Ceni yang tak lama ini baru kehilangan sang sahabat untuk selamanya, kini ia harus menelan pahit nya kehidupan karena harus kehilangan untuk yg ke sekian kali nya yaitu sang kakek tercinta.
Sebelum kematiannya, sang kakek sempat memberikan sebuah giok dan cincin dengan ukiran rumit dan kuno, yg kata nya warisan turun temurun.
Bagaimana kah kisah kelanjutan nya.?
Nantikan kisah Ceni di cerita ini.😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiana Cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejadian Yang Sebenarnya
"Kenapa kau bodoh sekali Ru'er, biarpun kita menginginkan ia mati tapi bukan sekarang saat nya, bagaimana kalau ayah mu tau,? Ying Zu adalah batu loncatan buat ayah mu agar dia bisa merebut posisi jenderal dari kakek nya Ying Zu, karena Ying Zu adalah cucu kesayangan jenderal Shen, apapun yang Ying Zu inginkan pasti akan di terima apapun itu oleh anggota kekaisaran, kalau ayahmu sampai tau bahwa kau yang membunuh nya, ayah mu pasti murka Zu'er." Ucap selir Ran dengan nada menekan.
Ying Ru yang mendengar hal itu pun terhuyung kaget, sungguh ia tidak tau rencana ayah nya, dia pikir dengan menyingkirkan Ying Zu, peluang nya akan menjadi putri sah kediaman ini semakin besar, tapi jauh selangkah di atas sana ternyata rencana ayah nya adalah untuk merebut posisi tertinggi di Medan perang yaitu jenderal, dengan memanfaatkan Ying Zu dan juga Lin Shen.
Ya Ying San dari awal tidak pernah menaruh hati pada Lin Shen, ia menikahi Lin Shen hanya untuk ambisi nya menjadi seorang jenderal lewat putri kesayangan jenderal Shen yaitu Lin Shen.
Setelah kehamilan Lin Shen, peluang itu semakin besar ia berharap akan mendapatkan seorang putri dari Lin Shen, sebab Lin Shen adalah kesayangan anggota keluarga kekaisaran dan anak nya kelak pasti akan mendapat limpahan kasih sayang dari kakek nya sebab akan menjadi putri satu satu nya.
Ternyata keinginan nya hancur setelah mengetahui bahwa putri nya tiada ketika di lahirkan, harapan nya musnah sudah, ketika ia mendengar bahwa permaisuri melahirkan bayi perempuan, sebuah ide licik pun tertanam di otak nya, sambil tersenyum miring ia pun memerintahkan beberapa orang pengawal menyandera anggota keluarga tabib wanita istilah nya (bidan beranak) agar ia tunduk dan menurut akan perintah nya, begitu juga sang tabib istana, tabib wanita yang membantu permaisuri melahirkan pun tak luput dari rencana licik Ying San, karena pangkat nya yang seorang wakil jenderal dengan pasukan yang banyak membuat ketiga nya mau tak mau berkhianat pada kaisar yang saat itu masih menjadi putra mahkota kekaisaran.
Mereka pun berhasil menukar bayi permaisuri dan juga bayi Lin Shen yang sudah tiada itu, berkat kemampuan teleportasi tabib istana membuat rencana itu pun berhasil dengan maksimal tanpa ada seorang pun yang mengetahui nya.
Sebab itu lah Ying San tak pernah menyayangi Ying Zu sebab Ying Zu bukan lah putri kandungnya, hal serupa pun di rasa kan Lin Shen karena tak ada ikatan batin sama sekali, membuat nya terkadang acuh pada Ying Zu, yang ada hanya nama suami nya di pikiran nya.
Sungguh sangat berbeda dengan kaisar dan juga permaisuri yang sangat begitu menyayangi Ying Zu layak nya putri kandung sendiri, kakek Shen Tang pun kerap merasa iri pada adik nya jenderal Shen Gong karena memiliki anak dan cucu perempuan, sebab secara turun-temurun anak perempuan sangat langka di garis keturunan kekaisaran sedari dulu, maka dari itu setiap anak perempuan yang lahir pasti akan di perlakukan layak nya permata yang dijaga sepenuh hati.
Ying Ru pun terduduk dengan wajah pucat mendengar kan setiap perkataan ibu nya.
"Bagaimana ini Bu, bagaimana kalau ayah tau, bisa di penggal hidup-hidup aku." Ucap Ying Ru dengan rasa takut yang merayap di pikiran nya.
"Maka dari itu jangan sampai hal itu di ketahui oleh ayah mu Ru'er." Ucap selir Ran.
"Baiklah ibu, lain kali aku tidak akan ceroboh." Ucap Ying Ru.
"Kau putri ku, putri kesayangan ku, kau tidak pernah salah sayang, perbuatan itu hanya untuk mengambil hak mu menjadi putri sah kediaman ini, anak sialan itu mati juga tidak masalah." Ucap selir Ran pada Ying Ru.
Lalu selir Ran pun pergi dari kamar Ying Ru.
Sedangkan Ying Ru hanya tersenyum menatap kepergian ibu nya.
"Ya, aku tidak pernah salah, ayah adalah ayahku seorang bukan ayah nya Ying Zu." Gumam Ying Ru sambil menatap wajah nya di cermin tembaga.
.
Di istana saat ini para pelayan sedang sibuk menaruh beberapa perhiasan dan juga gaun-gaun mewah yang tersusun berjejer di dalam kamar Ying Zu.
Ying Zu sejenak frustasi melihat hal itu.
"Ini pasti kerjaan bibi permaisuri, mereka semua terlalu berlebihan." Ucap Ying Zu memijit pelipisnya yang terasa berdenyut kala melihat perhiasan berkilauan memenuhi kamar nya.
"Anggap saja ini milik mu setelah kau tinggal kan beberapa tahun lama nya putri Zu." Ucap Ceni mengubah panggilan nya, sebab sekarang ia tau bahwa Ying Zu adalah putri kandung kaisar dan permaisuri tapi ia hanya diam saja, sebab yang berhak memberi tahukan hal itu adalah kaisar dan permaisuri sendiri nanti di Acara pesta.
Pesta penyambutan putri Kandung kaisar dan permaisuri dan juga awal mula kehancuran wakil jenderal Ying San.
.
Di batas kekaisaran saat ini yang mana wakil jenderal Ying San saat ini baru saja menerima laporan bahwa akan di adakan pesta megah di istana yang mengundang dirinya beserta keluarga nya kini terdengar di telinga nya.
Sekilas ia tersenyum miring, sebab ia juga mengetahui beberapa hari yang lalu kaisar baru sudah naik tahta mengganti kan kaisar lama dan jenderal Shen Gong juga akan menyerahkan gelar jenderal nya pada orang yang sudah di tetapkan tanpa seorangpun tau.
Ying San sangat percaya diri bahwa posisi jenderal akan di sandang nya dalam waktu dekat, oleh karena itu ia pun menarik beberapa pasukan nya yang berjaga untuk mengawal nya pulang ke ibu kota, sedangkan sebagian akan tetap menjaga perbatasan.
Beberapa teman seperjuangan ying San pun berbicara setelah melihat Ying San berlalu pergi hendak kembali ke ibukota.
"Beruntung sekali Ying san, hanya menjadi menantu jenderal ia sudah dengan mudah mendapatkan apapun bahkan di gadang-gadang akan mendapatkan titah dengan gelar jenderal tak lama lagi."
"Kau benar sekali, coba saja ia tak jadi menantu jenderal Shen, sudah pasti ia juga sama seperti kita hanya prajurit rendahan yang bahkan hanya bisa menerima perintah."
"Entah kenapa tapi aku seperti memiliki firasat buruk terhadap Ying San."
"Aku sebenarnya juga sama, karena terlihat dari aura hitam wajah nya."
"Bagaimana menurut mu Zhuang we.?"
Para sahabatnya tau bahwa Zhuang we sudah lama menyukai Lin Shen bahkan semenjak ia menyelamatkan Lin Shen saat tenggelam di danau dulu, hingga sampai kini ia masih betah melajang di umur nya yang sudah menginjak 37 tahun, tapi yang membuat para sahabatnya heran Adalah kenapa Ying San yang menerima lamaran kediaman jenderal kenapa bukan Zhuang we yang saat itu sudah berjasa menyelamatkan Lin Shen.
Pernah terbersit di hati mereka mungkin saja Lin Shen salah mengenali seseorang, sebab tak ada anggota keluarga lain Shen yang mengetahui kejadian saat itu, tapi mereka semua hanya bungkam tanpa bisa berbicara apapun karena mereka tidak ingin dianggap menentang keputusan kaisar.
Bersambung.
jadi ga sabar.....
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪