NovelToon NovelToon
'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

"Dasar pria buta, dia cuma hidup dari sumbangan keluarga Wijaya!" cibir seorang wanita.

Sepertinya kehadiran Elang telah menjadi tontonan bagi mereka. Semua orang mengatainya sebagai pria tak berguna,

"Aku calon istri dari pria yang kalian bicarakan."

Entah naif atau bodoh, ucapan Nila berhasil menarik perhatian Elang.

Setelah kecelakaan 10 tahun lalu, pria itu kembali dari pengasingan panjang. Diam-diam bertingkah lemah demi membalaskan dendam,

Namun siapa sangka? di tengah sandiwara dia justru bertemu seorang gadis liar yang membuat hidupnya berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon istri

"Lho, eh?!" Gadis itu terbelalak, 

Begitu juga para tamu serta keluarga Wijaya yang melihat Elang menggandeng tangan seseorang. Siapa gadis ini? Mereka tentu saja bertanya-tanya,

Namun berbeda dengan sepasang suami istri yang mengenali sosok tersebut, keduanya justru terlihat kesal.

"Siapa namamu?" tanya Elang berbisik tepat di samping telinga Nila,

"Nila?" sontak Rangga memanggil nama mantan kekasihnya di hadapan semua orang.

"Kamu kenal gadis itu?" tanya Lembang bergumam lirih, berusaha memahami situasi.

Mana mungkin keponakannya yang buta, bisa mengenal seorang gadis. Terlebih lagi mengaku untuk menikah,

"Gadis ini kenal dengan Rangga?" batin Elang terkejut sekaligus senang,

Kebetulan ini bagai hadiah yang tak sengaja dia dapat. Sepertinya kehadiran gadis itu akan menambah sensasi drama dalam keluarga Wijaya, 

Sejenak Elang menoleh, memandang wajah gadis yang diam mematung. Sepertinya syok mendapat serangan bertubi-tubi,

Padahal Nila hanya berniat membela pria buta yang tak berdaya itu. Tapi kenapa hati baiknya justru menggali lubang masalah untuknya,

Pria itu berbalik sambil terus menggandeng tangan Nila, "Sebenarnya kami sedang dalam perjalan ke kantor agama."

"Karena searah jadi aku memutuskan untuk mampir sekalian minta doa restu," 

"Situasi apa ini?!" pekik Nila dalam hati, merasa panik hingga membuat dadanya terasa sesak.

Begitu banyak sorot mata memandang ke arah mereka, terlebih lagi dia terpaksa berhadapan dengan orang yang sedang dihindari.

Bergantian Nila menatap wajah Rangga yang terlihat kesal, begitu pula istrinya menatap dengan sorot penuh dendam. Sedangkan kedua pria lain hanya diam mengawasi,

"Bagaimana ini? Aku harus apa?" pikir Nila kelabakan,

"Apa dia mendengar perkataanku tadi?!" menoleh ke arah pria yang menggandengnya,

Seperti meminta penjelasan, tak habis cara dia mencubit kuat tangan Elang untuk mendapat jawaban. Memaksa pria itu untuk memberi arahan, 

"Bantu aku keluar dari sini," Elang berbisik,

Siapa sangka permintaan singkatnya benar-benar menggugah lubuk hati Nila.

Menyadari bagaimana sulitnya posisi Elang,

Setelah menjadi bahan gunjingan para wanita, sekarang dia harus menghadapi anggota keluarganya yang terus mengejek seperti mencari kesempatan di setiap celah hanya untuk mempertontonkan kelemahan Elang di hadapan para tamu.

"Aku harus menolongnya," tegas Nila bertekad dalam hati, telah menenangkan diri.

Walau tangannya masih terasa dingin, gadis itu bersikukuh membantu. Perlahan melangkah maju,

"Ayo." ajaknya merendahkan suara,

Elang dibuat takjub dengan keberanian Nila. Entah naif atau bodoh, bagaimana bisa dia sebegitu mudahnya memenuhi permintaan tadi.

Giginya menggertak kuta. Menatap kedekatakan mereka, membuat rasa kesal Rangga di ambang batas. "Sejak kapan kalian---"

"Aku mau pamit. Kami sudah membuat jadwal dengan petugas kantor agama, jadi kami tidak boleh terlambat." celetuk Elang memotong seruan pria yang belum selesai terucap.

"Tidak masalah kan kakek? Kalau kita pergi lebih dulu,"

"Tentu saja. Kalau memang seperti itu, kalian harus cepat berangkat..." sahutnya mengangguk, tak ingin menghalangi.

Sekilas Surya menatap dalam gadis yang digandeng cucunya sambil tersenyum hangat sebagai bentuk sapaan.

"Ini terlalu mendadak, tapi kalau semua urusan kalian sudah selesai jangan lupa untuk menghubungi kakek."

"Banyak yang ingin kakek bicarakan,"

Pria itu tersenyum lanjut berjalan meninggalkan ruang,

"Aku tau kamu sedang kesulitan, tapi apa-apaan itu tadi?!" protes Nila mengerutkan kedua alis, melangkah menjauh dari pria yang sempat ia gandeng.

"Bukannya kamu sendiri yang ngaku jadi calon istriku?" jawab Elang menatap dengan senyum sarkas, 

Gadis itu terkejut oleh pengakuan Elang yang ternyata mendengar semua ucapannya, jangan-jangan dia menyimak pembicaraan para wanita yang menertawakannya tadi?

"Aku cuma asal ngebantu," gumam Nila merendahkan suara,

"Berarti aku meminta bantuan pada orang yang tepat," sahutnya enteng.

Gadis itu mengernyit dibuat kesal oleh jawaban Elang. Bisa-bisanya bersikap santai setelah kejadian tersebut. 

"Nanti kamu harus jelasin pada mereka. Aku ga mau terjadi salah paham,"

"Kamu lihat sendiri kan, bagaimana sikap mereka kepadaku? Kalau aku katakan yang sebenarnya, mereka pasti semakin mengejekku.." dalih Elang berusaha membujuk gadis di depannya,

"Terus gimana? Ya kali aku ikut campur masalah keluarga kalian." menggeleng lirih,

"Gimana kalau kamu menikah denganku?"

"Hah?!" Nila menganga mendengar pernyataan konyol yang keluar dari mulut Elang,

Bagaimana bisa dia dengan lantangnya melamar seorang gadis asing?

"Tunggu-tunggu. Kayaknya kamu salah paham, tadi aku cuma asal membantu..." tegasnya berusaha menjelaskan,

Sungguh mustahil walau dibayangkan, mana mungkin Nila setuju menikahi pria yang baru saja ditemui? Nama panjangnya saja mereka tidak saling tahu, 

"Meski aku ngaku jadi calon istrimu, bukan berarti aku benar-benar mau menikah denganmu." tambahnya tak berniat menyinggung perasaan Elang,

Namun ternyata ucapan itu membuat Elang mendengus sambil memasang senyum sepat. "Aku tahu itu,"

"Mana mungkin gadis cantik sepertimu mau menikah dengan pria buta miskin yang hidup dari sumbangan keluarganya.."

"Cantik? Dia memujiku---tapi sepertinya aku salah bicara." pikir Nila menyadari raut di wajah Elang yang terlihat suram,

Padahal sebelum ini dia merasa tersentuh karena ada gadis yang berani membelanya di depan semua orang, meski sejenak Elang menyadari bahwa itu hanyalah bentuk simpati semata. 

Kini di matanya Nila tak jauh berbeda dari orang lain. Walau begitu Elang akan tetap menjalankan rencananya, terlebih lagi setelah melihat reaksi Rangga.

Jelas sekali kalau sepupunya tadi merasa kesal saat melihat Elang bersama Nila. Sepertinya kali ini Elang menemukan rekan yang tepat untuk mengganggu keluarga pamannya,

"Kita sudah terlanjur mengaku, jadi bagaimana kalau kamu membantuku? Tenang saja, ini tidak gratis." 

"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!