"Menikah tentulah merupakan hal yang sangat didambakan seseorang. Apalagi menikah dengan orang yang kita inginkan dan kita cintai."
" Namun, bagaimana jika kamu menikah atas dasar keterpaksaan? Disisi lain, kamu ingin melihat orang tua mu bahagia, tapi disisi lain kamu masih terjebak dimasa lalu. Seolah cintamu sudah habis dimasa itu."
"Menjalani semuanya tanpa perasaan cinta. Akankah berakhir bahagia? Atau justru malah menambah masalah baru untuk aku... dan juga dia..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Playground
Mobil Dimas melesat melewati jalan kota, tidak ada keraguan atau kegundahan dalam hatinya hingga membawa mobil itu menuju ke kediaman Sarah.
Saat sampai disana, Dimas di sambut hangat dan penuh keceriaan dari sosok gadis kecil-Kimmy. Ia berlompatan saat mobil Dimas memasuki perkarangan rumah. Sementara Sarah, wanita itu tetap bersikap tenang walaupun di dalam hatinya sangat gelisah.
"Aku masih tidak percaya dengan semua ini." Ucap Sarah dengan ekspresi datar saat Dimas keluar dari mobil.
"Jangan banyak bicara, Sar. Apa kamu gak liat Kimmy sesenang itu liat aku datang?" Balas Dimas.
Sarah memperhatikan Kimmy, ya benar saja. Gadis kecil yang tidak mendapat peran Ayah itu seolah sekarang merasakan apa yang sudah lama ia rindukan. Sarah lantas memalingkan wajah dan menyilangkan kedua tangannya.
Dimas berjongkok di depan Kimmy. "Om punya sesuatu untuk kamu." Ucap Dimas.
"Apa itu, Om?" Tanya Kimmy
"Tunggu sebentar."
Dimas membuka pintu mobilnya dan mengambil sebuah papper bag berwarna merah jambu, lalu kemudian memberikannya kepada Kimmy. Kimmy membuka papper bag itu dan ternyata isinya adalah sebuah boneka kelinci berwarna putih dan memegang wortel.
"Lucunya! Terimakasih, Om."
"Sama-sama. Mau di kasih nama siapa bonekanya?"
"Em, aku kasih dia nama Bunny!"
"Boleh juga. Oke, Bunny! Kamu jangan nakal, ya. Jadilah teman yang baik untuk Kimmy."
Kimmy tersenyum girang. Ia menatap Dimas, "Aku boleh kan memanggil Om dengan sebutan Om Bunny? Karena Om udah kasih aku boneka ini." Ucap Kimmy.
Dimas melirik ke arah Sarah, wanita itu kemudian menganggukkan kepala. "Tentu boleh dong." Jawab Dimas kemudian.
"Yey! Kimmy sayang Bunny dan juga om Bunny!"
Dimas yang melihat kebahagiaan Kimmy merasa ada sesuatu yang menyentuh hatinya. "Jadi seperti ini rasanya kalau punya anak?" Batin Dimas.
*****
Hari minggu di tempat permainan anak-anak tentu menjadi hal biasa jika terlihat ramai. Hari yang sangat di nanti untuk liburan bersama keluarga.
Dimas membawa Kimmy di salah satu Playground di kota itu, tidak lupa Sarah juga di ikut sertakan. Tempat bermain yang menjadi surga tersendiri bagi anak-anak.
Saat tiba di sana mereka di sambut dengan petugas Playground yang ramah yang mengarahkan mereka untuk membeli tiket terlebih dahulu.
Di dalam sana suara tawa anak-anak bergema di antara ayunan yang bergoyang-goyang, seluncuran yang membuat hati berdebar, dan hamparan kolam bola terbentang sangat luas. Tempat yang penuh dengan warna-warni. Berbagai permainan tersedia yang membuat Kimmy semakin bersemangat ingin segera masuk ke dalam sana.
"Hati-hati, Baby!" Ucap Sarah khawatir saat Kimmy sudah masuk ke dalam Playground.
"Gak mau ikutan masuk?" Tanya Dimas pada Sarah. Sarah menggelengkan kepala.
"Ayolah! Anggap saja kita orang tua yang masa kecilnya gak bahagia." Canda Dimas yang kemudian memegang tangan Sarah menyusul Kimmy yang sudah mulai berlompatan di kolam bola.
Ya, Playground itu memang memperolehkan orang tua menemani anaknya bermain.
Sarah hanya diam memperhatikan Dimas dan Kimmy yang sangat menikmati setiap fasilitas. Mulai dari saling lempar bola-bola, bermain seluncuran, ayunan, apa saja yang ada di sana.
Melihat senyum Kimmy yang terukir sempurna di sudut bibir, membuat hati Sarah terenyuh. Ia lantas mengambil handphonenya dan mengabadikan setiap momen kebersamaan anaknya dan juga Dimas.
Hati dan pikiran Sarah tidak sejalan. Di satu sisi ia sangat senang dengan momen ini, tapi di sisi lain ia juga merasa bersalah pada istri Dimas.
Dimas memandang Sarah, menggerakkan tangannya memanggil wanita itu untuk mendekat ke arah mereka, tapi lagi-lagi Sarah menggeleng dengan memberikan senyum kecil.
"Ayo! Mama!" Panggil Kimmy.
Melihat anaknya yang memanyunkan mulut, Sarah lantas menghampiri.
Mereka bertiga bermain lempar bola bersama dengan gelak tawa yang menggema di dalam sana.
Tidak hanya bermain di Playground, Dimas mengajak Ibu dan Anak itu jalan-jalan menikmati akhir pekan dengan berkunjung ke beberapa tempat yang menyenangkan serta membeli beberapa jajanan seperti es krim, cokelat dan lain-lain. Hari itu mereka lalui dengan penuh kebahagiaan dan canda tawa seolah-olah mereka adalah keluarga kecil yang sedang menikmati kebersamaan.
udah muak gw di otak nya sarah mulu, kasian naina,,
sarah jga udah tau dimas laki orang, malah di biarin anak nya deket sma si dimas, kan cari masalah pusing sndri krna udah terlanjur deket,,
kasih dia cwok gih biar gak recokin rumah tangga orang mulu,,,
kalau Dimas masih datangin sarah dan Kimmy,,buat naina pergi jauh dan Dimas nangis darah..