NovelToon NovelToon
THE CHEF’S RECHARGE: Protecting The Oracle

THE CHEF’S RECHARGE: Protecting The Oracle

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / Dunia Masa Depan / Mata Batin
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

​"Sentuhan kakak-kakakku adalah napasku, tapi sentuhannya... adalah hidupku."
​Shine terlahir dengan mata yang bisa melihat melampaui waktu. Namun, setiap penglihatan tentang masa lalu yang kelam dan masa depan yang berdarah menuntut bayaran mahal: energi hidupnya. Ia rapuh, tersiksa, dan bergantung pada pelukan dua kakak laki-lakinya yang posesif, Jin dan Suga.
​Hingga ia melangkah masuk ke restoran Euphoria.
​Jeon Jungkook adalah koki jenius yang selalu memimpikan gadis yang sama selama bertahun-tahun. Saat mereka bersentuhan, Shine menyadari satu hal: Jungkook bukan sekadar manusia, dia adalah 'baterai' abadi yang bisa memulihkan kekuatannya secara instan.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 V’s Depression

Malam di kediaman utama keluarga Kim biasanya dihiasi oleh denting piano yang mengalir dari aula musik—sebuah melodi yang menjadi detak jantung rumah itu. Namun, sudah seminggu ini, keheningan yang menyesakkan menyelimuti setiap sudut. Aula itu gelap, dan sang maestro, Kim Taehyung atau V, tampak seperti bayangan dari dirinya yang dulu.

V duduk di depan grand piano Steinway hitamnya. Jemarinya yang panjang dan lentur menggantung kaku di atas tuts gading. Ia mencoba menekan satu nada, namun tangannya bergetar hebat sebelum sempat menyentuh permukaan. Napasnya tercekat. Di dalam kepalanya, suara piano itu tidak lagi terdengar merdu, melainkan berubah menjadi suara pecahan kaca dan teriakan masa lalu yang terkubur

Shine berdiri di balik pintu aula musik yang sedikit terbuka. Hatinya perih melihat kakaknya yang biasanya ceria dan penuh gaya, kini duduk layu dengan bahu yang merosot. Sebagai seorang Oracle, Shine bisa merasakan "warna" dari emosi orang-orang di sekitarnya. Dan warna yang memancar dari V saat ini adalah abu-abu pekat—warna dari depresi yang dalam dan trauma yang kembali bangkit.

Shine hendak melangkah masuk. Ia ingin menyentuh bahu V, ingin menggunakan kemampuannya untuk melihat apa yang menyumbat jiwa kakaknya itu agar ia bisa membantu melepaskannya.

Namun, sebuah tangan besar dan hangat mencengkeram pergelangan tangannya, menariknya kembali ke kegelapan lorong.

"Jangan," suara bariton Jungkook terdengar sangat dekat di telinganya.

Shine menoleh, menatap Jungkook yang berdiri dengan wajah kaku. "Jungkook-ah, V Oppa sedang menderita. Aku harus melihat apa yang terjadi di masa lalunya. Jika aku bisa menemukan pemicunya, aku bisa—"

"Aku bilang jangan, Shine," Jungkook memotong dengan nada yang tidak menerima bantahan. Ia menarik Shine menjauh dari aula musik, membawanya kembali menuju paviliun tamu mereka yang lebih privat.

Begitu pintu paviliun tertutup, Jungkook membalikkan tubuh Shine agar menghadapnya. Matanya yang bulat kini berkilat dengan kecemasan dan proteksi yang meluap. "Kau baru saja pulih dari kasus Pejabat Min. Energimu belum stabil, dan kalung di lehermu itu adalah pengingat bahwa kau harus menjaga dirimu sendiri dulu sebelum menjaga orang lain."

"Tapi dia kakakku, Jungkook! Dia yang selalu menghiburku saat aku menangis karena penglihatan jahat. Sekarang dia kehilangan kemampuannya bermain musik, dan aku hanya diam saja?" Shine mulai emosional, matanya berkaca-kaca.

Jungkook mencengkeram kedua bahu Shine, suaranya melunak namun tetap tegas. "Trauma V-Hyung bukan sekadar penglihatan biasa. Itu adalah lubang hitam yang dalam. Jika kau mencoba masuk ke sana dalam kondisimu yang sekarang, kau akan tersedot. Kau bisa koma, Shine. Dan aku... aku tidak akan membiarkan itu terjadi."

"Kau terlalu posesif!" seru Shine, mencoba melepaskan diri.

"Ya, aku memang posesif!" Jungkook menarik Shine ke dalam pelukannya, mendekapnya begitu erat hingga Shine bisa merasakan detak jantung Jungkook yang memburu. "Aku posesif karena aku yang merasakan betapa dinginnya tubuhmu saat kau ambruk. Aku yang memberikan energiku padamu. Jika kau hancur lagi demi orang lain—bahkan demi kakakmu sendiri—itu artinya kau juga menghancurkan aku."

Jungkook menangkup wajah Shine, menatapnya dengan tatapan yang sangat intens. "Biarkan Suga-Hyung yang menanganinya secara medis. Biarkan Jin-Hyung yang menanganinya sebagai kakak tertua. Tugasmu saat ini hanya satu: tetap hidup dan tetap sehat untukku."

Shine terisak kecil di dada Jungkook. Ia merasa terbelah antara rasa cintanya pada V dan rasa patuhnya pada Jungkook. Ia tahu Jungkook benar, namun diam saat melihat orang yang dicintai menderita adalah siksaan tersendiri baginya.

Tiba-tiba, sebuah suara denting keras terdengar dari aula musik utama, diikuti oleh suara benda jatuh yang sangat nyaring.

Shine dan Jungkook tersentak. Mereka segera berlari kembali ke gedung utama. Di sana, mereka menemukan Jin dan Suga sudah berada di depan pintu aula musik. Di dalam, V berdiri dengan napas terengah, ia baru saja membanting tumpukan buku partitur ke lantai.

"Aku tidak bisa!" teriak V, suaranya pecah. "Setiap kali aku menyentuh piano ini, aku melihat tangannya! Aku melihat darah itu lagi!"

Suga mencoba mendekat. "Taehyung-ah, tenanglah. Itu hanya memori. Itu sudah lewat sepuluh tahun yang lalu."

"Tidak! Itu tidak pernah lewat!" V menatap tangannya sendiri dengan jijik, lalu ia berlari keluar dari aula, melewati Shine dan Jungkook tanpa menoleh sedikit pun.

Shine hampir saja mengejar V, namun Jungkook menahan pinggangnya dengan kuat. "Jangan, Shine. Biarkan dia sendiri dulu."

Jin menatap Jungkook dengan tatapan lelah. "Jungkook, jaga Shine. Jangan biarkan dia mendekati Taehyung untuk sementara. Emosi Taehyung sedang tidak terkendali, itu bisa memicu trans paksa pada Shine."

Jungkook mengangguk. "Aku mengerti, Tuan Kim."

Malam itu, Shine hanya bisa meringkuk di tempat tidur paviliun, sementara Jungkook duduk di sampingnya, membelai rambutnya tanpa henti. Di luar, hujan mulai turun, menyamarkan suara isak tangis V yang terdengar dari balkon kamar atas.

Shine menyentuh kalung "JK" di lehernya. Ia menyadari bahwa di keluarga ini, setiap orang memiliki melodi yang patah. Dan meskipun Jungkook melarangnya, Shine tahu bahwa cepat atau lambat, ia harus menggunakan kekuatannya. Karena di keluarga Kim, tidak ada rahasia yang bisa terkubur selamanya, bahkan rahasia berdarah yang membuat V kehilangan musiknya.

"Tidurlah," bisik Jungkook, mencium kening Shine. "Aku akan menjagamu dari mimpi buruk. Termasuk mimpi buruk kakakmu."

Shine memejamkan mata, namun di dalam kegelapan batinnya, ia mulai melihat kilasan sebuah ruangan tua, sebuah biola yang hancur, dan seorang wanita yang menangis di bawah guyuran hujan—awal dari trauma besar Kim Taehyung yang akan segera ia hadapi.

...****************...

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
army v nya jadi apa, JHope sama jimin blm kluar y
sabana: v jadi sepupunya shine, belum pada keluar lagi🤭. semoga berkenan
total 1 replies
sabana
ini fanfiction tentang BTS ya tapi fokus pada Jungkook semoga suka
sabana: mungkin fokusnya lebih ke Jungkook🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!