NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Tarikan dari Tempat Semula

Keheningan yang dingin itu tiba-tiba pecah oleh suara mesin monitor jantung yang kembali menjerit histeris. Belum sempat Gus Azkar menjawab ucapan menyakitkan itu, ia melihat dada Rina naik-turun dengan sangat cepat, seolah sedang memperebutkan sisa-sisa oksigen yang ada di udara.

Wajah Rina yang semula tenang dalam kedinginannya, kini berubah menjadi raut kesakitan yang hebat. Ia mencengkeram dadanya sendiri dengan tangan yang bergetar.

"Rina! Dek! Ada apa?!" Azkar panik luar biasa. Ia segera menekan tombol darurat berkali-kali.

Rina tidak menjawab. Matanya yang sayu itu perlahan memutar ke atas, dan tubuhnya mulai mengejang kecil sebelum akhirnya kembali terkulai lemas. Seolah-olah, setelah mengeluarkan seluruh isi hati dan kekecewaannya, jiwa Rina memutuskan bahwa dunia ini memang benar-benar sudah tidak memiliki tempat lagi untuknya. Ia menyerah. Ia ingin kembali ke padang putih tempat Kakek dan Neneknya berada.

"Dokter! Tolong!" teriak Azkar hingga suaranya serak.

Ambang Kematian Kedua

Tim medis segera menyerbu masuk, mendorong Azkar menjauh dari ranjang. Masker oksigen Rina segera diganti dengan alat bantu napas yang lebih kuat, namun angka di monitor terus merosot tajam.

Rina seolah sedang menutup pintu hatinya untuk dunia. Di alam bawah sadarnya, ia seakan berjalan kembali menuju cahaya putih yang tadi sempat ia tolak. Ia merasa, jika kembali pun ia hanya akan mendapatkan luka yang sama, maka pergi selamanya terasa lebih masuk akal.

Gus Azkar dipaksa keluar dari ruangan. Di depan pintu ICU yang tertutup rapat, ia jatuh terduduk. Ia menjambak rambutnya sendiri, meraung tanpa suara. Kalimat terakhir Rina terus berputar-putar seperti kaset rusak: "Terima kasih telah menalak saya barusan..."

"Ya Allah... jangan sekarang..." rintih Azkar. "Jangan biarkan dia pergi dengan membawa luka itu. Izinkan aku memperbaikinya..."

Ibu Rina histeris di pelukan Bapaknya. Mereka semua sadar, kondisi Rina saat ini bukan lagi soal fisik yang lemah, tapi soal jiwa yang sudah tidak mau lagi tinggal. Rina sedang menjemput kembali ketenangan yang sempat ia tinggalkan demi cinta yang ternyata malah mengecewakannya.

____________________________________________________

Rina kembali dalam kondisi kritis, jiwanya benar-benar berada di ambang pintu perpisahan abadi.

____________________________________________________

Rina kembali terlempar ke hamparan putih yang sunyi itu. Namun kali ini, cahayanya terasa lebih redup, seolah melambangkan sisa-sisa semangat hidupnya yang hampir padam. Di kejauhan, sosok cahaya yang tadi sempat menariknya kini kembali mengulurkan tangan, tampak lebih nyata dan mendesak.

Namun, sebelum Rina sempat melangkah menuju cahaya itu, sebuah suara berat yang menggelegar menghentikan langkahnya.

"Rina! Berhenti!"

Rina menoleh. Di sana berdiri Kakek dengan raut wajah yang tidak lagi teduh seperti sebelumnya. Kali ini, Kakek tampak marah. Guratan di wajahnya menunjukkan kekecewaan yang besar.

Kemarahan Sang Penjaga

"Kek..." lirih Rina, ia menunduk takut. "Rina mau ikut cahaya itu saja. Mas Azkar sudah tidak menginginkan Rina. Dia mau menceraikan Rina."

Kakek melangkah mendekat, langkahnya terasa menggetarkan dimensi putih itu. "Hanya karena satu kalimat salah dari manusia bodoh itu, kamu mau membuang nyawamu lagi? Kamu ingin menyerah secepat ini?"

"Dia menalak Rina, Kek! Dia menganggap Rina beban!" tangis Rina pecah di alam bawah sadarnya.

"Bodoh!" sentak Kakek. "Dia bicara seperti itu karena dia merasa rendah di hadapanmu. Dia merasa tidak pantas memilikimu setelah melihatmu menderita. Itu bukan talak dari hati, itu talak dari rasa putus asa!"

Kakek memegang kedua bahu Rina dan mengguncangnya pelan. "Rina, kamu sudah berjuang melawan maut untuk kembali. Kamu bilang dia berharga, bukan? Kalau dia berharga, maka perjuangkan! Jangan jadi pengecut yang lari ke sini hanya karena sakit hati. Dunia memang pahit, tapi kamu punya kekuatan untuk mengubah rasa pahit itu jadi manis kalau kamu mau bertahan."

1
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
angel
cerita nya lumayan bagus untuk halaman pertama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!