NovelToon NovelToon
Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Akselia Kinanti terbangun dalam genangan darahnya sendiri. Tangannya meremas perut yang kram hebat.

"Kamu... harus bertahan," bisiknya pada perut yang mulai terasa dingin.

Ponselnya berdering. Notifikasi siaran langsung : Kevin Pratama & Karina Adelia - Live Engagement Party.

Jemarinya gemetar membuka video itu. Di layar, Kevin tersenyum lebar, merangkul pinggang Karina Adelia model terkenal dengan gaun putih yang berkilau. "Aku sudah lama menunggu momen ini," kata Kevin di depan ratusan tamu.

Akselia tertawa pahit. Darah masih mengalir dari tubuhnya.

"Ini pasti salah paham," gumamnya lemah. Tapi matanya yang mulai sayu menatap cincin murah di jarinya, cincin yang Kevin bilang 'sementara'.

Gelap.

Ketika matanya terbuka lagi, Akselia bukan lagi pelayan restoran lemah yang mencintai pria salah. Dia adalah mantan pelatih bela diri yang pernah bikin lawan-lawannya menangis minta ampun.

"Kevin Pratama... Karina Adelia..."

Senyumnya tajam. Berbahaya.

"Permainan baru saja dimulai."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 - KONSEKUENSI DIMULAI

DUA HARI KEMUDIAN - KANTOR PRATAMA CORPORATION

Kevin duduk di ruangannya, menatap surat panggilan dari Kepolisian Republik Indonesia. Mereka minta dia datang untuk klarifikasi terkait beberapa tuduhan penyuapan, sabotase bisnis, dan keterlibatan dalam tindak kekerasan.

Bukti yang Akselia kirim sudah di tangan pihak berwajib.

Asistennya mengetuk pintu dengan wajah panik. "Pak Kevin, ada dua orang detektif di luar. Mereka mau bicara dengan Bapak."

Kevin menarik napas panjang. "Suruh masuk."

Dua detektif berseragam rapi masuk, seorang pria paruh baya dan perempuan muda dengan catatan di tangan.

"Selamat pagi, Tuan Pratama," sapa detektif pria. "Saya Inspektur Hartono, ini partner saya, Inspektur Sari. Kami dari unit kejahatan ekonomi."

"Silakan duduk." Kevin menunjuk sofa, berusaha terlihat tenang meski jantungnya berdebar.

"Langsung saja, Tuan Pratama. Kami terima laporan disertai bukti terkait beberapa kegiatan ilegal yang melibatkan perusahaan Anda." Inspektur Hartono meletakkan map di meja. "Penyuapan pejabat, sabotase tender kompetitor, dan pembiayaan tindak kekerasan terhadap pengusaha rival."

Kevin tidak menyangkal. Tidak ada gunanya. Bukti-bukti itu terlalu kuat.

"Kami akan lakukan penyelidikan resmi. Anda diminta kooperatif dan tidak meninggalkan kota tanpa izin." Inspektur Sari menatapnya tajam. "Dan kami sarankan Anda sewa pengacara yang baik."

Setelah detektif pergi, Kevin duduk sendirian di ruangan yang tiba-tiba terasa terlalu besar dan terlalu sepi.

Ponselnya berdering. Ayahnya, Direktur Utama Pratama Corporation.

"Kevin! Apa-apaan ini?! Polisi baru saja hubungi aku! Kamu tahu ini bisa hancurkan perusahaan kita?!"

"Aku tahu, Ayah. Aku..."

"Kamu tidak tahu apa-apa! Kamu selalu bertindak tanpa pikir panjang! Dan sekarang karena kebodohanmu, reputasi perusahaan hancur!" Suara ayahnya menggelegar. "Kamu akan hadapi konsekuensinya sendiri. Aku tidak akan lindungi kamu kali ini."

Sambungan terputus.

Kevin menatap ponsel di tangannya. Satu per satu, dunianya mulai runtuh.

Tepat seperti yang Akselia rencanakan.

Tapi bukan Akselia yang melakukannya, dia yang melakukannya pada dirinya sendiri.

***

KANTOR MAHENDRA GROUP - RUANG ARJUNA

Arjuna membaca berita di layar komputer dengan senyum tipis. "Polisi selidiki Pratama Corporation terkait dugaan korupsi dan sabotase bisnis. CEO Kevin Pratama dipanggil untuk klarifikasi."

Akselia berdiri di sampingnya, menatap berita yang sama tanpa ekspresi.

"Kamu tidak merasa apa-apa?" tanya Arjuna.

"Lega," jawab Akselia jujur. "Tapi bukan karena dia hancur. Lega karena aku tidak yang menghancurkan dengan tanganku sendiri."

"Hukum akan jalankan tugasnya. Kevin akan dapat hukuman yang pantas atau lolos dengan koneksinya. Tapi setidaknya..." Arjuna menatap Akselia, "...kamu sudah lakukan yang benar."

"Terima kasih, Pak. Untuk semua dukungannya."

"Tidak. Aku yang harus terima kasih." Arjuna berdiri, berjalan ke jendelanya yang menghadap kota. "Kamu ajari aku bahwa menang bukan selalu soal menghancurkan musuh. Tapi soal tetap jadi manusia yang baik di tengah perang."

Akselia tersenyum tipis. "Saya belajar dari Pak Dharma. Dan dari Bapak juga."

Pintu ruangan terbuka tiba-tiba, Ratih masuk dengan wajah khawatir.

"Pak Arjuna, Nona Selia ada seseorang yang mau ketemu Nona Selia. Dia bilang mendesak."

"Siapa?"

"Karina Adelia."

Akselia dan Arjuna saling pandang.

"Bawa dia masuk," kata Arjuna. "Tapi aku tetap di sini."

Karina masuk dengan penampilan yang sangat berbeda dari pertemuan terakhir. Tidak ada gaun mewah, tidak ada kacamata hitam. Hanya kemeja putih sederhana dan celana jeans. Wajahnya terlihat lelah.

"Akselia," sapanya kali ini tanpa nada meremehkan. "Boleh aku bicara sebentar?"

Akselia mengangguk, masih waspada. "Bicara."

Karina menatap Arjuna. "Bisa kita bicara berdua saja?"

"Tidak," jawab Akselia tegas. "Apa pun yang mau kamu bilang, bisa kamu bilang di depan Pak Arjuna."

Karina menghela napas, lalu mengangguk. "Baiklah." Dia duduk, menatap tangannya sendiri. "Aku... aku mau minta maaf."

Akselia tersentak. "Apa?"

"Aku minta maaf untuk semua yang aku lakukan. Ancaman, penghinaan, semuanya." Karina mengangkat kepala, mata berkaca-kaca. "Aku cemburu padamu. Karena Kevin untuk pertama kalinya, benar-benar jatuh cinta. Dan itu bukan padaku."

"Karina..."

"Pertunangan kami memang bisnis. Tapi aku, bodohnya aku berharap Kevin bisa belajar mencintaiku. Berharap dengan waktu, kami bisa jadi pasangan sungguhan." Karina tersenyum pahit. "Tapi lalu kamu muncul. Dan aku lihat cara dia menatapmu, cara yang tidak pernah dia tunjukkan padaku."

Akselia tidak tahu harus berkata apa.

"Tapi sekarang dengan semua yang terjadi, aku sadar aku tidak pernah mencintai Kevin. Aku cuma mencintai ideanya. Mencintai statusnya. Mencintai apa yang bisa dia berikan." Karina berdiri. "Jadi aku datang untuk bilang, aku tidak akan ganggu kamu lagi. Dan aku harap apa pun yang terjadi dengan Kevin, kamu bisa temukan kebahagiaan."

Dia berbalik mau pergi.

"Karina," panggil Akselia.

Karina berhenti, menoleh.

"Terima kasih. Untuk permintaan maafnya." Akselia tersenyum tipis. "Dan aku harap kamu juga bisa temukan kebahagiaan yang bukan tergantung pada pria mana pun."

Karina tersenyum untuk pertama kalinya, senyum tulus. "Aku akan coba."

Setelah Karina pergi, Arjuna menatap Akselia dengan tatapan kagum. "Kamu semakin bijak."

"Saya cuma lelah dengan semua kebencian, Pak." Akselia duduk, menatap keluar jendela. "Ternyata memaafkan itu lebih ringan daripada membenci."

***

MALAM HARI - DOJO PAK DHARMA

Akselia berlatih sendirian di ring, mengulang gerakan-gerakan dasar yang dulu Pak Dharma ajarkan. Tidak ada amarah lagi di setiap pukulan. Hanya fokus. Kontrol. Kedamaian.

Pak Dharma masuk, duduk di sudut ring sambil tersenyum.

"Kamu sudah kembali," katanya.

"Kembali kemana, Pak?"

"Jadi dirimu sendiri. Akselia Kinanti yang sebenarnya." Pak Dharma berdiri, berjalan mendekati. "Bukan Akselia yang penuh amarah. Bukan Selia yang penuh dendam. Tapi Akselia yang kuat karena dia memilih menjadi kuat, bukan karena dia dipaksa keadaan."

Akselia berhenti berlatih, menatap mentornya dengan mata berkaca-kaca. "Terima kasih, Pak. Untuk tidak pernah menyerah pada saya."

"Aku tidak pernah menyerah karena aku tahu di balik semua amarah itu, ada perempuan luar biasa yang cuma butuh waktu untuk temukan dirinya lagi."

Mereka berpelukan... pelukan ayah dan anak yang kehilangan dan menemukan satu sama lain kembali.

***

TENGAH MALAM - KAMAR KOS BELAKANG DOJO

Akselia duduk di kasur, menatap ponselnya. Tidak ada pesan dari Kevin dan itu bagus. Berarti dia mengerti. Berarti dia menghormati keputusan Akselia.

Tapi ada pesan dari Diana. [Aku marah padamu. Tapi aku juga mengerti. Maaf kalau aku terlalu memaksa. Kamu lebih kuat dari aku. Semoga kamu bahagia, Akselia.]

Akselia tersenyum, membalas. [Terima kasih untuk semua bantuanmu, Diana. Semoga kamu juga bisa lepaskan dendammu suatu hari. Kamu layak bahagia juga.]

Dia meletakkan ponsel, berbaring menatap langit-langit.

Untuk pertama kalinya dalam setahun, dia tidur nyenyak.

Tanpa mimpi buruk.

Tanpa bayangan Kevin.

Tanpa amarah yang membakar dari dalam.

Hanya kedamaian.

Dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

***

KEESOKAN PAGINYA - BERITA NASIONAL

"Kevin Pratama Ditahan Polisi Terkait Dugaan Korupsi dan Sabotase"

"Pratama Corporation Kehilangan 40% Nilai Saham Dalam Sehari"

"Keluarga Pratama Lepas Tangan Dari Skandal Kevin"

Akselia membaca berita itu sambil minum kopi di dojo.

Tidak ada kepuasan.

Tidak ada kemenangan.

Hanya rasa damai bahwa keadilan berjalan tanpa harus mengorbankan kemanusiaannya sendiri.

"Selamat tinggal, Kevin," bisiknya pada layar. "Semoga kamu belajar sesuatu dari semua ini."

Lalu dia menutup ponsel dan kembali berlatih.

Karena hidupnya akhirnya bukan lagi tentang Kevin Pratama.

Tapi tentang Akselia Kinanti yang bangkit dari kehancuran dan memilih menjadi lebih baik.

1
Asyatun 1
lanjut
Lienaa Likethisyow
ikhlas itu latihannya seumur hidup dg bersabar dg airmata..hasilnya luarbiasa👍👍👍 goodjob akselia..💪💪💪 thor😍😍
Lienaa Likethisyow
goodjob👍👍 akselia..memaafkan membuat hati lega dan juga damai💪💪💪
Asyatun 1
lanjut
Dew666
👍👍👍👍
Nada She Embun
maafkan dirimu sendiri.... cintai dirimu sendiri... jangan beratkan dirimu dengan hal yg bahkan di luar kendali mu... kamu cukup untuk dirimu... 💜... mencintai diri sendiri bukan egois... itu pertahanan untuk mental yg lebih sehat... banggalah pada dirimu... kamu yg terbaik...
author terbaik.. 😍
Lienaa Likethisyow
semangat selia jadi diri sendiri,hargai,cintai dirimu sendiri👍👍👍💪💪💪
Soraya
mampir thor
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Erni Noviyanti
tuh dengerin,ada yg gampang ngapain nyari yg sulit.
Lee Mbaa Young
🤣🤣🤣 syukurin kalah kan. balas dendam kok naggung. lek ijek bucin rasah koar koar balas dendam memalukan.
ayo karina hancurkan sekalian saja akselia kn bodoh dia biar tamat.
Erchapram: Jangan... ceritanya masih panjang, kita lihat dulu bagaimana perjuangan Akselia. 🙏
total 1 replies
vj'z tri
jurus buat ngalahin musuh ,malah dipakai musuh duluan 😅😅😅🤧🤧🤧🤧
Lee Mbaa Young: la dia bucin mkne gk tega kn menghancurkan lawan.
ngunu koar koar balas dendam.
wanita gk punya kemampuan kok bls dendam 🤣 apa nya yg di balas. yo mnding pergi jauh cari laki lain lah.drpd memalukan.
total 1 replies
Erni Noviyanti
kalau lemah ngga usah mikir bales dendam.mending pergi jauh mulai kehidupan yg baru.kasian orang yg udh banyak berkorban.
Lee Mbaa Young: laiya wong lemah kok balas dendam. yo mnding move on lah. cari laki lain. 🤣🤣🤣.
total 1 replies
Sunaryati
Setiap nongol langsung disikat, mana ada tabungannya🤣🤣🤭💪 Thoor
Sunaryati
Sudah berhasil menjerat Kevin, tapi tetap ragu ambil keputusan
Lienaa Likethisyow
lanjuuuuuuuuutttttttt....💪💪💪💪👍👍👍
Erchapram
Besok Novel ini libur update, jadi yang masih ditabung yukkk... bongkar dulu tabungannya, baca dulu sampai di bab akhir. Biar aku semangat lanjut...

Apalagi sudah bab 19 ya, akan ada perhitungan retensi di bab 20. Tolong dengan sangat ya... sahabat pembaca untuk segera dilanjut bacanya.

Terima kasih.
Asyatun 1
lanjut
N Wage
maaf nih ya Thor,serius nanya...(apa ada bagian yg terlupa aku baca) kan Kevin dan selia cukup lama berhubungan,SMP selia hamil juga.
kok Kevin gak mengenali selia sekarang?
N Wage: iya KK,maaf...😅
total 2 replies
Nada She Embun
nahan nafas aq bacaa.... 😮‍💨.. pengen banget liat kevin babak belur d tangan akselia...
Erchapram: Gak ada Kak, akan ada plot twist yang gak terduga
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!