Shen Yu, seorang pemuda yang memikul takdir terlarang sebagai pewaris Raja Iblis Purba (Tangan Asura, Mata Iblis, dan Jantung Ketiadaan), memimpin sekelompok jenius buangan untuk melawan takdir mereka: Ye Qing sang Dewa Pedang Bintang, Su Ling pemilik Mata Iblis Surgawi, Feng Jiu sang Ratu Phoenix, dan Long Tu sang Jenderal Setengah Naga.
Setelah menghancurkan ambisi Sekte Mayat dan menolak menjadi wadah pengorbanan bagi Istana Langit Utara, Shen Yu melakukan langkah gila: ia meledakkan Jantung Iblis untuk merobek dinding realitas, membawa timnya melarikan diri ke dalam celah dimensi yang mematikan.
Tiga tahun berlalu dalam kehampaan. Kini, mereka muncul kembali di Benua Roh Abadi, sebuah dunia tingkat tinggi yang jauh lebih buas dan kuno. Dengan kekuatan yang telah berevolusi mencapai ranah Nascent Soul, Shen Yu tidak lagi berniat lari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 32
Lembah Penyegel Jiwa - Di Dalam Formasi.
Waktu seakan melambat.
Shen Yu, yang terpasung di udara dengan sembilan rantai cahaya menembus tubuhnya, menatap ngeri ke bawah. Dia melihat Su Ling menjatuhkan Cermin Bulan satu-satunya benda yang meredam rasa sakit matanya.
"SU LING! JANGAN!" Shen Yu meraung. Darah menyembur dari mulutnya saat dia meronta, membuat rantai-rantai itu semakin dalam mengoyak dagingnya. "KEMBALI KE BELAKANGKU! ITU PERINTAH!"
Namun, untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, Su Ling tidak mematuhi perintahnya.
Su Ling berdiri tegak di hadapan Tian Fa yang melayang di tahta emasnya. Angin lembah yang kering menerbangkan jubah ungu dan rambut panjangnya.
Dia tidak terlihat takut. Dia terlihat... Lega.
Tian Fa menatapnya dengan geli. "Kau ingin melawanku, Gadis Buta? Dengan apa? Kau bahkan tidak bisa melihatku."
Su Ling tersenyum tipis. Senyum yang sangat sedih, namun sangat indah.
"Kau benar, Tian Fa. Aku tidak bisa mengalahkanmu."
Su Ling mengangkat tangannya. Jari-jarinya membentuk segel tangan yang rumit dan terlarang segel yang dia pelajari dari memori darah leluhur Klan Su yang dia akses secara paksa.
"Tapi aku bisa menghancurkan mainanmu."
Mata Iblis Surgawi Su Ling (satu Ungu, satu Hitam) tiba-tiba retak.
Bukan retak fisik, tapi retak energi. Cahaya yang menyilaukan mulai bocor dari bola matanya.
"Shen Yu..." bisik Su Ling, tidak menoleh ke belakang, tapi suaranya dikirim langsung ke jiwa Shen Yu lewat ikatan batin mereka.
"Maafkan aku."
"Aku mencintaimu. Lebih dari nyawaku sendiri."
"Hiduplah."
"Mantra Terlarang: Nirwana Mata Iblis - Ledakan Supernova (Demon Eye Nirvana - Supernova Explosion)."
KRAK.
Suara sesuatu yang pecah terdengar jelas.
Itu adalah suara Nascent Soul Su Ling yang dia hancurkan sendiri di dalam tubuhnya.
BOOOOOOOOOOOOOOM!
Dunia menjadi putih.
Bukan putih kabut, tapi putih yang memusnahkan segalanya. Sebuah ledakan energi spiritual yang dahsyat meledak dari tubuh mungil Su Ling.
Dia tidak meledak menjadi api atau angin. Dia meledak menjadi Cahaya Ungu Murni.
Cahaya itu meluas dengan kecepatan pikiran.
KRAK! KRAK! KRAK! KRAK!
Sembilan Pilar Penyegel Jiwa yang diagung-agungkan Tian Fa... Hancur Seketika.
Pilar-pilar itu tidak kuat menahan ledakan energi dari pengorbanan seorang pemilik Mata Iblis Surgawi. Mereka meledak menjadi debu.
Rantai-rantai cahaya yang membelenggu Shen Yu putus, buyar menjadi asap.
Di langit, Tian Fa terbelalak.
"GILA! WANITA GILA!"
Gelombang kejut ungu itu menghantam Tian Fa. Perisai Emas Suci miliknya retak. Dia terlempar mundur seratus meter, memuntahkan darah emas. Jubah sucinya robek, dan sebagian wajahnya terbakar oleh radiasi energi iblis itu.
Ledakan itu berlangsung selama sepuluh detik penuh. Membutakan, memekakkan telinga, dan menghapus segala bentuk formasi di lembah itu.
Lalu... Hening.
Cahaya itu meredup.
Tubuh Shen Yu jatuh dari udara.
BRUK.
Shen Yu mendarat dengan lututnya di tanah yang hangus. Dia tidak merasakan sakit dari lubang-lubang di tubuhnya. Dia tidak peduli pada darah yang mengalir dari lukanya.
Matanya hanya tertuju ke satu titik.
Titik di mana Su Ling tadi berdiri.
Tidak ada siapa-siapa di sana.
Tidak ada tubuh. Tidak ada mayat.
Hanya ada butiran-butiran cahaya ungu kecil seperti kunang-kunang yang melayang pelan, lalu perlahan berubah menjadi abu abu-abu yang dingin, jatuh ke tanah seperti salju.
"Su... Ling?"
Suara Shen Yu bergetar hebat. Dia merangkak. Dia menyeret tubuhnya yang hancur mendekati tumpukan abu itu.
Dia mengulurkan tangannya yang gemetar, mencoba menangkap butiran cahaya terakhir yang hendak padam.
Hap.
Cahaya itu menyentuh telapak tangan Shen Yu... dan padam. Menjadi dingin.
"Tidak..."
Shen Yu menggali tumpukan abu itu dengan tangannya. Dia mencari. Dia mencari potongan baju, mencari tulang, mencari apa saja.
Tapi tidak ada.
Mantra Nirvana membakar segalanya. Jiwa, raga, pakaian... semuanya menjadi ledakan energi murni untuk menghancurkan formasi musuh.
Dia benar-benar... hilang.
"SU LING!!!!"
Shen Yu meraung. Raungan yang bukan manusia. Raungan seekor binatang yang terluka parah, yang kehilangan pasangannya.
Dia memeluk tumpukan abu itu ke dadanya. Dia menekannya ke wajahnya, berharap masih ada kehangatan di sana. Tapi yang dia rasakan hanya debu kasar dan dingin.
"Kau berjanji..." isak Shen Yu, air mata darah mengalir dari matanya. "Kau berjanji akan bersamaku... Kau bilang kau akan menunggu..."
"KENAPA KAU PERGI?! KENAPA KAU MENINGGALKANKU SENDIRIAN?!"
Jantung Iblis di dada Shen Yu berhenti berdetak sesaat.
Hati manusianya... bagian dari dirinya yang masih bisa merasakan cinta, belas kasih, dan harapan... Mati detik itu juga bersama matinya Su Ling.
Di langit, Tian Fa yang terluka parah kembali melayang turun. Wajahnya pucat dan marah. Dia kehilangan formasi andalannya, dan dia terluka oleh seorang wanita buta.
"Wanita bodoh," ludah Tian Fa, menyeka darah di bibirnya. "Mengorbankan jiwa demi iblis? Dia bahkan tidak akan bisa reinkarnasi. Dia musnah total."
"Shen Yu. Kau lihat? Ini semua salahmu. Jika kau menyerahkan jantungmu sejak awal, dia tidak perlu melakukan hal konyol ini."
Tian Fa mengangkat tangannya, mengumpulkan bola cahaya suci untuk serangan terakhir.
"Sekarang, ikutlah dia ke ketiadaan."
Shen Yu tidak bergerak. Dia masih berlutut, memeluk abu Su Ling.
Namun, udara di sekitar Shen Yu mulai berubah.
Suhu turun drastis hingga minus absolut. Tanah di sekitar Shen Yu mulai membusuk dan menjadi hitam. Langit di atas lembah, yang tadi cerah setelah kabut hilang, tiba-tiba menjadi gelap gulita tanpa bintang.
Shen Yu perlahan mengangkat kepalanya.
Rambut hitam panjangnya... mulai berubah warna dari akarnya. Hitam menjadi abu-abu. Abu-abu menjadi Putih Salju.
Dalam satu tarikan napas, seluruh rambut Shen Yu berubah menjadi Putih Total.
Dia berdiri. Dia menyimpan sisa abu Su Ling ke dalam Liontin Giok di lehernya dengan sangat hati-hati.
Lalu dia berbalik menatap Tian Fa.
Tidak ada air mata lagi di wajahnya. Tidak ada ekspresi marah. Tidak ada ekspresi sedih.
Wajahnya Kosong.
Hampa. Seperti lubang hitam yang menelan segala emosi.
"Tian Fa," suara Shen Yu datar. Sangat datar hingga terdengar seperti suara orang mati.
"Kau mengambil cahayaku."
"Kau mengambil satu-satunya alasan bagiku untuk tetap menjadi manusia."
Jantung Iblis di dada Shen Yu berdetak kembali. Tapi kali ini, detaknya lambat, berat, dan memancarkan aura Dao Ketiadaan (Dao of Nihility) yang sempurna.
"Terima kasih."
Tian Fa mengerutkan kening, merasakan bulu kuduknya berdiri. "Terima kasih?"
"Karena kau..."
Shen Yu mengangkat tangannya. Pedang Qi hitam muncul bukan pedang biasa, tapi pedang yang terbuat dari robekan dimensi.
"...Sekarang aku bebas."
10 bab sehari kek pelit bener