang menguasai lautan. Cerita itu memberi mereka harapan dan tujuan.

​"Kita akan ke sana suatu hari nanti, Guru?" tanya Chen Ling dengan mata berbinar.

​"Pasti. Tapi sebelum ke sana, kita harus memastikan tidak ada yang bisa menghancurkan rumah kita di sini."

​Bulan ke-4 (Waktu Ruang Dimensi)

​Su Lang sedang berada di fase kritis.

​Dia duduk di dalam Kuali Penempa Surga itu sendiri. Ya, dia memasukkan dirinya ke dalam kuali.

​Dia menggunakan tubuhnya sebagai material tempaan. Api dari Jantung Api Bumi membakar kulitnya, sementara Qi dari Nadi Naga (yang dia simpan dalam tubuh) memperbaiki sel-selnya. Ini adalah teknik kuno yang dia temukan di sisa memori fragmen kuali: Tubuh Penempaan Naga Api.

​"Arghhhhh!"

​Teriakan Su Lang menggema di dimensi kosong itu.

​Lin Yue melihatnya dengan air mata, tapi dia tidak mendekat. Su Lang sudah melarangnya. "Jika aku berteriak, jangan mendekat. Itu artinya aku sedang membuang kotoran dari tulangku."

​Kulit Su Lang mengelupas, digantikan oleh lapisan kulit baru yang memiliki kilau metalik samar. Tulang-tulangnya menjadi lebih padat, sekeras besi baja tingkat roh.

​Ketika Su Lang keluar dari kuali, auranya telah berubah total. Dia tidak lagi memancarkan aura tajam yang tak terkendali. Auranya kini tenang, berat, dan dalam seperti samudra.

​[Terobosan Sukses: Qi Condensation Tingkat 6 (Awal).]

[Fisik: Tubuh Penempaan Naga Api (Tahap 1) - Kebal Api Tingkat Rendah, Kekuatan Fisik x3.]

​Su Lang mengepalkan tangannya. Udara di genggamannya meledak dengan suara pop keras. Dia tidak menggunakan Qi, itu murni kekuatan otot.

​"Sekarang, saatnya menempa senjata untuk pasukan kecilku."

​Su Lang menghabiskan sisa bulan keempat untuk menempa. Dia menggunakan semua material jarahan dari Kota Awan Putih dan Lembah Obat.

​Untuk Li Yun: Sepasang Cakar Guntur. Dibuat dari campuran besi meteor dan inti monster tipe listrik yang dia beli dari sistem. Cakar ini lebih ringan tapi memiliki efek Paralysis (Lumpuh).

​Untuk Lin Yue: Pita Sutra Es Abadi. Senjata tipe pengendali. Pita panjang yang bisa menjadi sekeras baja atau selembut air, dialiri Qi Yin untuk membekukan lawan.

​Untuk Chen Ling: Kuali Racun Hijau. Sebuah kuali kecil yang bisa digunakan untuk menyerang dengan asap racun atau bertahan.

​Bulan ke-6 (Minggu Terakhir)

​Suasana latihan telah berubah menjadi arena pembunuhan yang efisien.

​Li Yun tidak lagi bergerak dengan boros tenaga. Setiap langkahnya diperhitungkan. Dia sudah mencapai Qi Condensation Tingkat 4 (Awal). Dia bisa membelah batu tanpa menyentuhnya, hanya menggunakan tekanan angin dari cakarnya.

​Lin Yue mencapai Qi Condensation Tingkat 4 (Puncak). Bakat Tubuh Yin Murni-nya benar-benar mengerikan di lingkungan yang kaya Qi murni ini. Dia bisa menciptakan badai salju mini di area radius 20 meter.

​Chen Ling mencapai Qi Condensation Tingkat 2 (Puncak). Meskipun kultivasinya rendah, pengetahuannya tentang alkimia dan racun sudah setara dengan tabib veteran.

​"Waktunya habis," suara Su Lang terdengar.

​Mereka bertiga berhenti. Napas mereka teratur. Tidak ada lagi keluhan. Wajah mereka tampak lebih dewasa, tatapan mereka lebih tajam. Enam bulan isolasi telah menempa mental mereka menjadi baja.

​Su Lang membuka kembali gerbang dimensi.

​"Kalian masuk sebagai murid yang ketakutan. Kalian keluar sebagai pilar sekte."

​Mereka melangkah keluar dari robekan dimensi.

​Kembali ke Dunia Nyata

​Sensasi kembali ke dunia nyata membuat mereka sedikit pusing. Gravitasi terasa berbeda, udara terasa lebih 'kotor' tapi lebih hidup. Suara burung, angin, dan aroma hutan menyambut mereka.

​Hanya satu minggu berlalu di Puncak Qingyun.

​Xiao Me sedang menyapu lantai menara ketika dia melihat mereka muncul. Dia menjatuhkan sapunya.

​"Kakak Li Yun? Kakak Lin?"

​Xiao Me bingung. Seminggu yang lalu mereka terlihat biasa saja. Sekarang, Li Yun terlihat lebih tinggi dan berotot, dan Lin Yue... dia terlihat seperti dewi es yang turun ke bumi. Auranya begitu kuat hingga Xiao Me merasa segan untuk memeluknya.

​"Kami pulang, Xiao Me," Lin Yue tersenyum, dan senyum itu mencairkan aura dinginnya. Xiao Me langsung berlari memeluknya.

​Su Lang berjalan keluar dari menara, menghirup udara segar.

​"Sistem, laporan status wilayah selama seminggu ini."

​[Laporan Keamanan:]

[1. Tiga kelompok pengintai musuh terdeteksi di kaki gunung. Semuanya ditangani oleh Formasi Kabut (Ilusi).]

[2. Ada surat tantangan yang dipaku di pohon batas wilayah.]

​Su Lang mengerutkan kening. "Surat tantangan?"

​Li Yun segera berlari ke bawah dan kembali membawa sepotong kayu yang dipaku dengan belati. Di kayu itu tertulis dengan darah:

​"Kepada Iblis Su Lang. Balai Tujuh Bintang telah mengeluarkan 'Perintah Pembunuhan Bintang'. Tiga Sekte Besar Wilayah Selatan telah membentuk aliansi. Kami akan meratakan Puncak Qingyun dalam waktu sepuluh hari. Menyerahlah dan matilah dengan utuh."

​"Tiga Sekte Besar?" Li Yun membaca dengan nada mengejek. "Mereka butuh tiga sekte untuk melawan satu sekte kita?"

​Dulu, Li Yun akan gemetar ketakutan membaca ini. Sekarang? Dia hanya merasa terhina karena musuh meremehkan mereka.

​Su Lang meremukkan kayu itu menjadi serbuk.

​"Sepuluh hari," gumam Su Lang. "Mereka pikir mereka yang menentukan waktunya."

​Dia menatap murid-muridnya yang baru saja "lulus" dari neraka enam bulan.

​"Kita tidak akan menunggu sepuluh hari. Kita tidak akan menunggu mereka datang dan menginjak halaman kita."

​Su Lang berbalik, jubahnya berkibar ditiup angin gunung.

​"Malam ini, kita akan turun gunung. Kita akan mengunjungi sekte mereka satu per satu sebelum mereka sempat berkumpul."

​"Serangan pendahuluan?" tanya Lin Yue, matanya berkilat setuju.

​"Bukan," Su Lang menyeringai, memperlihatkan gigi putihnya yang kontras dengan aura Naga Api di sekelilingnya. "Ini disebut 'Kunjungan Tetangga yang Tidak Sopan'."

​Su Lang melihat ke arah selatan. Matanya menembus awan.

​"Target pertama: Paviliun Pedang Guntur. Sekutu terdekat Balai Tujuh Bintang. Malam ini, guntur mereka akan padam."

​Di Paviliun Pedang Guntur (Jarak 50 KM dari Puncak Qingyun)

​Ketua Paviliun, Lei Hu, sedang tertawa lebar sambil minum arak bersama utusan dari Balai Tujuh Bintang.

​"Tenang saja, Utusan Zhao. Sekte Aliran Abadi itu hanya punya satu ahli kuat. Begitu aliansi kita berkumpul, kita akan mengeroyoknya. Hartanya akan kita bagi rata!"

​"Hahaha! Benar sekali, Ketua Lei! Iblis Su Lang itu pasti sedang gemetar di balik selimutnya sekarang!"

​Mereka tidak tahu.

​Mereka tidak tahu bahwa di atas langit sekte mereka, empat sosok sedang berdiri di atas pedang terbang (Su Lang membawa mereka dengan manipulasi Qi).

​Di bawah sinar bulan purnama, bayangan Su Lang jatuh menutupi aula pesta mereka.

​"Li Yun, Lin Yue," perintah Su Lang.

​"Ya, Guru."

​"Uji coba hasil latihan enam bulan kalian. Hancurkan gerbang depan mereka. Buat keributan sebesar mungkin."

​Li Yun menyeringai buas. Dia melompat turun dari ketinggian lima puluh meter.

​"Cakar Guntur: Jatuh Bebas!"

​Tubuh Li Yun diselimuti listrik (berkat senjata barunya). Dia menghantam tanah tepat di depan gerbang utama Paviliun Pedang Guntur.

​BOOOM!

​Gerbang besi setebal dua meter itu meledak berkeping-keping.

​Pesta di dalam aula terhenti seketika. Gelas arak Lei Hu terjatuh.

​"Siapa?!"

​Dari balik debu gerbang yang hancur, suara Li Yun terdengar lantang dan penuh percaya diri.

​"Murid Tertua Sekte Aliran Abadi, Li Yun, datang untuk meminta petunjuk!"

​Dan di langit, Su Lang menyilangkan tangan, mengawasi seperti dewa kematian yang menunggu giliran main.

​Malam panjang baru saja dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!