NovelToon NovelToon
Dinikahi Komandan Galak: Istriku Legenda Forensik

Dinikahi Komandan Galak: Istriku Legenda Forensik

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Pelakor jahat / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Duda / Berbaikan
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

Pernikahan Zoya Ravendra dan Kalandra Dirgantara adalah perjodohan mutlak tanpa tanggal kadaluarsa. Bagi Kalandra, Kepala Unit Reskrim yang ditakuti, Zoya hanyalah istri pendiam yang membebani karena selalu mengurung diri di kamar.

​Namun, pandangan itu hancur saat kasus pembunuhan berantai "The Puppeteer" menemui jalan buntu. Zoya tiba-tiba muncul di TKP, menerobos garis polisi dengan tatapan datar dan berkata:

​"Singkirkan tangan kotormu dari leher korban, Komandan. Dia tidak dicekik. Ada residu sianida di kuku jari manisnya dan lebam mayat ini dimanipulasi."


​Hanya dalam lima menit, Zoya memecahkan teka-teki itu. Kalandra terlambat menyadari bahwa istri yang ia abaikan ternyata adalah "The Scalpel," legenda forensik dunia. Kini, Kalandra tidak hanya harus memburu pembunuh, tapi juga mengejar cinta istrinya yang hatinya lebih sulit diotopsi daripada mayat manapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: Sisi Imut Zoya

​​Kalandra meletakkan kotak kue berwarna merah muda itu di atas meja marmer dengan sedikit kasar. Bunyi buk yang dihasilkan cukup untuk membuat Zoya menoleh dari laptopnya.

​"Nih," dengus Kalandra sambil melonggarkan dasinya yang terasa mencekik. Keringat dingin masih menempel di punggungnya, sisa perjuangan mengantre di tengah gerombolan anak ABG yang berisik. "Kue keramat pesananmu. Awas kalau rasanya biasa aja."

​Zoya tidak menjawab sindiran itu. Dia langsung menutup laptopnya dan menarik kotak kue itu mendekat. Mata yang biasanya sedingin es kutub itu tiba-tiba membulat sempurna. Ada binar antusias yang belum pernah Kalandra lihat selama dua tahun mereka menikah. Bibir Zoya sedikit terbuka, membentuk senyum kecil yang... manis?

​Dengan gerakan cepat, Zoya membuka pita kemasan. Aroma manis stroberi segar dan keju panggang langsung menyeruak memenuhi ruang tengah.

​"Akhirnya," gumam Zoya pelan, suaranya terdengar sangat puas. Dia mengambil garpu perak, memotong ujung kue yang berhias krim tebal, lalu menyuapkannya ke mulut dalam suapan besar.

​Kalandra berdiri berkacak pinggang, menatap istrinya dengan kening berkerut. Istri "patung"-nya itu sekarang terlihat seperti anak kecil yang baru dapat mainan baru. Pipi Zoya menggembung penuh, matanya terpejam menikmati rasa manis yang lumer di lidah.

​"Enak?" tanya Kalandra, nada suaranya melunak tanpa sadar.

​Zoya mengangguk cepat sambil mengunyah. "Banget. Mas mau?"

​"Nggak. Gula bikin bego," tolak Kalandra gengsi. "Sekarang mana janjimu? Aku sudah bayar upetinya. Mana profil pelakunya?"

​Zoya menelan kue- nya, lalu menjilat sisa krim di sudut bibir. Wajahnya kembali serius, tapi garpu di tangannya siap memotong kue lagi.

​"Pelakunya laki-laki, usia tiga puluh sampai tiga puluh lima tahun," ucap Zoya santai, lalu menyuap potongan kedua. "Dia perfeksionis, narsis, dan punya gangguan obsesif-kompulsif parah. Dia bukan pembunuh impulsif yang membunuh karena marah. Dia seniman."

​"Seniman?" Kalandra menarik kursi, duduk di depan Zoya. "Maksudmu dia menganggap mayat itu seni?"

​"Ehem," gumam Zoya dengan mulut penuh cheesecake. Pipinya kembung sebelah kiri, membuatnya terlihat seperti hamster yang sedang menimbun makanan. Kontras sekali dengan kalimat mengerikan yang keluar dari mulutnya.

​"Kenapa dia mendandani korban? Karena dia benci ketidaksempurnaan," lanjut Zoya setelah menelan. Dia menunjuk udara dengan garpunya. "Dia membersihkan mayat itu, memandikannya, menyisir rambutnya. Dia jijik sama kotoran. Itu sebabnya dia pakai sianida suntik, bukan pisau atau pistol. Darah itu kotor buat dia. Dia mau membunuh tanpa bikin berantakan."

​Kalandra mendengarkan dengan seksama, tapi matanya sesekali teralihkan ke remah kue yang menempel di dagu Zoya.

​"Dan kenapa posisinya seperti boneka?" pancing Kalandra.

​Zoya memotong bagian kue yang ada stroberinya. "Kontrol, Mas. Itu kuncinya. Di kehidupan nyata, dia orang yang nggak punya kuasa. Mungkin bawahan yang sering diinjak-injak bosnya, atau anak yang selalu dikontrol orang tuanya. Makanya dia bikin mayat jadi boneka. Boneka nggak bisa ngelawan. Boneka nurut mau diposekan kayak apa aja."

​"Sakit jiwa," desis Kalandra.

​"Memang," sahut Zoya enteng. "Cari orang yang hidupnya terlihat terlalu rapi. Meja kerjanya nggak pernah berantakan, bajunya selalu licin, dan mungkin dia punya latar belakang medis atau setidaknya pernah kerja di rumah sakit. Cara dia nyuntik itu terlalu ahli buat orang awam."

​Zoya menyuap lagi, kali ini lebih banyak. Krim putih menempel belepotan di sudut bibir atasnya. Dia tidak sadar, terlalu asyik menikmati perpaduan rasa asin keju dan manis buah, sambil membicarakan psikopat.

​Kalandra menahan napas. Pemandangan ini aneh. Istrinya sedang membicarakan pembunuh berantai sadis dengan nada datar, tapi wajahnya cemong krim kue seperti balita.

​Tanpa sadar, sudut bibir Kalandra terangkat. Senyum tipis terukir di wajah sangar sang Komandan.

​"Pelan-pelan makannya," tegur Kalandra, suaranya rendah.

​Tangan Kalandra bergerak refleks. Jempol kasarnya terulur, menyeka krim putih di sudut bibir Zoya dengan gerakan lembut.

​Zoya terhenyak. Garpunya berhenti di udara. Matanya mengerjap, menatap jempol Kalandra yang kini ada di wajahnya.

​Waktu seolah berhenti sedetik. Kalandra sendiri kaget dengan tindakannya. Dia buru-buru menarik tangannya, salah tingkah. Dia menggosokkan jempolnya ke celana bahan yang dipakainya.

​"Belepotan. Kayak anak TK," omel Kalandra cepat, menutupi kecanggungannya dengan nada ketus. "Makan tuh yang rapi. Malu sama gelar doktermu."

​Zoya terdiam sebentar, pipinya merona tipis—entah karena malu atau karena tersedak kue. Dia buru-buru mengambil tisu dan mengelap mulutnya kasar.

​"Namanya juga enak," gumam Zoya membela diri, tapi tidak berani menatap mata Kalandra.

​Zoya meletakkan garpunya. Porsi kuenya sudah habis setengah dalam waktu lima menit. Dia merogoh saku piyama beruangnya dan mengeluarkan sebuah benda kecil berwarna hitam.

​Sebuah flashdisk.

​Dia meletakkannya di samping kotak kue, menggesernya ke arah Kalandra.

​"Apa ini?" Kalandra mengambil benda kecil itu, menimang-nimangnya.

​"Data tambahan. Aku sempat meretas database rumah sakit di sekitar pelabuhan tadi siang," jelas Zoya, kembali ke mode serius. "Ada daftar pegawai yang punya akses ke sianida dan dry ice dalam enam bulan terakhir. Di situ juga ada catatan pembelian bahan kimia ilegal yang lolos dari radar polisi."

​Kalandra terbelalak. "Kamu nge-hack database RS? Itu ilegal, Zoya!"

​"Menangkap pembunuh juga butuh cara kotor, Mas," potong Zoya acuh tak acuh. Dia menutup kotak kue, menyelamatkan sisanya untuk nanti malam.

​Zoya berdiri, memeluk kotak kuenya seolah itu harta karun. Dia menatap Kalandra dengan tatapan memperingatkan.

​"Satu syarat lagi, Mas," ucap Zoya tegas. "Jangan pernah bilang ke siapapun kalau data ini dari aku. Bilang saja Mas dapat dari informan anonim atau nemu di jalan."

​"Kenapa? Kamu bisa dapat penghargaan kalau ini berhasil."

​"Aku nggak butuh penghargaan," dengus Zoya. "Aku malas berurusan sama polisi. Birokrasi kalian ribet. Harus BAP lah, jadi saksi lah, ditanya-tanya wartawan lah. Ogah. Aku mau hidup tenang makan kue di rumah."

​Kalandra menatap istrinya tak percaya. Zoya benar-benar anomali. Jenius, tapi maunya rebahan.

​"Kalau Mas sampai bocor, aku nggak mau bantuin lagi. Paham?" ancam Zoya sambil memeluk kotak kuenya erat-erat.

​Kalandra menghela napas, lalu mengangguk pasrah. "Iya, paham. Terima kasih... Zoya."

​Zoya hanya mengangguk singkat, lalu berbalik badan melenggang pergi menuju kamarnya, meninggalkan Kalandra sendirian di ruang tengah dengan flashdisk penuh rahasia di tangan dan jantung yang berdetak sedikit lebih kencang dari biasanya.

1
olyv
🤣🤭 pak komandan fall in love bu dok
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
olyv
hahah dadah ulat bulu 🤣
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
olyv
🤣🤣🤣🤣 ngakak...senjata makan tuan
Savana Liora: tau rasa dia
total 1 replies
olyv
👍👍
Yensi Juniarti
mulai posesif mas pol ini 🤣🤣🤣
Savana Liora: hahaha iya
total 1 replies
Warni
Wah sdh di teror gais
Savana Liora: mulai ya
total 1 replies
Warni
🤣
Warni
😫
Warni
🥰😂
Warni
😂
tutiana
hadir Thor⚘️⚘️⚘️
Savana Liora: selamat baca kk
total 1 replies
Warni
😂
Warni
Di sentil
Warni
🥰
Warni
Wauuu🥰
Warni
😱
Warni
🥰
olyv
wokeh thor... semangat 👍👍💪💪💪
Savana Liora: siap kk
total 1 replies
Warni
Akur🤣
Warni
Wau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!