Perjalanan mendaki gunung sebuah rombongan, mengantarkan mereka untuk mengalami hal mistis. Niat ingin bersenang-senang, harus merasakan perasaan mencekam sepanjang perjalanan.
Namun, di akhir kisah mendaki. Salah satu dari rombongan, ternyata merupakan takdirnya salah satu anggota Zandra.
Penasaran?? yuk kita simak ceritanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dahlia Mengingat Semuanya
Tok tok
ceklek
"Kalian... Siapa ya?" ternyata yang membuka pintu, adalah perempuan yang mengalami insiden itu bersama Dahlia
"Mm.. maaf, boleh masuk?" tanya Hazley, mencoba ramah. Padahal mah males, kuat muka orang di depannya kek songong gitu.
Sebelum menjawab, perempuan itu menoleh ke belakang. Melihat ke arah orang tuanya, ibunya yang sudah siuman. Tapi... terus-menerus terlihat sedih.
"Ga bisa, mommy ku masih belum bisa di temui. Kondisinya seka..
"INI PENTING" potong Kenan, perempuan yang usianya mungkin seusia dengan Anggun menatap lama Kenan. Ada tatapan terpesona, ketiganya menyadari hal itu.
Inaya dan Hazley saling tatap, mereka mendengar isi hatinya. Bahkan Hazley, yang tadinya mencoba ramah. Ia langsung pasang ekspresi jutek, dan itu bisa dirasakan perempuan di depannya.
"SIAPA ZAN?" terdengar suara pria dari dalam, Kenan tebak, itu adalah pria yang menyukai ibunya Anggun.
"Ada yang ingin masuk, katanya penting" jawab perempuan, yang di panggil Zan alias Zandita.
"Biarkan dia masuk, kenapa malah bicara di situ." jawab itu, Perempuan itu, akhirnya membuka pintu lebar-lebar. Ia mempersilahkan Kenan san yang lain, untuk masuk.
Risih sebenarnya, saat Kenan mendengar bila perempuan itu menyukai dirinya. Begitu juga dengan Inaya dan Hazley, mereka langsung memasang wajah tak suka.
"Siapa kalian? Ada apa? Ingin bertemu dengan siapa?" tanya Arkanza, pria yang menemukan dan menolong Dahlia
"Om.. tante... Maaf bila kedatangan kami, sudah mengganggu waktu istirahat tante. Tapi ada yang harus kami sampaikan, ini..... " Inaya menatap kedua saudaranya, mereka mengangguk
"Ini mengenai anak kandung tante Dahlia" lanjut Inaya
DEG
Ada tiga respon yang berbeda, tetapi mereka sama-sama terkejut dengan ucapan Inaya. Ada ekspresi rindu, gelisah dan tak suka.
Dahlia merindukan putrinya, ia sangat ingin bertemu. Ia sudah mengingat semuanya, ia yakin bila gadis yang ia temui adalah putrinya. Wajah gadis itu, benar-benar mengingatkan dirinya saat muda dulu. Hanya bagian alisnya saja yang berbeda. Alisnya mirip dengan suaminya, yang di bunuh oleh kakak kandungnya.
Azkara merasa gelisah, karena khawatir wanita yang sudah menemaninya selama belasan tahun ini. Akan pergi meninggalkan dirinya, bila bertemu dengan putrinya. Azkara takut, wanitanya kembali pada suaminya. Sejak dulu ia menanamkan pada dirinya, bila Dahlia merupakan korban KDRT. Lalu memilih untuk bunuh diri, daripada harus tinggal dengan sang suami. Azkara tak tau menau sejarah kelam, yang sudah menimpa istrinya. Ia menikahi Dahlia, dua tahun setelah ia menemukannya.
Sedangkan perempuan yang bernama Zandita ia tak suka mendengar hal tersebut. Karena posisinya pasti akan di rebut, oleh putri kandung sang mommy. Apalagi ia tau, bila dirinya hanyalah seorang anak adopsi.
Inaya dan Hazley yang berdiri di belakang Kenan, tak bisa menyembunyikan raut terkejutnya.
'Jadi cewek itu, cuma anak pungut' Hazley
'Tapi belagu bjirr, malah mau dapetin disi Kenan dengan cara apapun. Cieeee... Kenan, mau direbut dari Anggun.' Inaya memalingkan wajahnya, seraya melipat bibir.
'DIAM' ucap Kenan kesal
'Hiii... Tatuuuut, ada yan malah-malah' Hazley menunduk, karena menahan tawa
"Kenapa dengan putri kandungku?? Apa kalian mengenalnya?" tanya Dahlia, menarik kembali kesadaran ketiga bersaudara tersebut.
"A ahh... M-maaf sebelumnya, kami belum memperkenalkan diri. Saya Inaya, sebelah saya Hazley sepupu saya. Dan yang di depan kami ini, yang juga masih sepupu kami. Dia adalah tunangan putri kandung tante, namanya Kenan." ucap Inaya memperkenalkan diri
DEG
'Tunangan?? Sialan, rupanya pria ini tunangan anak kandung mommy. Tapi aku pasti bisa merebutnya, memang secantik apa anak mommy. Pasti tidak lebih cantik dariku, dan pastinya dia hidup terlantar selama ini.' Hazley hampir saja menampar perempuan itu, bila dia tak ditahan oleh Inaya.
'Ga usah macem-macem lu, jangan bikin masalah.' ucap Inaya
'Tapi dia yang pikirannya macem-macem, gue bikin jadi bala-bala juga itu muka. Sok kecantikan lu, masih cantikan Anggun kemana-mana juga. Apa ga sadar, kalo dia ma emaknya Anggun aja, masih cantikan emaknya Anggun.' balas Hazley, dengan menatap tak suka pada Zandita
Zandita yang ditatap seperti itu, mengerutkan dahinya.
'Nih cewek dari tadi liatin aku ga suka, emang kita saling kenal ya? Ga mungkinlah, aku kan baru balik dari Korea. Ngapain juga temenan ma orang udik, mungkin karena ga terima aku lebih cantik dari mereka. Makanya takut, kalo Kenan suka ma aku. Daripada sama anak kandung mommy, wajar sih.' ucap Zandita dalam hati, Hazley semakin kembang kempis. Dia menoleh dan menatap tajam Inaya, Inaya segera melepas genggaman tangannya.
'TERSERAH LO!!!' ucap Inaya, Hazley berbalik dan melangkahkan kakinya mendekati Zandita. Zandita semakin heran dengan Hazley, karena wajahnya terlihat marah padanya.
"Jangan sok kecantikan ya lo, lo sama anak nya tante Dahlia. Lebih cantik Anggun, tau ga lo!!! Wajahnya Anggun itu, plek ketiplek ma tante Dahlia. Gue??? Iri ma kecantikan lo?? Ngaca woyy, ngaca. Muka lo kebanyak oplas, gue senggol dikit ni idung, pasti langsung miring. Istighfar lu jadi cewek, lu cuma anak adopsi. Ga mungkin bisa rebut Kenan, dari Anggun. BACOT!!!" ucap Hazley marah, ia berjalan ke arah pintu.
"GUE TUNGGU DI LUAR, TAKUT GA BISA NAHAN BUAT GAMPAR ITU CEWEK." ucapnya, dengan nada aga tinggi. Lalu keluar dan menutup pintu keras...
BRAKK
GLEK
Bukan hanya Zandita, yang merasa terintimidasi. Tetapi Dahlia dan Azkara juga, mereka terkejut dan takut melihat kemarahan Hazley. Sedangkan Inaya dan Kenan, mereka menghembuskan nafas panjang. Sepupunya itu, memang memiliki tempramen cukup buruk.
'Ehh... Tunggu, rasanya ada yang aneh. Bagaimana bisa gadis itu tau, bila Zandita adalah anak adopsi?? Terus, tadi dia juga bilang mau rebut tunangan putrinya Dahlia? Bisa tau dari mana di?? Apa sudah mengenal Zandita sebelumnya?' Azkara bertanya-tanya dalam hatinya, Inaya san Kenan hanya diam.
"Anggun.. ya itu nama putriku, aku minta pada mereka untuk diberi nama Anggun. Apa.. apa dia baik-baik saja?? Tadi sepupumu bilang, dia sangat mirip denganku?? Dia aman, dia tak di temukan oleh ketiga pamannya?" tanya Dahlia beruntun
"Ya, namanya Anggun. Selama ini dia aman, kedua orang tuanya menyayangi dia lebih dari apapun. Hanya saja... Orang tua yang membesarkannya, sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Dan ketiga pamannya... Aku tak tau bagaimana kondisi mereka saat ini" jawab Kenan, karena ia belum mendapat kabar dari Cia dan Ghava.
DEG
"M-meninggal?? Lalu bagaimana dengan Anggun? Bagaimana ia bisa menjalani hidupnya?? Bagaimana ia membiayai dirinya sendiri?? Hiks... Terima kasih untuk orang tua angkat Anggun, maaf karena sudah menyusahkan mereka." tangisan Dahlia pecah, Azkara langsung bangun dan memeluk sang istri.
"Apa kalian, bisa mempertemukan Anggun dan istriku??" tanya Azkara, wajahnya terlihat memohon.
"Bisa, tapi... Jangan bawa wanita ini, niatnya jahat."
DEG
...****************...
Jangan lupakan like, komen, gift sama vote nyaaa🥰
lgi serius matelengin ini😊
votenya emak😘
eh ternyata ada penguasa nya di rumah sakit
gasss kasus baru d mulai cussss beraksi