Sebuah kisah cinta yang berakhir sia-sia, dimana ketulusan cinta Reina yang awalnya begitu penuh kebahagiaan bersama dengan Kevin yang diawali dari kisah LDR hingga pada tahun ketiga, tiba-tiba Kevin lost contact yang membuat Reina begitu kecewa dan sakit hati sehingga tak lagi bisa membuka hati untuk siapapun. Cinta Reina serasa habis dikisah cinta yang dia anggap akan berakhir bahagia. Apakah Reina bisa melupakan Kevin? Apakah Reina bisa membuka hati lagi? atau cintanya benar-benar habis dikisah 3 tahun yang sia-sia itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Malam Bersama
Selain memberikan Hadiah ucapan untuk adiknya, Bara juga memberikan hadiah ucapan untuk ketiga sahabatnya adiknya itu. Dea, Wiwi dan Lala pun ikut bahagia dengan hadiah yang diberikan oleh Bara kepada mereka.
Ujian tutup mereka hari ini sudah selesai.
Ponsel Reina berbunyi. Panggilan dari Seila. Ia pun langsung menjawab telpon dari mamanya itu.
"Iya ma!"
"Reina, kamu ajak teman-teman kamu kerumah ya. Mama mau buat sedikit acara untuk ujian tutup mu hari ini" ucap Seila.
"Siap ma. Makasih ma" Reina sangat gembira.
"Oiya Devan dan Abang kamu sudah sampai?"
"Sudah ma, nih mereka ada di dekat Reina"
"Kalah begitu segerah pulang ya. Mama dan papa sudah menunggu" Seila mematikan ponselnya.
Reina pun mengajak Dea, Wiwi dan Lala untuk makan malam bersama di rumahnya. Namun sebelum itu ketiga sahabatnya harus pulang terlebih dahulu ke rumah mereka masing-masing karena harus siap-siap terlebih dahulu.
Sementara itu Reina pulang bersama Bara dan Devan.
Selama perjalanan Reina hanya diam dan menyimak perbincangan kedua pria itu.
"Kamu kenapa tiba-tiba diam gitu Reina. Kesambet apa kamu?" ucap Bara dengan nada mengejek.
"Apa sih Bang" ketus Reina.
Devan yang mendengar itu pun hanya tertawa kecil.
"Oiya pacaran kamu tidak datang?" tanya Bara.
"Dia sibuk bang" jawab Reina singkat.
"Sibuk itu bukan alasan Reina. Nih gue dan Devan juga sibuk tapi tetap menyempatkan buat kasi kamu surprise" Bara memuji dirinya.
Reina hanya terdiam tidak menjawab lagi. Karena apa yang Bara katakan itu benar. Sesibuk apapun itu kalau untuk orang yang di sayang, pasti itu bukan jadi alasan untuk tidak datang.
Akhirnya mereka pun sampai di kediaman Roby.
Devan disambut hangat oleh orang tua Bara.
"Ayo Masuk Nak Devan" Ucap Roby sambil mempersilahkan Devan masuk.
"Makasih ya Devan udah repot-repot datang kesini untuk memberi Reina ucapan" Ucap Seila sembari menyenggol bahu Reina.
"Nggak repot kok Tante, ini Devan sendiri yang mau datang, kebetulan Bang Bara juga ngajak Devan. Makanya Devan kemari. Sekalian mau pamit sama Tante dan Om" jelas Devan.
"Memangnya kamu mau kemana Van?" tanya Roby.
"Lusa saya berangkat ke Singapura Tante. Kebetulan saya hanya mengambil cuti 2 Minggu" jawan Devan.
Reina yang mendengar itu pun membulatkan matanya. Ada rasa yang tidak rela jika Devan pergi. Perasaan ini muncul secara tiba-tiba.
Mereka duduk di ruang tamu sambil berbincang-bincang. Sementara itu Reina nai ke kamarnya untuk membersihkan badannya dan bersiap-siap untuk makan malam bersama.
"Kamu sudah punya pacar, Devan?" tanya Seila tiba-tiba.
Bara yang mendengar itu pun hanya tersenyum, ia sudah tahu maksud dari pertanyaan mamanya itu.
Devan tersenyum kecil. Tanpa berpikir panjang ia pun langsung menjawab.
"Belum Tante" Devan menggaruk kepalanya.
"Gimana kalau kamu sama anak Tante aja" ucap Seila asal.
Devan hanya membalas dengan senyuman.
Kringggg...
Suara bel rumah berbunyi. Reina segera berlari menuruni tangga tanpa hati-hati.
AAAAAAAA....
Teriakan yang membuat orang yang tadinya duduk di ruang tamu pun sontak berbalik. Refleks Devan segera berlari begitu cepat dan tepat saja ia pun menangkap tubuh Reina yang hampir terjatuh itu.
Seila yang berdiri kaku pun akhirnya lega.
"Kamu nggak kenapa-napa, Na?" tanya Revan
Reina terdiam, ia menatap sosok pria yang menyelamatkannya itu.
CEKLEKK
Pintu pun terbuka, yang membuat Reina tersadar dari lamunannya itu.
"Ya ampun Reina, kamu nggak papa kan?" Tanya Dea kaget dan berlari kearah Reina disusul Wiwi dan Lala.
"Nggak papa kok, tadi aku hanya terlalu senang aja mendengar kalian datang, makan aku berlari" jelas Reina.
"Syukurlah kalau kamu nggak papa Reina" ucap Lala menghela nafas lega.
Seila masih mengelus dadanya gara-gara kaget mendengar teriakan Reina.
"Makasih Nak Dev, andai kamu nggak cepat menangkap tubuh Reina. Tante nggak tau apa yang akan terjadi pada putri Tante" ucap Seila berterima kasih.
"Makasih Bro" ucap Bara menepuk pundak Devan.
Devan hanya kembali tersenyum.
_
_
_
Mereka pun sudah berkumpul di meja makan. Ada banyak hidangan mewah malam ini. Reina dan ketiga sahabatnya itu sangat bahagia.
"Ayo silahkan dinikmati makanannya. Ini Tante yang buat sendiri loh" ucap Seila sembari mengambilkan makanan untuk suaminya.
"Waahhh banyak banget Tante" kagum Lala
"Baunya enak banget, rasanya perutku sudah tidak sabar untuk menyantap semua ini" ucap Wiwi sambil mengirup wangi makanan itu.
Seila hanya tersenyum kecil dan mempersilahkan mereka makan.
"Reina, gimana kalau kamu mama jodohkan dengan Devan aja" Ucap Seila diselah makannya.
UHUKKKKK
Reina yang mendengar itu pun langsung batuk, karena Seila tiba-tiba saja melontarkan perkataan yang seperti itu.
Dea segera menyodorkan air untuk reina.
Reina membulatkan matanya kearah Seila.
"Ma,,,jangan ngomong gitu dong" bisik Reina.
Namun Seila tak menghiraukan putrinya itu.
"Gimana Devan, kamu mau kan sama anak Tante?" tanya Seila.
Devan kembali tersenyum. Ponselnya tiba-tiba berbunyi.
"Sebentar ya Tante Devan jawab telpon dulu" Devan berdiri dan menjawab telponnya. Entah itu telepon dari siapa, sepertinya sangat penting.
"Mama, jangan ngomong gitu. Reina sudah punya pacar" ucap Reina
"Tapi buktinya pacar kamu tidak datang hari ini" ucap Seila.
"Dia lagi sibuk ma" bela Reina.
"Alasan" ketus Seila.
Devan pun kembali berkumpul. Mereka melanjutkan makan malamnya. Suasana malam yang begitu damai. Hanya ada suara dentuman sendok dan piring, serta suara jarum jam yang menandakan waktu terus berjalan.
Akhirnya makan malam bersama pun telah selesai, mereka kembali keruang tamu dan duduk bersama. sementara Reina dan Ketiga sahabatnya itu memilih untuk mencari udara segar di taman belakang.
Reina, Dea dan Lala duduk di kursi taman, sementara Wiwi sibuk bermain ayunan sendirian. Langit malam itu cukup indah, ada banyak bintang yang bertebaran diatas sana.
"Reina, betul juga tuh tadi yang dikatakan mama kamu. Kalau aku lihat-lihat, Devan itu cukup perhatian sama kamu. Buktinya tadi waktu kamu hampir jatuh. Dia tiba-tiba saja datang seperti superhero. Keren banget" Ucap Dea kagum.
Reina hanya terdiam. Ia kembali memikirkan perkataan-perkataan yang terlintas di telinganya hari ini.
"Tapi aku sudah punya pacar, masa ia aku menduakan Kevin" ucap Reina.
"Tapi kalau aku lihat, Devan lebih baik dari Kevin. Belum tentu juga Kevin setia sama kamu Reina" Ucap Lala.
"Kok kamu bilang begitu, La?" tanya Reina
"Nggak, soalnya masa lalu Kevin kan muncul lagi. Siapa lagi itu? Si...sii Yeni itu loh" ucap Lala
Reina pun kembali terdiam. Ia baru ingat kalau Yeni pernah melabraknya hanya gara-gara ia bersama Kevin. Dan lebih parahnya lagi Reina dituduh merebut Kevin dari Yeni.
Rasa curiga kembali menghantui pikirannya.
Waktu menunjukkan pukul 11.00 malam. Dea, Wiwi dan Lala pamit untuk pulang. Begitu pun Bara dan Devan mereka Pamit berangkat Malam ini juga. Karena padatnya kerjaan Bara di kantor sehingga ia tidak sempat untuk bermalam di rumah orangtuanya.
"Tante, Om saya pamit dulu ya" ucap Devan
"Hati-hati ya, kalau ada waktu, sering-sering ke sini ya Nak Devan" ucap Seila
"Pasti Tante"
Reina hanya terdiam melihat Bara dan Devan pergi. Devan pun berbalik dan melambaikan tangan kepada Reina. Seketika hati Reina merasa bahagia sekaligus ada perasaan tidak rela jika Devan Harus balik ke Singapura. Padahal Reina dan Devan tidak ada hubungan apa-apa lagi. Akan tetapi tatapan mata Devan selalu memberikan ketenangan di hati Reina.
_
_
_
🤗🤗🤗