NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:42.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Di hari pernikahannya, Farhan Bashir Akhtar dipermalukan oleh calon istrinya yang kabur tanpa penjelasan. Sejak saat itu, Farhan menutup rapat pintu hatinya dan menganggap cinta sebagai luka yang menyakitkan. Ia tumbuh menjadi CEO arogan yang dingin pada setiap perempuan.

Hingga sang ayah menjodohkannya dengan Kinara Hasya Dzafina—gadis sederhana yang tumbuh dalam lingkungan pesantren. Pertemuan mereka bagai dua dunia yang bertolak belakang. Farhan menolak terikat pada cinta, sementara Kinara hanya ingin menjadi istri yang baik untuknya.

Dalam pernikahan tanpa rasa cinta itu, mampukah Kinara mencairkan hati sang CEO yang membeku? Atau justru keduanya akan tenggelam dalam luka masa lalu yang belum terobati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Di beberapa meter dari tempatnya berdiri, farhan melihat pemandangan sederhana, tapi entah kenapa begitu menarik perhatiannya.

Seorang pegawai perempuan yang ia tahu dari staf administrasi berdiri di pintu masuk perusahaan. Perempuan itu tampak terkejut sekaligus tersenyum lebar saat seorang pria menghampirinya. Pria itu, yang jelas adalah suaminya, memberinya kejutan sebuah buket bunga yang indah.

“Selamat hari anniversary pernikahan kita yang dua tahun, istriku.” kata pria itu dengan senyum lebar.

Pegawai perempuan itu menutup mulutnya, sementara matanya berbinar. Ia menerima bunga itu, lalu memeluk suaminya tanpa ragu, di depan halaman perusahaan yang ramai. Beberapa orang yang melihat hanya tersenyum kecil, sebagian lain menggoda mereka dengan siulan pelan.

Farhan berdiri mematung. Ia tidak merasa cemburu. Tidak juga merasa asing. Yang ia rasakan justru sesuatu yang hangat menyusup perlahan ke dalam dadanya. Tatapannya melembut tanpa ia sadari. Bibirnya terangkat membentuk senyum kecil.

"Mereka pasangan yang serasi." Gumam Farhan dengan pelan.

Dalam benaknya, wajah Kinara muncul begitu saja. Senyum lembutnya. Cara perempuan itu yang menatapnya dengan penuh perhatian, Cara Kinara yang siap menerima kekurangan dan kelebihannya tanpa tuntutan dan drama.

“Kinara pantas mendapatkan itu. Bahkan lebih.” ucap Farhan dengan lirih yang lebih ditujukan pada dirinya sendiri.

Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Farhan membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam. Ia memasang sabuk pengaman, lalu mengemudikan mobilnya keluar dari area perusahaan. Namun alih-alih langsung pulang, Farhan mengemudikan mobilnya ke arah yang berbeda.

Tujuannya jelas, Sebuah toko perhiasan ternama yang tak jauh dari pusat kota. Mobil Farhan berhenti di depan bangunan dengan etalase kaca toko yang besar dan memantulkan cahaya mentari sore. Ia turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam toko. Suasana di dalam toko terasa mewah dan tenang. Seorang pegawai perempuan menyambutnya dengan senyum ramah.

“Selamat sore, Pak. Ada yang bisa kami bantu?” tanya pegawai toko itu yang membuat

Farhan mengangguk pelan.

“Saya ingin membeli cincin pernikahan.” ujar Farhan dengan nada suaranya yang tenang, tapi mantap.

Pegawai itu mempersilakan Farhan duduk, lalu mulai menunjukkan beberapa pilihan cincin. Farhan memperhatikan cincin cincin itu dengan seksama. Jemarinya menyentuh satu cincin sederhana berbahan emas putih dengan satu berlian kecil di tengahnya. Tidak mencolok. Tidak berlebihan. Tapi terlihat cantik.

“Yang ini,” kata Farhan akhirnya. “Saya ingin yang ini.”

Pegawai itu tersenyum.

“Pilihan yang bagus, Pak. Ini adalah koleksi cincin kami yang paling laris di toko kami. Dan saya yakin kalau istri anda pasti akan menyukai cincin yang telah anda pilih untuknya.”

"Ya, dan aku bisa merasakan itu akan terjadi." Ujar Farhan sembari tersenyum kecil sembari mengeluarkan kartu kredit dari dalam dompetnya untuk diberikan kepada pegawai toko itu.

Saat proses pembayaran selesai, Farhan menerima kotak perhiasan kecil berwarna gelap itu. Ia menatapnya sejenak sebelum menyimpannya dengan hati-hati ke dalam saku jasnya. Ada perasaan berdebar yang aneh. Perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Sekeluarnya dari toko perhiasan, Farhan kembali masuk ke dalam mobilnya. Namun ia belum berniat langsung pulang. Ia melirik jam di tangannya sekali lagi, lalu mengemudikan mobilnya menuju ke toko bunga yang lokasinya tak jauh dari toko perhiasan yang ia datangi. Tak lama kemudian, mobil Farhan berhenti di depan sebuah toko bunga yang tampak indah dengan deretan bunga segar di etalasenya. Farhan turun dan masuk ke dalam toko. Membuat aroma bunga langsung menyambut penciumannya.

“Selamat sore, Pak,” sapa penjaga toko.

“Sore,” balas Farhan. “Saya mau buket bunga.”

“Untuk acara apa, Pak kalau boleh saya tahu?”

Farhan terdiam sepersekian detik. Lalu tersenyum kecil.

“Sebenarnya tidak ada acara apa apa, hanya saja saya ingin memberikan istri saya sedikit kejutan.” ujar Farhan yang membuat pegawai toko itu ikut tersenyum.

"Saya mengerti, setelah mendengar penjelasan dari anda saya bisa merekomendasikan kepada anda kalau bunga mawar merah adalah pilihan yang sangat tepat, pak." Ucap pegawai toko itu yang membuat Farhan mengangguk.

"Kalau begitu saya akan memilihnya, toloh bungkuskan bunga mawar merah itu untuk saya. Dan ya, pastikan buketnya terlihat sangat cantik dan indah." Pinta Farhan yang membuat pegawai toko itu mengangguk mengerti.

"Sesuai keinginan anda, pak."

Beberapa menit kemudian, Farhan menerima sebuah buket mawar merah yang indah. Ia membayarnya, lalu membawa buket itu keluar dengan hati-hati. Sekembalinya ke dalam mobil, Farhan meletakkan buket bunga itu di kursi sebelahnya. Ia menatapnya sejenak, lalu menghela napas pelan sambil tersenyum.

“Semoga kamu suka dengan kejutan yang aku siapkan untukmu, Kinara.” gumam Farhan dengan penuh harap.

Langit mulai menggelap saat mobil Farhan melaju meninggalkan pusat kota. Lampu-lampu jalan satu per satu menyala, dan memantulkan cahaya kekuningan di kaca depan mobilnya. Namun di dalam kepalanya, segalanya terasa tidak setenang jalanan yang ia lewati.

Farhan menggenggam kemudi lebih erat dari biasanya. Pandangannya lurus ke depan, tapi pikirannya ke mana-mana. Berkali-kali ia menarik napas, lalu menghembuskannya pelan, seolah berharap itu bisa menenangkan detak jantungnya sendiri.

Bagaimana caranya? Pertanyaan itu terus berulang dikepala Farhan. Ia sudah lama tidak melakukan hal seperti ini. Memberi kejutan. Menyiapkan sesuatu untuk orang lain. Apalagi untuk seorang perempuan yang kini menyandang status sebagai istrinya. Selama ini, hidup Farhan berjalan dalam pola yang kaku. Bekerja, pulang, makan, dan tidur. Dan kini, tiba-tiba saja ia merasa seperti seorang pria yang baru belajar menjadi suami.

Farhan melirik sekilas ke spion tengah, lalu kembali menatap jalan. Lampu merah di perempatan membuatnya harus berhenti. Mesin mobil tetap menyala, tapi pikirannya semakin bising.

Apa Kinara akan canggung setelah aku memberikan kejutan ini? Atau justru heran?

Bagaimana kalau aku malah terlihat konyol di depannya?Bagaimana kalau dia menganggap aku berlebihan?

Farhan menghela napas lagi, kali ini lebih panjang. Sudut bibirnya terangkat tipis, nyaris seperti senyum yang dipaksakan.

“Kenapa jadi serumit ini, sih,” gumam Farhan dengan pelan.

Padahal, semua ini berawal dari niat yang sederhana. Ia hanya ingin Kinara merasa diperhatikan sebagai seorang istri. Tak lama kemudian lampu lalu lintas berubah hijau. Farhan kembali melajukan mobilnya. Jalan menuju rumah terasa sedikit lebih panjang malam itu, atau mungkin hanya perasaannya saja. Di setiap kilometer yang ia lewati, wajah Kinara terus muncul dalam benaknya.

Kinara tidak pernah menuntut lebih. Tidak pernah mengeluh. Tidak pernah mempermasalahkan sikap dinginnya. Dan entah kenapa, justru itu yang membuat dada Farhan terasa penuh. Beberapa saat kemudian mobil yang dikendarai oleh Farhan akhirnya memasuki kawasan perumahan. Jalanan yang lebih sepi, rumah-rumah dengan lampu teras yang menyala temaram. Farhan memperlambat laju mobilnya. Tangannya refleks mengecek jam tangannya.

1
pi
bagus bgt ceritanya
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: terima kasih bintang lima nya kak😍🙏
total 1 replies
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Kamu harus terima konsekuensinya Adilla, apa yang telah kamu perbuat terhadap Farhan.
Artinya harus siap menerima akibat atau hasil dari setiap pilihan dan tindakan yang telah kamu lakukan, baik itu baik maupun buruk, karena semua perbuatan pasti memiliki dampak yang harus dihadapi sebagai bagian dari hukum sebab-akibat untuk belajar tanggung jawab dan berkembang.
Ini melibatkan keberanian untuk menghadapi hasil, tidak menyalahkan orang lain, dan belajar dari pengalaman tersebut...🤗
Rudy Bintarto
doubel up dong Thor,LG seru ni
Tini Kartini
tamat nya ga puguh ah ?
Tini Kartini
smg farhan tdk tergoda lg
Tini Kartini
tdk akan menyesal kalau sdh sholat istikharah dlm memutuskan sesuatu
Erfin Susanti
aku suka karakter utama laki2 yang super dioer tegas jangan sampai lengah dan berubah ya harus tegas kasihan nti ardilla dia permata berluan jaga dan jangan pernah oeduli dengan bat kali
Tini Kartini
apakah sebelum.tayang ..ketikan nya di koreksi dulu... krn kadang ada kata2 yg krg pas ..atau yg slh spt nama ...hrs nya ardhan jd farhan... atau puspa jd pusap..
maaf hanya sbg koreksi sj🙏
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: maaf kak kl ada yang salah penulisannya soalnya aku buat narasinya, malam.
total 1 replies
Rudy Bintarto
doubel up dong Thor,,,LG seru
keynara
semoga Farhan nggak tergoda sama Adilla lagi
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Menurut saya itu hanya mitos sih Kinara...🤔

Memang dalam beberapa budaya, benda yang pecah, terutama yang berhubungan dengan seseorang atau kenangan tertentu, dianggap sebagai tanda akan datangnya musibah.
Mitos ini sering kali dikaitkan dengan kepercayaan bahwa roh atau energi tertentu mencoba menyampaikan pesan melalui peristiwa tersebut.
Di beberapa tradisi, khususnya di negeri konoha, pecahnya kaca dianggap sebagai pertanda buruk karena kaca sering dikaitkan dengan refleksi jiwa seseorang.
Ada juga yang percaya bahwa jika foto seseorang jatuh dan pecah, itu bisa menjadi pertanda bahwa orang tersebut akan mengalami nasib buruk atau bahkan kemalangan...🤭😊
Susma Wati
adilla sadar diri kalau mau jadi pelakor, mana mau farhan dengan harga diri adilla yang murah an, tapi farhan dan kinara tetep hati2, karena adilla akan berbuat licik untuk mendapatkan farhan mungkin dengan menjebak mereka untuk berpisah
Agunk Setyawan
pokoknya jgn sampe Farhan balik sama adila
Suyati
lah kok udah hbs aja🤭
Suyati
jangan sampe adila balik k farhan thor
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: siap kak
total 1 replies
Suhadi Mulyo
lanjut kak
Khumaira Nur Rahma
langgeng terus ya kalian, biar nggak mudah goyah sama pelakor.
Suyati
MasyaAllaah Tabarakallah , ikut terharu bcnya
Suyati
semoga samawa y
Suyati
farhan orang tuamu sangat sayang pd mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!