NovelToon NovelToon
PERUBAHAN GADIS BURUK RUPA

PERUBAHAN GADIS BURUK RUPA

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:108.1k
Nilai: 5
Nama Author: Respati

Chun Yi Seorang Dokter jenius sekaligus pembunuh bayaran yang tiada tandingannya. Akhirnya Dia harus mati mengenaskan di tangan keluarga pasien yang salah duga. Teman dekatnya yang sama-sama menjadi Dokter melakukan operasi jantung pada seorang pasien . Namun entah mengapa, malah membuat Si pasien meninggal Dunia, keluarga pasien tak Terima, dia mencari sang Dokter, tapi malah bertemu dengan Chun Yi Dan menusuk dadanya. Hingga mengenai jantung yang membuat Dia mati muda . Dan saat Dia terbangun lagi , Dia berada di tubuh seorang gadis yang terkenal buruk rupa serta bodoh . Yang memiliki nama hampir sana yaitu Song Chun Yi (lagu musim semi) . Dia di benci semua orang Karena Dia tidak memiliki bakat Dan tidak bisa berkultivasi. Dia berwajah buruk karena di wajahnya terdapat tanda lahir hitam besar di pipinya. Semua itu membuat dia di benci dan di kucilkan oleh keluarga maupun masyarakat . Bagaimana kisa selanjutnya si gadis Chun Yi ,Kita baca sam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BIKSU AGUNG TONG YI SUN

Mendengar ucapan bawahannya raja Rubah, Dewa Yusa sangat marah tapi di sanalah dia mulai mengerti yang di maksud Raja Rubah . karena itu akhirnya kemarahannya sedikit mencair . Dan Dia lalu berkata datar

"Sudahlah, pergi saja... Aku tidak akan menjadi Pria yang akan membuat takdir jodohku marah... aku akan menjadi Pria setia ...." Ucapnya dingin.Mendengar kata- kata sang Penguasa, Raja Rubah merasa sangat gembira Dan juga lega. dia merasa terlepas dari kematian. dengan segera Dia berkata

"Trimakasih yang Mulia... Trimakasih. Hamba mohon diri.. " Cepat- cepat Raja Ruba pergi dari Ruang istana Dewa Yura. Sesampainya di luar istana, dia bernafas lega. Terlihat keringat dingin kembali membanjiri sekujur tubuhnya. Bagaimana dia tidak takut, saat Dia melihat kemarahan Sang Dewa.

"Fuuuh.. Hampir saja nyawaku hilang. ngeri juga melihat si Dewa perang marah ." Ucap Dia perlahan. Lalu dia segera pergi dari istana Dewa perang.

Sedangkan di tempat Chun Yi sendiri , terlihat gadis itu sedang berlari di sebuah tanah lapang yang ada di sebelah kebun bambu tak jauh dari kamar Sepupu pertamanya yang berasal dari Paman Pertama Yun Jhinan. Setelah berlatih hampir tiga jam, Dia baru menyudahi latihannya karena hari telah menjadi terang.

" Nona. Kita pulang...? " Tanya Bibi Mai yang menemani Dia berlatih .

"Iya Bi.. Sebab setelah selesai makan bersama keluarga, aku akan pergi ke Vihara Tongyan untuk menemui Kepala Biara bersama Kakak Yun Si Wang .." ucap Chun Yi sambil menerima kain bersih dari Bibi Mai untuk mengusap wajahnya. . Dan terlihat keduanya berjalan menuju tempat tinggal Chun Yi yang sudah di sediakan oleh sang kakek. Dan saat mereka sampai di tempat tinggal Chun Yi, terlihat Yun Baimin telah menunggu kedatangan Sang adik .

"Kakak ada apa Pagi- Pagi kau sudah datang ke tempatku ...! " Tanya Chun Yi sambil mendekati sang Kakak yang berada di depan rumah tinggalnya.

"Kakak akan pergi selama dua hari, ada tugas dari Perguruan yang harus kakak selesaikan.. " Ucap Yun Baimin dengan wajah sedih.

"Lalu kenapa wajah kakak sedih kak.. ? " Tanya Chun Yi heran.

"Kakak harus pergi meninggalkan kamu. Sedangkan kakak masih ingin menemani kamu Dik... " Ucap Pria itu dengan wajah terlihar sedih .

"Kakak...bukankah masih banyak hari yang akan kita lalui bersama- sama .. kenapa kakak harus sedih.. Pergilah kak , aku akan menunggu kedatangan kakak. ". Ucap Chun Yi menghibur .

" Baiklah.. Kakak akan pergi, tapi ingat.. Kalau mau keluar, jangan sendiri. Ajak si kembar. Aku sudah berbicara dengan mereka.." Ucap Yun Baimin menasehati.

"Baik kak.. Chun Yi akan mendengarkan kata- kata Kakak.. "Jawab Chun Yi.

Akhirnya Yun Baimin pergi dengan perasaan tenang , setelah melihat sang adik patuh.

"Bahagianya mendapatkan perhatian dari seorang Kakak...." ucap Chun Yi perlahan.

"Kehidupanku dan kehidupan Song Chun Yi hampir sama, tidak memiliki keluarga,.. Walaupun kehidupanku di jaman Modern lebih baik dari pada kehidupan Song Chun Yi..." ucap hati Chat n Yi sambil menatap kepergian Yun Baimin. Ada perasaan haru dan hangat mengalir di hatinya . Bibi Mai yang melihat kedekatan Chun Yi dengan saudara sepupu kandungnya, berasa bahagia dan haru.

"Untunglah Nona Muda menemukan keluarga kandungnya, yang ternyata sangat menyayangi Dia..." ucap Bibi Mai dalam hati dengan haru

Setelah melihat Yun Baimin pergi menjauh Dan tak terlihat lagi, barulah Chun Yi masuk ke dalam rumah. Dan setelah berbenah diri, dia pergi me nemui sang Nenek bersama Bibi Mai. Ketika sampai di sana, ternyata Bibi kedua ada di sana duduk bersama kakek San Neneknya. Mereka terlihat sedang berbicara.

"Selamat pagi Kakek, Nenek, Bibi... " Sapa Chun Yi ramah

"Pagi sayang... Ayo duduk... " Ucap sang Nenek sambil mengisyaratkan Chun Yi untuk duduk di dekatnya. Perlahan Chun Yi berjalan ke dekat sang Nenek dan duduk di sebelahnya. Sang Nenek memegang tangannya sambil berkata .

" Bagaimana keadaanmu sayang, apakah kau betah tinggal di sini, apakah kau membutuhkan sesuatu. ? " Tanya Nyonya Yun dengan lembut.

"Tidak ada Nek..dengan pengaturan Nenek dan Bibi, mana mungkin Chun Yi kekurangan sesuatu. ." Ucap Chun Yi lembut sambil tersenyum ramah.

"Anak baik.. Tapi kalau kau butuh sesuatu , bilang sama Nenek atau bibimu.... " Ucap sang Nenek.

"Baik Nek.. " Jawab Chun Yi. Bagaimana Dia akan kekurangan sesuatu, setelah kedatangannya, Nenek dan sang Bibi mengiriminya berpuluh baju baru dan perhiasan Yang mereka kirimkan padanya. Juga keping perak dan emas dengan ucapan untuk berbelanja.

Setelah beberapa saat bersama sang Benek dan setelah makan bersama keluarga , Chun Yi dan Yun Si Wang pergi ke Vihara untuk bertemu Biksu Tong Yi Sun. Mereka berangkat ke sana dengan mengendarai Kereta milik Keluarga Yun.

Dan ternyata Vihara Tongyan berada di pinggiran kota. Setelah menempuh perjalanan hampir Tiga puluh menitan, mereka sampai di sebuah Vihara yang berada di sebuah bukit kecil. Dari dwoan Vihara, Chun Yi bisa melihat kemegahan Vihara itu, Untuk sampai ke sana para pesiara harus naik tangga beberapa puluh anak tangga. Namun Chun Yi dan Yun Si Wang tidak harus melalui Jalan yang berupa tangga tersebut Mereka berjalan melalui jalan khusus yang langsung menuju halaman belakang Vihara. Jalan itu hanya khusus orang - orang tertentu saja yang bisa menggunakannya .

Dan saat beberapa Biksu melihat siapa yang datang, mereka menyapa Yun Si Wang dengan akrab.

"Kak Han.. Kau datang ? "ucap mereka sambil tersenyum penuh hormat.

" Apakah kepala Vihara telah turun..? " Tanya Si Wang pada salah satu Biksu muda.

"Sudah kak. Silahkan datang ke tempat Beliau. Beliau telah menunggu... " Ucap Biksu yang di tanyai oleh Yun Si Wang .

"Baik. Trimakasih saudaraku...aku akan langsung menemui beliau.. " Ucap Yi Han.

Mereka pun berjalan kearah belakang Vihara. Setelah berjalan hampir sepuluh menitan, Chun Yi dan Yi Han sampai di sebuah pintu kecil yang terlihat menuju sebuah Vihara kecil . Dan ternyata Vihara itu memiliki Formasi khusus. Hingga tidak muda sembarang orang masuk kedalam sana . tanpa rahu kunci cara membuka Formasi yang do pasang di pintu masuk Dan setelah membuka Formasi Chun Yi dan Yi Han masuk kedalam halaman Wilayah tempat Biksu Agung . Sambil mendorong kursi roda Yi Han, Chun Yi melihat keadaan di tempat itu.

Tadi saat Dia melihat tempat itu dari luar pintu , Chun Yi hanya bisa melihat kalau keadaan di dalam sini biasa saja, hanya senak belukar Dan Dan beberapa Pohon di rambati tanaman rambat . Namun setelah masuk kedalam halaman itu, , Chun Yi bisa melihat kalau tempat itu sangat indah dan sejuk. Hamparan perkebunan yang cukup luas dengan pohon buah Plum dan persik terlihat terhampar di depan matanya. Namun kenikmatan itu tidak terlalu lama Chun Yi Nikmati, karena sang kakak segera mengajak dia pergi dari sana untuk menghadap Sang Biksu Agung. Yun Si Wang Dan Chun Yi mencari keberadaan sang Biksu. Setelah melintasi jembatan di atas sungai kecil yang airnya terlihat jernih . Dan beberapa ikan terlihat berenang di dalam sana. Chun Yi dan Si Wang melanjutkan langkah mereka.

Chun Yi hanya bisa mengikuti Yin Han dalam Diam. Dan tak lama Mereka akhirnya sampai di sebuah gazebo di pinggir sebuah kolam besar. Sepertinya Kolam ini merupakan mata air yang mengaliri sungai kecil tadi . Dan di Gazebo tersebut, duduk lotus seorang Biksu Tua dengan mata terpejam. Wajahnya bersinar terang, lembut penuh wibawa, begitu Damai saat melihatnya . Namun saat Mereka berdua telah berada di depan Pria tua tersebut. Mata tua itu membuka secara perlahan.

" Yun Si Wang.. Kau sudah datang..." Ucap sang Biksu dengan nada lembut. Suaranya membuat tenang hati manusia.

"Hamba Yun Si Wang mengucap salam pada Guru... " Ucap Yun Si Wang sambil menunduk hormat. ,

"Hamba Song Chun Yi memberi salam pada Guru.. " Ucap Chun Yi dengan menekuk satu kaki dan menaruh lutut di tanah memberi hormat pada guru besar Tong Yi Sun.

"Salam kalian aku Terima...siapa dia Yi Han...! " Tanya Biksu Agung menunjuk pada Chun Yi .

"Dia Putri Bibi Ye Li Ran yang ingin berjumpa dengan guru.. " Ucap Yun Si Wang menjelaskan

"Oo.. Jadi Dia Putri kandung wanita kuat itu. Tak menyangka kalau gadis favorit Kakekmu adalah Putrinya sendiri... " Ucap Biksu Tong Yi Sun sambil mengucap Doa. . Dia menatap pada Chun Yi.

"Gadis baik.. Wajahmu mirip dengan ibumu. Semoga kekuatanmu akan melebihi ibumu.. Kau pasti ingin mengambil barang yang di titipkan ibumu padaku kan...? " Tanya Biksu Tong Yi Sun dengan lembut .

"Benar Guru. " Jawab Chun Yi.

"Aku sudah menyimpannya cukup lama. Dan baru sekarang kau datang. . " Lalu tiba-tiba di telapak tangan Pria tua tersebut telah ada sebuah kotak tidak terlalu besar. Dia lalu mengulurkan kotak tersebut pada Chun Yi.

"Ini barang titipan ibumu. Aku tidak tahu isinya apa . Semoga kau bisa menggunakannya dengan baik.. " Ucap sang Biksu agung dengan nada ramah . Chun Yi mengulurkan tangannya untuk mengambil kotak yang di berikan Biksu agung.

"Trimakasih Guru... " Ucap Chun Yi.

"Jangan Sungkan... Itu sudah kewajibanku memberikan barang itu padamu . " Ucap sang Biksu .

"Sekali lagi Trimakasih Guru. tapi boleh aku bertanya, hubungan Guru dengan Ibuku...? dan bagaimana kehidupan Ibuku saat itu.. ?" Tanya Chun Yi.

"Aku tahu apa yang ingin kau katakan. kalau kau ingin lebih jelas lagi tentang ibumu, kau bisa menanyakannya pada Kaisar saat kau bertemu dengannya. " ucap Bikei Agung. Mendengar ucapan Biksu Tong Yi Sun , terlihat keterkejutan di wajah Chun Yi.

"Apakah Kaisar Ayahku. ! tidak itu tidak mungkin. semoga saja bukan. " ucap Chun Yi dalam hati. Setelah cukup lama menatap Chun Yi, Tiba-tiba Biksu Agung berkata

"Nak Apakah kau mau menjadi murid Biksu tua ini ..?" Tanya sang Biksu sambil menatap Chun Yi dengan tatapan lembut tetapi tajam. Mendengar kata- kata Biksu yang tak terduga itu, tentu saja membuat Chun Yi dan Yun Si Wang kaget bukan main. Apalagi Yun Si Wang . Sampai-sampai dia melongo menatap Sang Biksu Agung .

"Hamba seorang bodoh yang tidak memiliki akar kultivasi Guru. Lagi Pula hamba memiliki tugas mencari ibu hamba jadi maafkan saya Guru. " Ucap Chun Yi berusaha menolak secara halus.

"Gadis Jujur dan sangat berbakti tanpa beban sakit hati...aku tidak masalah... Kalau kau mau menjadi muridku, aku hanya ingin menurunkan beberapa ilmu padamu. Jika kau Cerdas dan cepat menguasainya, maka kau boleh pergi dari tempat ini dan aku juga memperbolehkan kau memiliki Guru lain selain aku. " Ucap Guru Biksu agung dengan wajah tenangnya . Mendengar kata- kata Biksu agung, Chun Yi dan Yun Si Wang kaget bukan main . Terutama Si Wang sendiri .. Pria itu rak menyangkal kalau doa mendengar Biksu yang di hormati banyak orang ini mengharapkan Sang adik menjadi muridnya. ini benar- benar berkah bagi Sang adik karena Biksu agung tidak pernah memiliki Murid selama berpuluh tahun lamanya. Yang Dia dengar murid terakhir beliau hanyalah Sang Kaisar saja yang pernah menjadi Murid Biksu agung. Setelah itu beliau di kabarkan tidak pernah mengambil murid lagi . Sebenarnya banyak para pangeran yang ingin menjadi Murid dari Biksu Agung, tapi sang Biksu agung tidak mau dan menolak secara halus . Karena itulah berpuluh tahun ini, tidak ada murid pribadi dari Biksu Tong Yi Sun . Tapi sekarang malah Biksu agung sendiri yang meminta Dan menawari Chun Yi menjadi Muridnya.

"Adik kecil...." ucap Yun Si Wang saat melihat Chun Yi terdiam lama. dia melihat tatapan Sang Kakak yang mengisyaratkan agar dia mau menerima m Dan akhirnya Chun Yi berkata.

"Jika begitu Murid yang rendah ini memberi salam pada Guru. Murid menerima Bimbingan dari Guru.... " Ucap Chun Yi sambil bersujud memberi hormat sebagai murid . Terdengar tawa lembut sang Biksu.

"Bagus, bagus...aku Terima sujudmu sebagai penghormatan seorang murid padaku. Mulai saat ini, kau adalah murid terakhir dari Biksu Tong Yi Sun. Datanglah kembali satu bulan lagi setelah kau menyelesaikan urusanmu. Nach sekarang Terimalah benda ini sebagai tanda kalau kau sekarang murid si tua ini..." Ucap Biksu agung sambil memberikan lencana Giok berwarna Putih salju dengan tulisan agak besar Tongyan dari tinta emas di tengahnya. Melihat lencana tersebut, tanpa sadar Si Wang merasakan iri dalam hati. Sebab Lencana itu hanya murid dari Biksu Agung yang memilikinya Dan itu hanyalah Kaisar Feng Ji Ran lah yang memiliki selain Chun Yi. Namun tak lama Si Wang tertawa sendiri dalam hati saat Dia menyadari kebodohannya. Dan akhirnya dia merasakan perasaan gembira dan bangga karena sang adik kini menjadi murid Biksu Agung.

"Trimakasih Guru.. " Ucap Chun Yi sambil menerima lencana itu. Setelah menerima sedikit Nasehat dari sang Guru, Chun Yi Dan Yi Han keluar dari tempat Biksu Agung. Saat mereka bertemu dengan beberapa Biksu, Mereka menyapa dengan ramah.

Chun Yi telah menyimpan Lencana Dan kotak dari sang ibu di ruang Istana Biku. Dan mereka memutuskan segera pulang Setelah dari Vihara Karena Mereka tak ingin berhenti di tempat lain, dalam tiga puluh menit kemudian, mereka telah soai di kediaman Keluarga Yun . Saat mereka sampai di rumah , Yun Si Wang memberitahukan pada Sang Kakek kalau Chun Yi telah di angkat menjadi Murid dari Biksu Tong Yi Sun. Tentu saja berita itu mengagetkan semua orang . Namun tak lama kebahagiaan menggantikan kekagetan mereka. walaupun Mereka berasal heran, Begitu batak orang ingin menjadi Murid Bikei Agung, tapi beliau menolak, dan kini malah Sang Cucu yang tidak memiliki akar Kultivasi malah di pilih oleh Biksu Agung menjadi muridnya .

"Sayang.. Kau sangat beruntung nak.. Biksu Agung yang tidak pernah mengangkat murid, tiba-tiba menjadikan kamu muridnya. Kau tahu, murid terakhur Biksu Tong siapa...? " Tanya Sang kakek .

" Tidak tahu Kek.. Tapi apa benar Guru tidak pernah mengangkat murid ...?" Tanya Chun Yi heran.

"Dalam puluhan tahun ini , Biksu Tong Yi Sun tidak pernah mengangkat murid lagi, dan Murid terakhirnya Hanyalah Kaisar Feng Ji Ran . beliaulah murid terakhir dari Biksu Agung. Dan tiba-tiba sekarang beliau mengambil kamu menjadi muridnya. Kau sangat beruntung sayang... ini berkah dari Dewa untuk keluarga Yun.. " Ucap Sang Kakek dengan bangga dan bahagia . Mendengar penuturan Sang Kakek tentu saja Chun Yi kaget. Dalam hati Dia hanya bisa keheranan. Kenapa bisa jadi seperti itu. Kenapa tiba-tiba Sang Guru mengangkat Dia menjadi muridnya . Namun akhirnya dia memutuskan pertanyaan di dalam hatinya dengan kata . MUNGKIN SEMUA ITU KARENA TAKDIR DAN KEBERUNTUNGAN DIA.

udahan dulu ya... aku lanjut pada episode selanjutnya

Bersambung.

1
"Candy75
lanjut thor
Shai'er
seperti itu
Shai'er
👍👍👍👍👍
hani chaq
ya.....dah hbs aja🙁🙁
Rai Gojess
aiyaa Thor, gak puas baca..bisa gak episode setiap kali update
Erna Fkpg
tetap semangat ❤️❤️❤️
Lala Kusumah
Yiyi ku emang hebaaaaaatt baik hati dan tidak sombong, ba bowuuuuuu 😍😍😍
@Mita🥰
😍😍😍😍😍😍
Vivi❄️❄️
lanjutan othorrr
zylla
berhasiiill 🤭
zylla
mata panda 🤣🤣🤣
Mommy Ayu
ini sepertinya memang keluarga Sang yang berulah dan menyebabkan putra mahkota yang pertama meninggal.
jangan jangan yang menyebabkan para paman dan kakak Chun Yi kena racun juga karena ulah kelurga Sang.
waaah makin seru nih.
Ayo lanjut up lagi Thor...... semangat ya 💪
"Candy75
lanjut thor
Aisyah Suyuti
menarik
hera Amanda
udah ada titik terang
Osie
iiih sekarang irit ya up nya/Sob//Sob//Sob/
Shai'er
seperti itu🤧🤧🤧
Shai'er
🤧🤧🤧🤧🤧
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Lala Kusumah
semoga keluarga Yun tetap berjaya selalu ya 🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!