Fang Yuan kehilangan kedua orang tuanya karena ulah kultivator.Lalu Ia hidup bersama kakeknya hingga akhirnya sang kakek pun meninggalkannya seorang diri.
Di tengah kerasnya dunia, Fang Yuan menemukan sebuah buku kultivasi. Tanpa bakat, tanpa dukungan, hanya dengan tekad.
“Aku akan melakukan apa pun 1000 kali… sampai berhasil.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28: Pecahan Inti(fix)
Di tengah kabut beracun Lembah Bayang Maut, Fang Yuan berdiri tegak meskipun jubahnya compang-camping.
Ia merogoh saku dalamnya, mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan penawar racun yang telah ia siapkan sebelum berangkat, lalu meminumnya dalam sekali teguk.
Ia mencabut belati hitamnya. Kali ini, bilahnya telah diolesi dengan racun korosif tingkat 2 yang ia racik berdasarkan pengetahuan alkimia Bai Lie.
"Persiapan adalah perbedaan antara pemburu dan mangsa
"Hmm," gumam Fang Yuan.
Ia tidak hanya mengandalkan otot; ia menggunakan mata dan otaknya untuk mencari Titik Inti dari makhluk batu tersebut—sebuah pengetahuan akupuntur yang ia terapkan pada anatomi monster.
Fang Yuan melesat. Gerakannya bukan lagi sekadar lari, melainkan serangkaian perpindahan posisi yang sangat efisien.
Ia menginjak bahu golem pertama, berputar di udara dengan anggun namun mematikan.
CLEB!
Belatinya menusuk tepat di celah antara leher dan pundak makhluk itu—titik di mana aliran energi bumi mereka terpusat.
Dalam sekejap, racun korosifnya bereaksi. Golem raksasa itu bergetar hebat sebelum akhirnya hancur menjadi tumpukan kerikil tak bernyawa.
"Apa?! Bagaimana dia melakukannya?" Zhao Feng berteriak tak percaya dari kejauhan. "Makhluk itu punya regenerasi abadi, tapi dia menghancurkannya dalam satu serangan!"
Fang Yuan tidak memberikan penjelasan. Ia sudah mengincar target kedua. Namun, golem yang tersisa jauh lebih waspada.
Saat Fang Yuan melakukan tikaman, makhluk itu menangkap bilah belatinya dengan tangan batunya yang keras.
WHOSH!
Makhluk itu memutar lengannya, menciptakan pusaran angin kencang yang melemparkan tubuh Fang Yuan.
DUARRR!
Fang Yuan menghantam dinding batu raksasa hingga retak. Rasa sakit yang luar biasa menjalar; ia bisa merasakan beberapa tulang rusuknya patah dan paru-parunya sesak. Namun, di tengah rasa sakit itu, matanya berkilat dingin.
"Sudah kuduga ... " Fang Yuan bangkit berdiri, menyeka darah yang mengalir dari sudut mulutnya. "Para tetua sialan itu ... mereka mengirim murid dalam ke sini bukan untuk misi, tapi sebagai umpan untuk menguji seberapa kuat penjaga lembah ini."
"Li Qiye! Apa kau butuh bantuan?" teriak Zhao Feng, ketakutannya kini bercampur dengan rasa segan yang dalam.
"Jangan banyak bicara, bodoh! Maju sekarang atau kita semua mati!" bentak Bai Lie, menarik Zhao Feng untuk bergerak.
Meskipun Fang Yuan tidak memintanya, Bai Lie tahu tugasnya sebagai budak.
Ia dan Zhao Feng melesat maju, menjadi pengalih perhatian. Mereka menebas kaki golem tersebut berulang kali, menggunakan sisa Qi mereka untuk menciptakan celah tapi tidak semudah itu.
Mereka melompat menjauh untuk menarik napas.
Mereka berdua melihat Fang Yuan sedang bersiap-siap menunggu momentum yang tepat untuk eksekusi. Mereka langsung kembali maju . Zhao Feng berlari ke arah kiri sedangkan Bai Lie sisi kanan.
Mereka melompat bersama-sama ketika makhluk tersebut menyerang.
Sambil terus maju mereka mulai melakukan beberapa gerakan dasar pedang untuk pemanasan.
Golem tersebut tidak tinggal diam saja ketika mereka akan menghancurkan dirinyanya. Gerakannya semakin cepat dan waspada.
WHOSH!
Golem itu melompat dan melakukan pukulan bertubi-tubi. Bai Lie menendang tubuh Zhao Feng untuk menyelamatkannya.
Zhao Feng berhasil selamat walaupun ia sedikit kesal karena di tendang. Dia kemudian bangkit dan melesat menuju kaki makhluk tersebut.
Zhao Feng memutar tubuhnya lalu melakukan tebasan yang cukup kuat.
SHING!
Tapi golem tersebut bahkan tidak tumbang. Zhao Feng terkejut. Golem tersebut mengeluarkan energi lebih padat.
Dia mengangkat ke dua tangan besarnya dan menghamtamkannya ke arah Zhao Feng.
Zhao Feng tertekan karena tidak dapat menghindar. Bai Lie menyerang kaki golem tersebut dengan sekuat tenaga.
SHING! BUGH! DUAR!
Tebasan pedang, tendangan yang membuat kakinya kesakitan dan hantaman kuat sudah ia kerahkan.
Golem tersebut kehilangan sedikit keseimbangan sehingga serangannya melesat ke arah lain
Zhao Feng selamat dengan napas lega. Dia menatap Bai Lie dan memberikan jari jempol sebagai bentuk terima kasih.
Mereka berdua saling tatap lalu menganggukkan kepala dan langsung menyerang golem tersebut secara membabi buta.
SHING! BRAK! BUGH! BOOM! SLASH!
Saat golem itu kehilangan keseimbangan dan berlutut karena kakinya terputus oleh kombinasi tebasan Bai Lie dan Zhao Feng, Fang Yuan mengambil tumpuan kaki yang kokoh.
Tanah di bawah kakinya retak saat ia memusatkan seluruh sisa energi Yin dan Yang-nya ke tangan kanan.
Dari tangannya terpancar energi Qi yang membuat area sekitarnya menjadi mencekam.
Fang Yuan menatap golem tersebut dengan niat menghancurkan.
TEKNIK TINJU PENGHANCUR BATU: TAHAP 5 - KEHANCURAN TOTAL!
Fang Yuan melesat seperti peluru ungu. Tinjunya bukan lagi sekadar hantaman fisik, melainkan ledakan energi yang terkonsentrasi di satu titik.
SYUUT! DUARRR!!
Ledakan udara yang dahsyat terjadi. Kepala golem itu hancur berkeping-keping, diikuti oleh seluruh tubuh batunya yang meledak menjadi debu.
Gelombang kejutnya meratakan pepohonan di sekitar mereka dalam radius sepuluh meter.
Setelah debu mereda, Fang Yuan berdiri di tengah kawah kecil, mendarat dengan salto yang stabil.
Ia mengusap darah di mulutnya dengan punggung tangan, tatapannya tetap kosong seolah ia baru saja melakukan tugas sepele.
"Ayo kembali ke sekte," ucap Fang Yuan dingin, berbalik tanpa melihat sisa-sisa musuhnya.
Zhao Feng dan Bai Lie saling bantu berjalan, tubuh mereka penuh luka dan memar.
Zhao Feng melihat ke arah tempat bunga langka itu seharusnya berada. Tempat itu kini hanya berupa tanah hangus akibat ledakan tinju Fang Yuan.
"Li Qiye ... bagaimana dengan bunga Nadir Langit itu? Tanaman langkanya ..." tanya Zhao Feng dengan suara gemetar.
"Sudah hancur," jawab Fang Yuan singkat tanpa menghentikan langkahnya.
Ia tidak peduli pada misi. Baginya, tanaman itu hanyalah alasan bagi sekte untuk mengirimnya ke sini.
Dan kini, ia telah mendapatkan apa yang ia inginkan: konfirmasi bahwa sekte ini tidak bisa dipercaya.
ini mengingatkanku pada wang lin.
tapi aku menyukai alur ini, sangat menarik.