Riana... ia sempat berpikir Apakah ada dirinya di dunia lain tapi ia tidak tahu? Pertanyaan itu terus melanda di pikiran Riana. namun...
Brakk! ia tertabrak oleh mobil laju karena Ada seseorang yang mendorongnya.. dan...
Apa yang terjadi dengan riana? selamat? mati? atau semacamnya? Ayo lihatt!
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis tapi ending sesuai mood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cursed & Sun
"Ada penyusup!? Siapa dia!?" Teriak Verios dengan kesal "Kenapa dia bisa Tau Tempat itu!?"
"Tidak tahu tuan, tapi... Pembantaian Itu Melibatkan 34 Perajurit mati mengenaskan" Ucap seorang perajurit dengan sedikit gugup
"Sial.. 34? Kuat juga Orang itu..." Gumam verios dengan sedikit panik "Tapi dia belum menemukan Tempat pengurungan kan?"
Perajurit itu menggelengkan kepalanya "Tidak, Tuan"
Tiba tiba Pintu terbuka, Menampilkan Seseorang yang memakai jubah putih.
Orang itu berhenti di hadapan Tuan verios
"Siapa dia?" tanya Verios
Orang itu berlutut Sambil menundukkan kepala "saya tidak tahu, tapi sepertinya Dia salah satu Orang yang anda kenal. Dia memakai jubah Hitam"
"Kau berusaha mencegahnya?"
Orang itu mengangguk "Tentu, tapi sayangnya kita sengit"
Verios pun sedikit terkejut lalu menghela nafas "Dia memiliki kekuatan apa?"
Orang itu Sedikit gugup lalu Akhirnya menjawab "Dia.. Memiliki kekuatan aneh, ketika Dia hampir kutumbangkan.. Ada dua Makhluk Di belakangnya yang membuatku Di tendang olehnya.." Gumamnya
"Aneh? Kau tidak bisa Membaca nama kekuatan itu?" Tanya Verios dengan kebingungan
Orang itu mengangguk "Bahkan saya tidak bisa melacak Kekuatan itu"
verios pun mendecakkan Lidahnya "sial... Tadi Kau bilang dia salah satu orang yang ku kenal kan?"
Orang itu mengangguk "ya, Tuan"
Verios pun Berpikir lagi "Aku tidak pernah ingat mengenal orang yang bermata ungu" Verios pun langsung mengarahkan Tangannya ke Perajurit nya "Selidiki Seluruh Orang yang ku kenal dan... Keluarga kerajaan"
Perajurit itu pun mengangguk "Baik, Tuan" Perajurit itu pun pergi
Disisi lain
ia membuka mata perlahan lahan....
Riana pun bangun dari tidur nya lalu menguap "Irinaa ..."
Riana terdiam ketika Melihat Sekelilingnya Sangat flat dan Seluruhnya putih "Huh? Dimana ini? Mimpi?"
Tiba tiba ia Teleportasi Di jalan di mana Ia di tabrak
Ia berdiri, Melihat sekeliling. Riana sedikit kebingungan namun Ia tetap berpikir Ini mimpi tapi... Ini terasa nyata sampai membuat riana tidak bisa berpikir jernih
"Apa belum terjadi?" Tanya riana dengan kebingungan sambil mencari cari dirinya
Riana pun menghela nafas "ternyata Ini bukan jalannya" Riana pun berjalan Pergi
Ketika Ia sampai di tempat benar, Ia melihat dirinya dari kejauhan Yang akan berjalan Ke Jalan
Mata Riana pun sedikit membesar dan langsung Berlari ke Dirinya Sambil teriak "Berhenti, bodoh!!"
Ketika ia berlari, dirinya Sudah berjalan Ke jalan. Tapi ia terkejut melihat seseorang Yang memakai topeng mendorong nya ke tengah jalan
Riana pun berhenti di pertengahan Jalan Melihat orang misterius itu mendorongnya "Apa?.."
"Riana!!!"
Riana pun langsung menoleh ke belakang dan terkejut melihat Lisa Tersenyum lebar Bersembunyi di balik dinding
"Apa yang.... Terjadi?"
BRUKKK!!
Riana Terjatuh Ke suatu lubang, Lubang itu tidak ada ujungnya namun dia mendengar Suara suara Yang samar samar
"Tenang saja.. Dia akan mati" Gumam Seseorang
"Ayah?.. Kenapa Suaranya mirip sekali.." Gumamnya di dalam hati
"Paman sangat pandai Berakting selama dia lahir, Pasti paman Capek urusi perempuan Tukang buat onar itu kan?" tanya seseorang
"Lisa? suaranya juga mirip..."
Suara suara yang menghina Riana semakin besar dan jelas yang membuat riana Semakin Terjatuh dalam pikirannya
"Lubang apa ini? Apa ini Lubang yang tidak ada Dasar nya?"
Suara suara itu semakin besar
"Hentikan, pengkhianat" Gumam riana
Suara itu semakin banyak
"hentikann!"
Suara suara itu semakin menjadi dan membuat Riana menutup telinga
"Dasar pengkhianat! Hentikan!"
Ia pun berteriak "Hentikan!!!"
Tiba tiba Ia sampai di sebuah Tempat berwarna Hitam putih
Riana terdiam, Sedikit tidak percaya atau berpikir ini Mimpi buruk yang lainnya makanya Dia sudah bersiap siap
Ktlang, Ktlang,
Riana menangkis sebuah Pisau Crystal ungu yang tajam dengan tangannya, Tangannya mulai mengeluarkan darah namun riana sudah Ada di fase Tidak peduli akan Luka
"Kalian mau apa, dasar Mimpi buruk yang tak ada ujungnya" Gumam riana
Kedua makhluk berjalan mendekati riana namun mereka jalan sesuai warna mereka, Ungu gelap berwarna mata Crystal dan sklera yang berwarna hitam serta Kulit berada di hitam sedangkan Oren kuning yang mirip akan mimpi buruk matahari dengan Mata kuning dengan pupil Garis tajam hitam, Sklera Hitam, dan Warna kulit putih pucat. Baju mereka Sangat Mirip tapi beda warna
Riana terdiam dengan Penampilan mereka namun ia sudah Malas akan mimpi buruk "bangunkan lah aku dari mimpi buruk Aneh ini"
"membangunkanmu? Hah! Jangan membuat kita repot dasar anak muda" Ucap kesal di bagian hitam
"Repot? Tunggu, Berarti kalian yang membuatku mimpi Disini?" Tanya Riana dengan kebingungan
"ya~ saya akan memperkenalkan, Saya Sun dan yang di sebelah Saya bernama cursed" Ucap Sun
Riana hanya diam, menatap mereka lalu Menghela nafas "Lalu? Buat apa Aku mengetahui kalian?"
Cursed semakin kesal akan Riana, tapi ia harus Sabar "Kami adalah Kekuatan Mu, anak muda"
Riana pun terkejut dengan perkataan mereka, akhirnya Ia menjawab "Kalian yakin? Jika begitu, bagaimana aku bisa memanggil kalian nanti?"
"Kau bisa menggunakan telepati, setelah kau menggunakannya Kau bisa memanggil Salah satu dari kami. Tapi jika kau ingin memanggil dua sekaligus, Kau bisa mengatakan 'Quarx'
Ucap Sun sambil tersenyum
"Tapi Kami bisa datang Tanpa Kau suruh, Anak muda. Jadi jangan kaget saja" Ucap cursed Dengan wajah yang enggan menjadi kekuatan riana
Riana sedikit tersenyum dan tidak terlalu berharap dengan apa yang ia dengar, berharap Ini mimpi yang sengaja dibuat untuknya Agar Dihibur "Baiklah-baiklah"
"jangan Senang dulu, karena kami baru saja datang di Tubuhmu. Kau akan sedikit tersiksa" Ucap Cursed
Riana pun kebingungan "Tersiksa? Maksudnya-"
Tiba tiba riana Di jatuhkan ke dalam lubang lagi "Aaaaa!!!!"
.
.
Riana pun langsung bangun, sedikit terengah-engah. Ia melihat sekeliling lagi untuk memastikan dia tidak bermimipi, akhirnya ia Berbaring "Memang itu mimpi"
Tiba tiba Riana merasakan sesuatu di kedua bola matanya, Tampak ingin Keluar yang membuat riana sedikit merintih. Berdiri dari Ranjang dan beranjak ke kamar mandi
"Agh, sialan .." Riana Pun masuk Ke dalam Kamar mandi lalu menutupnya, Terngosa ngosa mencoba menahan rasa sakit di kedua matanya
riana merasakan Bola matanya akan keluar Sepenuhnya "Tidak, tidak, tidak" Riana Beranjak ke kaca
ia pun melihat matanya Yang sudah berubah satu, lambang kekuatan yang ada di mimpi riana tadi ada di pupil riana sekarang ..
Matahari.. Dan Bulan....
Sklera riana juga semakin menghitam, Cairan cairan hitam dari matanya keluar yang membuat riana Merintih kesakitan "Akhh!! Tidak!" Riana menahan matanya
Menit, dan detik serasa lama Bagi riana yang semakin Merintih kesakitan akibat matanya
"Sakitt! Akhh!!" Terus teriak Riana sambil menutup Matanya yang semakin banyak cairan keluar dari matanya
Beberapa saat kemudian, Riana akhirnya lelah yang membuat Matanya mereda. Menahan rasa sakit tadi yang luar biasa itu sangat membuatnya kesal sampai terduduk di pojok kamar mandi
Riana berdiri, Ia berjalan ke kaca lagi dan melihat matanya yang sudah seperti takaruan
"Mata apa ini? Apa ini benar?.." Riana pun memghela nafas
"Hilangkan bekas Kalian di Mataku" Gumam riana menggunakan telepati
Riana Menunggu reaksi matanya, Karna ia masih ingat akan perkataan mereka
Akhirnya setelah beberapa saat mata Sebelah kanan nya sudah normal yang membuat riana menghela nafas lega "Syukur"
Tiba tiba mereka muncul dari belakang
Riana terkejut melihat dirinya di kaca tampak sedang di kepung oleh kedua orang
"AA!!"