NovelToon NovelToon
Ketika Kota Bertemu Desa

Ketika Kota Bertemu Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Perjodohan itu bukan untuknya. Hanya saja, dia terpaksa pergi ke desa untuk menikah dengan pria desa yang sama sekali tidak ia kenali sebelumnya. Semua gara-gara adiknya kabur karena tidak ingin dinikahkan dengan pria desa tersebut. Dan yang paling menyakitkan adalah, sang adik kabur bersama pacar yang seharusnya akan menjadi tunangan Airin dalam waktu dekat.

Akan kah kepergian Rin bisa menciptakan kebahagiaan setelah badai besar itu datang padanya? Lalu, bagaimana dengan sambutan Mbayung atas kehadiran Rin yang datang untuk menikah dengannya? Bagaimana pula kehidupan adik dan mantan pacar yang telah mengkhianati Rin selanjutnya? Ayok! Ikuti kisah mereka di KETIKA KOTA BERTEMU DESA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KKBD Part *5

Bukannya dapat solusi, Rin malah nambah masalah. Sang calon mertua malah panik, dan Rin malah harus menenangkannya.

"Ya Tuhan, Rin. Bagaimana ini, Nak? Ke mana Marvel sekarang."

"Ah, ma. Jangan cemas. Mungkin, dia sedang sibuk. Ah, biar aku cari dia ke tempat kerjanya. Mungkin, ada yang tau Marvel ke mana?"

"Ah, iya, Rin. Bukannya lima hari yang lalu, Marvel beli apartemen kan? Mama pikir, mungkin dia nginap di sana sekarang."

Rin terdiam. Saat itu dia baru ingat akan apartemen yang baru beberapa hari yang lalu Marvel beli. Katanya, apartemen itu akan jadi rumah mereka setelah menikah. Rin tahu di mana letak apartemen tersebut. Karena Marvel pernah membawanya untuk melihat-lihat.

"Mungkinkah?" Rin berucap pelan.

Tapi, hatinya kurang yakin. Karena saat mereka datang ke tempat tersebut, Marvel mengatakan kalau dia akan tinggal di sana setelah mereka menikah. Marvel juga bilang kalau dia tidak akan tinggal di sana sebelum dia membawa Rin ikut serta bersamanya.

"Ah, kalau begitu, aku ke sana sekarang, Ma. Mungkin Marvel memang ada di sana sekarang."

"Iya. Kamu hati-hati ya. Kabari mama jika kamu sudah menemukan Marvel."

"Iya."

Rin beranjak menuju apartemen dengan taksi online yang telah ia pesan. Jika mama Marvin tidak mengatakan soal apartemen itu, dia sama sekali tidak mengingat tempat tersebut.

Berkendara selama beberapa saat, Rin akhirnya tiba ke tempat yang ingin ia tuju. Apartemen yang cukup mewah untuk menjadi tempat tinggal yang nyaman. Meskipun tidak termasuk dalam kawasan elit, tapi lokasi apartemen itu bisa di bilang tempat yang sangat nyaman.

Marvel mengatakan kalau, itu akan jadi tempat tinggal mereka setelah menikah. Apartemen itu akan ia balik nama setelah Rin menjadi istrinya. Singkatnya, apartemen itu akan ia jadikan rumah pernikahan untuk mereka berdua.

Rin menatap bangunan bertingkat tersebut selama beberapa saat. Dia tarik napas dalam-dalam, lalu ia lepaskan secara perlahan. Jantungnya masih berdetak tidak karuan. Pikirannya penuh dengan hal-hal negatif yang membuat hatinya semakin takut.

Pikiran-pikiran buruk terus berkeliaran. Meskipun, dia sudah susah payah menyingkirkannya. Dalam hati Rin berharap, dengan penuh harap agar Marvel baik-baik saja. Tidak ada hal buruk yang terjadi dengan pria tersebut.

Kaki Rin berhenti di depan apartemen dengan nomor dua puluh sembilan di samping pintu dari apartemen tersebut. Kode pintu dia tahu, karena Marvel sudah mengatakan padanya waktu itu.

Rin memasukkan kode dengan tangan agak gemetar. Saat pintu terbuka, degup jantungnya semakin berdetak dengan kencang. Ruangan yang baru saja terbuka terlihat kosong. Sudah bisa ia pastikan, kalau di dalam ruangan tersebut, tidak ada penghuninya sama sekali. Karena ruangan itu terlihat sangat sepi.

'Marvel.' Rin memanggil dalam hati. Lalu, ia melanjutkan langkah masuk lebih jauh. Apartemen itu tidak terlalu luas. Tapi tidak juga terlalu sempit. Tapi di dalamnya, cukup lengkap. Ada dapur, kamar, dan kamar mandi tentunya.

Rin melihat dapur, kosong. Kamar mandi pertama, tidak juga ada apa-apa. Lalu, masuk ke kamar, juga kosong. Hanya satu ruang saja lagi yang belum ia lihat. Kamar mandi dalam kamar. Rin membukanya perlahan. Itu juga kosong.

Entah harus kecewa atau lega, dia sendiri tidak tahu dengan apa yang hatinya rasakan. Yang jelas, perasaannya kini sedang bercampur aduk. Rin pun melepas napas pelan.

Namun, saat dia ingin menutup pintu kamar mandi, tiba-tiba, matanya menangkap sesuatu yang membuat hatinya tertarik. Pakaian kotor yang ada di dalam keranjang di bawah wastafel.

Pakaian itu menarik perhatian, Rin. Selain karena apartemen ini belum ada penghuninya, pakaian itu terasa sangat familiar di matanya.

"Baju ini .... "

Ingatan Rin langsung tertuju pada Yara, si adik ceria yang telah hidup bersama dengannya sejak kecil hingga dewasa. Tangan Rin bergetar saat mengangkat baju itu.

"Ini ... milik Yara."

Dada Rin berdegup kencang. Dia tidak salah. Itu memang milik si adik. Tangannya semakin bergetar ketika dia mengeluarkan celana dari dalam keranjang. Lalu, pakaian dalam yang sudah jelas itu milik adiknya.

"Yara."

"Marvel."

"Ba-- bagaimana mungkin?"

Rin hampir kehilangan kesadarannya saat memikirkan kemungkinan kalau adiknya telah kabur bersama pacarnya. Dunia Rin tiba-tiba menjadi gelap. Keyakinan yang terlintas semakin kuat saat Rin mendapati pakaian Marvel juga ada di dalam keranjang tersebut.

Air mata Rin tumpah ruah sekarang. Dadanya sesak seketika. Tubuhnya terhuyung, hampir terjatuh jika tidak bersandarkan diri di wastafel.

"Ba-- bagaimana mungkin? In-- ini ... ini tidak nyata."

Rin berlari cepat setelah dirinya mampu ia kuasai. Dengan kaki bergetar, dia melangkah keluar dari apartemen tersebut. Saat pintu apartemen baru saja dia tutup, penghuni apartemen yang ada di depannya malah membukakan pintu.

"Hai. Kamu, yang kemarin itu datang bersama Marvel 'kan? Si pemilik baru apartemen ini."

Rin hanya bisa mengangguk. Tidak ada kata yang bisa dia ucapkan untuk saat ini. Namun, tanpa Rin minta, wanita yang berumur sedikit lanjut itupun langsung berucap.

"Kemarin malam, aku lihat dia datang ke sini. Aku kira, itu kamu. Tapi, saat dia pergi keluar pagi harinya, aku lihat dengan jelas kalau wajah wanita berbeda. Memang, wajah gadis itu agak mirip sih sama kamu. Makanya malam itu aku pikir, itu kamu." Wanita itu ngomong tanpa pikir panjang lagi.

"Mirip?" Hanya itu yang bisa Rin ucapkan. Karena pikirannya benar-benar kacau sekarang.

"Iya. Wajahnya mirip kamu. Ah, tapi, mungkin itu adeknya kali ya."

"Adik? Jadi, kemarin malam, dia datang?"

"Iya," ucap si wanita sambil mengangguk penuh keyakinan.

Rin kehabisan kata-kata. Dia beranjak tanpa mengucapkan sepatah katapun terlebih dahulu pada wanita tersebut. Hatinya hancur, dunianya runtuh. Adiknya, kabur bersama pacar yang dia anggap akan menjadi bagian dari kisah hidupnya di masa depan.

Rin sungguh sangat tak percaya kalau ini nyata. Tapi, semua bukti itu nyata. Baju Yara, kata tetangga. Semua itu, apakah tidak cukup untuk meyakinkan bahwa kedua manusia yang ia percaya telah berkhianat?

Rin melangkah gontai meninggalkan apartemen. Ponsel yang ada di tas selempang nya terus berdering berulang kali. Rin mengabaikannya.

Rin ingin menangis, tapi air mata seakan sudah kering. Terlalu sakit di hati, sampai-sampai, mati rasa. Terlalu perih, tapi tidak bisa berkata-kata. Rin terus melangkah. Hujan turun perlahan. Tapi dia terus berjalan seperti orang yang kehilangan arah.

"Aku janji, aku akan menikah dengan mu suatu hari nanti."

"Rin. Aku mencintai mu. Kita akan menikah. Lalu tinggal di rumah yang akan kita jaga bersama-sama."

"Rin, cintaku padamu gak akan pernah berubah. Kita menikah. Lalu punya anak yang lucu-lucu."

"Kamu mau punya anak berapa? Dua. Apakah itu cukup?"

Begitulah kata-kata yang terus bermain-main di kepala Rin sepanjang kaki yang ia langkah. Suara Marvel yang mengucapkan janji-janji manis. Kata-kata yang penuh harapan. Tapi kenyataanya, semua itu hanyalah sebatas janji yang menyisakan perih yang teramat sakit.

1
tehNci
Kalo yg baru sudah gak sesuai keinginan, pasti pengen kembali ke yg lama..Tapi sayang, yg lama sudah move on dan malah bahagia dengan pasangannya. Kasiaaan deh si pengkhianat Marvel. sukurinnnn🤪🤪🤪
Patrick Khan
heleh bilang nyesel kilaf prettt km marvel😒😒🔪
Patrick Khan
akhirnya gol juga💃💃🤣
Rani: uhuk. terbatuk kakak mu.
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: a syiap👍🫰
total 1 replies
tehNci
Sikap Bayu yg anteng, mandiri, pendiam.berubah jadi manja dan iseng ke Airin stlh kejadian semalam. Gemesin banget sih kalian...
Rani: huhuhuhu .... kaka mu yg terharu. 🤭
total 1 replies
Dew666
🥰🥰🥰🥰🥰
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: womeh👍🤭
total 1 replies
Patrick Khan
ayo gas lah.. mumpung udah buka puasa😁😁😁
Rani: hua hahahaha
total 1 replies
tehNci
Akhirnya....setelah bbrp Minggu hidup bersama sebagai suami istri dan masa penjajakan, inilah saatnya saling membuka diri dan saling menerima. Saatnya menjadi suami istri sesungguhnya...menunaikan hak dan kewajiban masing2. Semoga cinta diantara mereka semakin kuat
Rani: yuhu.... 🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
🅰️isyah Rendr🅰️
Plis dong jangan bertele² lagi Bayuuu 😭🤣🤣 gaskuy sudaaaaahhhh nahhh.. Airin kan sudah menunggu 😂
🅰️isyah Rendr🅰️: hihihii
total 4 replies
Dew666
👑👑👑
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Cindy
lanjutt kak
Rani: laksanakan🤭
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: yuhu .... siap
total 1 replies
tehNci
Ternyata Bayu banyak fans nya ya ... Ayo Run, tunjukkan kuasamu sebagai istri Bayu, gandeng terus Bayu nya, biar bisa dilihat orang² kalo kalian punya hubungan yg erat dan romantis. Biar yg berharap Bayu jadi pasangannya mundur😄
Rani: Yuhu ... anak emas aku itu ih. emang banyak yg suka.
total 1 replies
Heny Stiawati
dengan semua penerimaan dan ketulusan Bayu.,.. takkan sulit membuat Rin jatuh cinta
Rani: 🫰🫰🫰🤭 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Heny Stiawati
bagus
Rani: makasih banyak 🫰
total 1 replies
Patrick Khan
ayo lah rin.. lupakan. jgn lemah mosok lanangan ngnu sek di piker ae.. wes ada Bayu gitu . kesan nya km masih kecintaan sm dia😖😖
Rani: tenang. Rin udah dapat batu akik kok. masa iya mau sama kerikil di tepi kali.
total 1 replies
tehNci
Itu karena air mata yg keluar bisa ngurangin rasa kesal dan kecewa yang ada di hati..Biar plong, gitu...
Rani: iya kan yah...
total 1 replies
Dew666
👍👍👍👍👍
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
tehNci
Mela, jangan coba² jadi pelakor ya... Sudah lihat sendiri kan, kalo Bayu sangat perhatian terhadap istrinya. Mundur segera sebelum hatimu terluka banyak.
Rani: nah lho Mel. Kamu diingatin tuh. dengar🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!