NovelToon NovelToon
Jodoh Sang Letnan

Jodoh Sang Letnan

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:82.4k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Ikuti saya di:
FB Lina Zascia Amandia
IG deyulia2022

Setelah hatinya lega dan move on dari mantan kekasih yang bahagia dinikahi abang kandungnya sendiri. Letnan Satu Erlaga Patikelana kembali menyimpan rasa pada seorang gadis berhijab sederhana yang ia temui di sebuah pujasera.

Ramah dan cantik, itu kesan pertama yang Erlaga rasakan saat pertama kali bertemu dengan gadis itu. Namun, ketika hatinya mulai menyimpan rasa, tiba-tiba sang mama membawa kabar kalau Erlaga akan dikenalkan pada seorang gadis anak dari leting sang papa. Sayangnya, Erlaga menolak. Dia hanya ingin mendapatkan jodoh hasil pencariannya.

Apakah Erlaga pada akhirnya menerima perjodohan itu, atau malah justru berjodoh dengan gadis yang ia temui di pujasera?

Yuk, kepoin kisahnya di "Jodoh Sang Letnan"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Perjamuan Dua Hati

     ​Suasana ruang makan di kediaman Pak Erkana malam itu begitu hangat, kontras dengan kedinginan yang membeku di antara dua orang yang duduk berseberangan.

     Aroma sate maranggi dan sop iga yang mengepul di tengah meja seharusnya mampu mencairkan suasana, namun bagi Syafina dan Erlaga, setiap kunyahan terasa seperti sedang menelan detak jantung sendiri.

     ​"Wah, sayang sekali ya, Als. Sakala nggak jadi ikut," ujar Pak Erkana membuka obrolan di sela-sela makan malam.

     ​Dallas mengangguk sambil tersenyum. "Iya, Er. Tadi, baru saja dia telepon saat kita mau berangkat, anak Sakala yang kedua mendadak demam tinggi. Dia panik dan langsung membawa ke dokter. Tapi, Sakala tadi sempat bilang titip salam buat kamu sekeluarga."

     ​"Oh, ya sudah, tidak apa-apa. Kesehatan anak nomor satu. Salam balik buat Sakala, semoga si kecil cepat sembuh," sahut Bu Zahira ramah.

     ​Syafina hanya menunduk, pura-pura sibuk memisahkan daging sop dari tulangnya. Padahal, telinganya tajam menangkap setiap gerak-gerik pria di depannya. Ia bisa merasakan tatapan Erlaga yang sesekali mampir ke arahnya saat pria itu mengira Syafina sedang tidak melihat.

   Namun, setiap kali Syafina memberanikan diri sedikit mendongak, Erlaga dengan sigap mengalihkan pandangannya pada piring, atau sibuk mengunyah.

     ​Erlaga sendiri merasa seperti sedang duduk di atas bara panas. Kemeja batiknya terasa mendadak sempit. Di hadapannya, gadis yang setahun lalu membuatnya "melarikan diri" ke Sudan kini duduk dengan anggun.

     Sepanjang makan malam, tidak ada satu kata pun yang keluar dari bibir Syafina untuk Erlaga, begitu pun sebaliknya. Mereka bersikap seolah-olah baru pertama kali bertemu malam ini, menjaga jarak dengan sopan santun yang teramat kaku, seolah tidak pernah ada memori pinjam-meminjam ponsel atau patah hati di kedai bakso setahun silam.

     ​Sesi makan malam itu selesai, mengurai kekakuan antara Syafina dan Erlaga. Namun, bukan berarti kebersamaan mereka berakhir di meja makan.

     Mereka pindah ke ruang tengah yang lebih santai. Teh hangat dan camilan pasar tersaji di atas meja. Dallas dan Pak Erkana mulai tenggelam dalam obrolan nostalgia masa-masa mereka masih di kesatuan, hingga perlahan, nada bicara Pak Erkana berubah menjadi lebih serius namun tetap santai.

     ​"Als," panggil Pak Erkana sambil menatap sahabatnya. "Tujuan utama aku mengundangmu malam ini, selain syukuran kepulangan Laga dan ikut berbahagia atas kelulusan Dalfas, aku ingin sekalian menagih janji silaturahmi kita setahun lalu."

     ​Syafina yang sedang menyesap tehnya, mendadak menghentikan gerakan cangkirnya. Perasaannya mulai tidak enak.

     ​"Oh, tentu saja, Er. Aku masih ingat. Mumpung mereka sudah ada di sini. Tentunya silaturahmi itu bisa kita lanjutkan," ucap Dallas paham.

    Pak Erkana tersenyum lega. Sejenak ia menatap ke arah Erlaga, semalam Pak Erkana sudah mendengar keputusan Erlaga, bahwa dia akan menerima perjodohan itu.

     ​"Tentang anak-anak kita. Sepertinya, tidak perlu berputar-putar lagi. Laga sekarang sudah pulang, tugasnya sudah selesai dengan gemilang. Putrimu juga sudah semakin dewasa." Pak Erkana menjeda sejenak kata-katanya.

     Erlaga langsung duduk tegak dengan posisi sempurna. Ia sudah tahu maksud sang Papa.

     Syafina yang sejak tadi diam, mendadak tubuhnya tegang, keringat dingin mulai muncul di sekujur tubuhnya. Ia seperti sedang akan divonis sesuatu.

     "Bagaimana kalau niat kita setahun lalu untuk menjodohkan mereka, kita seriuskan mulai malam ini?"

     ​Deg.

     Syafina yang sejak tadi diam, mendadak tubuhnya tegang, keringat dingin mulai muncul di sekujur tubuh. Ia seperti sedang akan divonis sesuatu.

     Jantung Syafina mendadak sesak, seakan oksigen di ruangan itu habis. Pada akhirnya ia tahu dan yakin betul, bahwa pria yang akan dijodohkan dengannya setahun lalu adalah Erlaga, orang yang sama dengan Erlaga yang ia temui di kedai bakso.

   ​Di sisi lain, Erlaga terperangah. Keputusannya semalam yang sudah ia sampaikan pada sang papa, bahwa ia akan menerima perjodohan dengan anak mantan Komandannya sekaligus anak teman Papanya, sudah mantap.

     Dan keputusan yang tadinya hanya demi bakti untuk menyenangkan hati kedua orang tuanya, serta sebagai pelarian dari rasa kecewa karena salah paham, kini Erlaga bisa berkata kalau keputusannya sudah sangat tepat. Sebab, ternyata gadis itu adalah Syafina. Gadis cantik yang ramah yang ia kenal pertama kali di sebuah pujasera.

     Ada getaran hebat di dalam hati Erlaga. Dan asa senang itu meluap. Ia merasa lega yang tidak terbendung. Namun, ia mati-matian menjaga wajahnya agar tetap datar.

     ​"Sekarang, gimana menurut kalian?" Dallas menoleh pada Syafina lalu Erlaga. "Papa dan Om Erkana tidak akan memaksa, tapi kami merasa kalian berdua adalah pasangan yang serasi. Erlaga pria yang dewasa. Selain itu dia juga prajurit yang tangguh dan kuat, Dia juga sangat bertanggung jawab, dan Syafina...."

     ​"Tapi, Pa... ini terlalu mendadak," potong Syafina cepat, suaranya sedikit bergetar. Ia mencoba memasang wajah datar, meskipun di dalam hatinya ia ingin berteriak karena rasa syukur yang membuncah.

     Syafina ingin terlihat mahal. Ia tidak mau Erlaga mengira bahwa ia begitu mudah menerima setelah setahun diabaikan tanpa kabar.

     ​"Saya juga setuju dengan Syafina, Dan... eh, maksud saya, Pa," sahut Erlaga dengan suara yang diatur sedingin mungkin. "Maksud saya, kami berdua kan baru bertemu malam ini. Butuh waktu untuk mengenal satu sama lain."

     ​Pak Erkana tertawa kecil melihat tingkah kedua anak muda itu yang tampak sangat kompak dalam menolak. Namun tidak ada satu pun dari mereka yang berani menatap mata orang tuanya.

     ​"Tidak masalah. Kalau kalian memang butuh waktu untuk kenalan, kalian bisa jalan keluar akhir pekan ini. Dalfas juga boleh ikut kalau Syafina masih sungkan," usul Bu Zahira menengahi.

     ​"Dalfas...sepertinya tidak bisa menemani Kak Fina kali ini, Ma. Dalfas sudah harus kembali dan fokus menjalani pendidikan," sela Dalfas.

     "Sayang sekali, ya. Biasanya Dalfas memang selalu menjadi pengawal setia Syafina, ya?" seru Pak Erkana. Ia tahu, anak kembar Dallas itu memang kemana-mana selalu berdua.

     "Iya, Er. Dalfas selalu jadi pengawal setia Syafina." Dallas membenarkan.

     "Pengawal Syafina? Jadi, selama ini memang pria muda yang aku cemburui itu, kembaran Syafina yang sengaja ditugaskan untuk mengawal Syafina kemana-mana? Aku sudah salah besar. Aku harus minta maaf pada Syafina." Erlaga membatin.

     "Jangan khawatir, Als. Setelah Erlaga kembali, dia bisa jadi pengawal Syafina jika Syafina mau," ujar Pak Erkana sambil tersenyum.

     Dallas dan Syafana serta Dalfas lega mendengar perkataan Pak Erkana. Kali ini keluarga Dallas setuju dengan perkataan Pak Erkana, mempercayakan pengawalan Syafina pada Erlaga. Dan sejauh ini, penilaian Dallas terhadap Erlaga begitu positif. Untuk itu, kenapa ia begitu ingin menjodohkan Syafina dengan Erlaga, sebab Erlaga di matanya adalah sosok yang bertanggung jawab dan mampu menjada Syafina.

"Tentu saja Syafina tidak keberatan. Begitu, kan, Sayang?" balas Dallas sambil melirik ke arah Syafina yang sejak tadi hanya diam.

Syafina menoleh ke arah Papanya dengan senyuman sekilas.

     Erlaga mendesah pelan, dalam hatinya ia berjanji akan menjalankan kepercayaan keluarga Syafina, menjadi pengawal Syafina dan menjaganya.

     ​Suasana kembali mencair, pertemuan malam itu ditutup dengan kesepakatan orang tua untuk membiarkan mereka "berkenalan" lebih jauh.

    Syafina pulang dengan perasaan yang campur aduk, ada rasa senang karena ternyata pria itu adalah jodoh yang disiapkan untuknya, namun rasa kesal juga ada. Karena Erlaga telah membuatnya menangis selama setahun penuh.

1
Ryan Dynaz
👍💜
Lina Zascia Amandia: Mksh Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Amang Awang
nahkan kejadian! siap-siap dech itu orok ogah sama bapaknya🤭
Amang Awang
maka dari itu saya tidak mau jadi istri seorang abdi negara, serem soalnya, waktu itu saya masih SMP kakak saya suaminya seorang abdi negara, dan abang ipar saya harus satgas di Timika selama 1½ tahun waktu itu kakak saya hamil kalau gk salam 6bulan, waktu abang ipar saya pulang satgas yang tergolong luar dari waktu yang ditentukan jadi 2tahun gitu penugasannya, ponakan saya malah gk mau sama bapaknya karena gk kenal, lebih mau sama saya dan sampai sekarang anak udah SD kelas 1 masih ogah dekat sama bapaknya, malah lebih dekat sama pacar saya
Lina Zascia Amandia: Sudah tuntutan negara Kak. Dan memang seorang istri tentara harus siap mental jika ditinggal jauh2 sama suaminya. Kalo yg gak siap, bisa2 tidak bisa menahan rindu. Hhehehe....
total 3 replies
Yanti Gunawan
Terimakasih banyak" othor sayang😍 tetap semangattt membuat karya baru 😍
Lina Zascia Amandia: Mksh Kak... 🥰🥰🥰🥰
total 3 replies
Ariany Sudjana
selalu suka dengan cerita kehidupan tentara, karena saya juga anak tentara, jadi ingat masa kecil dulu. ditunggu karya selanjutnya yah kak 😄
Lina Zascia Amandia: Wahhh... makasih banyak ya Kak udah suka karya2 saya khususnya genre aparat. Senang sekali karya saya dibaca Reader yg ternyata anak seorang Tentara. Sukses sllu buat Kaka...
total 1 replies
eny agustina
dari semua cerita sang abdi negara yang yang gak.sampai punya anak cerita kapten yoga.namun semua berakhir bahagia makasih ceritanya sangat bagus ku baca dari anak tersembunyi sang kapten 😍😍😍😍
eny agustina: 😍😍😍😍😍😍
total 2 replies
Marya Dina
kak gk spill
gmana kabar dista ma keponakan itu.udh berubah belum
Marya Dina: ok d tunggu kak
total 4 replies
Marya Dina
d tunggu karya apik mu thor.ttp semangatt
semoga sukses,,dan trimaksih udh menghadirkan karya apik
Esther
Bahagia selalu Erlaga sekeluarga😍
Terima kasih thor
Lina Zascia Amandia: Sama2 Kak.. 🥰🥰🥰
total 1 replies
Nar Sih
yah...kok udah habis kak pdhl msih blm puas bca nya ,semagat kak ending yg bagus banget 👍pelabuhan terahir nya erlga cuma fina dan syaga 🥰🥰
Lina Zascia Amandia: Iya Kak.... sudah bahagia.... nantikan kisah terbarunya ya... masih mencari idenya tapi. 🤦‍♀️
total 1 replies
darsih
d tunggu kelanjutan nya ya ka kosah selanjut nya
Lina Zascia Amandia: Makasih.... nantikan ya Kak...
total 1 replies
Ebhot Dinni
ceritanya bagus
Lina Zascia Amandia: Makasih byk Kak... nantikan kisah selanjutnya ya... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Nar Sih
semakin di bikin baper nih sama laga dan fina yg tmbh romantis☺️🥰
Lina Zascia Amandia: Iya Kak... smg terhibur....
total 1 replies
Ayudya
makasi kak atas semua karya mu.tak tunggu karya baru mu dengan komplik yg ringan dan kocak🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Lina Zascia Amandia: Sama2 Kak. Nantikan kisah terbaru ya.
total 1 replies
Supryatin 123
akhir yg bahagia ❤️❤️❤️d tunggu bonchapnya 🤭🤭🤭n d tunggu juga karya barunya 💪💪❤️❤️j
Supryatin 123: sama2 thor selamat berpuasa
total 2 replies
Arin
/Heart/
Pitria Pipih
selalu settia menunggu karya barunya 😍
Lina Zascia Amandia: Mksh Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Kasandra Kasandra
lanjut karya baru kk
Patrick Khan
aku suka 😍😍😍
Patrick Khan
Yaaaaa udah tamat.. q tunggu karyabr nya kak😍😍😍trimakasih
Patrick Khan: lope lope😍😍😍😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!