NovelToon NovelToon
BUKAN CINTA SESAAT

BUKAN CINTA SESAAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Konflik etika / Romansa
Popularitas:336
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Butuh waktu mengenal dan butuh perjuangan untuk mempertahankan sebuah perasaan . Jika sudah ada kesepakatan maka ikatan akan membuat sebuah hubungan menjadi sakral .

"Cintaku bukan cinta sesaat dan bukan sekedar kata kiasan ," bisik hati yang memendam perasaan .

Apakah cinta itu akan berlanjut atau hanya sementara waktu ?

ikuti kisahnya hanya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 15. BCS

Albi menoleh kebelakang lalu berdecih. “Kamu lagi,"

Albi tidak menyangka bertemu lagi dengan Prasasti ditempat yang sama. Hal itu membuatnya heran dan bertanya-tanya, kenapa selalu bertemu ketika sedang ada masalah pelik.

"Tempat ini memang cocok untuk orang yang sedang punya masalah berat, apalagi seperti kamu,“ kata Prasasti.

Albi menoleh menatap tidak suka dengan perkataan perempuan disampingnya. “Tahu apa kamu dengan urusanku, urusin saja dirimu sendiri,"

"Sebentar lagi kita akan jadi sepasang pengantin, apa kamu tidak ingin berdamai denganku?" Prasasti menatap Albi.

Prasasti belum menyadari kalau Albi yang ada didepannya adalah Albi yang dulu ia kenal. Prasasti hendak meninggalkan tempat tersebut namun berhenti ketika melihat Dave berjalan bersama seorang perempuan berpakaian mini dan seksi.

"Orang berbuat baik tidak perlu alasan apapun," sahut Albi mengalihkan perhatiannya pada sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara.

Albi tersenyum penuh makna. “Bagaiamana kalau kita undang mereka ke pernikahan kita?"

Prasasti melotot mendengar ucapan Albi, berdecih.“Buat apa undang mereka, buang-buang waktu dan tenaga saja,"

Prasasti merasa benci melihat Dave bersama perempuan tersebut. Ia berjalan menuju motornya. Albi merasa senang melihat Prasasti benci dengan Dave, ia berencana mengundang Dave diacara pernikahannya nanti.

“Hai, Dave," sapa Albi menghampiri mereka berdua.

"Siapa dia, Sayang?" tanya perempuan berpakaian seksi tersebut kepada Dave.

"Dia kekasih mantanku," jawab Dave dengan percaya diri.

Albi tertawa mendengar pengakuan Dave. Ia tidak menyangka jika Dave terlalu jujur didepan perempuan yang tidak mempunyai hubungan tanpa status itu.

"Sepertinya kamu akrab sama dia, apakah kalian sedang memperebutkan seorang perempuan?" tanya Perempuan lagi.

"Tidak, siapa juga yang memperebutkan perempuan, seperti tidak ada perempuan lain saja," sewot Dave menatap Albi dengan rasa benci.

"Aku mengundangmu hadir diacara pernikahanku besok lusa," kata Albi dengan percaya diri.

"Kalian akan menikah secepat ini, jangan bohong. Aku tahu Prasasti, dia orangnya tidak mudah terpengaruh dengan kata-kata janji pria manapun, jadi jangan sok kepedean," sahut Dave merasa lebih baik dari Albi.

“Itupun kalau kamu mau datang, kalau tidak juga aku tidak memaksa," Albi melangkah meninggalkan tempat tersebut.

Dave menatap kepergian Albi, tiba-tiba timbul rasa keingintahuannya tentang pernikahan mereka.

"Kita akan datang kesana, lusa. Kamu mau kan menemaniku datang ke acara mereka, Mora,“ ucap Dave kepada Perempuan yang bersamanya.

“Tentu saja, kita buktikan sama mereka kalau kita juga bisa bahagia,“ sahut perempuan bernama Mora.

__________

Prasasti memukul motornya ketika sampai dirumah. Fabio yang sedang berdiri diteras rumah menoleh ke samping melihat anaknya sedang marah.

Prasasti turun dari motor dengan wajah kesal berjalan masuk, ia terkejut melihat papanya sedang memperhatikannya dengan rasa penasaran.

"Papa ngapain diteras, menunggu siapa?" tanya Prasasti mengalihkan pikirannya.

"Tidak ada, Papa hanya ingin melihat suasana malam saja," jawab Fabio dengan santai.

"Aku masuk dulu," Prasasti berjalan masuk ke dalam rumah langsung menuju kamar.

Fabio menghembuskan napas kasar kemudian menelpon seseorang. " Bagaimana, apa yang kamu menemukan sesuatu?"

Cukup lama Fabio menerima panggilan teleponnya, kemudian mematikan ponselnya. Fabio berjalan masuk ke dalam rumah, namun ponselnya berdering.

Fabio mengerutkan keningnya, tidak lama kemudian menutup secara sepihak sambil menggenggam ponselnya dengan kuat seolah menahan amarah.

"Kalau benar mereka menjalin hubungan aku tidak akan membiarkannya," gumam Fabio masuk ke dalam kamarnya.

Di kamar Prasasti duduk didepan cermin menahan gejolak amarah didalam dadanya. Ia teringat Dave bersama perempuan tadi, membuatnya muak dan sangat membenci pria itu.

Disisi lain Prasasti kesal terhadap Albi, ia merutuki dirinya sendiri secara tidak langsung menerima Albi menjadi calon suaminya. Padahal sangat membenci pria itu.

"Sial, sial. Kenapa juga aku tawar menawar dengannya, menyesal aku mengucapkannya," sesal Prasasti.

“Apa sih kelebihannya? Sepertinya tidak ada sama sekali," pikir Prasasti tentang sosok Albi.

Tidak ada yang dilakukan Prasasti saat ini, ia merasa capek dengan kegiatan hari ini yang sangat menyebalkan dan membuat moodnya memburuk.

_________

“Pagi semua," sapa Albi kepada penghuni rumah yang sedang menikmati sarapan bersama.

“Tumben wajahmu ceria sekali?" Syahira melirik kakaknya sekilas setelah minum susu.

"Biasa saja," jawab Albi langsung berubah dingin.

Syahira berdecak melihat perubahan kakaknya. Albi tersenyum dalam hati sambil mengambil nasi goreng ke dalam piring dan melahapnya.

Albi melebarkan mata merasakan nasi goreng. "Siapa yang buat nasi goreng, Ma?"

“Mama, memangnya kenapa? Tidak enak ya?" tanya Khasanah menyendok nasi goreng lalu menyuapkan ke dalam mulutnya.

Khasanah tidak merasakan ada yang aneh pada nasi goreng buatannya. Ia melihat Albi heran.

"Enak sekali, aku pikir beli. Ternyata buatan Mama, enak sekali," sahut Albi.

Semua melihat Albi terlalu berlebihan memuji nasi goreng buatan Khasanah mamanya.

“Albi bagaimana sudah dipersiapkan acara pernikahan, besok loh," ucap Abdi mengingatkan.

“Beres, Pa," jawab Albi beranjak dari tempat duduk sambil berpamitan kepada semua anggota keluarganya.

“Kak Albi sendirian kan! Aku mau berangkat kerja bareng maksudnya," kata Syahira.

“Ya sudah, ayo berangkat sekarang," ajak Albi berjalan lebih dulu.

Syahira mengikuti kakaknya menuju mobil yang sudah terparkir didepan rumah lalu masuk ke dalam mobil. Albi melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah.

“Kenapa Kakak tidak libur kerja, besok kan acara nikah?“ tanya Syahira.

"Masih ada pekerjaan yang harus Kakak kerjakan," jawabnya santai.

Albi menghentikan mobilnya didepan toko Khasanah milik mamanya. Syahira turun setelah berpamitan kepada Kakaknya.

Syahira membantu mamanya membuat kue buat acara pernikahan kakaknya besok. Semua kue dibuat sendiri tanpa dan hari ini toko ditutup buat acara keluarga.

Para pelanggan sudah diberitahu jauh hari supaya tidak kecewa dengan ditutupnya toko tersebut.

Syahira masuk ke dalam toko dengan senyum mengembang, ia sudah tidak sabar membuat kue bersama karyawan.

“Assalamu’alaikum," sapa Syahira.

“Wa'alaikum salam, Non Syahira. Mau bantu kami buat kue," jawab Sari salah satu karyawan mamanya.

"Iya, dong. Tanganku sudah gatal ingin mengaduk tepung," canda Syahira sambil menyiapkan beberapa bahan membuat kue.

Syahira memang suka membuat kue, sejak kecil ia selalu menemani karyawan mamanya membuat kue. Syahira sangat senang berada ditoko daripada pergi bersama teman-temannya.

Menjelang malam Syahira baru selesai, ia bersama Sari menyiapkan beberapa kue ke dalam tempat yang sudah disediakan dan dikemas dengan sedemikian rapih.

“Alhamdulillaah semua kue sudah selesai dibuat tinggal ditata besok pagi-pagi sebelum acara dimulai," katanya dengan perasaan senang.

“Syahira," panggil seseorang.

Syahira menoleh kebelakang melihat siapa yang memanggilnya. Alangkah terkejut melihat sepupunya pulang dari luar negeri.

"Ria," teriak Syahira dengan wajah bahagia sambil berlari menghampirinya.Mereka berpelukan melepas rindu.

1
sakura
.....
Anyue: kenapa titik-titik
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!