NovelToon NovelToon
Bangkitnya Klan Abadi

Bangkitnya Klan Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: hdibibu

Di dunia yang penuh dengan keajaiban, di mana yang Abadi mampu membelah lautan dan menghancurkan gunung, di mana Akar Roh menjadi penentu antara yang fana dan yang Abadi, jiwa lain bangkit di tubuh manusia fana.

Dengan kitab harta karun yang ia peroleh, jiwa itu membawa tekad untuk bertahan di dunia yang kejam. Ia melangkah ke dunia kultivasi, menciptakan klan kultivasinya sendiri. Setiap langkah adalah perlawanan, setiap kemajuan dipenuhi berbagai rintangan dan cobaan.

Namun ia ditakdirkan untuk tidak menjadi biasa-biasa saja.

Ia ditakdirkan untuk mencapai sesuatu yang besar.

Saksikan bagaimana seorang manusia fana memulai jalan kebangkitan untuk klannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hdibibu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.9 - Berburu (2)

“Ah ya, berkat obat apoteker Lu Xen, saya sudah merasa lebih baik,” jawab Chen Lu. Dia menatap tombak dan lembing di tubuh Yan Lei dan berkata dengan sedikit khawatir, “tapi nak, kau sungguh ingin berburu sendirian?”

Yan Lei menggeleng pelan. “Ya, tapi hanya di pinggiran saja, untuk melihat apakah ada beberapa burung yang bisa kubawa pulang,” ujarnya berbohong dengan ekspresi datar.

“Itu masih berbahaya nak,” ujar Chen Lu buru-buru, “jika kau ingin makan daging, masih ada sedikit sisa buruan sahabatmu Chen Yang di rumah. Bawa pulang itu saja.”

Yan Lei merasakan kehangatan mengalir di hatinya. Dia menatap pria paruh baya itu dan terkekeh perlahan. “Paman, kau lebih membutuhkannya, atau berikan pada si kecil Chen Si, dia butuh banyak nutrisi agar dapat tumbuh dengan baik.”

Dan tanpa menunggu jawaban dari Chen Lu, dia buru-buru berbalik dan pergi. Dari kejauhan, dia berteriak pelan, “dan paman, sampaikan salamku pada Chen Yang!”

Yan Lei berjalan keluar dari gerbang belakang desa, berjalan beberapa langkah di jalan utama sebelum berbelok menyusuri jalan setapak kecil yang terbentuk karena sering dilalui oleh para penduduk.

Yan Lei lalu berlari dengan kencang, seperti cheetah yang lincah, melewati berbagai medan dengan mudah. Sepuluh menit kemudian, dia sudah berada di dasar gunung. Yan Lei mendongak menatap puncak.

Di belakang gunung itu terdapat hamparan pegunungan yang luas, sebuah alam liar yang sesungguhnya, dengan berbagai macam kehidupan.

Dia mengencangkan tombaknya dan segera melaju menuju puncak, dan hanya butuh tiga menit lebih baginya untuk mendaki gunung setinggi hampir delapan ratus meter itu.

Dia hanya mempertahankan kecepatan lari orang normal untuk menjaga staminanya. Jika tidak, waktu yang dibutuhkan hanya akan beberapa detik.

Dan dari sana, ke arah di mana pegunungan demi pegunungan terlihat, kecepatan gerak Yan Lei perlahan melambat. Tidak ada lagi jalan setapak. Dia perlu membersihkan semak dan kayu yang menghalangi setiap langkahnya dengan parang.

Dan seperti yang dia harapkan, berburu bukanlah hal yang mudah. Sudah seharian ia berkeliling dan menjelajah, tapi ia tidak menemukan sedikit pun jejak maupun petunjuk. Tak berdaya, Yan Lei hanya bisa memasuki sebuah gua yang ia temui ketika hari sudah malam.

Dia bahkan berdoa agar ada beruang yang sedang hibernasi di dalam sana. Namun doanya tidak terjawab.

Ia lalu menyalakan api menggunakan batu api yang ia bawa dari rumah untuk membantunya melawan udara yang semaki dingin. Fisiknya masih jauh untuk melawan cuaca yang ekstrim.

Setelah menyelesaikan makan malam, dia lalu kembali berdoa, berharap agar beberapa binatang, lebih baik jika binatang mutasi, tertarik pada nyala api dan menghampirinya. Namun doanya masih tidak terjawab hingga pagi.

Yan Lei bangun, membersihkan tubuhnya dan sarapan roti dan daging kering. Setelah itu, ia melanjutkan perburuannya. Setengah hari berlalu, dan ia belum menemukan apa pun selain dari tiga burung puyuh dan satu ayam liar yang ia peroleh melalui lemparan lembingnya.

Dia bahkan nyaris menghancurkan salah satu burung itu karena lupa mengontrol kekuatannya.

Dia berjalan selama dua jam penuh, melangkah lebih jauh ke alam liar sebelum berhenti di sebuah aliran air yang kecil. Yan Lei tidak punya pengalaman sebagai pemburu, tetapi persepsi dan penglihatannya jauh melampaui manusia normal.

Dan di sana, sedikit jauh dari aliran air, tersembunyi di antara semak belukar, terdapat sebuah jejak yang hampir menghilang di antara dedaunan kering di tanah.

Dia mendekat, membersihkan semak di sekitarnya tanpa mengganggu jejak tersebut. Ketika sekitarnya sudah bersih, Yan Lei segera melihat jelas jejak itu. Meskipun nyaris menghilang, Yan Lei masih bisa melihat jejak yang hilang itu berdasarkan patahan-patahan yang sangat kecil di beberapa daun dan ranting.

Dan seketika alisnya terangkat. Bukan karena ia mengenali jejak itu tetapi karena ukurannya yang besar “Lebar kakinya sekitar stengah meter..” gumamnya pelan, “binatang mutasi?”

Yan Lei sedikit gembira. Usahanya akhirnya membuahkan hasil. Dia lalu dengan hati-hati mengikuti jejak itu, sesekali berhenti dan menyusuri lagi karena hampir kehilangan jejak, dan setelah satu jam, dia tiba di sebuah sungai kecil.

Dan tidak jauh darinya, seekor macan tutul dengan ukuran tiga kali lipat dari ukuran normalnya, yang hampir sebesar kerbau, sedang terbaring malas.

Macan Tutul Biru! Binatang mutasi!

Nama itu terlintas dalam pikirannya. Dengan bintik-bintik indah berwarna biru pada tubuhnya, dari situ lah namanya berasal.

Binatang tersebut membuka matanya dan menoleh ke arah Yan Lei. Dia mencium bau darah, dan itu berasal dari buruan yang di ikat di tubuh Yan Lei.

“Ohh.. sudah bangun?” Yan Lei mendecakkan lidahnya dan perlahan berjalan mendekat tanpa rasa takut. Dia lalu meraih lembing yang tergantung di pinggangnya.

Ada empat lembing awalnya, tapi satu sudah hancur karena kekuatan yang lupa ia kendalikan; Itu adalah lembing yang sama yang hampir menghancurkan salah satu burung buruannya.

Binatang itu menggeram, marah karena ada yang telah memasuki wilayahnya. Namun sebelum binatang itu sempat berdiri sepenuhnya, sebuah suara siulan terdengar dari sesuatu yang tampak membelah udara.

Dengan kecepatan seperti peluru, lembing yang Yan Lei lemparkan menghantam tepat di tengkorak makhluk itu, dan menusuk jauh ke dalam otaknya. Binatang itu bahkan belum melakukan apa pun sebelum kematian menjemputnya.

“Headshot!” Yan Lei berseru pelan pada dirinya. Dia segera mendekati mayat Macan Tutul Biru, menutup luka di kepalanya dengan berbagai dedaunan segar, dan tanpa mengikatnya, Yan Lei langsung memikulnya di bahu.

Bobotnya yang sekitar seribu empat ratus pon (700 kg) memberikan tekanan yang lumayan pada tubuhnya.

“Heh, hasil yang bagus,” Yan Lei menyeringai dan segera melangkah pergi. Dia tidak membersihkan darah di tubuh mayat tersebut. Dia berharap agar ada binatang lain yang tertarik dengan bau darah. Dengan begitu, dia tidak perlu lagi repot-repot mencarinya.

Yan Lei praktis berburu dengan mengandalkan kecerobohan.

Dan benar saja, seekor Macan Tutul Biru lainnya muncul di hadapannya. Ukurannya hanya dua kali lipat dari ukuran normal, lebih kecil dari yang baru saja dia buru, tapi daging tetaplah daging.

Maka sama seperti sebelumnya, Macan Tutul Biru itu mengalami hantaman di kepala. Kali ini bukan karena lembing, tapi oleh tusukan tombak yang presisi.

Yang ia lakukan hanyalah mendekati binatang itu, menghindari gigitannya dengan lompatan ke udara sebelum menusuk kepalanya dari atas dengan keras. Kepalanya langsung tertancap bersama dengan tanah. Kesenjangan kecepatan dan kekuatan di antara mereka terlalu jauh.

Kali ini, Yan Lei terpaksa harus menebang pohon untuk membuat kereta luncur darurat untuk menampung dua mayat Macan Tutul Biru. Dia lalu mencari akar pohon yang tebal dan kuat untuk menarik kereta tersebut.

1
Hebibu
Halo para pembaca budiman. Author di sini...

Rencana saya update 2 chapter/hari.

Bagi kawan2 yang menyukai cerita ini, bantu like dan komen skuyy.

Dukungan kalian jadi motivasi buat Author.

Salam membaca, Salam dari dunia kultivasi. Gua tunggu lu pada di sana.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!